Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal Of Civil Engineering And Infrastructure Technology

EVALUASI KINERJA DI COLO BARAT KABUPATEN SUKOHARJO Irwin Bachtiar Satya Nugraha; Erni Mulyandari; Gunarso
Journal of Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol. 1 No. 2 (2022): JCEIT
Publisher : Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jceit.v1i1.2230

Abstract

Bangunan irigasi mengalami penurunan fungsi akibat bertambahnya umur bangunan, bencana alam, atau pengaruh ulah manusia. Sesuai dengan amanat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Permen PUPR No. 12/PRT/M/2015 tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi bahwa evaluasi kinerja sistem irigasi dimaksudkan untuk mengetahui kondisi kinerja sistem irigasi agar kebutuhan air tanaman dapat tercapai dengan optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi jaringan irigasi di DI Colo Barat, mengetahui persentase kinerja sistem irigasi pada tiap komponennya, dan mengetahui kinerja sistem irigasi DI Colo Barat berdasarkan Permen PUPR No. 12/PRT/M/2015. Metode penelitian dilakukan dengan cara pengamatan dan observasi langsung di lapangan dengan melakukan penelusuran jaringan irigasi DI Colo Barat serta dengan melakukan analisis data sekunder. Hasil penilaian kondisi jaringan irigasi DI Colo Barat untuk saluran pembawa menunjukkan sebanyak 50% dalam kondisi baik dan 50% sisanya dalam kondisi rusak ringan, untuk jalan inspeksi DI Colo Barat menunjukkan 100% dalam kondisi baik sekali, untuk bangunan pengatur DI Colo Barat menunjukkan sebanyak 6% dalam kondisi baik sekali, 42% dalam kondisi baik, 14% mengalami rusak ringan, dan 38% sisanya mengalami rusak berat, untuk bangunan pelengkap DI Colo Barat menunjukkan sebanyak 6% dalam kondisi baik sekali, 67% dalam kondisi baik, 16% mengalami rusak ringan, dan 11% sisanya mengalami rusak berat. Hasil penilaian kinerja sistem irigasi DI Colo Barat untuk masing-masing komponen yaitu, komponen prasarana fisik memperoleh nilai 31,05%, komponen produktivitas tanam memperoleh nilai 13,35%, komponen sarana penunjang OP memperoleh nilai 8,18%, komponen organisasi personalia memperoleh nilai 12,11%, komponen dokumentasi memperoleh nilai 3,78%, dan komponen P3A memperoleh nilai 7,25%. Hasil yang diperoleh menunjukkan kinerja sistem irigasi utama DI Colo Barat memperoleh nilai 75,72% dengan kategori kinerja baik. Sehingga kerusakan yang terjadi pada DI Colo Barat masih dalam batas wajar dan tidak berpengaruh pada kinerja sistem irigasi.
PERENCANAAN BENDUNGAN DI DUSUN SENDANG PAKELAN DESA SAMBIREJO KECAMATAN WIROSARI KABUPATEN GROBOGAN Puji Prasetiawan; Erni Mulyandari; Reki Arbianto
Journal of Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol. 1 No. 2 (2022): JCEIT
Publisher : Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jceit.v1i1.2234

Abstract

Air merupakan salah satu faktor kebutuhan pangan, terutama untuk meningkatkan produktifitas lumbung pangan khususnya air irigasi untuk persawahan dalam sektor pertanian. Dengan adanya Bendungan di Dusun Sendang Pakelan Desa Sambirejo Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan yang terletak di daerah aliran sungai Sambirejo diharapkan dapat mengurangi kelangkaan air dan dapat meningkatnya indeks pertahanan pangan khususnya padi, palawija, tebu dan bahan pokok tanam lainya. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif yaitu dengan pendekatan studi kasus. Adapun data yang digunakan adalah data primer berupa data geologi, hidrologi, hidrolika dan mekanika tanah. Dalam perencanaan bendungan dilakukan analisis data hujan terlebih dahulu sehingga di dapatkan Debit Banjir Periode Ulang 25 tahun sebesar 162,20 m³/dt dan debit andalan diperoleh sebesar 257,33 m³/dt. Tampungan air direncanakan sebesar 205.600 m³ untuk mengairi areal 150 ha, dengan kebutuhan air irigasi sebesar 0,32 m³/dt. Bendungan di rencanakan dengan Bendungan Urugan Zonal dengan Inti Kedap Air yang memiliki ketinggian 16 m dengan panjang 80 m dan tinggi pelimpah 8 m dengan panjang 30 m. Material penyusun terdiri dari lempung (inti), tanah urugan, pasir, batu untuk rip-rap. Pada analisis stabilitas lereng terhadap longsoran dengan menggunakan bantuan Aplikasi Geo-Studio. Dari hasil analisa struktur dan stabilitas bendungan dinyatakan aman terhadap stabilitas lereng, rembesan dan uplift
PERENCANAAN PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) PADA RUAS JALAN NGRANCAH KULON – MUSUK KABUPATEN BOYOLALI DENGAN METODE AASHTO 1993 Yoga Adhim Nurrohim; Teguh Yuono; Erni Mulyandari
Journal of Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol. 2 No. 1 (2023): JCEIT
Publisher : Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jceit.v2i1.2665

