Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Perbandingan Kelengkapan Resep Konvensional Dengan Resep Berbasis Online Di Apotek X Wilayah Denpasar Selatan Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri; Nyoman Titin Brimantari; I Ketut Tunas
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i1.10727

Abstract

One of the pharmaceutical services is to serve the completeness of prescriptions served in health services such as pharmacies. The completeness of prescription services at online-based pharmacies is still carried out by pharmacists but is limited in nature. As a result of incomplete prescription writing, medication errors can occur which are detrimental to the patient (Isro et al., 2018). This study aims to determine the difference in the completeness of conventional recipes with online-based recipes. This study used an analytical observational design, with a cross-sectional study design, and the sampling method was carried out using purposive sampling technique, so that 50 conventional recipes and 50 online recipes were obtained. Based on the results of research conducted at the south Denpasar pharmacy. The results of the study in the form of administrative, pharmaceutical, clinical studies of conventional prescriptions and online prescriptions can be seen in terms of indicators of patient age, doctor's name, No. Doctor's SIP, doctor's initials, R/ sign, dosage form, dosage strength, drug dose, and drug allergy P Value 0.05. Then in terms of indicators of weight px, address px, date of prescription, and drug rules, the value of P Value is 0.05. So, it can be concluded that there is a significant difference between the completeness of conventional prescriptions and online prescriptions in terms of age px, doctor's name, SIP No. , doctor's initial, R/ sign, dosage form, dosage strength, drug dose, and allergy.
Penggunaan Herbal berbasis Kearifan Lokal dalam Pengobatan Penyakit Influenza pada Anak di Provinsi Bali Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri; Dewi Puspita Apsari
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 10, No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.1.35-43.2023

Abstract

Anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan mengalami penyakit influenza akan tetapi antivirus dan vaksin yang ada masih terbatas efektivitasnya. Kecamatan Kintamani merupakan daerah perbukitan dengan tanaman obat yang tumbuh subur dan terbatasnya akses menuju fasilitas pelayanan kesehatan. Oleh karena itu tanaman obat memegang peranan penting dalam pengobatan penyakit influenza pada anak. Penelitian ini bertujuan  menginvestigasi tanaman obat yang digunakan masyarakat di Bali dalam mengatasi gejala influenza pada anak. Data pada penelitian kualitatif ini dikumpulkan melalui teknik wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan pada pada dukun (balian usada), pedagang tradisional (ceraken) serta masyarakat. Penelitian ini dilakukan pada 37 narasumber yang tersebar di 6 Desa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 36 tanaman obat yang berasal dari 21 famili berpotensi mengatasi penyakit influenza pada anak. Famili tanaman obat yang paling banyak digunakan adalah Zingiberaceae dan daun merupakan bagian tanaman yang paling banyak digunakan dengan angka 35,14%. Metode pengolahan tanaman obat yang paling sering dilakukan adalah dengan dikunyah (37,84%) selanjutnya digunakan secara topikal. Demam merupakan gejala penyakit yang sering diobati dengan 11 jenis pilihan tanaman obat. Hasil penelitian ini menunjukkan masyarakat di kecamatan Kintamani masih menggunakan tanaman obat untuk mengatasi gejala penyakit influenza pada anak  
THE KEPATUHAN KONSUMSI TTD TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS I DENPASAR UTARA: HUBUNGAN KEPATUHAN KONSUMSI TTD TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS I DENPASAR UTARA Intan Prima Asri Ni Komang; Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri; Ida Ayu Manik Parthasutema
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 8 No. 1 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i1.281

Abstract

Pendahuluan: anemia merupakan suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah tidak mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh. Kejadian anemia dalam kehamilan di Indonesia menunjukan adanya peningkatan dari 37,1% (2013) menjadi 48,9% (2018). Anemia dalam kehamilan lebih besar terjadi pada trimester III akibat dari peristiwa hemodilusi. Anemia dalam kehamilan trimester III dinyatakan apabila jumlah hemoglobin <11g/dL. Metode: penelitian ini menggunakan metode cross-sectional. Responden dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang mengalami anemia di Puskesmas I Denpasar Utara yang diambil menggunakan teknik total sampling. Kepatuhan responden diukur menggunakan metode pill count dan jumlah hemoglobin diukur dengan alat ukur hemoglobin. Analisa data diuji menggunakan chi-square dan kekuatan korelasi di uji dengan contingency coefficient. Hasil: hasil yang didapatkan dari total 30 responden yaitu, 26 responden (86,7%) patuh dan tidak mengalami anemia sedangkan 4 responden (13,3%) tidak patuh dan mengalami anemia. Hasil uji chi-square menunjukan p = 0,000 dan hasil uji contingency coefficient menunjukan nilai korelasi sebesar 0,707. Simpulan: terdapat hubungan yang kuat antara kepatuhan konsumsi tablet tambah darah terhadap kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas I Denpasar Utara tahun 2020.
Formulasi dan Evaluasi Salep Hidrofilik 10%, 20% dan 30% dari Ekstrak Daun Binahong (Anredera scandens (L.) Moq.) I Putu Riska Ardinata; Ni Putu Wintariani; Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 2 (2023): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i2.11582

