Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL FISIKA

Klasifikasi Kasus COVID-19 dan SARS Berbasis Ciri Tekstur Menggunakan Metode Multi-Layer Perceptron Azzahra, Jannatul Firdausa; Sumarti, Heni; Kusuma, Hamdan Hadi
Jurnal Fisika Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v12i1.35685

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus corona sebagai sindrom pernafasan akut parah. SARS (Severe Acute Respiratoty Syndrome) merupakan gangguan saluran pernapasan yang disertai gejala saluran perncernaan disebabkan oleh corona virus. Penelitian ini bertujuan untuk membedakan pasien COVID-19 dan SARS berdasarkan ciri tekstur dengan metode Multi-Layer Perceptron (MLP). Metode yang digunakan dalam penelitain ini terdiri dari tiga tahap, tahap pertama adalah pre-processing, tahap kedua adalah ekstraksi ciri tekstur menggunakan histogram dan GLCM (Gray Level Co-occurrence Matrix), dan tahap ketiga adalah klasifikasi data menggunakan metode Multi-Layer Perceptron (MLP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra pasien SARS memiliki rerata kecerahan lebih tinggi, memiliki kontras lebih tajam, dan tingkat penyebaran data dalam piksel citra rontgen toraks lebih acak dibandingkan dengan citra pasien COVID-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menghasilkan akurasi, sensitivitas, dan spesifisitas yang sama, yaitu sebesar 91,67%. Penelitian ini menunjukkan bahwa ciri tekstur mampu membedakan citra rontgen toraks pasien COVID-19 dan SARS secara akurat, sehingga dapat menjadi perangkat tambahan untuk memudahkan tenaga kesehatan.
Analisis Kadar Aseton pada Gas Buang Pernafasan Penderita Diabetes Mellitus dan Normal Menggunakan Sensor MQ-135 Nuryani, Siska; Maesyaroh, Uhty; Sumarti, Heni
Jurnal Fisika Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v11i2.32249

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit utama yang menimbulkan ancaman terhadap kesehatan manusia dan telah menjadi epidemik secara universal. Kadar aseton pada penderita Diabetes Mellitus sangat tinggi jika dibandingkan dengan orang tanpa indikasi Diabetes Mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis kadar aseton dalam gas buang pernafasan penderita Diabetes Mellitus dan normal menggunakan sensor MQ-135. Metode penelitian yang dilakukan meliputi perancangan alat, pembuatan alat, kalibrasi, uji coba alat dan analisis. Subjek penelitian terdiri dari 6 responden tanpa indikasi Diabetes Mellitus dan 6 responden dengan indikasi Diabetes Mellitus. Akurasi alat pada responden tanpa indikasi Diabetes Mellitus sebesar 88,01% dan pada responden dengan indikasi Diabetes Mellitus sebesar 95,35%. Alat ini layak digunakan sebagai alat deteksi kadar gula darah mandiri bagi pasien dengan indikasi Diabetes Mellitus. Sesuai dengan dengan ketentuan BPFK (Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan) bahwa batas ambang nilai error yang diizinkan yaitu 5%.
Development of Non- Invasive Cholesterol Monitoring System Using TCRT5000 Sensor with Android Compatibilty Rahmawati, Tika; Tasyakuranti, Alvania Nabila; Sumarti, Heni; Kusuma, Hamdan Hadi
Jurnal Fisika Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v13i2.45044

Abstract

High cholesterol levels cause several diseases, such as atherosclerosis (narrowing of the arteries), coronary heart disease, high blood pressure, obesity, thyroid disorders, diabetes mellitus, liver disease, and kidney disease. Generally, such checking is carried out invasively in clinical laboratories or hospitals. The checking can be done individually at a lower cost by using non invasive cholesterol measuring devices. This study aims to design and implement an android-based non-invasive cholesterol monitoring device using the TCRT5000 sensor. The tool developed was tested to measure cholesterol levels in 15 respondents aged 20-30 years. The research procedure consisted of several stages, starting with the design stage of the tool, which was carried out by assembling the components; the second stage was the tool coefficient of determination test, the third stage was the accuracy test, and the last stage was the data transfer speed test. The average accuracy of the tool is 83.18%, and the avarage of delay is 8.8 ms. This tool has considerable potential to be used in a telemedicine system that can be accessed remotely regularly to determine the estimated value of cholesterol levels in the blood.