Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Peran Inovasi Produk Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam Meningkatkan Akses Pemberdayaan UMKM Dirra Azzuhra; Hartini Hartini; Sismaul Panira; Husni Kamal
Glossary : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ummul Ayman Pidie Jaya, Ace

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52029/gose.v3i2.374

Abstract

The Program for Empowerment and Enhancement by Bank Syariah Indonesia (BSI) significantly supports micro, small, and medium enterprises (UMKM) in Indonesia by providing Sharia-compliant financing such as murabahah, as well as fostering product development, digital marketing, and managerial skill enhancement. This initiative improves access to capital, enhances competitiveness, and promotes financial inclusion for UMKM, especially in remote areas. The role of Islamic banking product innovation is crucial in increasing UMKM access to funding, with banks acting as financial facilitators aligned with Sharia principles like mudharabah, musyarakah, and murabahah, which help UMKM obtain capital without interest and through fair systems. The research findings indicate that support through Sharia-based financing mechanisms and digital technology innovations can improve transparency and service accessibility, although challenges such as limited product understanding and administrative barriers still need to be addressed. Bank Syariah Indonesia exemplifies this approach by offering various financing products, training programs, and digital platforms that facilitate UMKM access to capital and markets. These innovations significantly contribute to UMKM empowerment, community welfare, and sustainable national economic growth. The findings demonstrate the potential of these efforts to strengthen financial inclusion and accelerate Sharia-based economic development in Indonesia.
Inovasi Produk Pembiayaan Berbasis Digital pada Bank Syariah dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan Fanesa Ahzara; Putri Humairah Napitupulu; Husni Kamal
Glossary : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ummul Ayman Pidie Jaya, Ace

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52029/gose.v4i1.489

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong bank syariah menghadirkan berbagai inovasi produk pembiayaan yang lebih mudah diakses masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran inovasi produk pembiayaan berbasis digital dalam meningkatkan inklusi keuangan. Metode yang digunakan berupa studi kepustakaan melalui kajian berbagai jurnal, buku, serta sumber ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan berbasis digital memberikan kemudahan akses, mempercepat proses layanan, memperluas jangkauan nasabah, serta meningkatkan penggunaan layanan keuangan syariah. Inovasi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan inklusi keuangan masyarakat. Tantangan yang masih dihadapi meliputi literasi digital, keamanan data, serta kesiapan infrastruktur teknologi.
GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN MAQASHID SYARIAH DALAM PENGUATAN LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH DI INDONESIA Husni Kamal; Muhammad Iqbal; Muhammad Syafril Nasution
Jurnal Hukum Samudra Keadilan Vol 20 No 2 (2025): Jurnal Hukum Samudra Keadilan
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jhsk.v20i2.12991

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara Good Corporate Governance (GCG) dan Maqashid Syariah dalam memperkuat tata kelola lembaga keuangan syariah di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan, serta dianalisis melalui studi literatur terhadap regulasi nasional, fatwa DSN-MUI, dan teori tata kelola korporasi syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GCG merupakan instrumen penting dalam memastikan profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab sosial lembaga keuangan syariah. Namun, prinsip-prinsip tersebut belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai maqashid syariah yang menekankan pemeliharaan agama (hifzh ad-din), jiwa (hifzh an-nafs), akal (hifzh al-‘aql), harta (hifzh al-mal), dan keturunan (hifzh an-nasl). Integrasi antara GCG dan maqashid syariah menghasilkan sistem tata kelola yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan regulatif, tetapi juga pada pencapaian keadilan, kemaslahatan, dan keberlanjutan sosial. Kesimpulannya, sinergi kedua prinsip tersebut merupakan fondasi strategis bagi penguatan tata kelola lembaga keuangan syariah di Indonesia agar memiliki legitimasi hukum, moral, dan spiritual yang utuh dalam mendukung sistem ekonomi nasional yang berkeadilan.
SRATEGI INOVASI PRODUK PERBANKAN SYARIAH BERBASIS KEBUTUHAN GEN Z Ishma Nurhasanah; Khairatul Umuri; Rezeki Amalia; Husni Kamal
e-Jurnal Aksioma Al-Musaqoh : Journal of Islamic Economics and Business Studies Vol 9 No 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri perbankan syariah Indonesia menghadapi tantangan strategis dalam menarik dan mempertahankan nasabah dari gen Z yakni kelompok yang lahir antara 1997 hingga 2012 dan kini mulai mendominasi segmen konsumen aktif. Meskipun total aset perbankan syariah nasional telah melampaui Rp800 triliun, pangsa pasarnya masih berkisar 7,5% dari total perbankan nasional, salah satunya akibat keterbatasan inovasi produk yang sesuai dengan preferensi digital Gen Z. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik kebutuhan keuangan Gen Z, menganalisis bentuk inovasi produk perbankan syariah yang paling relevan, mengevaluasi dampak inovasi terhadap kinerja institusi, serta merumuskan rekomendasi strategis implementasi inovasi. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis (Systematic Literature Review/SLR) terhadap sumber akademik dan laporan industri terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gen Z memiliki lima dimensi kebutuhan utama: aksesibilitas digital tinggi, transparansi produk, relevansi nilai etis-sosial, inklusivitas finansial, dan personalisasi layanan. Inovasi yang paling relevan mencakup tabungan digital berbasis tujuan dengan fitur gamifikasi, investasi mikro syariah melalui platform digital, integrasi ekosistem fintech halal, serta pembiayaan berbasis penilaian kredit alternatif. Data menunjukkan bahwa bank syariah yang aktif berinovasi mencatat pertumbuhan DPK rata-rata 18,7% per tahun dengan proporsi nasabah muda mencapai 42–48%, jauh melampaui bank yang konservatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi produk berbasis kebutuhan Gen Z bukan sekadar pilihan taktis, melainkan keniscayaan strategis untuk menjamin relevansi dan daya saing perbankan syariah Indonesia dalam jangka panjang.