Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Think Talk Write terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa SMP Rahmani, Anggi; Sutiawan, Hadi
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v3i1.2168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe think talk write terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Kragilan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen. Teknik pengumpulan data yaitu tes pemahaman konsep matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pencapaian akhir kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang mendapatkan model pembelajaran think talk write lebih tinggi daripada siswa yang mendapatkan model pembelajaran ekspositori; (2) Peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang mendapatkan model pembelajaran think talk write, lebih tinggi siswa yang mendapatkan daripada siswa yang mendapatkan model pembelajaran ekspositori.
Pengembangan Media Kartu Paragraf Dengan Model Circ Untuk Keterampilan Membaca Pemahaman Peserta Didik Sekolah Dasar Riani, Aisha Indah; Aryani, Nandita Lusiana Dewi; Kamila, Nurul Nazmi; Rahmani, Anggi
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jmp.v14i1.13116

Abstract

DEVELOPMENT OF PARAGRAPH CARD MEDIA USING CIRC MODEL FOR READING COMPREHENSION SKILLSOF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTSThis study aims to describe the development of paragraph card media based on the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) model to enhance fifth-grade students’ reading comprehension at SDN Nyapah 2. The study used a Research and Development (RD) approach with the ADDIE model, including Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Data were collected through expert validation and reading comprehension tests. The developed media were interactive, visually appealing, and aligned with learning objectives. Results showed high feasibility in content and design, with students achieving an average score of 82.46 and a mastery rate of 93.10%. The media effectively guided students in identifying main ideas, understanding sentence relationships, and structuring paragraphs cooperatively.
EFEKTIVITAS MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DAN GAMES BASED LEARNING (GBL) BERBASIS ICE BREAKING TERHADAP RASA PERCAYA DIRI PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR Agustina, Meliana; Taufik, M.; Rahmani, Anggi
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 12, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v12i1.6335

Abstract

This study aimed to: (1) determine the effectiveness of the Teams Games Tournament (TGT) and Game-Based Learning (GBL) models based on ice breaking in enhancing elementary students’ self-confidence; and (2) examine whether there is a significant difference in effectiveness between the TGT and GBL models. The study employed an experimental method with a quasi-experimental design. The research subjects were 50 fourth-grade students (class 4A) at SDN Serang 11. Data were collected using questionnaires and documentation, and the instruments were tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using Microsoft Excel through: (1) descriptive analysis (mean, median, and mode), (2) prerequisite tests (normality and homogeneity), and (3) hypothesis testing using a parametric independent samples t-test. The results showed that the average posttest score of class A was 76.34, while class B scored 73.25. Thus, regarding the first hypothesis, the TGT model was more effective in improving students’ self-confidence. For the second hypothesis, the independent samples t-test yielded a significance value indicating a difference in effectiveness between the TGT and GBL models. In conclusion, there is a significant difference in effectiveness between TGT and GBL based on ice breaking in enhancing elementary students’ self-confidence.
Pengembangan Instrumen Diagnostik Kesiapan Belajar Siswa Sekolah Dasar Rakhman, Patra Aghtiar; Rokhmanah, Siti; Rahmani, Anggi; Andriana, Encep; Fajari, Laksmi Evasufi Widi; Firdaus, Firdaus; Nariyah, Tasya Fadilatun; Danaryati, Denti; Sajidah, Raisa Rafa; Sifa, Sifa
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2026): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v14i1.110667

Abstract

Kesiapan belajar merupakan prasyarat penting agar proses pembelajaran di sekolah dasar berlangsung efektif, namun identifikasi terhadap kondisi kesiapan siswa masih sering dilakukan secara subjektif tanpa instrumen yang terukur. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen diagnostik kesiapan belajar siswa sekolah dasar yang mampu mengukur aspek fisik, sosial-emosional, intelektual, dan bahasa secara objektif. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) berdasarkan model Plomp & Nienke yang meliputi tahap preliminary research, perancangan prototipe, dan penilaian instrumen. Subjek penelitian sebanyak 35 siswa kelas V dan 5 guru sekolah dasar yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket yang divalidasi oleh ahli materi, ahli bahasa, dan ahli instrumen. Hasil penelitian menunjukkan instrumen yang terdiri atas 24 butir pernyataan dalam bentuk teacher-report dan child self-report dinyatakan valid berdasarkan analisis korelasi item-total serta memiliki reliabilitas sangat tinggi (Cronbach’s Alpha 0,89). Simpulan penelitian ini menyatakan bahwa instrumen diagnostik kesiapan belajar yang dikembangkan layak digunakan untuk membantu guru mengidentifikasi kesiapan belajar siswa secara akurat dan terdokumentasi.