Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENYIMPANAN BENIH TERHADAP DAYA BERKECAMBAH BENIH LECI (Litchi chinensis, Sonn.) Nova Triani
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 5 No 1 (2021): G-Tech, Vol. 5, No. 1, Oktober 2021
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.821 KB) | DOI: 10.33379/gtech.v5i1.681

Abstract

ABSTRAK Benih leci tergolong benih rekalsitran sehingga memerlukan teknik penyimpanan khusus. Benih rekalsitran tidak dapat disimpan lama karena memiliki kandungan kadar air yang tinggi. Penyimpanan benih leci bertujuan untuk penyediaan bahan tanam atau pelestarian bahan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya berkecambah dan hari pertama berkecambah benih leci yang telah diberi perlakuan penyimpanan benih. Perlakuan benih yang diberikan yaitu perlakuan tanpa penyimpanan atau langsung tabur, perlakuan penyimpanan benih pada suhu 160C selama 3 hari dan perlakuan penyimpanan benih pada suhu 160C selama 6 hari. Perlakuan penyimpanan benih leci menggunakan wadah terbuka. Hasil yang diperoleh yaitu perlakuan benih leci dalam penyimpanan selama 3 hari pada suhu 160C memiliki daya berkecambah yang sama pada perlakuan benih leci tanpa penyimpanan benih atau yang langsung ditabur, yaitu sebesar 75%. Sedangkan hari pertama berkecambah pada perlakuan penyimpanan benih leci pada suhu 160C selama 6 hari memberikan hasil yaitu kemunduran hari pertama berkecambah selama 4 hari dibandingkan perlakuan penyimpanan benih leci pada suhu 160C selama 3 hari dan yang tidak disimpan. Sehingga dari hasil penelitian, benih leci dapat disimpan pada penyimpanan 160C selama 3 hari dengan wadah terbuka.
PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) Nova Triani; Vivin Putri Permatasari; Guniarti Guniarti
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.899 KB) | DOI: 10.37637/ab.v3i2.575

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) merupakan tanaman sayur yang digemari masyarakat dan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi yakni dengan penambahan konsentrasi dan frekuensi pemberian giberelin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan frekuensi pemberian giberelin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Penelitian dilakukan di UPT Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan pada bulan Januari – April 2020. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor yaitu konsentrasi giberelin (K) yang terdiri dari K0 = tanpa konsentrasi giberelin; K1 = 100 ppm; K2 = 200 ppm; K3 = 300 ppm dan frekuensi pemberian giberelin (P) yang terdiri dari P1 = 2 kali aplikasi; P2 = 3 kali aplikasi ; P3 = 4 kali aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi antara konsentrasi pemberian giberelin 200 ppm dan frekuensi pemberian giberelin 2 kali aplikasi, berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (28 hst-56 hst), jumlah daun (35 hst-49 hst), umur berbunga, jumlah bunga total, jumlah buah total, dan berat buah per tanaman.
PENYULUHAN OLAHAN SEHAT DARI BAYAM MERAH DI DESA JABUNG KABUPATEN PONOROGO Nova Triani
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 11: April 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i11.1849

Abstract

Olahan dari bayam merah belum banyak dikenal masyarakat. Padahal bayam merah merupakan sumber serat dan bermanfaat bagi kesehatan. Rasa dan tekstur bayam merah yang belum banyak dikenal, dapat dijadikan olahan sehingga akan disukai. Para peserta pengabdian masyarakat di Desa Jabung Kabupaten Ponorogo belum memanfaatkan bayam merah menjadi olahan. Penyuluhan pembuatan olahan sehat berbahan dasar bayam merah bertujuan untuk pemanfaatan bayam merah menjadi olahan pangan sehat. Metode pengabdian yaitu penyuluhan dengan cara pemaparan materi, pemutaran video serta diskusi. Setelah itu, peserta diberi kuisioner untuk mengukur tingkat pemahaman. Hasil yang diperoleh yaitu terdapat persentase kenaikan pengetahuan peserta mengenai pembuatan olahan sehat berbahan dasar bayam merah antara sebelum dilaksanakan pengabdian dengan setelah dilaksanakan pengabdian, yaitu terdapat peningkatan rata-rata sebesar 70%. Terdapat 8 peserta yang mengalami peningkatan pengetahuan tentang pembuatan olahan sehat berbahan dasar bayam merah sebesar 75%, 1 peserta yang tidak mengalami kenaikan tingkat pengetahuan dan 1 peserta yang meningkat pengetahuannya sebesar 100%.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) TERHADAP PEMBERIAN KONSENTRASI PACLOBUTRAZOL DAN DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH BUAH PISANG Deviena Sugianto; Agus Sulistyono; Nova Triani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.2079

