Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

SKRINING INFEKSI MENULAR SEKSUAL DAN DIAGNOSTIK TES SIFILIS DAN HIV PADA PEKERJA SEKS KOMERSIAL DI KABUPATEN KEDIRI: SKRINING INFEKSI MENULAR SEKSUAL DAN DIAGNOSTIK TES SIFILIS DAN HIV PADA PEKERJA SEKS KOMERSIAL DI KABUPATEN KEDIRI Erawati; Nela, Frieti; Wardani, Siska; Lestari, Kiki; Putri , Tiara
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 4 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v4i2.152

Abstract

Penyakit menular seksual (IMS) merupakan penyakit yang disebabkan penularan mikroorganisme yang dilakukan karena aktivitas seksual berisiko, beberapa penyakit IMS yaitu infeksi sifilis dan Human Immunodeficiency Virus (HIV), Sifilis adalah suatu IMS yang terjadi penularan bakteri Treponema pallidum. Infeksi HIV adalah virus golongan retrovirusyang yang menginfeksi sel darah putih manusia dan menyebabkan penurunan kekebalan tubuh manusia. Infeksi sifilis dan HIV dapat menyerang siapapun salah satunya pekerja seks komersial (PSK) yang dilihat dari aktivitas seksual berisiko tinggi. PSK merupakan wanita yang memberikan jasa pemuasan seks kepada tamunya yang biasanya adalah laki-laki. Penularan penyakit sifilis dan HIV pada PSK ditularkan melalui hubungan seksual normal, anal seks, sehingga menyebabkan penularan bakteri dan virus terutama PSK yang tidak menggunakan alat pelindung (kondom). Beberapa macam metode mendeteksi antibodi Treponema pallidum sifilis dan HIV salah satunya dengan metode imunokromatografi, yaitu metode cepat untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap bakteri Treponema pallidum dan HIV didalam tubuh secara kualitatif. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis prevalensi infeksi sifilis bakteri Treponema pallidum dan HIV. Desain penelitian secara survey deskriptif, teknik sampling secara accidental sampling dan total sampel sebanyak 30 sampel. Sampel yang digunakan yaitu plasma dari sampel PSK. Berdasarkan hasil penelitian pemeriksaan antibodi Treponema pallidum didapatkan hasil positif 0 sampel (0%) dan hasil negatif 30 sampel (100%). Hasil penelitian antibodi HIV terdapat 1 hasil positif (3,3%) dan 29 hasil negatif (96,7%). Penelitian ini menunjukkan bahwa pemeriksaan sifilis dan HIV dengan metode imunokromatografi dapat digunakan untuk pemeriksaan skrining IMS dan deteksi dini adanya infeksi sifilis dan HIV.
Pemeriksaan HBsAg Metode Imunokromatografi Pada Komunitas GAY Penderita HIV di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri vega nela, frieti; Erawati; Imasari, Triffit; Wardhani, Siska; Oktavia, Fryscilla
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 5 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v5i1.175

Abstract

Infeksi Human Imunodeficiency Virus (HIV) merupakan penyakit yang disebabkan karena virus HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel T CD4. Human Imunodeficiency Virus (HIV) menyebabkan sistem kekebalan tubuh terus menurun yang dapat mengakibatkan koinfeksi salah satunya Hepatitis B. Ada beberapa faktor terjadinya infeksi HIV salah satunya melalui penularan kelompok homoseksual. Homoseksual dapat dibagi menjadi dua yaitu gay dan lesbian. Gay adalah laki-laki yang terlibat dalam aktivitas seksual dengan jenis kelamin yang sama. Hepatitis B penyakit akibat virus Hepatitis B yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau kronis. HBsAg merupakan salah satu jenis antigen yang terdapat pada bagian pembungkus virus Hepatitis B yang dapat dideteksi melalui cairan tubuh. Koinfeksi Hepatitis B pada penderita HIV dapat dideteksi dengan pemeriksaan HBsAg. Pemeriksaan HBsAg menggunakan metode imunokromatografi karena memiliki kelebihan pemeriksaan mudah dilakukan, lebih praktis, dan sederhana. Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu deteksi dini penyakit Hepatitis B pada gay penderita HIV di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei deskriptif dan teknik sampling accidental sampling dengan jumlah 24 sampel. Hasil penelitian HBsAg metode imunokromatografi pada gay penderita HIV didapatkan hasil positif sebanyak 0 sampel (0%) dan negatif sebanyak 24 sampel (100%). Penelitian ini menunjukan bahwa pemeriksaan HBsAg metode imunokromatografi dapat digunakan untuk deteksi dini adanya infeksi Hepatitis B pada gay penderita HIV di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri.
Selektifitas Memilih Teman dalam Tinjauan Hadis: (Studi Terhadap Pembentukan Karakter Remaja) Erawati; Uswatun Hasanah; Sulaiman Mohammad Nur
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58401/takwiluna.v6i1.1915

