Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

HUBUNGAN USIA, PARITAS, DAN JARAK KEHAMILAN TERHADAP KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SUGIO: The Relationship between Age, Parity, and Pregnancy Distance on the Incidence of Preeclampsia in Pregnant Women at the Sugio Community Health Center Rahman, Brilian Habib; Martini, Diah Eko; Ekowati, Heny
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 3 (2024): JiKep | Oktober 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i3.2294

Abstract

Pendahuluan: Kejadian Preeklampsia merupakan keadaan meningkatnya tekanan darah wanita hamil diatas 140/110 mmHg disertai proteinuria pada usia kehamilan 20 minggu atau lebih pada ibu hamil di Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan pada tahun 2023. Tujuan: mengidentifikasi Adakah Hubungan usia, paritas, dan jarak kehamilan terhadap kejadian preeklamsia. Metode: Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan analitic korelasi, populasi sebanyak  ibu hamil pada 2023, menggunakan total sampling didapatkan sebanyak 248 ibu ibu hamil yang tercatat di rekam medik. dengan menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan p=<0,05. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa dari ibu hamil usia resiko rendah sebagian besar tidak terjadi preeklamsia sebanyak (80,5%). Hasil penelitian juga bahwa dari paritas ibu hamil primipara sebagian besar tidak terjadi preeklamsia atau sebanyak 87,4%, dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari ibu hamil dengan jarak kehamilan <2 tahun sebagian besar tidak terjadi preeklamsia atau sebanyak 83,6%. Sedangkan dari hasil uji statistik diperoleh nilai usia p=0,00, paritas p=0,00, jarak kehamilan p=0,00 dengan nilai dengan nilai odds ratio 0,298 pada usia, 0,759 pada paritas dan 0,425 pada jarak kehamilan artinya ada hubungan usia, paritas, dan jarak kehamilan terhadap kejadian preeklamsia di Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan dengan tingkat hubungan yang cukup kuat. Kesimpulan: Secara keseluruhan, pengaturan usia kehamilan, memperhatikan paritas, dan jarak antar kehamilan yang optimal dapat membantu mengurangi risiko kejadian preeklamsia. Oleh karena itu, penting bagi calon ibu hamil untuk berkonsultasi dengan tenaga medis guna merencanakan kehamilan yang sehat dan mengurangi risiko komplikasi
Hubungan Kurang Energi Kronis Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro Amidasarro, Lala; Martini, Diah Eko; Ekawat, Heny; Musrifah, Siti Nur; Rini, Evi Jihan Sulistyo; Immaya, Nindia Dwi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 10 No 2 (2025): Januari 2025
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/ejbst.v10i2.607

Abstract

Anemia merupakan salah satu komplikasi kehamilan dengan prevalensi yang cukup tinggi. Kondisi ini beresiko menyebabkan Kurang Energi Kronis yang berdampak pada perkembangan ibu dan janin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Kurang Energi Kronis dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Desain penelitian ini adalah korelasi analitik dengan pendekatan Cross Sectional, populasi dan sampel sebanyak 285 Responden dan menggunakan total sampling. Data penelitian diambil dari rekam medis pasien. Setelah ditabulasi data dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan p=<0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas ibu hamil tidak mengalami Kurang Energi Kronis(80,4%) dan mayoritas ibu hamil tidak mengalami anemia(87,0%). Sedangkan dari hasil uji statistik diperoleh nilai p=0,00 dengan nilai odd ratio sebesar 6,928, artinya ada hubungan Kurang Energi Kronis dengan kejadian anemia pada ibu hamil dimana orang yang mengalami KEK beresiko mengalami anemia 6,9 kali dibanding ibu hamil yang tidak mengalami Kurang Energi Kronis. Peningkatan pelayanan Kesehatan terutama dalam mengatasi anemia harus ditingkatkan sebab jika tidak tertangani akan menimbulkan komplikasi serius seperti Kurang Energi Kronis. Pencegahan dilakukan dengan meningkatkan program pemerintah seperti memberikan suplemen Fe atau edukasi Kesehatan kepada masyarakat agar tidak terjadi anemia.
Pengaruh SADARI Dengan Breastmodel Terhadap Pengetahuan Sikap Dan Perilaku Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Wanita Usia Subur Muhaiminah, Siti; Martini, Diah Eko; Utomo, Dias Tiara Putri
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i2.4725

