Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

THE Terrestrial Mammal Species Diversity in The Lamandau Wildlife Reserve Central Kalimantan Province Fauzi, Fouad; Erawati; Mohamad Rizal; Nisfiatul Hidayat; Milad Madiyawati
TROPICAL WETLAND JOURNAL Vol 11 No 2 (2025): Tropical Wetland Journal
Publisher : Postgraduate Program - Lambung Mangkurat University (ULM Press Academic)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/twj.v11i2.148

Abstract

The aim of this research is to inventory the diversity of land mammal species in the Lamandau Wildlife Reserve, Central Kalimantan Province. The method used is direct and indirect observation using strip transects and camera traps. The research results obtained ten types of mammals at three different observation sites, namely Gemini camp, JL camp and Rasak camp. The calculation results show that the richness index (R) and diversity index (H') of each camp are relatively low, while the evenness index (E) of each camp is relatively high.
Analisis Komparatif Kualitas Pewarnaan Histopatologi dengan Hematoxylin Mayer dan Harris di RSD Nganjuk Fitriana, Vina; Sabban, Indra; Mardya Filosa, Devi; Hermawan, Rizal; Erawati; Septika W, Ida; Endah Rahayu M, Mike; Kusdinar, Gilang; Wahyuni, Ismiy; Rizqa Nuraini, Ida; Widyawati, Nurul
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i2.290

Abstract

Latar belakang: Pewarnaan yaitu pemberian warna pada sel yang akan dipotong hingga membentuk sel pada jaringan, sehingga dapat diamati pada mikroskop. Pewarnaan Hematoxillin-Eosin (HE) memiliki prinsip dimana inti yang bersifat asam akan menarik zat atau larutan Hematoxillin yang bersifat basa dan akan bewarna biru sampai ungu. Sedangkan sitoplasma yang bersifat basa akan menarik zat atau larutan Eosin yang bersifat asam sehingga memberikan warna merah muda. Hematoxillin yang sering digunakan adalah Hematoxillin Mayer dan Hematoxillin Harris. Tujuan: Untuk mengetahui analisa perbandingan hasil pewarnaan HE sediaan histopatologi menggunkan Hematoxillin Mayer dan Hematoxillin Harris di RSD Nganjuk. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap, acak kelompok atau faktorial. Populasi yang dilakukan dalam penelitian ini blok parafin jaringan tubuh manusia yang tersimpan di laboratorium Patologi Anatomi RSD Nganjuk. Teknik sampling penelitian yang digunakan adalah Quota Sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 16 responden. Hasil: hasil Hematoxillin Mayer dengan jumlah 16 responden didapatkan keterangan Kurang baik sebanyak 3 sampel dan baik sebanyak 13 sampel sedangakan pada Hematoxillin Harris didapatkan keterangan tidak baik sebanyak 4 sampel, kurang baik sebanyak 8 sampel dan baik sebanyak 4 sampel. Berdasarkan uji statistik Independent Sampel T-Test dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil yang signifikan antara pewarnaan Hematoxillin Mayer dengan Hematoxillin Harris di RSD Nganjuk dibuktikan dengan nilai sig. = 0.184 atau nilai sig. (2-tailed) > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak. Simpulan dan saran: Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan pada hasil pewarnaan sediaan histopatologi dan pewarnaan Hematoxillin mayer lebih baik dibandingkan dengan Hematoxillin harris di RSD Nganjuk.
PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN KETAATAN ANAK TERHADAP ALLAH MELALUI DISIPLIN SHALAT FARDHU DI KELURAHAN KURAO PAGANG Erawati; Zulfamanna; Rizal Safarudin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.40096

