Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Gangguan Kesehatan Mental pada Mahasiswa Kedokteran: Sebuah Kajian Studi Potong Lintang Salah Satu Fakultas Kedokteran di Jakarta Barat Biromo, Anastasia Ratnawati; Novendy, Novendy; Lonan, Gilbert Alfredo Delano; Ariani, Vera; Permana, Muhammad Rizal
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.78 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i7.10620

Abstract

ABSTRACT Medical education requires physical and mental resilience because of the long journey of the study itself. Enduring various pressures can lead to serious mental health disorders such as stress, anxiety, and depression. There is currently no data on the proportion of mental health disorders in Universitas Tarumanagara’s medical faculty. This study was conducted to obtain data on the proportion of mental health disorders among Universitas Tarumanagara’s medical students. The research design was a cross-sectional descriptive. The SQR-20, PHQ-9, PSS-10, and DASS-21 questionnaires were used to assess mental health disorders, stress, anxiety, and depression. The study found that 49.9% of respondents had mental health disorders (SQR-20 questionnaire), 12.8% of respondents reported moderate to severe depression (PHQ-9 questionnaire), and 69.4% of respondents were under moderate stress (PSS-10 questionnaire). According to the DASS-21 questionnaire results, 26.8% of respondents had moderate-to-severe stress, 58.9% had moderate-to-severe anxiety, and 37.6% had moderate-to-severe depression. It can be concluded that the high proportion of mental health disorders such as stress, anxiety, and depression among Universitas Tarumanagara’s medical faculty students requires special attention. This must be addressed immediately, and students must seek assistance to ensure that they won’t experience more severe conditions in the future. Keywords: Mental Health, Stress, Anxienty, Depression  ABSTRAK Menempuh pendidikan di fakultas kedokteran memerlukan kekuatan fisik dan mental yang kuat karena perjalanan studi yang panjang. Berbagai tekanan yang dihadapi dapat menimbulkan gangguan kesehatan mental yang serius seperti stress, kecemasan hingga depresi. Sampai saat ini masih belum diperoleh data mengenai kejadian gangguan kesehatan mental di fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara. Maka dengan itu dilakukan penelitian ini untuk mendapat data proporsi kejadian gangguan kesehatan mental pada mahasiswa di fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif potong lintang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner SQR-20, PHQ-9, PSS-10 dan DASS-21 untuk menilai gangguan kesehatan mental, stress, kecemasan dan depresi. Penelitian ini mendapatkan sebanyak 49.9% reponden mengalami gangguan kesehatan mental (kuesioner SQR-20), sebanyak 12.8% responden mengalami depresi sedang-berat (kuesioner PHQ-9), dan sebanyak 69.4% responden mengalami stress sedang (kuesioner PSS-10). Hasil kuesioner DASS-21 didapatkan sebanyak 26.8% responden mengalami stress sedang-sangat berat, 58.9% mengalami kecemasan sedang-sangat berat dan 37.6% mengalami depresi sedang-sangat berat. Dapat disimpulkan bahwa tingginya angka kejadian gangguan kesehatan mental berupa stress, kecemasan dan depresi pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara perlu mendapat perhatian khusus dari institusi pendidikan terkait. Hal ini harus segera ditangani dan mahasiswa perlu mendapatkan pertolongan supaya tidak menimbulkan kondisi yang lebih berat dikemudian hari. Kata Kunci: Kesehatan Mental, Stress, Kecemasan, Depresi
HUBUNGAN DURASI BERKENDARA DENGAN KEJADIAN GEJALA LOW BACK PAIN PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE Sylvano, Laurencia; Novendy, Novendy
Ebers Papyrus Vol. 27 No. 2 (2021): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v27i2.16125

Abstract

Transportasi memiliki peranan penting dalam aktivitas sehari-hari manusia. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah motor yang ada di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup besar dibandingkan jenis kendaraan lain dalam beberapa tahun belakangan ini. Dengan berkembangnya teknologi di era globalisasi, terdapat inovasi yang memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan menciptakan peluang kerja baru. Salah satunya adalah ojek online. Dengan tingginya penggunaan ojek online penyedia jasa dalam hal ini pengemudi ojek seringkali menghabiskan waktu yang cukup lama mengendarai sepeda motor. Lamanya durasi berkendara sepeda motor oleh para pengemudi ojek online dapat menyebabkan faktor resiko beberapa penyakit. Salah satunya adalah low back pain (LBP). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan timbulnya kejadian low back pain pada pengemudi ojek online sehingga dapat dilakukan pencegahan akan kejadian tersebut. Penelitian ini menggunakan metode analitik-observasional dengan pendekatan cross-sectional. Metode pengambilan data dilakukan dengan melakukan pengisian kuisioner. Total jumlah responden pada penelitian ini adalah 188 responden, dengan 168 orang responden berjenis kelamin laki-laki dan 20 orang perempuan. Pada penelitian durasi berkendara dibagi menjadi >10 jam dengan jumlah responden 97(51,3%) orang dan ?10 jam dengan jumlah responden 91(48,1%)orang. Dari penelitian didapatkan 124 responden mengalami gejala low back pain dan 64 responden tidak mengalaminya. Berdasarkan analisis bivariat, didapatkan P- value adalah 0.006 dan PR adalah 1.343, sehingga dinyatakan terdapat hubungan yang bermakna antara durasi bekendara dengan gejala low back pain pada driver ojek online.
PENGARUH BERDIRI LAMA SAAT BEKERJA DENGAN KEJADIAN VARISES VENA TUNGKAI BAWAH PADA JURU MASAK Arianti, Vera; Novendy, Novendy
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 1 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i1.19425

