Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS METODE KOMUNIKASI SBAR (SITUATION, BACKGROUND, ASSESMENT, RECOMENDATION) DI INSTALASI GAWAT DARURAT Wahyuningsih Safitri; Gatot Suparmanto; Anita Istiningtyas
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 13 No. 2, Juli 2022
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.814 KB) | DOI: 10.34035/jk.v13i2.845

Abstract

Komunikasi efektif yang tepat waktu, akurat, lengkap, jelas, dan dipahami oleh penerima mengurangi kesalahan dan meningkatkan keselamatan pasien. Komunikasi SBAR (Situation, Background, Assassement, Recomendation) adalah metode komunikasi yang digunakan untuk anggota tim medis kesehatan dalam melaporkan kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode komunikasi SBAR (Situation, Background, Assassement, Recomendation) di Instalasi Gawat Darurat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Pemilihan sampel dengan total sampling. Alat penelitian adalah kuesioner tentang pelaksanaan komunikasi SBAR di ruang IGD. Hasil menunjukkan komunikasi situation paling banyak adalah cukup yaitu sebanyak 18 responden (52, 9%), komunikasi background paling banyak adalah baik yaitu sebanyak 16 responden (47, 1%), komunikasi assesment paling banyak adalah baik yaitu sebanyak 21 responden (61,8%), komunikasi recomendation paling banyak adalah baik yaitu sebanyak 20 responden (58,8%). Effective communication that is timely, accurate, complete, clear, and understood by the recipient reduces errors and improves patient safety. SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) communication is a communication method used for members of the health medical team in reporting the patient's condition. This study aims to analyze the SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) communication method in the Emergency Room. This research is a descriptive quantitative research. Sample selection by total sampling. The research tool is a questionnaire about the implementation of SBAR communication in the emergency room. The results show that the most situational communication is sufficient, namely as many as 18 respondents (52.9%), the most background communication is good, namely as many as 16 respondents (47.1%), the assessment communication is mostly good, namely as many as 21 respondents (61.8). %), the most recommended communication is good, as many as 20 respondents (58.8%).
PENYULUHAN EVAKUASI MANUAL UNTUK KESIAPSIAGAAN PADA KONDISI KEBAKARAN DI KELURAHAN KAMAL SUKOHARJO Gatot Suparmanto; Nurul Devi A; Linda Lidyana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 6 No 1 (2022): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v6i1.2741

Abstract

Evakuasi korban merupakan kegiatan memindahkan korban dari lokasi kejadian menuju ke tempat aman, sehinggga akhirnya korban mendapatkan perawatan dan pengobatan lebih lanjut. Kesiapsiagaan juga dapat didefinisikan sebagai keadaan siap siaga dalam menghadapi krisis, bencana atau keadaan darurat lainnya. Kesiapsiagaan bertujuan untuk meminimalkan efek samping bahaya melalui tindakan pencegahan yang efektif, tepat waktu, memadai, efesiensi untuk tindakan tanggap darurat dan bantuan saat bencana. Metode yang digunakan adalah metode simulasi evakuasi mandiri pada warga.Tujuan dari penyuluhan ini adalah untuk melatih warga agar warga memahami bagaimana cara evakuasi manidiri pada kondisi kebakaran. Hasil didapakan sebalum dilakukan simulasi dilakukan pre test untuk 30 warga didapkan hasil rata-rata adalah dengan kategori kurang 21 dan cukup 8 orang dan yang baik adalah nol dan setelah dilakukan simulasi dan diberikan post tes maka kategori cukup menjadi 8 dan baik menjadi 22 dan tidak ada kategori kurang yang berarti bahwa untuk kesiapsiagaan warga.sehingga penyuluh memberikan saran untuk metode simulasi dapat digunakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga pada kondisi kebakaran.
PENGARUH EDUKASI TEKNIK HEMLICH MANUVER TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU DALAM PENANGANAN TERSEDAK PADA ANAK DI DESA KETRO PACITAN S Saelan; Gatot Suparmanto; Sahuri Teguh Kurniawan; Miki lestari
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 14 No. 1, Januari 2023
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v14i1.953