Abstract

This study aims to examine the role of parents in enhancing children’s obedience to Allah through discipline in performing obligatory prayers (shalat fardhu) in Kurao Pagang Village. The research employed a qualitative field research approach with a descriptive design to explore religious practices within the family environment. The research subjects were parents with elementary school–aged children. Data were collected through interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted inductively through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured using source and technique triangulation.The findings indicate that parents play a significant role in fostering children’s obedience in performing obligatory prayers. Open and persuasive communication, accompanied by consistent parental role modeling, serves as a key factor in shaping children’s religious awareness. Parents apply various educational methods, including exemplary behavior (uswah hasanah), habituation, positive reinforcement, emotional approaches, and disciplined supervision adjusted to the child’s age and character. However, several challenges were identified, such as children’s laziness, low spiritual awareness, negative influences of digital media, limited parental time, and unsupportive peer environments. Despite these obstacles, parents continue to demonstrate adaptive efforts and collaborate with social and religious figures to overcome these challenges. The study concludes that effective parental involvement within the family is essential in developing children’s discipline and consistency in performing obligatory prayers.
Pengetahuan Tentang Pencegahan Diabetes Mellitus dengan Edukasi “CERDIGI”: Cerdas Gizi Cegah Diabetes Dini ERAWATI; Forman Novrinda Sidjabat
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 8 No. 1 (2026): .
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi masyarakat di Desa Janti masih adanya masalah kecenderungan konsumsi gula sejak dini, kurangnya pengetahuan komplikasi dari makanan yang berlemak serta kurangnya pengetahuan tentang gizi seimbang. Edukasi yang dilaksanakan pada kegiatan ini adalah “CERDIGI” (Cerdas Gizi, Cegah Diabetes Dini). Tujuan dari program edukasi dan intervensi gizi “CERDIGI” (Cerdas Gizi, Cegah Diabetes Dini) ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang guna mencegah diabetes mellitus secara dini. Pengabdian ini dilaksanakan di Dusun Grojogan Desa Janti Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan adalah pemberian leaflet CERDIGI beserta penjelasannya. Program kerja “CERDIGI” ini dilakukan pada tanggal 14 Agustus 2025 pada pukul 08.00 – 12.00 WIB dengan sasaran 15 orang ibu yang mempunyai balita atau anak. Hasil pengabdian didapatkan besar orang tua memberikan respon positif, terlihat dari antusiasme mereka membaca leaflet dan beberapa di antaranya menanggapi serta menanyakan hal terkait kebiasaan makan anak. Kata Kunci: Edukasi, Pengetahuan, Diabetes Mellitus, CERDIGI (Cerdas Gizi Cegah Diabetes Dini)
KENALI FAKTOR RESIKO INFEKSI BAKTERI TERHADAP WANITA DENGAN OBESITAS Imasari, Triffit; Erawati; Ermawati, Nita; Nela, Frieti Vega
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 8 No. 1 (2026): .
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas telah menjadi masalah kesehatan global yang semakin meningkat, didefinisikan sebagai akumulasi lemak tubuh berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan risiko penyakit kronis seperti diabetes melitus tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan beberapa jenis kanker, tetapi juga memiliki implikasi serius terhadap sistem kekebalan tubuh dan kerentanan terhadap infeksi. Disfungsi imun ini menjadikan individu dengan obesitas lebih rentan terhadap infeksi bakteri, baik yang didapat dari komunitas maupun nosokomial. Obesitas meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK). Selain itu, individu dengan obesitas juga lebih berisiko mengalami infeksi kulit dan jaringan lunak (seperti selulitis dan abses), pneumonia, serta infeksi luka pascaoperasi. Peningkatan risiko ini tidak hanya disebabkan oleh gangguan imunologis, tetapi juga faktor mekanis seperti lipatan kulit yang lembap dan kurangnya ventilasi di area intertriginosa, yang menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri. Tantangan dalam menjaga kebersihan pribadi secara optimal pada individu dengan obesitas juga dapat berkontribusi pada kerentanan ini. Tujuan sosialisasi adalah memberikan pengetahuan wanita obesitas dengan informasi yang relevan dan memberdayakan Masyarakat untuk lebih proaktif dalam menjaga Kesehatan. Metode sosialisasi dihadiri 18 warga, dari hasil kuisioner yang dilakukan 15 warga masih kurang mengetahui dan 3 warga yang sudah baik pengetahuan tentang penyebab Faktor Resiko Infeksi Bakteri Terhadap Wanita Dengan Obesitas. Setelah dilakukan sosialisasi pengetahuan masyarakat Dusun Bajang Desa Semen Kabupaten Kediri mengalami peningkatan, yaitu 100%, dengan jumlah total warga 18 warga dan masyarakat dapat secara mandiri mengimplementasikan langkah-langkah pencegahan yang efektif, seperti menjaga kebersihan diri, mengelola berat badan secara sehat.