Abstract

Tanaman cabai rawit merupakan salah satu komoditas yang banyak diminati oleh masyarakat, dan banyak dibudidayakan oleh petani, namun hasilnya masih rendah. Permasalan tersebut dapat diatasi dengan pemberian paclobutrazol dan pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya interaksi antara konsentrasi paclobutrazol dan dosis pupuk organik cair limbah buah pisang terhadap tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Penelitian dilaksanakan di Jalan Merapi Ngoro Kidul, Ngoro, Jombang pada bulan Februari sampai Juni 2022. Penelitian ini merupakan Percobaan Faktorial yang disusun berdasarkan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 2 faktor, dan 3 kali ulangan. Dosis POC limbah buah pisang sebagai petak utama terdiri dari 3 taraf yaitu 300 ml/tanaman (D1), 400 ml/tanaman (D2), 500 ml/tanaman (D3). Perlakuan konsentrasi paclobutrazol (K) sebagai anak petak terdiri 4 taraf yaitu 0 ppm/tanpa pemberian (Kontrol) (K0), 100 ppm (K1), 150 ppm (K2), 200 ppm (K3). Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi nyata antara paclobutrazol dan POC limbah buah pisang terhadap bobot buah total per tanaman. Kombinasi perlakuan paclobutrazol 150 ppm dan 400 ml/tanaman POC limbah buah pisang memberikan hasil terbaik terhadap bobot buah total per tanaman.
Study of Paclobutrazol Dosage and Seed Size on Growth and Yield of Porang (Amorphophallus onchophyllus P.) Sefti Nurul Hidayah; Ramdan Hidayat; Nova Triani
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 11, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v11i4.574-588

Abstract

The konjac plant (Amorphophallus oncophyllus Prain.) contains high glucomannan with many benefits.  This experiment aimed to study effect of paclobutrazol dose and seedling size on the growth and yield of konjac plants.  The research was arranged factorially based on a Completely Randomized Design with two factor.  The first factor (paclobutrazol dose) consisted of P0: 0.0 g/plant, P1: 0.05 g/plant, P2: 0.10 g/plant, P3: 0.15 g/plant, P4: 0.20 g/plant.  The second factor (seed size) consisted of U1: 20-50 g/seed, U2: 100-150 g/seed, U3: 200-250 g/seed. Observation parameters included plant height, canopy diameter, stem diameter, stem sturdiness, number of buds, weight and diameter of tubers.  Results showed that paclobutrazol dose of 0.20 g/plant had a significant effect on stem sturdiness, weight and diameter of the tubers. The maximum of tuber weight obtained by paclobutrazol application of 0.2 g/plant was estimated to be 1,533 g with tuber diameter of 167 mm.  Small size seed (20-50 g) produced the largest number of buds and did not differ markedly from those of medium size seed (100-150 g).  Large size seed (200-250 g) produced the best konjac plants in term of canopy diameter, stem sturdiness, weight and diameter of tubers. Keywords : Dosage, Konjac, Paclobutrazol, Seed Size, Tuber Size
Pengaruh Media Tanam dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh IAA terhadap Pertumbuhan Stek Pucuk Tanaman Kayu Putih (Melaleuca cajuputi) Risma Handayani Darise; Guniarti Guniarti; Nova Triani
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.253 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1120

Abstract

Media tanam dan konsentrasi zat pengatur tumbuh IAA merupakan beberapa faktor penunjang keberhasilan stek pucuk tanaman kayu putih.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media tanam dan konsentrasi zat pengatur tumbuh IAA terhadap pertumbuhan stek pucuk tanaman kayu putih (Melaleuca cajuputi). Penelitian ini dilaksanakan di BKPH Perhutani Tuban, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor perlakuan yang diulang tiga kali.  Faktor pertama adalah media tanam (M), yang terdiri dari 4 taraf yaitu tanah (M0), tanah + pupuk kandang (M1), tanah + pasir (M2), dan tanah + pasir + pupuk kandang (M3), dan konsentrasi zat pengatur tumbuh IAA sebagai faktor kedua, yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 ppm (R0), 50 ppm (R1), 100 ppm (R2), dan 150 ppm (R3), sehingga didapatkan 16 interaksi perlakuan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi media tanam dan konsentrasi zat pengatur tumbuh IAA memberikan pengaruh nyata terhadap parameter jumlah cabang, jumlah daun, dan panjang akar. Perlakuan media tanam berpengaruh nyata terhadap  parameter jumlah akar primer dan berat segar akar, sedangkan konsentrasi ZPT IAA berpengaruh nyata terhadap  perlakuan waktu muncul tunas.
Socialization on the Preparation of Natural Plant Growth Regulator to an Organic Farming Community in Lengkong Village, Ponorogo Regency Saefur Rohman; Nova Triani
Nusantara Science and Technology Proceedings 7st International Seminar of Research Month 2022
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2023.3366