Abstract

Tersedak merupakan suatu kegawatdaruratan yang sangat berbahaya, karena dalam beberapa menit akan terjadi kekurangan oksigen secara umum dan menyeluruh sehingga hanya dalam hitungan menit dapat kehilangan refleks napas, denyut jantung dan dapat mengalami kematian. Penanganan tersedak pada anak dengan metode Heimlich manuver dilakukan dengan cara menekan dada dan perut. Pengetahuan menjadi hal yang penting bagi individu terutama bagi ibu yang memiliki anak usia di bawah 5 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu dalam penanganan tersedak pada anak. Penelitian menggunakan metode quasy experiment rancangan penelitian pre and posttes without control group design pada 33 ibu yang memiliki anak usia 2-5 tahun, variabel yang diamati: Tingkat pengetahuan ibu, teknik hemlich manuver. analisa data dengan paired t test. Karakteristik usia rata-rata 33 tahun. pekerjaan terbanyak wiraswasta sebanyak 18 responden. Pendidikan tertinggi SMA dengan 15 responden. Tingkat pengetahuan ibu sebelum dilakukan edukasi teknik hemlich manuver sebanyak 30 responden mendapat nilai kurang, setelah dilakukan edukasi teknik hemlich manuver tingkat pengetahuan ibu dengan kategori baik sebanyak 25 responden. Hasilnya terdapat pengaruh edukasi dengan nilai p- Value 0,000 (p < 0,05). Pada tingkat pengetahuan ibu meningkat setelah dilakukan edukasi secara demonstrasi langsung dengan menggunakan teknik hemlich manuver untuk penanganan tersedak pada anak. Choking is a very dangerous emergency, because with in a few minutes there will be a general and complete lack of oxygen so that in just minutes you can lose your breath reflex, heart rate and can die. Handling of choking in children with the Heimlich maneuver method is done by pressing the chest and abdomen. Knowledge is important for individuals, especially for mothers who have children under 5 years of age. This study aims to determine the level of knowledge of mothers in handling choking in children. The study used a quasi-experimental method with pre- and post-test without control group design on 33 mothers with children aged 2-5 years. The observed variables were: Mother's level of knowledge, Hemlich maneuver technique. data analysis with paired t test. Characteristics mean age 33 years. Most of the jobs are self-employed as many as 18 respondents. The highest education is SMA with 15 respondents. The level of knowledge of the mother before the Hemlich maneuver technique education was carried out as many as 30 respondents got a low score, after the Hemlich maneuver technique education the mother's level of knowledge was in the good category as many as 25 respondents. The result is that there is an effect of education with a p-value of 0.000 (p < 0.05). The mother's level of knowledge increased after direct demonstration education was carried out using the Hemlich maneuver technique for handling choking in children.
Penyuluhan Kesehatan Penatalaksanaan Simpel Emergency Cedera Olah Raga Pada Warga Panti Asuhan An Nisa Kecamatan Jaten Karanganyar Gatot Suparmanto; ika subekti wulandari
Pelita Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Pelita Masyarakat, Maret
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/pelitamasyarakat.v4i2.8291

Abstract

Simple Emergency Management (SEM) training is training on how to treat or handle people who get an accident or illness that suddenly comes before receiving help from medical personnel. can recognize how to treat patients with cases such as sports injuries that need serious treatment. The training this time was conducted for the students of the An Nisa Orphanage Jaten Karanganyar. There are 50 beneficiaries from the An Nisa Orphanage. The purpose of this counseling is to provide understanding to the residents of the orphanage regarding the first handling of emergency cases, especially in sports injuries so that the emergency situation does not spread to other things. -Things that are worse. The method used is the lecture and simulation method which is assisted by the emergency team from Kusuma Husada Surakarta, namely the Kusuma Nursing Car (KNC). After evaluating the residents, it was found that 90% of the residents understood how to take the first action in a case. Emergency.
PENYULUHAN KESEHATAN DENGAN MEDIA POSTER TERHADAP KETERAMPILAN PENANGANAN PERTAMA LUKA BAKAR DI RUMAH TANGGA DI JETIS DESA GENTAN SUKOHARJO gatot suparmanto suparmanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v7i1.2973

