Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

OPTIMIZING THE LEVEL OF KNOWLEDGE THROUGH DIGITAL LITERACY FOR COMMUNITIES SUFFERING FROM NON-COMMUNICABLE DISEASES Rifahatul Mahmudah; Setiadi Syarli; Deni Maisa Putra; Tomi Jepisa
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan (JPIK) Vol. 5 No. 1 (2026): JPIK - Juni 2026 Volume 5 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Alifah Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jpik.v5i1.129

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) are the leading cause of death worldwide. The WHO reports that approximately 74% of global deaths are caused by NCDs, and in Indonesia, the figure reaches 76%. The increasing prevalence of NCDs, such as hypertension and diabetes mellitus, is also influenced by low health literacy and the public's ability to utilize digital information. This community service activity aims to optimize the knowledge level of NCD sufferers through a digital literacy approach in Korong Gadang Village, within the Kuranji Community Health Center (Puskesmas) working area. The implementation method includes education, demonstrations, and evaluation with post-implementation measurements based on digital media (PowerPoint and educational videos). The activity was conducted on December 23, 2025, involving 50 NCD sufferers. Results showed that the majority of respondents had a good level of knowledge after the intervention (68%), while 26% were in the adequate category and 6% were in the poor category. This community service activity demonstrates that digital literacy-based education is effective in increasing public understanding of NCD management. Thus, digital literacy can be a sustainable promotive and preventive strategy to support NCD control and improve the community's quality of life.
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Kontrol Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di Puskesmas Belimbing Kota Padang Tahun 2025 Anisa Nabila Putri; Rika Syafitri; Setiadi Syarli
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): GJIK - Februari
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i1.2022

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani secara tepat. Kepatuhan pasien dalam melakukan kontrol gula darah secara rutin menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan komplikasi. Salah satu determinan kepatuhan pasien adalah dukungan keluarga, baik berupa dukungan emosional, informasional, instrumental, maupun penghargaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan kontrol gula darah pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Belimbing Kota Padang tahun 2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien diabetes melitus yang berkunjung ke Puskesmas Belimbing berjumlah 275 orang. Sampel penelitian sebanyak 71 responden dipilih dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan kontrol gula darah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (p = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mendapatkan dukungan keluarga (52,1%) dan tidak patuh dalam melakukan kontrol gula darah (52,1%). Uji Chi-square menghasilkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol gula darah. Kesimpulan penelitian ini adalah dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien DM terhadap kontrol gula darah rutin. Oleh karena itu, diharapkan keluarga dapat memberikan dukungan optimal, baik secara emosional, informasional, maupun praktis, sehingga kepatuhan pasien dapat meningkat dan risiko komplikasi diabetes dapat diminimalisir.
Hubungan Kecemasan Dengan Kualitas Tidur Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Yang Menjalani Hemodialisa Di RS TK. III Dr. Reksodiwiryo Padang Salsabilla Putri Gunawan; Diana Arianti; Setiadi Syarli
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): GJIK - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i2.2099

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) menimbulkan gangguan fisik dan psikologis, termasuk kelelahan, nyeri, dan keterbatasan aktivitas akibat terapi hemodialisa seumur hidup. Kondisi ini memicu kecemasan dan gangguan tidur melalui keluhan seperti gatal, nyeri otot, dan sering buang air kecil pada malam hari. Berdasarkan data dari SKI 2023 kasus gagal ginjal kronis sebanyak 638.178 kasus di Indonesia dan di wilayah Sumatera Barat sebesar 0,23%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisa di RS TK. III Dr. Reksodiwiryo Padang. Metode Penelitian yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di RS TK. III Dr. Reksodiwiryo Padang. Populasi penelitian sebanyak 100 pasien. Data dikumpulkan selama 6 hari yaitu tanggal 16-21 April 2025 menggunakan metode total sampling sebanyak 100 responden. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui hasil kurang dari separuh sebesar 42 (42,0%) responden termasuk dalam kecemasan kategori sedang, lebih dari separuh 61 (61,0%) responden termasuk dalam kualitas tidur kategori buruk. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan kualitas tidur dengan p-value-0,000 (<0,05). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan terdapat hubungan kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien chronic kidney disease (CKD) yang menjalani hemodialisa di RS TK. III Dr. Reksodiwiryo Padang. Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan perhatian lebih terhadap aspek psikologis pasien dan melakukan intervensi nonfarmakologis seperti terapi spiritual untuk membantu menenangkan kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur pasien menjadi lebih baik.
Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Stress Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin Tahun 2025 Fadila; Setiadi Syarli; Tomi Jepisa
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): GJIK - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i2.2102