Abstract

Salah satu penyakit tidak menular serta penyebab kematian utama di seluruh dunia adalah kanker payudara. Dengan melakukan SADARI setidaknya 60% kanker payudara dapat didiagnosis dan diobati sebagai penyakit stadium awal sehingga dapat memperpanjang harapan hidup penderitanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh SADARI dengan media Breastmodel terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku deteksi dini kanker payudara pada wanita usia subur. Penelitian ini merupakan penelitian Pre Eksperimenta Design dengan One Group Pre Test Post Test Design. Sampel penelitian ini adalah 42 responden yang dipilih dengan teknik non-probability yaitu total sampling. Pengaruh SADARI dengan media Breastmodel terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku pada wanita usia subur dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberi edukasi hampir sebagian besar (66,7) memiliki pengetahuan cukup, sesudah diberi edukasi hampir seluruh (90,5) memiliki pengetahuan baik. Untuk sikap sebelum diberi edukasi sebgian besar (69) memiliki sikap negatif, sesudah diberi edukasi hampir seluruh (85,7) memiliki sikap positif. Untuk perilaku sebelum diberi edukasi hampir seluruh (83,3) memiliki perilaku negatif, sesudah diberi edukasi hampir seluruh (85,7) memiliki perilaku positif. Uji Wilcoxon menunjukkan hasil p-value yaitu 0,000. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh SADARI dengan media Breastmodel terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku deteksi dini kanker payudara pada wanita usia subur.
Motivation to participate in a virtual exchange among nursing students with and without prior online course experience: A comparative study Qowi, Nurul Hikmatul; Martini, Diah Eko; Utomo, Dias Tiara Putri
The Journal of Palembang Nursing Studies Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Palembang MediRose Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55048/jpns131

Abstract

Background: Virtual exchange programs offer several benefits, including enhancing students’ knowledge, promoting technological literacy, and fostering cross-cultural exchange between countries. However, student participation in virtual exchanges remains relatively low.Objective: This study aimed to compare the motivation to participate in virtual exchange programs between nursing students with and without prior experience in online courses. Methods: A comparative study design with purposive sampling was used. Nursing students who had previously participated in online courses (n = 53) and those who had not (n = 47) completed a 29-item motivation questionnaire. Data were analyzed using the Mann–Whitney U test to assess differences in motivation between the two groups.Results: Students with prior online course experience demonstrated higher motivation to participate in virtual exchanges (84.8%) compared to those without such experience (70.4%). The Mann–Whitney U test revealed a significant difference in motivation between the two groups (p = 0.003).Conclusion: Online course participation appears to be a motivating factor for nursing students to engage in virtual exchange programs. Encouraging involvement in online learning may serve as an effective strategy to prepare nursing students for future participation in international collaborations and the global healthcare market.
Pengaruh Promosi Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan tentang Menstrual Hygiene pada Anak Usia 13–15 Tahun Lilis Maghfuroh; Diah Eko Martini; Florensa Anna Wartama
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v4i2.5661

Abstract

Menstrual hygiene is an important component of personal hygiene that plays a significant role in an individual's health behavior, helping to prevent disorders in reproductive organ function. This study aims to determine the effect of health promotion on the level of menstrual hygiene knowledge among children aged 13–15 years. The study design used a pre-experimental approach with a one-group pre-posttest design. The population consisted of 110 respondents, and using simple random sampling, 83 respondents were selected. Data for this study were collected using a knowledge level questionnaire. After tabulation, the data were analyzed using the Wilcoxon test with p < 0.05. The results showed that nearly all female students (108, or 98.2%) had insufficient knowledge of menstrual hygiene before receiving health promotion. Almost all female students after receiving health promotion had adequate knowledge of menstrual hygiene, totaling 88 (80.0%). Based on the above results, the effect of health promotion on the level of knowledge of menstrual hygiene among children aged 13-15 years was found to be p = 0.000 (p < 0.05). This indicates that health promotion has an effect on the level of knowledge about menstrual hygiene among girls aged 13–15 years. Therefore, it is hoped that female students will always maintain their genital hygiene by practicing proper personal hygiene in accordance with the guidelines provided by healthcare professionals, especially during menstruation.
Hubungan Lama Pemakaian Kontrasepsi Terhadap Tekanan Darah Dan Kadar Kolesterol Total Pada Akseptor KB Suntik 3 Bulan Prabawati, Risa Andri; Martini, Diah Eko; Maghfuroh, Lilis; Tyas, Linda Cahyaning; Yanti, Nia Rosyidah Dwi; Fitriana, Nafrida Yuli
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 11 No 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/ejbst.v11i1.603