Abstract

Burns are a form of tissue damage or loss that occurs due to contact with heat sources such as fire, boiling water, hot oil, electric shock and chemicals. One way to overcome the problem so as not to cause casualties is to provide health education about the first treatment of burns. One of the ways to do health education is by using poster media. Poster is one of the health education media that uses pictures accompanied by writing in an attractive and easy to understand form.This service aims to determine whether the effect of health education with poster media on the skills of first handling burns in the household. The method used in this service is Health Education using Poster media. with participants totaling 45 respondents. The pre-test score for the first burn wound treatment skill with adequate category was 0 people (0%), enough category was 0 people (0%), less category was 45 people (100%). Meanwhile, the post-test scores for the first burn wound management skills were in the adequate category as many as 35 people (77.8%), the sufficient category as many as 10 people (22.2%), and the less category as many as 0 people (0%). Based on these values, it can be concluded that there is an effect of health education with poster media on the skill level of first handling burns
ANALISIS FAKTOR KETERAMPILAN TRIAGE BENCANA PADA ANGGOTA BASARNAS SURAKARTA Suparmanto, Gatot; dani saputro, sutiyo; Teguh Kurniawan, Sahuri; Abdul Syukur, Bambang; Dewanto, Dany
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i2.1453

Abstract

Triase bencana adalah proses mengklasifikasikan pasien berdasarkan tingkat keparahan bencana. Kemampuan seorang responden dalam melakukan triase bencana dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pengetahuan triase responden, usia, tingkat pendidikan, senioritas, dan pengalaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan triase bencana di kalangan anggota Basarnas Surakarta. Penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi seluruh anggota Basarnas Pos Daerah Administratif Khusus Provinsi Surakarta, dengan jumlah sampel 32 orang menggunakan purposive sampling. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan relawan kuesioner tentang keterampilan relawan Hasil menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan triase bencana adalah faktor masa kerja dengan nilai p value sebesar 0,042 Kesimpulan pada penelitian ini dari 5 faktor yang diteliti hanya 2 faktor yang berpengaruh. Hal tersebut menunjukan bahwa faktor lama kerja dan tingkat pendidikan memiliki hubungan dengan pelaksanaan triage bencana anggota Basarnas Surakarta sehingga perlu pendalaman teorti serta menambah materi di bagian kurikulum Basarnas mengenai Triage Disaster triage is the process of classifying patients based on the severity of the disaster. A respondent's ability to carry out disaster triage is influenced by several factors, including the respondent's triage knowledge, age, education level, seniority and experience. The aim of this research is to identify factors related to the implementation of disaster triage among members of Basarnas Surakarta. Descriptive research with cross sectional design. The population is all members of the Basarnas Post Special Administrative Region of Surakarta Province, with a sample size of 32 people using purposive sampling. The questionnaire used was a volunteer knowledge questionnaire, a questionnaire about volunteer skills. The results showed that the factor related to the implementation of disaster triage was the work period factor with a p value of 0.042. Conclusions in this study, of the 5 factors studied, only 2 factors had an influence. This shows that the factors of length of work and level of education are related to the implementation of disaster triage for Basarnas Surakarta members, so it is necessary to deepen the theory and add material to the Basarnas curriculum section regarding Triage.
Peningkatakan Ketrampilan BHD dengan Demonstrasi EMS pada Remaja di Desa Sumberbulu Kecamatan Mojogedang Saputro, Sutiyo Dani; Afni, Anissa Cindy Nurul; Suparmanto, Gatot
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i3.2089

