Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEMBENTUK KARAKTER ISLAMI DI MAN 4 BOGOR Diani, Dini; Suherman, Irman; Rosnawati
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 3 No. 5 (2025): AL - KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v3i5.21355

Abstract

Pendidikan karakter merupakan upaya penting dalam membentuk dan mengarahkan sikap individu agar selaras dengan tujuan pendidikan. Mengingat sistem pendidikan yang ada saat ini masih mementingkan aspek akademis dan mengesampingkan aspek pembentukan karakter dan budaya, hal ini mengakibatkan bergesernya nilai-nilai karakter dan munculnya tindakan-tindakan yang menyimpang yang berkaitan dengan isu-isu moral. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter dalam Membentuk Karakter Islami di MAN 4 Bogor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter dalam membentuk Karakter Islami di MAN 4 Bogor mencakup beberapa aspek. 1) PPK Berbasis Kelas dilakukan melalui kurikulum, manajemen kelas islami, metode pembelajaran inovatif dan islami, gerakan literasi islami, dan layanan bimbingan konseling islami, 2) PPK Berbasis Budaya Sekolah dilaksanakan melalui kegiatan pembiasaan rutin islami, kegiatan spontan, kegiatan terprogram dan keteladanan. 3) PPK Berbasis masyarakat, dilaksanakan melalui Menjalin Komunikasi dengan Pelibatan Stakeholder dan Pihak Terkait, dan Kerjasama Sekolah dengan Komunitas Keagamaan. 4) Faktor Pendukung implementasi ini meliputi kebijakan sekolah yang proaktif, komitmen guru, budaya islami, keterlibatan orang tua dan masyarakat, serta sarana penunjang. Namun, terdapat juga faktor penghambat, seperti variasi pemahaman guru, disiplin siswa dalam teknologi, kurangnya konsistensi di luar kelas, keterbatasan ruang dan waktu, serta kurangnya pelatihan bagi guru.
Kompetensi Guru PAUD di Era Digital Yusuf, Ode Yahyu Herliany; Sasmin; Rosnawati; Fitriani, Wa Ode Heni; Junaiddin, Arsyad
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 2: Agustus (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i2.575

Abstract

Penelitian ini menggunakan penelitian research library, sumber data diambil buku, hasil penelitian, artikel ilmiah, dan dokumen-dokumen ilmiah lainnya sebagai pendukung. Pada Teknik penelitian menggunakan analisis pada isi guna memudahkan para pembaca dalam memahami isi analisa yang membahas kompetensi guru di era digital. Era digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Guru sebagai pendidik profesional dituntut untuk memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan era digital. Kompetensi yang dimaksud adalah seorang pendidik harus mampu bersahabat dengan teknologi, Kemampuan dalam menggunakan SE, Kemampuan dalam menggunakan AI, mampu berkolaborasi, kreatif dan mampu mengambil resiko, memiliki selera humor, mengajar secara utuh.
Pendampingan Pelatihan Musikalisasi Pada Siswa SMA Negeri 1 Kolaka Zubair Baharuddin; Nurul Haeniah; Rosnawati; A. Betharezky Tahniah Noveryzha; Hafidtriatmo
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v2i2.84

Abstract

Artikel ini membahas pelaksanaan kegiatan pendampingan pelatihan musikalisasi puisi sebagai alternatif pembelajaran sastra di SMA Negeri 1 Kolaka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan partisipasi enam siswa dan dua guru sebagai mitra pelaksana. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap, yakni sosialisasi, pelatihan pengenalan puisi, penggarapan musikal, pelatihan vokal, penggunaan alat musik, serta pelatihan ekspresi dan koreografi. Evaluasi dilakukan melalui angket pra dan pasca pelatihan, observasi, serta komentar terbuka siswa. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman (+3,84), apresiasi sastra (+2), dan keterampilan siswa (+2,66), dengan total peningkatan skor rata-rata sebesar +59,21%. Komentar siswa mencerminkan antusiasme, kesan positif, serta keinginan untuk mengikuti kegiatan serupa di masa mendatang, meskipun terdapat beberapa kendala teknis dan logistik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan musikalisasi puisi efektif dalam membangun keterampilan, kepekaan estetik, kolaborasi, dan rasa percaya diri siswa. Oleh karena itu, program serupa perlu direplikasi dan dikembangkan lebih lanjut dengan dukungan sarana, manajemen waktu, serta pelibatan komunitas seni sebagai mitra strategis. Kata kunci: musikalisasi puisi, pembelajaran sastra, pendampingan, apresiasi, keterampilan
A Novel Health Management Model for Search and Rescue (SAR) Teams During the Batang Kali Landslide, 2022: A Case Study of Public Health Response Suhaida BT Mohd Sidek; Siti Syawakir Shamsuddin; Khairunnisa Ariffin; Nurfahzilah Abdul Aziz; Rosnawati; Mohamad Robat; Faridah Kusnin; Hazlina Yahaya; Thilaka Chinayah; Mohd Hisyamuddin Che Wan Naman; Rawlin Dundang Nyelang; Nurfazilah  Abdul Wazir
ASEAN Journal of Disaster Health Management (AJDHM) Vol 1 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ajdhm.v1i1.14393

Abstract

Introduction: A catastrophic landslide in Batang Kali, Hulu Selangor, Malaysia on December 16, 2022, displaced 16 million cu ft of soil, resulting in 61 rescues and 31 fatalities. Search and Rescue (SAR) team members face significant health risks and traumatic experiences during such operations. Objectives: This case study examines four key aspects of SAR operations, that is the efficacy of global health management for SAR teams, the physical and mental health implications on personnel during extended operations, the assessment of environmental health hazards in the disaster area and their mitigation measures, and the documentation of key lessons learned for future operational improvements. Methods: This is a case study on piloting innovative composite questionnaire on global assessment of health risks of SAR team members. The environmental health assessments were conducted using an adapted form from MOH Malaysia Guidelines for the Diagnosis, Management, Prevention and Control of Leptospirosis, 2011. The mental health using Whooley and GAD-2 questionnaires and the rest of the assessments including physical health using adapted MOH Malaysia Flood Preparedness Guidelines, 2008. Data was analysed using descriptive statistics. A one-stop health base was established for surveillance, coordination, and support. Results: Of 509 SAR team members, 56 (11%) participated. Physical health screening (n=18) revealed physical injuries (37.5%), hypertension (25%), mental health issues (25%), and one cardiovascular accident (12.5%). Mental health screening (n=29) identified three (10.3%) positive cases requiring counselling. Nine members attended Psychological First Aid sessions (44% psychoeducation, 33% relaxation, 23% sleep hygiene). No infectious diseases were reported during or one-month post-operation. Discussion & Conclusion: This novel model demonstrates effective comprehensive health monitoring during disaster response. The study supports pre- and post-deployment health screenings and improved interagency coordination, serving as a framework for future emergency responses.