Abstract

Lansia adalah individu yang berusia di atas 60 tahun. Penuaan juga berdampak pada kondisi psikologis seperti stres. Indonesia sekitar 83,1% lansia mengalami stres diantaranya 49,2% mengalami tingkat stres sedang hingga sangat berat dan 33,9% berada dalam tingkat stres ringan. Sumatera barat lansia yang mengalami stres 18,5%. Salah satu terapi non farmakologi menurunkan tingkat stres terapi relaksasi otot progresif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Stres Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin tahun 2025. Metode pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan quasy eksperiment dengan desain one group pretest-postest. Penelitian ini telah dilakukan di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin pada bulan Maret-Agustus 2025. Pengumpulan data data dilakukan tanggal 07 – 11 Juli 2025. Populasi seluruh lansia di PSTW Sabai Nan Aluih berjumlah 110 dengan sampel 52 orang. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisa data univariat dan bivriat menggunakan Uji Paired T-Test Sample. Hasil penelitian didapatkan rata-rata stres sebelum diberikan terapi relaksasi otot progresif 24,67. Rata-rata stres sesudah diberikan terapi relaksasi otot progresif 13,42. Ada Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Stres Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin tahun 2025 (pvalue=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini terapi relaksasi otot progresif berpengaruh pada terhadap stres lansia Sabai Nan Aluih Sicincin. Diharapkan melalui pimpinan panti sosial tresna werdha dapat menambahkan program terapi relaksasi otot progresif yang dilakukan selama 3 hari berturut-turut selama 20 menit.
Pengaruh Antara Terapi Mindfulness dengan Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir di STIKes X Arini, Larasuci; Silvia Dora, Mechi; Sari Ramadani, Fatimah; Syarli, Setiadi
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on data from the World Health Organization (WHO), 450 million people globally suffer from anxiety-related health issues. Young adults account for 150 million of these individuals, and 57% of the total population experiences work-related anxiety during their studies. The prevalence of anxiety in Asia is 65 million young adults with anxiety issues during their undergraduate studies, with final-year students being the most affected. A preliminary study conducted through interviews with eight final-year nursing students at STIKes X revealed that five of them experienced anxiety while facing their thesis.This research aimed to determine the effect of mindfulness therapy on the anxiety levels of final-year nursing students writing their thesis at STIKes X. The study used a This research aimed to determine the effect of mindfulness therapy on the anxiety levels of final-year nursing students writing their thesis at STIKes X. The study used a Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire and analyzed using a paired sample t-test.The study, conducted from July 10, 2025, at STIKes X, found a p-value of 0.001 (< 0.05). This indicates that there was a significant effect of mindfulness therapy in reducing anxiety levels among final-year nursing students. The conclusion is that mindfulness therapy can be an effective method to decrease anxiety for students, particularly those working on their thesis, and future researchers are encouraged to explore other non-pharmacological therapies to address anxiety
Kesejahteraan Spiritual dan Kualitas Hidup di antara Lansia yang Dilembagakan: Studi Korelasi Syarli, Setiadi; Jepisa, Tomi; Mahmudah, Rifahatul; Ririn, Ririn; Husni, Husni
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing number of older adults in Indonesia poses challenges in maintaining physical, psychological, social, and spiritual well-being. One important factor influencing the quality of life of older adults, especially those living in social care institutions, is spiritual well-being, which includes the relationship with God and a sense of meaning in life. This study aimed to examine the relationship between spiritual well-being and the quality of life of older adults at Tresna Werdha Social Care (TWSC) Kasih Sayang Ibu Batusangkar and TWSC Sabai Nan Aluih Sicincin. This study employed a quantitative correlational analytic design with a cross-sectional approach. The study population consisted of all older adults residing in the two TWSCs, totaling 180 individuals, using a total sampling technique. The instruments used were the Spiritual Well-Being Scale (SWBS) and the Indonesian version of WHOQOL-BREF. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods, with the Chi-square test at a significance level of 0.05. The results showed that most older adults had a high level of spiritual well-being (67.2%) and a good quality of life (63.3%). Statistical analysis indicated a significant relationship between spiritual well-being and quality of life among older adults (p = 0.000; OR = 3.4; 95% CI = 2.1–5.7). Older adults with high spiritual well-being were 3.4 times more likely to have a good quality of life compared to those with low spiritual well-being. Spiritual well-being plays an important role in improving the quality of life of older adults in social care institutions. The spiritual dimension helps older adults achieve inner peace, find meaning in life, and strengthen social relationships. Therefore, the implementation of spirituality-based nursing interventions and the strengthening of routine religious activities in social care institutions are necessary to enhance the holistic well-being of older adults
Hubungan Penggunaan Smartphone Dengan Kualitas Tidur Pada Remaja Di SMP Negeri 18 Kota Padang Intan Putri Alda; Setiadi Syarli; Weni Mailita
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Menulis - Maret
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i3.1075