Abstract

Teenagers can broaden their horizons through the flow of globalization, which allows them to form friendships with individuals from different parts of the world. These friends can meet in person or virtually through social media, but the greater the involvement of both parties, the more likely it is that the relationship will lead to unexpected situations. So, it is important for teenagers to be picky in choosing friends to hang out. The goal is to prevent teenagers from engaging in deviant activities. The purpose of this research is to better understand the teachings of the hadith about choosing friends and how it relates to the development of adolescent character. This study applies a qualitative approach through literature research using ma'anil hadith studies. Some primary data sources, including hadith references on the selection of friends from the sahih bukhari hadith no. 5534 while secondary data are sourced from relevant scientific books, theses, and journals. First, the findings of this study highlight the importance of choosing the social environment carefully, because these friends greatly affect the lives of adolescents both positively and negatively. In addition to being kind, good friends can increase the teen's desire to uphold good principles, which are especially important in a religious context, as taught in Islam. Conversely, negative friends can influence teens' actions and choices. Second, it is stated in the Qur'an and the hadith of the Prophet PBUH, it is friends and companions who show the way to the truth, such as having a trustworthy leader. Like a fragrant smell comes from a perfumer and an unpleasant smell comes from a blacksmith.
Peningkatan Hasil Belajar Kelas XI Mengenai Kebijakan Fiskal Melalui Metode Problem Based Learning (PBL) di SMAN 15 Pekanbaru Indah Purba; Fajri; Ayu Melia; Cherly; Ega; Erwiza; Suarman; Erawati
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 4 No. 2 (2025): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v4i2.878

Abstract

Peningkatan kualitas pembelajaran di era pendidikan abad ke-21 menuntut penggunaan metode yang mampu merangsang keterlibatan aktif peserta didik. Khusus pada pembelajaran ekonomi di tingkat SMA, topik mengenai kebijakan fiskal masih menjadi tantangan dalam pencapaian hasil belajar siswa. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pendekatan konvensional belum optimal dalam meningkatkan hasil belajar secara menyeluruh. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang dilaksanakan dalam dua siklus pada kelas XI SMAN 15 Pekanbaru tahun ajaran 2024/2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa setelah diterapkannya model PBL, yaitu peningkatan sebesar 13,9% pada aspek kognitif, 12,49% pada aspek psikomotor, dan 10,2% pada aspek afektif antara siklus 1 dan siklus 2. Model PBL juga terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan metode PBL dapat menjadi strategi pedagogis yang tepat untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi ekonomi yang kompleks. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah dapat diterapkan secara luas dalam pembelajaran ekonomi guna meningkatkan capaian pembelajaran siswa secara holistik
PENGARUH THERAPY GUIDED IMAGERY TERHADAP TINGKAT NYERI PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT TK. II PELAMONIA MAKASSAR Erawati; Kasim, Jamila; Ernawati
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 3 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sectio caesarea merupakan kelahiran janin melalui jalur abdominal (laparotomi) yang memerlukan insisi ke dalam uterus (histerotomi). Adanya insisi dan jaringan yang rusak menyebabkan sensasi rasa nyeri. Nyeri sangat mengganggu dan menyulitkan lebih banyak responden dibanding suatu penyakit manapun. Perawat berperan besar dalam penanggulangan nyeri non farmakologis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh therapy guided imagery terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea di Rumah Sakit TK. II Pelamonia Makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Pre-experimental Design dengan jenis rancangan yang digunakan One Group Pretest-Postest Design dan dilaksanakan di Ruang PNC Rumah Sakit Tk. II Pelamonia Makassar pada tanggal 01 sampai 22 Desember 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien post operasi caesarea yang dirawat di Ruang PNC Rumah Sakit TK. II Pelamonia Makassar. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 11 pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skor rata-rata tingkat nyeri responden sebelum therapy guided imagery yaitu 7, dimana skor tingkat nyeri tertinggi yaitu 8 dan terendah 6, sedangkan skor rata-rata tingkat nyeri responden sesudah therapy guided imagery yaitu 4, dimana skor tingkat nyeri tertinggi yaitu 8 dan terendah 6. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai ρ=0,002, yang berarti nilai ρ lebih kecil dari nilai (α) 0,05, dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh therapy guided imagery terhadap tingkat nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea di Rumah Sakit TK. II Pelamonia Makassar.
KORELASI HIGH SENSITIVITY C-REACTIVE PROTEIN (hs-CRP) DENGAN MONOSIT PADA PASIEN TUBERKULOSIS SETELAH PENGOBATAN: CORRELATION BETWEEN HIGH-SENSITIVITY C-REACTIVE PROTEIN (hs-CRP) AND MONOCYTES IN TUBERCULOSIS PATIENTS AFTER TREATMENT Vega Nela, Frieti; Erawati; Imasari, Triffit; Ningrum, Erlina Setia
GEMA KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v17i1.488