Abstract

Menurut data Badan Pusat Statistik Republik Indonesia pada tahun 2020, hampir 8,8 juta penduduk diatas usia 15 tahun bekerja di sektor penyediaan akomodasi, makanan dan minuman. Juru masak merupakan bagian dari sektor tersebut. Juru masak memiliki kecenderungan untuk berdiri selama bekerja. Sikap kerja dengan berdiri yang terlalu sering dan lama memiliki risiko menyebabkan timbulnya varises vena pada tungkai bawah. Namun hubungan berdiri lama dengan kejadian varises vena tungkai bawah masih belum diketahui dengan jelas, maka dengan itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan tersebut. Desain penelitian yang digunakan adalah studi potong lintang. Responden dalam penelitian ini adalah juru masak di Jabodetabek yang diambil secara purposive nonrandom sampling. Total sebanyak 134 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Sebanyak 59 (44%) responden memiliki durasi berdiri lebih dari 8 jam per hari. Selain itu terdapat sebanyak 20 (14.9%) responden memiliki varises vena tungkai bawah Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara lama berdiri dengan kejadian varises vena tungkai bawah (p value = 0.007) dan nilai PRR = 3.7. Dapat disimpulkan bahwa lama berdiri lebih dari 8 jam per hari selama memasak berisiko menimbulkan penyakit varises vena tungkai bawah. Maka dengan itu diperlukan tindakan selanjutnya sebagai upaya dalam mencegah timbulnya varisess vena tungkai bawah pada juru masak.
Penanganan Kasus Gizi Buruk pada Anak Perempuan dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Cikupa Tan, Wendy; Novendy, Novendy
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i4.58192

Abstract

Gizi buruk pada anak merupakan masalah utama yang memengaruhi kesehatan dan perkembangan anak secara keseluruhan, terutama di wilayah dengan akses kesehatan yang terbatas. Pendekatan kedokteran keluarga bertujuan untuk mengevaluasi pendekatan holistik dan komprehensif dalam menangani kasus gizi buruk pada seorang anak perempuan berusia satu tahun di wilayah kerja Puskesmas Cikupa, Kabupaten Tangerang. Penelitian dilakukan pada periode 27 Juli hingga 21 Agustus 2024. Metode yang digunakan meliputi wawancara, pemeriksaan fisik, analisis lingkungan rumah, dan diet recall harian. Intervensi meliputi pemberian susu F-100, edukasi orang tua mengenai gizi buruk dan kebersihan lingkungan. Pemantauan dilakukan secara berkala melalui kunjungan rumah mingguan. Hasil intervensi menunjukkan sedikit peningkatan di awal namun kembali menurun pada minggu ke 5 karena infeksi berulang. Frekuensi makan pasien dari 3-5 kali menjadi 7-8 kali per hari. Intervensi menghasilkan peningkatan kesadaran keluarga terhadap gizi buruk, pentingnya pola makan dan kebersihan lingkungan, meskipun tantangan seperti keterbatasan ekonomi dan lingkungan tetap ada. Pendekatan holistik terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran keluarga dan membantu pemulihan status gizi anak. Kata Kunci: Gizi buruk, Kedokteran Keluarga, Mandala of Health
SERIAL EDUKASI KELUARGA SEHAT: UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT PNEUMONIA PADA ANAK BALITA Al Widad , Alfaniah Aufa Shidqi; Novendy, Novendy; Sherlyna, Feby; Lonan, Cantika Monica Eleanor Mutiara; Almahdin, Masali
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34756

Abstract

Pneumonia is one of the leading causes of death among children worldwide. Each year, approximately 700,000 children under the age of five die from this disease—equivalent to around 2,000 child deaths per day, or one child every 45 seconds. In Indonesia, the incidence of pneumonia in children has also been increasing annually. Data from Puskesmas Legok recorded 208 cases of pneumonia throughout 2024, with 124 cases (59.6%) occurring in children under five. A mini survey conducted in February 2025 at the same health center revealed that approximately 80% of the community still lacks sufficient knowledge about childhood pneumonia. Based on these findings, a medical outreach team from the Faculty of Medicine at Universitas Tarumanagara organized an educational program to raise awareness about pneumonia in children within the local community. The activity involved direct health education and awareness sessions for residents. The effectiveness of this initiative was evaluated by comparing the participants' knowledge before and after the session, using pre- and post-tests. A total of 24 participants took part in this health outreach activity. The average pre-test score was 76.7 points, while the post-test average increased to 90.3 points, indicating an 18% improvement. This health outreach program successfully enhanced participants’ understanding of childhood pneumonia. It is hoped that this increased awareness will also lead to earlier recognition of pneumonia symptoms by parents, allowing children to receive prompt medical attention and avoid potentially serious complications.
Skrining Status Gizi melalui Pengukuran Berat Badan dan Tinggi Badan sebagai Upaya Pencegahan Kejadian Anemia pada Remaja SMP di Tangerang Novendy, Novendy; Irawaty, Enny; Lontoh, susy olivia
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i01.3000