Abstract

Penggunaan smartphone di kalangan remaja mengalami peningkatan yang signifikan seiring perkembangan teknologi, namun hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait dampak negatifnya terhadap kesehatan, khususnya kualitas tidur. Paparan cahaya biru dari layar smartphone dapat mengganggu ritme sirkadian dan menekan produksi hormon melatonin, sehingga mengakibatkan penurunan durasi dan kenyamanan tidur. WHO (2023) mencatat bahwa gangguan kualitas tidur dialami oleh sekitar 15,3% hingga 39,2% populasi dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat penggunaan smartphone dengan kualitas tidur pada remaja di SMP Negeri 18 Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi sebanyak 349 siswa sedangkan sampel berjumlah 78 siswa kelas VIII yang dipilih secara random sampling. Waktu penelitiannya pada bulan Juni dan bertempat di SMP Negeri 18 Kota Padang. Instrumen penelitian meliputi kuesioner penggunaan smartphone dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan distribusi frekuensi, serta bivariat menggunakan uji chi-square untuk melihat hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47,4% responden memiliki penggunaan smartphone kategori rendah, sedangkan 62,8% memiliki kualitas tidur yang baik. Uji statistik menghasilkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat penggunaan smartphone dan kualitas tidur. Responden dengan penggunaan smartphone tinggi cenderung mengalami kualitas tidur buruk. Temuan ini menegaskan bahwa durasi dan intensitas penggunaan smartphone perlu diatur, terutama menjelang waktu tidur. Kesimpulannya, pengendalian penggunaan smartphone melalui edukasi kesehatan, pengawasan orang tua, serta kebijakan sekolah berperan penting dalam menjaga kualitas tidur remaja, sehingga mereka dapat memiliki kondisi fisik dan mental yang optimal untuk menunjang aktivitas belajar dan perkembangan sosial. Saran, pentingnya edukasi kepada siswa, orang tua, dan pihak sekolah tentang manajemen penggunaan smartphone secara bijak agar kualitas tidur remaja tetap terjaga.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemandirian Personal Hygiene Pada Anak Prasekolah Di TK Pertiwi 1 Kantor Gubernur Padang Vania Arianti; Willady Rasyid; Setiadi Syarli
Jurnal Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): Mei-Agustus
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jfkes.v4i1.4998

Abstract

Preschool children are in a period of rapid development called the golden age, where they begin to learn to be independent, including in maintaining personal hygiene. Parental parenting plays an important role in the formation of this independent behavior. The purpose of this study is to determine the relationship between parental parenting and the level of personal hygiene independence  in preschool children at Pertiwi Kindergarten 1, Padang Governor's Office in 2025. This study uses a quantitative method with a cross sectional design. The population in this study is all children in Pertiwi 1 Kindergarten, as many as 93 respondents were taken by total sampling technique. The research instrument was in the form of a questionnaire on parenting and personal hygiene independence. Data analysis was carried out univariate and bivariate using the Chi-square test. The results of the study showed that  the majority of parents implemented a democratic parenting style (53.8%), and most children were quite independent in personal hygiene (54.8%). The results of the chi-square  statistical test obtained p-volue = 0.000 showed a significant relationship between parental parenting and the level of children's personal hygiene  independence. It was concluded that there was a significant relationship between parental parenting and the level of personal hygiene independence  in preschool children. Democratic parenting tends to increase children's independence, authoritarian parenting can hinder, while permissive parenting provides less consistent results. The importance of implementing a balanced, communicative, and supportive parenting style to encourage independence in maintaining personal hygiene from an early age.