: Cabai rawit (Capsicum frutescens L) merupakan salah satu tanaman hortikultura dari jenis sayuran yang memiliki buah kecil dengan rasa yang pedas cabai merupakan salah satu sayuran penting dan bernilai ekonomi tinggi di Indonesia. Limbah padat industri tahu berupa ampas tahu memiliki persentase sekitar 70%. Limbah padat atau ampas tahu memliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan limbah cairnya. Ampas tahu banyak mengandung senyawa-senyawa seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium. Ampas tahu dapat dijadikan sebagai bahan pakan sumber protein karena mengandung protein kasar cukup tinggi berkisar antara 18-25%, lemak 4,5%, serat kasar 18,21%. Kandungan tersebut diharapkan dapat berperan pada pertumbuhan tanaman, dengan mengolahnya sebagai pupuk. Tujuan penelitian (1) Untuk mengetahui pengaruh pemberian bokasi ampas tahu terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L) (2) Untuk mengetahui dosis bokasi ampas tahu yang tepat untuk meningkatkan produksi tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L). Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu pupuk bokasi ampas tahu dan NPK terdiri dari 7 perlakuan dan 4 ulangan pengamatan akan dilakukan setiap 14 hst, 28 hst dan 42 hst. Adapun pemberian pupuk bokasi ampas tahu dan NPK yaitu P0 Tanpa bokasi (kontrol), P1: 200 g/tnm ampas tahu, P2: 250 g/tnm ampas tahu, P3: 300 g/tnm ampas tahu, P4:200 g/tnm ampas tahu + NPK, P5: 250 g/tnm NPK, P6: 300 g/tnm NPK, P7: NPK. Hasil analisis ragam dengan uji BNJ dengan taraf 5% menunjukan bahwa kombinasi antara ampas tahu dan pupuk NPK (P4) berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan pada diameter batang, jumlah cabang, dan tingkat kehjauan daun pada tanaman cabai rawit.