Abstract

Peningkatan tekanan darah serta kadar kolesterol banyak ditemukan pada ibu pengguna kontrasepsi KB suntik 3 bulan di (PMB) Ny. Ngati’ah Desa Wotanngare Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2022. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan lama pemakaian kontrasepsi terhadap tekanan darah dan kadar kolesterol total pada akseptor kb suntik 3 bulan. Desain penelitian ini adalah korelasi analitik dengan pendekatan Cross Sectional, populasi dan sampel sebanyak 45 Responden dan menggunakan total sampling. Data penelitian menggunakan data primer. Setelah ditabulasi data dianalisis dengan menggunakan uji Spearman rho dengan tingkat kemaknaan p= <0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas ibu dengan lama pemakaian KB Suntik 3 bulan 2-3 tahun (50%) mengalami hipertensi stage 1 dan mayoritas ibu dengan lama pemakaian kb Suntik 3 bulan 2-3 tahun (70%) memiliki kadar kolesterol total batas tinggi. Sedangkan dari hasil uji statistic diperoleh nilai p=0,000 dengan nilai correlation coefficient 0,770 dan 0,691 artinya ada Hubungan Lama Pemakaian Kontrasepsi Terhadap Tekanan Darah Dan Kadar Kolesterol Total Pada Akseptor Kb Suntik 3 Bulan Di (PMB) Ny. Ngati’ah Desa Wotanngare Kabupaten Bojonegoro. dengan tingkat hubungan yang kuat. Peningkatan pelayanan kesehatan terutama dalam mengatasi efek samping pengguna KB suntik 3 bulan harus ditingkatkan. Pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan memberikan edukasi bahwa setelah menggunakan KB suntik 3 bulan selama 2 tahun, perlu dipertimbangkan untuk beralih ke metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) yang memiliki komplikasi dan efek samping yang lebih yang sekali pemakaiannya dapat bertahan selama 3 tahun sampai seumur hidup seperti IUD (intra uterine device), implant (susuk KB) dan kontap (kontrasepsi mantap).
Dukungan Keluarga Berhubungan Dengan Kecemasan Dan Keteraturan Antenatal Care (ANC) Pada Ibu Hamil Risiko Tinggi Wafiroh, Robichatul; Martini, Diah Eko; Utomo, Dias Tiara Putri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 9, No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v9i2.3408

Abstract

Ibu hamil risiko tinggi beranggapan dengan kondisinya berisiko tinggi, maka janinnya akan mengalami kecacatan bahkan kematian, sehingga mengakibatkan kecemasan. Kehamilan risiko tinggi juga mempengaruhi keteraturan Antenatal Care (ANC). Faktor lain yang mempengaruhi adalah dukungan keluarga. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan dan keteraturan ANC pada ibu hamil risiko tinggi. Penelitian ini menggunakan metode korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi 65 ibu hamil risiko tinggi di wilayah kerja Puskesmas Tikung Bulan Januari-Februari 2025, didapatkan 34 sampel dengan teknik cluster sampling. Data penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kecemasan, serta observasi ANC  pada buku kesehatan ibu dan anak. Data di analisis menggunakan uji rank spearman.  Hasil penelitian menunjukkan 67,6% memiliki dukungan keluarga baik, sebanyak 55,9% tidak cemas, dan 70,6% teratur dalam ANC; ada hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan pada ibu hamil risiko tinggi ( p value 0,006); ada hubungan dukungan keluarga dengan keteraturan ANC  pada ibu hamil risiko tinggi (p value 0,000) . Untuk penelitian selanjutnya mengkorelasikan faktor yang lainnya seperti peran tenaga kesehatan, sampel diperbanyak, serta meluaskan lokasi penelitian (kabupaten).
The Development of Preschool Children during the COVID-19 Pandemic Maghfuroh, Lilis; Harmiardillah, Sylvi; Samantha, Harnina; Eko Martini, Diah; Ekawati, Heny
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 15 No. 1 (2023): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v15i1.610