Abstract

Tanaman Binahong secara traditional sudah digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai obat untuk luka namun dalam pengaplikasiannya memerlukan media pembawa, salahsatunya adalah salep. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi dan evaluasi salep hidrofilik dari ekstrak daun binahong (Anredera scandens (L.) Moq.). yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan kosmetika atau obat topikal. Penelitian ini merupakan penelitain eksperimental laboratorik. Ekstrak daun binahong (Anredera scandens (L.) Moq.) akan dicampurkan kedalam basis salep hidrofilik yang akan dibuat menjadi 3 konsentrasi berbeda yaitu salep 10%, 20% dan 30%, selanjutnya akan dilakukan uji organoleptis, uji daya sebar, uji daya lekat, uji iritasi pada kulit, uji homogenitas dan uji pH. Hasil uji evaluasi dari ketiga salep ekstrak daun binahong (Anredera scandens (L.) Moq.) menunjukkan uji organoleptis yang serupa hanya berbeda dari warna. Uji daya sebar menunjukan diameter setelah ditekan sebesar 5,4cm, 5.3cm dan 5,1cm. Uji daya lekat menunjukkan hasil sebesar 12 detik, 14 detik dan 15 detik. Uji iritasi pada kulit menunjukkan tidak ada reaksi iritasi. Uji homogenitas menunjukkan salep yang dibuat sudah homogen dan uji pH sebesar 5,6; 5,6 dan 5,7. Hasil ini menunjukkan salep yang dihasilkan sudah baik dan sesuai standar.
Pengaruh Puasa Ramadhan Terhadap Tekanan Darah Dan Profil Lipid Pada Pasien Hipertensi Studi Kasus : Denpasar Selatan I Wayan Happy Candra Dinata; Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri; Gusti Ngurah Agung Windra Wartana Putra; I Gusti Ngurah Mayun
Indonesian Journal of Pharmaceutical Education Vol 3, No 3 (2023): September-Desember 2023
Publisher : Jurusan Farmasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/ijpe.v3i3.21914

Abstract

Hypertension is the most common cardiovascular disease in society. Management of hypertension can be pharmacological and non-pharmacological. One of the nonpharmacological therapies for hypertension is fasting therapy. Ramadan fasting is fasting that is obligatory for Muslims and has been set in the month of Ramadan for one month (29 or 30 days). Fasting changes a person's eating and drinking patterns which affect the body's metabolism which results in increased production of angiotensinogen which impacts blood pressure and increases in High-density Lipoprotein cholesterol. The purpose of this study was to determine the effect of Ramadan fasting on blood pressure and lipid profiles in hypertensive patients. This study used a pre-experimental research design with the One Group Pretest-Posttest model. The sampling method used non-probability sampling with purposive sampling technique. Measurements were taken before the fasting month of Ramadan and one month of fasting. Data analysis using the Wilcoxon test. The results of the study in the form of systolic and diastolic blood pressure before fasting with one month of Ramadan fasting, the mean ± SD respectively were 145 ± 17.45 p-value (0.001); 87.70 ± 9.82 p-value (0.001). For lipid profiles (cholesterol, triglycerides, HDL, LDL) before fasting with one month of Ramadan fasting, the mean ± SD respectively were 181.60 ± 26.63 p-value (0.001); 113.65 ± 43.91 p-value (0.001); 53 ± 7.71) p-value (0.001); 116.30 ± 18.38 p-value (0.001). This study concluded that there was a decrease in systolic and diastolic blood pressure, and an improvement in fasting lipid profile levels during Ramadan fasting in hypertensive patients.
Perbaikan Profil Lipid pada Masyarakat Muslim Hiperlipidemia dengan Puasa Ramadhan di Denpasar Selatan Ni Putu Juli Martasari; Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri; I Gusti Lanang Made Rudiartha; Putu Yudhistira Budhi Setiawan
Indonesian Journal of Pharmaceutical Education Vol 3, No 3 (2023): September-Desember 2023
Publisher : Jurusan Farmasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/ijpe.v3i3.21913