Abstract

The awareness of the negative impact of conventional farming and its safety have increased society’s perception of organic farming and its product. Unfortunately, the level of knowledge and adoption of organic farming practices among farmers are still low due to the assumption that organic farming is hard to implement. Ponorogo Organic Farming Community is a farming community that tries to adopt an organic farming system and has produced paddy and several horticultural crops cultivated organically. It was identified that the community had not yet applied the use of natural plant growth regulators (PGR) in their practice. Therefore, an agricultural extension activity was organized to share the knowledge on how to prepare an onion extract natural PGR. A survey was also performed to understand the level of knowledge and adoption of the participant. The questionnaire showed that most of the participants had not ever applied natural PGR even though had already heard about them before. Therefore, this program was of relevancy to improve the knowledge of the participant on organic way of farming particularly on the utilization of natural PGR.
PENGARUH FORMULASI BAHAN COATING TERHADAP MUTU BENIH TIGA KOMODITAS HORTIKULTURA Achmad Rayhan Maulana; Ida Retno Moeljani; Nova Triani
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 10 No. 2 (2022): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pertanian hortikultura memiliki prospek pengembangan yang baik di Indonesia karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi, namun hal tersebut sulit terwujud dikarenakan produktivitas tanaman yang rendah akibat kurangnya persediaan benih bermutu tinggi. Mutu benih dipengaruhi sejumlah faktor, seperti viabilitas dan vigor. Proses penyimpanan benih yang lama menyebabkan viabilitas dan vigor benih menjadi rendah. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah perlakuan pelapisan benih (seed coating). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengaruh dan perlakuan terbaik antara formulasi bahan coating terhadap mutu benih tiga komoditas hortikultura. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium dan Green House UPT Pengembangan Benih Padi dan Palawija, Randuagung, Singosari, Malang, Jawa Timur pada bulan November 2021 sampai Januari 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu formulasi bahan coating yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu, K0 = Kontrol, K1 = CMC 1% + Asam Humat 0,6% + Gipsum 20 gram, K2= CMC 1,5% + Asam Humat 0,6% + Gipsum 20 gram, dan K3 = CMC 2% + Asam Humat 0,6% + Gipsum 20 gram. Hasil penelitian menunjukkan formulasi bahan coating berpengaruh nyata terhadap terhadap mutu benih tiga komoditas hortikultura. Perlakuan CMC 1% + Asam Humat 0,6% + Gipsum 20 gram menjadi formulasi bahan coating terbaik untuk benih cabai merah varietas Dori F1 dan benih mentimun varietas Hijau Roker, sedangkan formulasi bahan coating terbaik untuk benih TSS bawang merah varietas Trisula adalah CMC 1,5% + Asam Humat 0,6% + Gipsum 20 gram.
PENYULUHAN BUDI DAYA TANAMAN KANGKUNG PADA SISWA-SISWI SMPN 62 SURABAYA Nova Triani
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): APRIL 2023
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v2i2.2460