Abstract

Children are the dream of every family, the preschool period is a period of increasing development so that it is expected to develop optimally according to their age. The purpose of this study was to analyze the factors that influence the development of preschool children during the COVID-19 pandemic, namely the factors of children's diet, child's nutritional status, child's gender, parents' education, parents' age, and parent's occupation. This research is a quantitative research that uses a correlation analytic design with a cross-sectional type of design. The sampling used was simple random sampling with a population of 53 and a sample of 47 preschool children aged 3-6 years at Tunas Melati Kindergarten, Cluring Village, Kalitengah District, Lamongan. Data analysis using SPSS for Windows 23 with Spearman, Mann Whitney, and Pearson correlation statistical tests. The results of the study showed that almost all of the parents were 20-35 years old, more than half of the parents had high school education, more than half of the parents were working status, more than half of the gender were girls, more than half of the children's diet was moderate, more than half of the children's status. normal child nutrition, and more than part of the child's development according to his age. The results of statistical tests show that there is a relationship between diet and nutritional status with the development of preschool children during the COVID- 19 pandemic, there is no relationship between parental age, parental education, parental occupation, and gender of children with the development of preschool children during the COVID-19 pandemic.
LAMA PENGGUNAAN IMPLANT TERHADAP SIKLUS DAN PERIODE MENSTRUASI DI PMB KIRANG NANING AMD.KEB DESA KEDALI KECAMATAN PUCUK KABUPATEN LAMONGAN Martini, Diah Eko
Jurnal Surya Vol 12 No 1 (2020): VOL 12 NO 1 APRIL 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38040/js.v12i1.100

Abstract

Perubahan pola menstruasi merupakan efek samping yang umum pada penggunaan kontrasepsi implant, hal ini merupakan faktor utama akseptor implant menghentikan menggunakan metode ini, namun belum bisa dipastikan sejak kapan perubahan pola menstruasi ini mulai terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lama penggunaan implant terhadap pola menstruasi di PMB Kirang Naning Amd.Keb Desa Kedali Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan. Desain penelitian ini menggunakan analtik dengan pendekatan cross sectional, jumlah populasi sebanyak 35 responden dengan besar sampel sebesar 33 responden, teknik yang di ambil dengan simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Uji statistic menggunakan  uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus menstruasi akseptor kb implant 3 bulan-1 tahun mengalami siklus menstruasi normal sedangkan >1 tahun sebagian besar (71,4%) mengalami amenorea, sedangkan lama menstruasi akseptor kb implant 3 bulan-1 tahun mengalami lama menstruasi normal, sedangkan >1 tahun hampir seluruhnya (80,0%) mengalami hiperminorea. dari uji statistik diperoleh Dimana nilai Ρ 0,001 dimana Ρ<0,05 artinya H0 ditolak dan H1 diterima sehingga ada hubungan lama penggunaan implant dengan siklus menstruasi. Ρ 0,011 dimana Ρ<0,05 artinya H0 ditolak dan H1 diterima sehingga ada hubungan lama penggunaan implant dengan lama menstruasi. Rekomendasi dari penelitian ini, perlu adanya informasi tentang lama penggunaan implant dengan cara memberikan konseling sebelum pemilihan metode kontrasepsi. Kata kunci : Lama penggunaan implant, siklus, lama menstruasi   
The Correlation of Body Mass Index and the onset of menarche with the menstrual cycle in young women at Pondok Assalafi Nurul Huda, Sugio District Martini, Diah Eko; Maghfuroh, Lilis; Aisyah, Harnina Samantha; Sari, Dita Puspita
Jurnal Surya Vol 14 No 2 (2022): VOL 14 NO 02 AGUSTUS 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38040/js.v14i2.508

Abstract

Introduction: Menstruation often occur in adolescent girls where there are menstrual cycles that vary and are not always normal. This can interfere with their lives and activities. Several factors that influence this are nutritional status and onset of menarche. This study aims to determine the correlation between body mass index and the onset of menarche with the menstrual cycle in adolescent girls at Assalafi Nurul Huda Islamic Boarding School, Sugio District.Methods: The research design used correlational analysis with a cross-sectional approach. The population was taken from all young women in Assalafi Nurul Huda Islamic Boarding School, Sugio District with a total population of 69 people. Sampling using Simple Random Sampling the number of samples was as many as 59 people. The instrument used a questionnaire and observations of weight and height and then analyzed using the Spearman Rho test.Results: They oung women who had a normal BMI (18.5–25 kg/m2) mostly had normal menstrual cycles (76.5%), while young women who had a BMI was very thin (<17 kg/m2), thin ( 17–28.5 kg/m2) and     obese BMI (25–27kg/m2) mostly had oligomenorrheal menstrual cycles (90%; 96.4%;100%). Spearmen rank test (Rho) has a value of p=0.001, r=0.407. Menarche onset at the age of 11-13 years tends to have a normal menstrual cycle (90%), while the onset of menstruation at the age of <11 years and >13 years tend to have oligominorous menstrual cycles (85.7%; 85.7%) with p-value=000.4, rs: 0.372.Conclusion: There is a correlation between body mass index and the onset of menstruation with the menstrual cycle.