Abstract

Ramadan fasting is an activity to refrain from eating and drinking, which is very beneficial for health, one of which is in improving lipid profile levels that are disturbed or commonly called hyperlipidemia because fasting can reduce saturated fatty acid intake, increase fiber intake, reduce carbohydrate and alcohol intake. Hyperlipidemia is a lipid metabolism disorder characterized by an increase or decrease in lipid fraction levels in plasma such as an increase in total cholesterol, LDL, and triglyceride levels and a decrease in HDL levels. This study aims to determine the effect of Ramadan fasting on the lipid profile of hyperlipidemia patients in the Kepaon Islamic village community. This research is a quantitative study, with a pre-experimental research design using the One Group Pretest-Posttest model with purposive sampling taking. The examination includes total cholesterol, LDL, HDL, and triglycerides before and one month after fasting. The results of this study showed significant changes in the form of decreases in total cholesterol, triglycerides, and LDL levels with average values as follows 221.60±40.59 to 189.85±19.27; 149.65±66.07 to 103.10±43.96; and 153.20±34.23 to 116.60±18.91 with a p-value significance of 0.001. And there was an increase in HDL levels with an average value of 38.55±8.89 to 57.10±13.55 with a p-value significance of 0.001. This study can be concluded that Ramadan fasting decreases total cholesterol, triglycerides, and LDL levels and increases HDL levels.
Pengaruh puasa ramadhan terhadap kadar gula darah masyarakat diabetes mellitus tipe 2 di Denpasar Selatan Putri, Dhiancinantyan Windydaca Brata; Mirandinha Fortuna Sarmento Madeira, Angie; Adi Purwa Hita, I Putu Gede; Bakta, I Made
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 1 (2024): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i1.10711

Abstract

Puasa diartikan sebagai ibadah menahan diri atau berpantang makan, minum, dan segala hal yang membatalkannya dengan waktu berpuasa berkisar antara 11 jam hingga 18 jam setiap hari. Manfaat yang didapat saat berpuasa salah satunya yaitu untuk mengontrol gula darah. Diabetes mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif dari kerja dan atau sekresi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh puasa terhadap GDA dan GDP pada pasien DM tipe 2 di lingkungan Kepaon. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian Quasi Eksperiment dengan desain rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Pengambilan sampel menggunakan Teknik Purposive sampling. Penelitian ini dilakukan lingkungan Kepaon selama bulan puasa ramadhan 2023. Sampel pada penelitian ini merupakan pasien yang menderita DM tipe 2 di lingkungan Kepaon. Analisa data pada penelitian ini menggunakan uji paired t-test dan uji Mann-Whitney, dimana menunjukkan hasil GDA dan GDP kelompok intervensi sebelum berpuasa dan setelah berpuasa mengalami penurunan dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai p-value>0.001. Hal ini dapat disimpulkan bahwa puasa Ramadhan dapat menurunkan kadar GDA dan GDP pasien DM tipe 2 dibandingkan dengan kelompok yang tidak berpuasa.
Pengaruh puasa ramadhan terhadap kadar lipid pada masyarakat hiperlipidemia di Denpasar Utara Putri, Dhiancinantyan Windydaca Brata; Meliani, Ni Putu Mitha; Aman, I Gusti Made; Maharianingsih, Ni Made
Pharmasipha : Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy Vol. 8 No. 1 (2024): Maret
Publisher : University Of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/pharmasipha.v8i1.10743