Abstract

Surabaya merupakan kota metropolitan, sehingga ketersediaan bahan pangannya tergantung dari daerah lain. Jumlah pengusaha pertanian perkotaan (urban farming) di kota Surabaya masih sedikit. Ketersediaan dan keterbatasan lahan menjadikan tantangan bagi usaha urban farming. Di sisi lain, Surabaya termasuk kota yang tinggi tingkat polusi udaranya, sehingga diperlukan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Generasi muda atau kaum milenial dapat berperan dalam pelestarian lingkungan dan ketersediaan pangan. Setidaknya para generasi muda sadar dan taat mengenai pentingnya ketersediaan pangan. Para generasi muda dapat ditanamkan dan dikenalkan sejak dini tentang pentingnya pelestarian lingkungan sekitar, minimal pada tempat tinggal masing-masing. Tujuan dari pengabdian masyarakat yang dilakukan yaitu untuk mengenalkan pada generasi muda kota Surabaya, khususnya siswa-siswi SMPN 62 Surabaya agar lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan dan sadar tentang pentingnya ketersediaan pangan di kota Surabaya. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini ialah penyuluhan serta kunjungan langsung ke kebun praktik. Para siswa dapat melihat langsung cara melakukan budi daya tanaman kangkung skala urban farming. Hasil yang didapat dari pengabdian masyarakat ini yaitu para siswa dan siswi SPMN 62 Surabaya sangat antusias dan memahami materi yang disampaikan. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini yaitu para siswa dan siswi dapat menerapkan budi daya tanaman sayuran skala urban farming di tempat tinggal masing-masing.
Pengaruh Jenis Media Tanam dan Konsentrasi Nutrisi AB Mix Terhadap Tinggi Tanaman, Jumlah Daun dan Berat Basah Tajuk Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Secara Hidroponik Rizky Wahyu Lestari; Nova Triani; Makhziah
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 8 No 1 (2024): G-Tech, Vol. 8 No. 1 Januari 2024
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/gtech.v8i1.3554

Abstract

Pakcoy plants have good potential to be cultivated. Land conversion causes a reduction in productive land so hydroponics is a solution to the problem. The purpose of this study was to determine the effect of planting media types (firewood husk, cocopeat and rockwool) and AB Mix nutrient concentrations (1.000 ppm, 1.200 ppm and 1.400 ppm) on the growth and yield of pakcoy plants in hydroponic wick systems. This research was conducted in Mojokerto City using the Randomized Group Design method with 3 replications. The results of the treatment given that the type of planting media and AB Mix nutrient concentration, the treatment of cocopeat planting media type and AB Mix nutrient concentration of 1.200 ppm had an effect on plant height, number of leaves and fresh weight of pakcoy plant crowns.
Co-Authors Achmad Ilham Achmad Ilham Achmad Rayhan Maulana Agus Sulistyono Agus Sulistyono Ahmad Zaydan Hanif Alia Dewi Palupi Anugerah Dany Priyanto, Anugerah Dany Aththobarani, Muhammad Daffa' Augustien, Nora Damayanti Prasetyaningsih Deviena Sugianto Dewanti, Felicitas Deru Dewi, Amniresta Syahda Djarwatiningsih, Djarwatiningsih Djibran, Dayyan Hikmal M. Dwi Betty Hariyanti Edditya, Shinta Hanif Nur Elly Syafriani Elly Syafriani Erliyanti, Nove Kartika F. Deru Dewanti Fadila Suryandika Guniarti Guniarti Hasby, Muhammad Farhan Hidayah, Sefti Nurul Hilda Adina Rahmi Holki, Nurul Islam Fi Ida Retno Moeljani Ida Retno Moeljani Ikhsanudin, Ikhsanudin Iman, Atep Kirani, Aldila Putri Selsha Lestari, Rizky Wahyu Lingga Unzilaturrohmah Luqman Agung Wicaksono M. Djibran, Dayyan Hikmal Madjiid, Rachmad Arsyil Makhziah Maulana, Achmad Rayhan Medina Uli Alba Somala, Medina Uli Alba Meida, Nur Lathifa Moeljani , Ida Retno Nining Anggraini, Nining Nora Augustien nora augustien noveni budi rahayuningsih Palupi, Alia Dewi Pangesti Nugrahani Panjaitan, Renova Pranoto, Difa Eka Prasetyaningsih, Damayanti Prawestri, Hanis Pribadi, Didik Utomo Puji Lestari Tarigan Pujiastuti, Caecilia Putra, Andre Yusuf Trisna Putri, Aulia Azzahrah Akhyak Putro, Pebri Dian Cahyono Rahma Dani, Nabilah Rizqiyah Ramdan Hidayat Risma Handayani Darise Rizky Wahyu Lestari Saefur Rohman Santoso, Juli Saraswati, Anita Dwi Sari, Fanny Septiani Sarirukhoyyatin, Erli Sefti Nurul Hidayah Sukarjati Sukarjati, Sukarjati sukendah sukendah SUKENDAH SUKENDAH, SUKENDAH Suryandika, Fadila Sutini Sutini, Sutini Syafriani, Elly Vivin Putri Permatasari Wahyuningsih, Munirotul Wibowo, Galuh Akmal Yudistira Widiwurjani Wurjani, Widi Yonny Koentjoro