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksius yang berlangsung lama dan utamanya mempengaruhi organ paru. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang biasanya menyerang sistem pernapasan manusia. Pemeriksaan High Sensitivity C-Reactive Protein (hs-CRP) dan monosit dapat digunakan sebagai pemeriksaan untuk mengetahui terjadinya inflamasi pasien tuberkulosis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan hs-CRP dengan monosit pada pasien tuberkulosis setelah pengobatan. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 15 sampel. Hasil pemeriksaan hs-CRP didapatkan nilai rata-rata 3,22 mg/L dan rata-rata monosit pada pasien tuberkulosis setelah pengobatan yaitu 540,80 mm3. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji normalitas Shapiro-wilk dan uji korelasi menggunakan uji pearson product moment. Berdasarkan uji pearson product moment didapatkan nilai signifikasi 0,037 dengan nilai koefisien korelasi yang diperoleh yaitu 0,542. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya korelasi antara hs-CRP dengan monosit pada pasien tuberkulosis setelah pengobatan, dengan korelasi positif yang menandakan korelasi kuat antara hasil hs-CRP dengan monosit pada pasien tuberkulosis setelah pengobatan. Kata kunci: hs-CRP, Monosit, Tuberkulosis   Tuberculosis (TB) is a chronic infectious disease that primarily affects the lungs and is caused by Mycobacterium tuberculosis. This pathogen typically targets the human respiratory system. High-sensitivity C-reactive protein (hs-CRP) and monocyte levels can serve as diagnostic indicators to assess inflammation in TB patients. This study examines the relationship between hs-CRP and monocyte levels in tuberculosis patients following treatment. A cross-sectional study design with accidental sampling was employed, involving 15 participants. The mean hs-CRP level was 3.22 mg/L, while the mean monocyte count was 540.80 cells/mm³. Data were analyzed using the Shapiro-Wilk normality test and Pearson product-moment correlation test. The Pearson test yielded a significance value of 0.037 and a correlation coefficient (r) of 0.542. The results indicate a statistically significant positive correlation between hs-CRP and monocyte levels in tuberculosis patients after treatment. This suggests a moderate to strong association between inflammatory response and monocyte activity post-therapy. Keywords : hs-CRP, Monocytes, Tuberculosis
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK (GREY WATER) MENGGUNAKAN CANGKANG TIRAM (Saccostrea echinata) SEBAGAI BIOKOAGULAN Bhernama, Bhayu Gita; Erawati; Yahya, Husnawati
AMINA Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v4i1.2471

Abstract

Pencemaran lingkungan diakibatkan oleh limbah domestik tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Oleh karena itu, perlu dikembangkan metode dalam pengolahan limbah domestik Telah banyak metode yang digunakan dalam mengatasi pencemaran lingkungan akibat limbah domestik, salah satunya metode koagulasi-flokulasi. Metode koagulasi-flokulasi menggunakan cangkang tiram sebagai bioakulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi massa koagulan dan kecepatan serta waktu pengendapan terhadap BOD dan COD. Koagulan yang digunakan adalah limbah cangkang tiram. Variasi massa koagulan yang digunakan yaitu 0 g/L; 10 g/L; 30 g/L; 50 g/L; dan 70 g/L. Variasi pengadukan cepat yaitu 100, 125 dan 150 rpm selama 30 menit, dengan pengendapan 30, 60 dan 90 menit. Penurunan BOD yang optimum dengan massa koagulan 50 g/L dengan kecepatan 125 rpm sebesar 82,4 %. Penurunan COD yang optimum dengan massa koagulan 50 g/L pada kecepatan 150 rpm sebesar 83,75 %. Dapat dilihat bahwa proses koagulasi-flokulasi menggunakan koagulan dari cangkang tiram mampu menurunkan kadar pencemar yang ada pada limbah cair domestik, sehingga dapat menjadi salah satu solusi dalam pengolahan limbah cair domestik.
Tinjauan Keakuratan Pengkodean berdasarkan ICD-10 Diagnosis Tuberkulosis Paru Pasien Rawat Inap di RSUD Arjawinangun Tahun 2024 Erawati; Rahmawati, Fitria Dewi; Aryani, Bhakti; Haryanto, Yanto
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3791

