Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Study of Paclobutrazol Dosage and Seed Size on Growth and Yield of Porang (Amorphophallus onchophyllus P.) Hidayah, Sefti Nurul; Hidayat, Ramdan; Triani, Nova
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 11 No. 4 (2022): Desember 2022
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v11i4.574-588

Abstract

The konjac plant (Amorphophallus oncophyllus Prain.) contains high glucomannan with many benefits.  This experiment aimed to study effect of paclobutrazol dose and seedling size on the growth and yield of konjac plants.  The research was arranged factorially based on a Completely Randomized Design with two factor.  The first factor (paclobutrazol dose) consisted of P0: 0.0 g/plant, P1: 0.05 g/plant, P2: 0.10 g/plant, P3: 0.15 g/plant, P4: 0.20 g/plant.  The second factor (seed size) consisted of U1: 20-50 g/seed, U2: 100-150 g/seed, U3: 200-250 g/seed. Observation parameters included plant height, canopy diameter, stem diameter, stem sturdiness, number of buds, weight and diameter of tubers.  Results showed that paclobutrazol dose of 0.20 g/plant had a significant effect on stem sturdiness, weight and diameter of the tubers. The maximum of tuber weight obtained by paclobutrazol application of 0.2 g/plant was estimated to be 1,533 g with tuber diameter of 167 mm.  Small size seed (20-50 g) produced the largest number of buds and did not differ markedly from those of medium size seed (100-150 g).  Large size seed (200-250 g) produced the best konjac plants in term of canopy diameter, stem sturdiness, weight and diameter of tubers. Keywords : Dosage, Konjac, Paclobutrazol, Seed Size, Tuber Size
Effect of Concentration and Frequency of Paclobutrazol Application on Growth and Yield of Shallot Palupi, Alia Dewi; Sulistyono, Agus; Triani, Nova
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v14i2.666-676

Abstract

Shallot is a horticultural commodity that is always needed for consumption and has high economic value. However, shallot production in East Java has decreased due to the low quality and quantity of shallot seeds. This study aims to determine the effect of concentration and frequency of paclobutrazol application on the growth and yield of shallot. This research was conducted in Sambigede Village, Sumber Pucung Subdistrict, Malang Regency in January-May 2024. The research was arranged using a Split Plot Design with 3 replication. The main plots were paclobutrazol concentrations: 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, and 200 ppm. The subplots were the frequency of paclobutrazol application: 1 time, 2 times, and 3 times. The combination of paclobutrazol concentration of 100 ppm and application frequency of 1 time gave the best results in inhibiting the vegetative phase, increasing tuber dry weight per clump, harvest index, and chlorophyll content. The frequency of paclobutrazol application did not significantly affect the fresh weight of tubers per clump, fresh weight of tubers per plot and dry weight of tubers per plot, but paclobutrazol concentration of 100 ppm affected the fresh weight of tubers per clump. Keywords: Bulbs, Harvest, Paclobutrazol, Shallot, Vegetative.
The Effect of Potassium Dosage and Branch-Pruning on the Growth and Yield of Butternut Squash (Cucurbita moschata Durch) Dewanti, F. Deru; Augustien, Nora; Triani, Nova; Holki, Nurul Islam Fi; Sukarjati
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 9 (2024): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i9.7565

Abstract

Butternut squash (C. moschata) is a honey squash plant (Cucurbita moschata Durch) which is an introduced plant from the lowlands of South America and has adapted to Indonesia. The research was carried out in the planting area of Kampung Labu Madu, Toyoresmi Village, Ngasem District, Kediri Regency from January to June 2021. Potassium is among major nutrients needed by plants in their growth and development.  Potassium fertilization can help plants improve the regulation of photosynthetic mechanisms, carbohydrate translocation, protein synthesis This research was a two-factor factorial experiment prepared using a Split Plot Design. The first factor (main plot) was the branch pruning (P) treatment which consisted of 2 levels and the second factor (subplot) was the dose of KCl (K) fertilizer which consisted of 4 levels. The results of the research showed that there was a real influence in the treatment without pruning on the parameters of the number of male flowers and on the parameter of fruit weight with the best treatment being pruning, whereas for the treatment the dose of KCl fertilizer had a real effect on the parameters.
Sosialisasi dan Pelatihan Penerapan Prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Petani Cengkeh di Bone dan Bulukumba Sulawesi Selatan Triani, Nova
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 5 No. 1 (2021): Inovasi Layanan Publik dan Penguatan Pemberdayaan melalui Pengabdian Masyarakat
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v5i1.484