Abstract

Perkerasan adalah bagian dari jalur dan bagian struktural jalan bagian melintang dari struktur jalan yang paling sentral. Struktur perkerasan dapat dibagi menjadi beberapa perkerasan seperti perkerasan lentur, perkerasan kaku, dan perkerasan komposit. Penelitian data perencanaan diambil dari ruas jalan Ngrancah Kulon – Musuk Kabupaten Boyolali, diantaranya Lalu lintas Harian Rata-rata (LHR) berisi perhitungan lalu lintas yang melewati jalan Ngrancah Kulon – Musuk. Uji Dynamic Cone Penetrometer (DCP) untuk mengetahui nilai (CBR) California Bearing Ratio dilakukan sebanyak 10 titik jarak uji 200meter dari STA 0+000 – 2+000 pada ruas jalan Ngrancah Kulon - Musuk. Data curah hujan diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Boyolali. Berdasarkan analisis data yang didapat, diambil kesimpulan bahwa perencanaan struktur jalan Ngrancah Kulon – Musuk menggunakan perkerasan kaku (rigid pavement), untuk metode perencanaan ini menggunakan metode AASHTO 1993. Setelah dilakukan perhitungan didapat tebal rigid pavement 200 mm dengan lapis pondasi bawah (lean concrete) 70 mm, kebutuhan tulangan memanjang dan melintang Ø10 – 250 mm, dowel Ø25 - 300 mm panjang 450 mm, tie bar D 16 mm - 1200 mm (ulir) panjang 800 mm, gambar perencanaan di aplikasikan menggunakan autocad berdasarkan perhitungan yang didapat. Hasil Rencana Anggaran Biaya (RAB) didapat biaya dibutuhkan sebesar Rp. 5.650.761.000,00 (Lima milyar enam ratus lima puluh juta tujuh ratus enam puluh satu ribu rupiah).
EVALUASI KINERJA PRASARANA FISIK DAERAH IRIGASI WADUK PONDOK KABUPATEN NGAWI PROVINSI JAWA TIMUR Dani Wahyu Nugroho; Erni Mulyandari; Sumina Sumina
Journal of Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol. 2 No. 2 (2023): JCEIT
Publisher : Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jceit.v2i2.3097

Abstract

Pondok Reservoir is one of the small reservoirs in the Bengawan Solo River Basin (DAS) which has an area of 3,450 ha and can hold as much as 29 million m3 of water. Over time, weir operation activities must be in line with weir maintenance activities. In this regard, it is necessary to evaluate the performance of irrigation areas. The method used in this study was observation and direct observation in the field by tracing the irrigation network of the D.I Pondok Reservoir and conducting secondary data analysis. The results of this study indicate that the total number of physical infrastructure assets is 139 consisting of 62 control buildings and 87 auxiliary buildings. The condition of the physical infrastructure of the Pondok D.I Reservoir for the carrier channel is 70.6% in good condition and 29.4% in a slightly damaged state, for regulatory buildings 70% is in good condition, 8.3% is in a slightly damaged condition, and 21.7% is in good condition. severely damaged condition, for supporting buildings 69.6% in good condition, 19% in slightly damaged condition, and 11.4% in severely damaged condition, for drainage and buildings in good condition, and for access/inspection roads 94% in good condition well and the remaining 6% is in slightly damaged condition. Physical infrastructure performance in the Pondok D.I Reservoir was obtained at 68.84% of 100%, meaning that this performance is included in the less criteria and needs attention
ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI TRANI Susanto, Rio; Mulyandari, Erni; Purnomoasri, RA Dinasty
Journal of Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol 3 No 1 (2024): JCEIT
Publisher : Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jceit.v3i1.3545

Abstract

Daerah Irigasi Trani merupakan salah satu bendung yang berada di Provinsi Jawa Tengah tepatnya berada di Kabupaten Sukoharjo dan kabupaten Karanganyar, seiring pertumbuhan penduduk terjadi perubahan tata guna lahan menjadi daerah permukiman. Sehingga diperlukan analisis kebutuhan air irigasi pada Daerah Irigasi Trani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah aset prasarana / bangunan fisik di jaringan irigasi, untuk mengetahui luas areal Daerah Irigasi Trani, untuk mengetahui besarnya jumlah kebutuhan air irigasi maksimum dan kebutuhan air irigasi minimum pada Daerah Irigasi Trani dengan perhitungan manual (metode KP-01). Dari hasil penelitian didapatkan hasil antara lain Bendung Trani memiliki total 237 aset bangunan prasarana fisik, Sebagian besar prasarana fisik tersebut dalam kondisi baik dan masih dapat berfungsi dengan baik. Luas Areal Daerah Irigasi Trani didapatkan hasil seluas 1486,7 Ha menggunakan bantuan google earth. Kebutuhan air irigasi maksimum tanaman padi diperoleh sebesar 5,99 m3/detik pada periode pertama dan pada periode kedua bulan Desember, Kebutuhan minimum air tanaman padi diperoleh sebesar 2,16 m3/detik yaitu pada periode pertama bulan Februari. Sedangkan untuk perhitungan Kebutuhan air irigasi maksimum tanaman palawija terjadi pada periode kedua bulan Juli yaitu sebesar 4,32 m3/detik dan kebutuhan air irigasi minimum tanaman palawija terjadi pada periode kedua bulan Oktober yaitu sebesar 0,82 m3/detik