Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pendekatan Penelitian dalam Kajian Hukum dan Hukum Islam: Normatif, Empiris, dan Pendekatan Hukum Islam Jamaluddin; Syamsuddin, Rahman; Marilang
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.3859

Abstract

Urgensi pemilihan pendekatan penelitian dalam kajian hukum dan hukum Islam di tengah kompleksitas persoalan sosial dan tuntutan penillustrasian keadilan yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan menguraikan karakteristik, perbedaan, serta titik temu antara pendekatan normatif (yuridis-doktrinal), empiris (yuridis-sosiologis), dan pendekatan hukum Islam, sekaligus menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi pemilihannya. Penelitian menggunakan desain deskriptif-analitis dengan kombinasi pendekatan yuridis-normatif dan pendekatan hukum Islam melalui studi pustaka, dengan menelaah peraturan perundang-undangan, doktrin/teori hukum, karya ilmiah, serta literatur fikih klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan normatif memusatkan perhatian pada hukum sebagai norma tertulis (law in books) dan efektif untuk mengkaji asas, sistematika, serta konsistensi antar norma. Pendekatan empiris menelaah hukum dalam praktik (law in action) sehingga relevan untuk menilai efektivitas, kepatuhan, serta hambatan implementasi ketika diperlukan dukungan data lapangan. Sementara itu, pendekatan hukum Islam bertumpu pada Al-Qur’an, Hadis, ijma’, qiyas dan metode istinbath untuk menilai kemaslahatan serta relevansi norma berdasarkan maqāṣid al-syarī‘ah. Pemilihan pendekatan dipengaruhi jenis masalah, tujuan penelitian, ketersediaan data, konteks riset, dan kompetensi peneliti, dengan tambahan pada studi hukum Islam berupa relevansi dalil dan konteks sosial. Implikasinya, integrasi multi-pendekatan (mixed legal research) dapat memperkuat ketajaman analisis sekaligus meningkatkan kebermanfaatan hasil penelitian
The Principle of Contractual Justice in Islamic Home Financing: A Study at Bank Sulselbar, Sharia Branch Alifa Dzahabiyah Sir; Muhammad Saleh Ridwan; Rahman Syamsuddin; Misbahuddin, Misbahuddin; Abdul Syatar
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2026): September : Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/inovasi.v5i3.6519

Abstract

This research examines legal protection and dispute resolution mechanisms in sharia-based home financing contracts within Indonesian Islamic banking, with a focus on the application of contractual justice principles. The objective of the study is to analyse how the balance of rights and obligations, corrective justice, and the values of maqāṣid al-sharī‘ah are implemented in practice within the legal relationship between banks and customers, extending beyond mere normative compliance with formal regulations. The study adopts a field-based method combining qualitative empirical findings and normative analysis. Data were collected through in-depth interviews with Islamic banking practitioners, examination of financing contract documents, and analysis of dispute resolution practices. The findings indicate that, in formal terms, Islamic home financing contracts incorporate principles of transparency, voluntary consent, and sharia compliance. Practical implementation, however, continues to encounter substantive imbalances arising from the use of standard-form contracts, information asymmetry, and the limited bargaining position of customers. Corrective justice is pursued through non-litigation mechanisms such as financing restructuring, mediation, and staged settlement prior to collateral execution. Such mechanisms align with the maqāṣid al-sharī‘ah, particularly the protection of property and the promotion of social justice, although effectiveness depends on good faith and institutional capacity. The conclusions underscore the need to strengthen contractual transparency, optimise sharia-based dispute resolution, and enhance customer protection in order to realise substantive justice. The findings contribute empirical insights to the development of Islamic home financing studies and offer policy implications for regulators and Islamic banking institutions