Abstract

Praktik budidaya cengkeh yang dilakukan oleh petani di Bone dan Bulukumba, Sulawesi Selatan telah dilakukan secara turun-temurun, sehingga kurang memperhatikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Petani cengkeh biasanya tidak memakai alat pelindung diri saat bekerja. Jika praktek kerja tersebut dilakukan secara terus menerus dan turun temurun maka akan terjadi peningkatan angka kematian dan sakit akibat bekerja di perkebunan cengkeh. Sehingga perlu dilakukan sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan penyuluhan tentang bahaya, resiko dan cara pencegahan penyakit dan kecelakaan kerja di perkebunan cengkeh. Sehingga petani cengkeh dapat mempraktekan budidaya cengkeh dengan aman dan sehat serta terhindar dari resiko sakit dan kecelakaan kerja. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan petani tentang bahaya dan resiko bekerja di perkebunan cengkeh serta cara pencegahannya. Para petani yang hadir mempraktekkan secara langsung cara menggunakan alat pelindung diri, sehingga pemahaman petani meningkat.
Pelatihan dan Pendampingan Produksi True Shallot Seeds (TSS) Tanaman Bawang Merah pada Greenhouse Berbasis IoT di Desa Purworejo, Kab. Malang Moeljani, Ida Retno; Suryandika, Fadila; Triani, Nova
Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi : Agrisevika Vol. 1 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/agrisevika.v1i1.4

Abstract

Budidaya bawang merah varietas Batu Ijo yang merupakan varietas unggulan lokal petani di Desa Purworejo, Kec. Ngantang, Kab Malang. Selama ini, petani masih membudidayakan bawang merah tersebut dengan tanam umbi. Namun lonjakan harga bawang merah yang tidak menentu di pasaran membuat petani resah sehingga ingin beralih dari sistem tanam umbi. Melihat hal tersebut, tim UPN Veteran Jatim memberikan solusi kepada petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Karya Bhakti, di Desa Purworejo dengan mengadakan pelatihan dan pendampingan dalam mengupayakan perubahan bahan tanam umbi menjadi bahan tanam biji (True Shallot Seeds/TSS) secara mandiri pada greenhouse berbasis Internet of Thing (IoT). Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberitahukan bahwa penyiraman dan pengaturan kelembaban di lingkungan lahan serta pencahayaan mampu mengoptimalkan pembungaan untuk produksi TSS. Metode yang dilakukan adalah dengan pelatihan dan penyuluhan kepada kelompok tani Karya Bhakti. Hasil yang didapatkan dalam pengabdian ini adalah pengetahuan kepada petani bahwa dengan penggunakan smart sensor melalui kontrol pencahayaan berbasis IoT pada tanaman bawang merah Batu Ijo mampu merangsang pembungaan untuk produksi TSS sebesar 70%.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK SILIKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KROKOT (Portulaca oleracea L.) PADA BEBERAPA TINGKAT SALINITAS TANAH Sarirukhoyyatin, Erli; Dewanti, F. Deru; Triani, Nova
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.7361

Abstract

Cekaman salinitas merupakan salah satu cekaman abiotik di mana kondisi tanah kelebihan kadar garam dan menjadi masalah di lahan pertanian semua negara. Cara untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan menggunakan tanaman yang tahan cekaman dan dengan pemberian pupuk silika. Pupuk silika mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman biotik dan abiotik. Krokot merupakan tanaman halofit potensial. Selain itu tanaman krokot juga kaya nutrisi karena memiliki kandungan nutrisi omega-3 dan vitamin. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama yaitu tingkat salinitas (N) terdiri dari 3 taraf yaitu NaCl 0 dS/m (tanpa NaCl), NaCl 5 dS/m, NaCl 10 dS/m. Faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk silika (S) terdiri dari 4 taraf yaitu 0 g/liter (tanpa pupuk silika), pupuk silika 1 g/liter, pupuk silika 2 g/liter, pupuk silika 3 g/liter. Terjadi interaksi nyata antara perlakuan tingkat salinitas dan konsentrasi pupuk silika terhadap bobot basah tajuk tanaman krokot. Berat basah tajuk pada interaksi perlakuan konsentrasi pupuk silika 1-3 g/liter dengan tanpa NaCl serta  interaksi perlakuan 3 g/liter Silika & NaCl 5 dS/m memberikan berat basah krokot yang paling tinggi dengan rentang berat 117.44 g/tanaman sampai 124.40 g/tanaman. Analisa regresi antara jumlah cabang dan jumlah daun mendapatkan nilai koefisien determinan (R2) sebesar 0.6492, dan pada analisis regresi antara jumlah daun dan berat basah tajuk diperoleh nilai koefisien determinan (R2) sebesar 0.5937.