Abstract

Anemia pada remaja menjadi masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya tinggi dan berkaitan erat dengan status gizi. Skrining anemia di lingkungan sekolah perlu didukung oleh penilaian status gizi sebagai faktor risiko, salah satunya melalui pengukuran antropometri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan melakukan skrining awal anemia yang didukung dengan pengukuran antropometri pada remaja sekolah menengah pertama. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 3 November 2025 pukul 08.30–12.00, diikuti oleh 158 siswa kelas 7–9. Metode kegiatan meliputi pengukuran tinggi badan dan berat badan, pencatatan usia, jenis kelamin dan data dianalisis secara deskriptif. Usia rata-rata siswa 12,91 ± 0,88 tahun dengan distribusi jenis kelamin yang relatif seimbang. Rerata tinggi badan adalah 157,09 ± 7,35 cm dan berat badan 52,96 ± 12,75 kg. Sebagian besar siswa memiliki status gizi normal dan ditemukan variasi status gizi termasuk overweight dan obesitas. Kegiatan ini memberikan gambaran awal status gizi remaja sebagai dasar perencanaan skrining anemia dan intervensi kesehatan lanjutan di sekolah.
Correlation between COHb, HIF-1α levels, and smoking habits with physical fatigue in online motorcycle taxi drivers Wartono, Magdalena; Tjam, Diana Samara; Lestari, Ade Dwi; Adrianus Kosasih; Novendy, Novendy
Indonesian Journal of Biomedicine and Clinical Sciences Vol 58 No 1 (2026)
Publisher : Published by Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/inajbcs.v58i1.23175

Abstract

Online motorcycle taxi drivers have varying working hours and rest periods which can influence the occurrence of fatigue among them. Additionally, working on the road made them exposed to air pollution, including carbon monoxide. Several studies have reported a relationship between carbon monoxide and fatigue levels in specific types of occupations. Therefore, the aim of this study is to determine the correlation between smoking habits, occupational factors, carboxyhemoglobin (COHb) levels, and work fatigue, as well as the correlation between hypoxia inducible factor 1-alpha (HIF-1α) and COHb levels. Demographic characteristics, smoking habits, and occupational factors were measured using a questionnaire. COHb and HIF-1α levels were measured through blood biomarker examinations, while fatigue levels were assessed using the IFRC questionnaire. Data analysis was conducted using Spearman correlation tests in the SPSS program. The results showed that majority of respondents were male (87%), with the highest age range being 19-44 yr (85.5%). More than 50% of respondents were classified as overweight or obese. The majority of them were light smokers (78.3%). Most respondents had normal COHb levels, and in terms of fatigue levels, a larger proportion experienced mild fatigue (66.7%). No correlation between COHb levels, smoking habits, occupational factors, and fatigue levels as well as between HIF-1α and COHb levels (p>0.05). In conclusion, no correlation is found between COHb levels, smoking habits, occupational factors, and fatigue levels. Similarly, there is no correlation between HIF-1α and COHb levels.
THE EFFECT OF FASTING BLOOD GLUCOSE LEVELS ON LIPID PROFILES Novendy, Novendy; Tirtasari, Silviana
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ch2w4j42

Abstract

Metabolic diseases have become a common health problem faced by many people in Indonesia. Two important indicators for monitoring the onset of metabolic diseases are blood glucose and blood lipids. Blood glucose has a strong physiological relationship with lipid metabolism, including triglycerides, total cholesterol, LDL, and HDL. Excess blood glucose that is not utilized by the cells is converted into fatty acids through the process of lipogenesis in the liver, which are then stored as triglycerides, leading to elevated blood lipid levels that may contribute to the development of metabolic diseases. One private clinical laboratory in Tangerang City has received numerous test requests related to blood glucose and blood lipids. However, no analysis has been conducted to date, highlighting the need for a research study. This study employed a cross-sectional design and analyzed a total of 322 samples that met the inclusion criteria. The results showed a significant association between fasting blood glucose levels and triglyceride levels (p-value = 0.0001, PRR = 2.93), as well as HDL levels (p-value = 0.01, PRR = 1.469). However, no significant relationship was found between fasting blood glucose and total cholesterol (p-value = 0.209, PRR = 1.710) or LDL levels (p-value = 0.977, PRR = 0.993). These findings emphasize the importance of controlling blood glucose levels to prevent lipid metabolism disorders, even though not all lipid profile components showed a similar association.