Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Dinamika Strength of Self-efficacy dalam Proses Pengambilan Keputusan Karier pada Fresh Graduate Rahajeng, Amlang; Putri, Ellyana Ilsan Eka
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p141-149

Abstract

Masa transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja merupakan fase krusial bagi fresh graduate dan sering disertai ketidakpastian dalam pengambilan keputusan karier. Pada fase ini, individu menghadapi tuntutan adaptasi, pengalaman penolakan, serta tekanan untuk segera menentukan arah karier. Salah satu faktor psikologis yang berperan penting dalam kondisi tersebut adalah self-efficacy, khususnya dimensi strength yang menggambarkan ketahanan keyakinan diri dalam menghadapi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika strength of self-efficacy dalam proses pengambilan keputusan karier pada fresh graduate. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Partisipan terdiri dari lima fresh graduate pada fase transisi awal karier, termasuk individu yang sedang menjalani masa training. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strength of self-efficacy bersifat dinamis dan berfluktuasi akibat tuntutan kerja, pengalaman penolakan, dan proses adaptasi. Namun, keyakinan diri cenderung menguat melalui refleksi pengalaman, pembelajaran berbasis pengalaman, umpan balik dari lingkungan kerja, serta dukungan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strength of self-efficacy berperan penting dalam membantu fresh graduate bertahan, beradaptasi, dan mengambil keputusan karier secara lebih realistis dan adaptif pada fase transisi awal karier. Abstract The transition from education to the world of work is a crucial phase for fresh graduates and is often accompanied by uncertainty in career decision-making. During this phase, individuals face adaptation demands, experiences of rejection, and pressure to promptly determine their career paths. One psychological factor that plays an important role in this condition is self-efficacy, particularly the strength dimension, which reflects the resilience of self-belief in facing challenges. This study aims to explore the dynamics of strength of self-efficacy in the career decision-making process among fresh graduates. This study employs a qualitative approach with a phenomenological design. Participants consisted of five fresh graduates in the early stage of career transition, including individuals undergoing a training period. Data were collected through semi-structured in-depth interviews, observations, and field notes, and were analyzed using thematic analysis. The findings indicate that strength of self-efficacy is dynamic and fluctuates due to work demands, experiences of rejection, and adaptation processes. However, self-confidence tends to strengthen through reflection on prior experiences, experience-based learning, feedback from the work environment, and social support. This study concludes that strength of self-efficacy plays a significant role in helping fresh graduates persist, adapt, and make more realistic and adaptive career decisions during the early career transition phase.
Optimalisasi Psychological Well-Being pada Pengurus Komunitas Perlindungan Perempuan dan Anak Nusantara (KOPPATARA) Khoirunnisa, Riza Noviana; Laksmiwati, Hermien; Putri, Ellyana Ilsan Eka
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 4 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i4.8159

Abstract

Komunitas Perlindungan Perempuan dan Anak Nusantara (KOPPATARA) sebagai lembaga advokasi perempuan dan anak di Kabupaten Malang memerlukan program optimalisasi psychological well-being bagi pengurusnya untuk meningkatkan kesejahteraan mental dan profesionalitas kerja dalam menghadapi tuntutan serta tantangan emosional di bidang sosial. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mengoptimalkan psychological well-being pada pengurus Koppatara. Intervensi dilakukan melalui rangkaian pelatihan terstruktur yang berfokus pada pengenalan konsep kesejahteraan psikologis, refleksi diri, serta keterampilan dasar pengelolaan emosi dan pola pikir adaptif. Evaluasi menggunakan desain pre–post dengan skala psychological well-being. Hasil menunjukkan peningkatan yang bermakna terkait dengan psychological well-being. Hasil PKM menunjukkan bahwa pengurus mendapat manfaat dari program dalam hal autonomi, penguasaan lingkungan, pertumbuhan pribadi, hubungan yang positif, tujuan hidup, dan keyakinan diri. Secara praktis, pelatihan ini relevan untuk memperkuat kesiapan psikologis pengurus dalam menjalankan peran advokasi dan layanan, serta layak direplikasi dengan pemantauan jangka panjang dan penyempurnaan materi berbasis kebutuhan organisasi.
Exploring Resilience through Tri Hita Karana among Divorced Balinese Hindu Women Rahmasari, Diana; Fitriana, Qurrota A’yuni; Dewi, Anak Agung Ayu Bintang Kesuma; Anggraini, Erlina; Oktaviana, Mimbar; Putri, Ellyana Ilsan Eka
Jurnal Psikologi Islam dan Budaya Vol 9 No 1 (2026): JPIB : Jurnal Psikologi Islam dan Budaya
Publisher : Faculty of Psychology, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpib.v9i1.54612

Abstract

Denpasar has emerged as a major locus of divorce in Bali, posing significant psychological, social, and spiritual challenges for women. This qualitative case study examined how Tri Hita Karana supports resilience among divorced Balinese Hindu women. Using purposive sampling, nine participants were recruited: three divorced Balinese Hindu women with children and employment, and six significant others (one child and one close friend for each woman). Data were collected through semi-structured, in-depth interviews and analyzed using reflexive thematic analysis. The findings show that Tri Hita Karana strengthens resilience through harmony with God (Parahyangan), fellow humans (Pawongan), and nature (Palemahan) by fostering self-acceptance, supportive relationships, autonomy, and a renewed sense of purpose. These values were reflected in gratitude, emotional recovery, and personal growth following divorce. The study underscores the cultural relevance of Tri Hita Karana as a local framework for women’s psychosocial adaptation after marital dissolution.