Abstract

Tuberkulosis paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global, dengan Indonesia menempati posisi kedua dalam jumlah kasus terbanyak. Keakuratan dalam pengkodean diagnosis berdasarkan ICD-10 sangat penting untuk memastikan validitas data medis, memperlancar klaim layanan, dan mendukung pengambilan keputusan klinis. Namun, masih sering ditemukan kesalahan pengkodean yang disebabkan oleh ketidaksesuaian antara diagnosis klinis dan hasil pemeriksaan penunjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keakuratan pengkodean diagnosis TB paru pada pasien rawat inap di RSUD Arjawinangun tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 204 dari 417 populasi yang diambil secara acak. Pengumpulan data dilakukan melalui telaah dokumen rekam medis dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 33 dokumen (16,2%) yang dikodekan dengan benar, sedangkan 171 dokumen (83,8%) mengalami kesalahan. Sebagian besar kesalahan disebabkan oleh ketidaktepatan pemilihan kode meskipun terdapat bukti TCM atau radiologi yang mendukung TB. Temuan ini menunjukkan perlunya pelatihan dan evaluasi rutin terhadap petugas koding untukmeningkatkan akurasi pengkodean diagnosis.
GAMBARAN KADAR CRP DAN NILAI NEUTROFIL PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI JAYAPURA Erawati; Siska Kusuma Wardani; Triffi Imasari; Purwanengsy Saputri Pinang
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 9 No 2 (2025): Judika Volume 9 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v9i2.27513

Abstract

https://docs.google.com/document/d/1sCeXC3-3i3fmsew5MSrI0xOBsO9Rz2lD/edit?usp=sharing&ouid=110483708353515063158&rtpof=true&sd=true
KORELASI KADAR C-RP DENGAN JUMLAH LEUKOSIT PADA SANTRI PONDOK PENDERITA TB PARU YANG MELAKUKAN PENGOBATAN DI RUMAH SAKIT X KOTA KEDIRI Siska Kusuma Wardani; Erawati; Triffit Imasari
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 9 No 2 (2025): Judika Volume 9 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v9i2.27861

Abstract

Infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis menyebabkan tuberkulosis paru, suatu kondisi peradangan pada jaringan paru-paru. Sebagai respons terhadap infeksi, tubuh mengaktifkan sistem pertahanan dengan menghasilkan senyawa peradangan seperti sitokin pro-inflamasi (IL-6). Senyawa ini berperan penting dalam memicu hati untuk memproduksi protein fase akut, seperti C-Reactive Protein (CRP). Respons peradangan ini sering kali menimbulkan manifestasi hematologi, di mana jumlah sel darah putih atau leukosit meningkat secara signifikan melebihi kadar normal. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara kadar CRP dan jumlah leukosit pada santri pondok yang sedang menjalani pengobatan TB Paru Metode penelitian dengan desain observasional analitik untuk menganalisis hubungan antara kadar CRP dan jumlah leukosit pada santri pondok yang sedang menjalani pengobatan TB Paru. Uji statistik penelitian ini menggunakan metode Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat korelasi yang kuat antara kadar CRP dan jumlah leukosit pada passion TBC paru yang dirawat di Rumah Sakit X, Kota Kediri (p-value = 0.001, r = 0.780). Rata-rata hasil pemeriksaan kadar CRP dari 15 responden 33.60 Mg/dl dan Rata-rata hasil pemeriksaan jumlah leukositnya adalah. Kesimpulan : Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan adanya korelasi antara kadar CRP dengan jumlah leukosit pada pasien TB Paru yang menjalani pengobatan di Rumah Sakit X, Kota Kediri.