Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

PERAN PENDAMPINGAN OLEH GURU SEKOLAH DASAR DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN GIGI DAN MULUT SISWA Ana Riolina; Era Karina
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.281 KB)

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut adalah komponen yang melengkapi kesehatan secara umum dan kesejahteraan masyarakat. Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering terjadi pada anak usia sekolah. World Health organitation ( WHO) menargetkan pada tahun 2010 angka karies pada anak usia 12 tahun sebesar 1 gigi per anak hal ini tampaknya belum berhasil dilaksanakan diIndonesia. Hasil survey Riskesdas tahun 2013 menunjukkan kerusakan gigi masyarakat Indonesia adalah 460 gigi per 100 orang hal ini terjadi karena hanya 2.3% penduduk Indonesia yang memiliki kebiasaan benar dalam menyikat gigi sehingga perlu dilakukan suatu upaya untuk meningkatkan kualitas menyikat gigi sejak dini. Salah satunya dengan melakukan program pendampingan menyikat gigi yang baik dan benar di Sekolah Dasar (SD). Pendampingan dilakukan oleh guru setiap hari setelah makan siang sehingga dapat membentuk kebiasaan siswa yang berkelanjutan untuk menyikat gigi dengan baik dan benar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian randomized control group pretest-posttest. Data primer diperoleh dari hasil pengukuran skor plak siswa Sekolah Dasar MI Syafa’at Muhammadiyah Sukoharjo selama enam bulan dengan sampel yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Selanjutnya dianalisis menggunakan one-way ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian terhadap 24 orang siswa kelas 4 di Sekolah Dasar MI Syafa’at Muhammadiyah Sukoharjo selama enam bulan menunjukkan adanya penurunan skor plak yang signifikan (p<0,005) antara sebelum dan setelah dilakukan. Hal tersebut menunjukkan bahwa intervensi guru dalam meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut siswa efektif.
GAMBARAN PAPARAN PROMOSI KESEHATAN GIGI DAN MULUT MELALUI MEDIA MASSA TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG KARIES GIGI (Kajian Pada Mahasiswa S1 UMS) Muhammadiyah University of Surakarta Ana Riolina; Lisa Antasari
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.268 KB)