Abstract

Puasa Ramadhan merupakan kegiatan menahan diri dari tidak makan dan minum dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Saat berpuasa terjadi perubahan pola makan, waktu makan, dan asupan makanan. Hal tersebut dapat memperbaiki kadar profil lipid yang terganggu atau sering disebut dengan hiperlipidemia. Hiperlipidemia adalah kondisi medis yang ditandai dengan peningkatan salah satu atau lebih dari lipid plasma, termasuk trigliserida, kolesterol, low-density lipoprotein (LDL) bersamaan dengan penurunan kadar high-density lipoprotein (HDL). Pengendalian Hiperlipidemia dapat dilakukan dengan berpuasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh puasa Ramadhan terhadap kadar lipid masyarakat yang menderita Hiperlipidemia di Denpasar Utara. Desain penelitian ini merupakan penelitian pra experimental menggunakan model One Group Pretest-Posttest. Penelitian ini melakukan pemeriksaan kadar kolesterol total, trigliserida, LDL dan HDL sebelum puasa Ramadhan dan satu bulan setelah Puasa Ramadhan. Hasil penelitian ini menunjukkan perubahan yang signifikan berupa penurunan pada kadar kolesterol total, Trigliserida dan LDL dengan nilai rerata berturut-turut sebagai berikut 203±25,983 mg/dl ke 194±25,074 mg/dl; 153,5± 43,308 mg/dl ke 108,5 ± 41,67 mg/dl; 132,5± 26,394 mg/dl  ke 115,5± 24,789 mg/dl dengan signifikansi p-value 0,001. Serta terjadi peningkatan pada kadar HDL dengan nilai rerata 43,5 ± 12,046 mg/dl ke 57±12,359 mg/dl dengan signifikansi p-value 0,001. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Puasa Ramadhan memberikan penurunan terhadap kadar kolesterol total, trigliserida dan LDL, serta peningkatan pada kadar HDL.
Efektifitas Edukasi Video Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Kesadaran Penggunaan Antibiotik: Sebuah Studi Kuasi Eksperimental Adriani, Ni Putu Rina; Widowati, I Gusti Ayu Rai; Ardinata, I Putu Riska; Putri, Dhiancinantyan Windydaca Brata
Jurnal Pharmascience Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i2.20454

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, termasuk meningkatnya resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh edukasi video terhadap pengetahuan dan kesadaran penggunaan antibiotik pada pasien di Puskesmas II Denpasar Utara. Pendekatan kuantitatif ini menggunakan  metode quasi-experimental The Static Group Comparison, dengan melibatkan 140 pasien yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok uji terdiri dari 70 pasien yang diberikan edukasi video dan kelompok kontrol terdiri dari 70 pasien yang diberikan pelayanan sesuai standar puskesmas. Pengumpulan data menggunakan kuisioner tervalidasi. Data dianalisis dengan uji non parametrik Mann-Whitney. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antar kedua kelompok pada variabel pengetahuan (p<0.001) dan kesadaran (p=0.028). Edukasi video memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan, terutama dalam penggunaan antibiotik yang lebih bijak dan rasional.
Penggunaan Herbal berbasis Kearifan Lokal dalam Pengobatan Penyakit Influenza pada Anak di Provinsi Bali Putri, Dhiancinantyan Windydaca Brata; Apsari, Dewi Puspita
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 10 No 1 (2023): J Sains Farm Klin 10(1), April 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.1.35-43.2023

Abstract

Anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan mengalami penyakit influenza akan tetapi antivirus dan vaksin yang ada masih terbatas efektivitasnya. Kecamatan Kintamani merupakan daerah perbukitan dengan tanaman obat yang tumbuh subur dan terbatasnya akses menuju fasilitas pelayanan kesehatan. Oleh karena itu tanaman obat memegang peranan penting dalam pengobatan penyakit influenza pada anak. Penelitian ini bertujuan  menginvestigasi tanaman obat yang digunakan masyarakat di Bali dalam mengatasi gejala influenza pada anak. Data pada penelitian kualitatif ini dikumpulkan melalui teknik wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan pada pada dukun (balian usada), pedagang tradisional (ceraken) serta masyarakat. Penelitian ini dilakukan pada 37 narasumber yang tersebar di 6 Desa. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 36 tanaman obat yang berasal dari 21 famili berpotensi mengatasi penyakit influenza pada anak. Famili tanaman obat yang paling banyak digunakan adalah Zingiberaceae dan daun merupakan bagian tanaman yang paling banyak digunakan dengan angka 35,14%. Metode pengolahan tanaman obat yang paling sering dilakukan adalah dengan dikunyah (37,84%) selanjutnya digunakan secara topikal. Demam merupakan gejala penyakit yang sering diobati dengan 11 jenis pilihan tanaman obat. Hasil penelitian ini menunjukkan masyarakat di kecamatan Kintamani masih menggunakan tanaman obat untuk mengatasi gejala penyakit influenza pada anak Â