Abstract

Karies merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut yang banyakdialami oleh masyarakat, penyakit ini sering tidak menyebabkangejala pada tahap awal dan pada tahap akhir dapat menyebabkanhilangnya gigi. Kehilangan gigi dapat menyebabkan terganggunyafungsi bicara, mengunyah dan estetik. Hasil Riset Kesehatan Dasar(RISKESDAS,2018) menyatakan bahwa prevalensi terjadinya kariesdi Indonesia yaitu 70%-80%. Hal ini disebabkan karena kurangnyapengetahuan tentang karies, maka dari itu perlu adanya promosikesehatan yang berguna untuk meningkatkan pengetahuan tentangkaries supaya dapat dilakukan tindakan preventif untuk mencegahterjadinya karies. Promosi kesehatan tentang karies dapatmenggunakan strategi periklanan dan pemasaran. Media massamerupakan salah satu media untuk menyampaikan promosikesehatan. Promosi kesehatan melalui media massa sangat efektifkarena dapat menjangkau kelompok sasaran yang luas. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentangkaries pada mahasiswa S1 non fakultas kesehatan UMS yang sudahterpapar promosi kesehatan gigi dan mulut melalui media massa.Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional. Teknikpengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel yangdigunakan adalah 394 mahasiswa. Pengumpulan data menggunakankuisioner dalam bentuk google form. Analisis data dilakukanmenggunakan metode deskriptif survey. Hasil: Berdasarkan datayang diperoleh menunjukkan bahwa dari keseluruhan mahasiswayang berjumlah 394 memiliki tingkat pengetahuan yang baik yaitusebanyak 77,4% mahasiswa. Mahasiswa yang mendapat paparankesehatan gigi dan mulut melalui media elektronik memilikipengetahuan baik sebanyak 73%, mahasiswa yang mendapatpaparan kesehatan gigi dan mulut melalui media cetak memilikipengetahuan baik sebanyak 81,1% dan yang mendapat paparankesehatan gigi dan mulut melalui social media memiliki pengetahuanbaik sebanyak 76,7%. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkanbahwa sebagain besar mahasiswa memiliki pengetahuan yang baiktentang karies.
PERAN PENDAMPINGAN OLEH GURU SEKOLAH DASAR DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN GIGI DAN MULUT SISWA Riolina, Ana; Karina, Era
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut adalah komponen yang melengkapi kesehatan secara umum dan kesejahteraan masyarakat. Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering terjadi pada anak usia sekolah. World Health organitation ( WHO) menargetkan pada tahun 2010 angka karies pada anak usia 12 tahun sebesar 1 gigi per anak hal ini tampaknya belum berhasil dilaksanakan diIndonesia. Hasil survey Riskesdas tahun 2013 menunjukkan kerusakan gigi masyarakat Indonesia adalah 460 gigi per 100 orang hal ini terjadi karena hanya 2.3% penduduk Indonesia yang memiliki kebiasaan benar dalam menyikat gigi sehingga perlu dilakukan suatu upaya untuk meningkatkan kualitas menyikat gigi sejak dini. Salah satunya dengan melakukan program pendampingan menyikat gigi yang baik dan benar di Sekolah Dasar (SD). Pendampingan dilakukan oleh guru setiap hari setelah makan siang sehingga dapat membentuk kebiasaan siswa yang berkelanjutan untuk menyikat gigi dengan baik dan benar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian randomized control group pretest-posttest. Data primer diperoleh dari hasil pengukuran skor plak siswa Sekolah Dasar MI Syafa’at Muhammadiyah Sukoharjo selama enam bulan dengan sampel yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Selanjutnya dianalisis menggunakan one-way ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian terhadap 24 orang siswa kelas 4 di Sekolah Dasar MI Syafa’at Muhammadiyah Sukoharjo selama enam bulan menunjukkan adanya penurunan skor plak yang signifikan (p<0,005) antara sebelum dan setelah dilakukan. Hal tersebut menunjukkan bahwa intervensi guru dalam meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut siswa efektif.
GAMBARAN PAPARAN PROMOSI KESEHATAN GIGI DAN MULUT MELALUI MEDIA MASSA TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG KARIES GIGI (Kajian Pada Mahasiswa S1 UMS) Muhammadiyah University of Surakarta Riolina, Ana; Antasari, Lisa
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut yang banyakdialami oleh masyarakat, penyakit ini sering tidak menyebabkangejala pada tahap awal dan pada tahap akhir dapat menyebabkanhilangnya gigi. Kehilangan gigi dapat menyebabkan terganggunyafungsi bicara, mengunyah dan estetik. Hasil Riset Kesehatan Dasar(RISKESDAS,2018) menyatakan bahwa prevalensi terjadinya kariesdi Indonesia yaitu 70%-80%. Hal ini disebabkan karena kurangnyapengetahuan tentang karies, maka dari itu perlu adanya promosikesehatan yang berguna untuk meningkatkan pengetahuan tentangkaries supaya dapat dilakukan tindakan preventif untuk mencegahterjadinya karies. Promosi kesehatan tentang karies dapatmenggunakan strategi periklanan dan pemasaran. Media massamerupakan salah satu media untuk menyampaikan promosikesehatan. Promosi kesehatan melalui media massa sangat efektifkarena dapat menjangkau kelompok sasaran yang luas. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentangkaries pada mahasiswa S1 non fakultas kesehatan UMS yang sudahterpapar promosi kesehatan gigi dan mulut melalui media massa.Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional. Teknikpengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel yangdigunakan adalah 394 mahasiswa. Pengumpulan data menggunakankuisioner dalam bentuk google form. Analisis data dilakukanmenggunakan metode deskriptif survey. Hasil: Berdasarkan datayang diperoleh menunjukkan bahwa dari keseluruhan mahasiswayang berjumlah 394 memiliki tingkat pengetahuan yang baik yaitusebanyak 77,4% mahasiswa. Mahasiswa yang mendapat paparankesehatan gigi dan mulut melalui media elektronik memilikipengetahuan baik sebanyak 73%, mahasiswa yang mendapatpaparan kesehatan gigi dan mulut melalui media cetak memilikipengetahuan baik sebanyak 81,1% dan yang mendapat paparankesehatan gigi dan mulut melalui social media memiliki pengetahuanbaik sebanyak 76,7%. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkanbahwa sebagain besar mahasiswa memiliki pengetahuan yang baiktentang karies.