Abstract

Gagal jantung merupakan penyebab utama kematian yang banyak dijumpai di tempat umum saat ini, baik di negara maju maupun berkembang seperti Indonesia. Banyak orang konvensional hampir tidak mengenal gejala dan efek samping gagal jantung. Hal ini dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk meminta bantuan krisis dengan memulai Cardiopulmonal Resucitation (CPR). Sehingga gagal jantung seringkali mematikan jika langkah yang tepat tidak segera diambil. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk Peningkatakan Ketrampilan Bantuan Hidup Dasar dengan Demonstrasi EMS (Electronic Modul Simulation) pada Remaja di Desa Sumberbulu Kecamatan Mojogedang. Pelaksanaan pengabdiam Masyarakat ini bekerja sama dengan mitra pengadian dan pelaksanaan kegiatan dikakukan di Rumah Revolusi Mentas WCS Mojogedang. Waktu pelaksanaan kegiatan dilakukan pada bulan Desember 2022 - Mei 2023 selama 50 jam dengan metode Demonstrasi EMS (Electronic Modul Simulation). Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah remaja di Desa Sumberbulu sebanyak 42 orang. Evaluasi ketrampilan dilakukan dengan menggunakan lembar checjklist ketrampilan BHD sedangkan monitoring jangka panjang dilakukan dengan kuesioner via google form. Pengabdian ini mendapatkan tanggapan yang cukup baik dari kalangan pemuda sebagai tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan mendapatkan ijin oleh kepala desa dan Puskesmas. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat menunjukkan peningaktan ketrampilan remaja dalam BHD secara sigfnifikan dengan nilai rata-rata 55,71 menjadi 84,40 serta hasil uji Wilcoxon mendapatkan nilai p value 0,0001.
Effect Of Pre-Earthquake Disaster TrainingEarth About Wrapsing Splains Against Student/Student Knowledge Level At Sma Negeri 1 Pundong Bantul Tri Wulandari, Endah; Anggita Cahyani, Devi; Suparmanto, Gatot
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 16 No. 1, Januari 2025
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v16i1.1478

Abstract

Earthquakes are one of the natural disasters which in reality cause quite a large impact, especially the number of victims caused. One location that has a fatal risk is school. In fact, school safety needs to be a global priority to face the threat of earthquake disasters. This negative impact is caused by a lack of knowledge and preparedness to anticipate an earthquake disaster. There is a need to increase preparedness to reduce the bad risks that may occur. Therefore, the aim of this research is to determine the effect of pre-earthquake disaster training regarding splint dressing on the level of knowledge of students at SMA N 1 Pundong. The method used in this research was pre-experiment. The research design used was a one-group pretest-posttest design. The research results showed that there was an Asymp.sig value. (2-tailed) 0.000, because the value of 0.000 is smaller than <0.05, it can be concluded that "Ha is accepted" which means there is a difference between the pretest and posttest results, so it can be concluded that there is an influence from the Pre-Earthquake Disaster Training on Wraps Bidai on Knowledge in Students and Students of SMA Negeri 1 Pundong.
Peningkatkan Kesiapsiagaan Pemuda Islam Surakarta melalui Pelatihan Penanggulangan Gawat Darurat bagi Peserta JUMPA Saelan, Saelan; Suryandari, Dewi; Priambodo, Galih; Suparmanto, Gatot
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i2.5914

Abstract

Penanggulangan gawat darurat merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap individu, terutama bagi pemuda yang aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan peserta Jambore Ukhuwah Mukhoyyam Pemuda Islam Surakarta (JUMPA) yang dimulai pada hari Jumat hingga Minggu, tanggal 17-19 Januari 2025, bertempat di Wonder Park Tawangmangu. Kegiatan pelatihan dilaksanakan hari ke 2 hari Sabtu, 18 Januari 2025 sebanyak 300 peserta mengikuti kegiatan ini, di mana sebelumnya mereka belum memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang penanggulangan gawat darurat. Materi yang diberikan meliputi Bantuan Hidup Dasar (BHD), balut bidai, dan teknik evakuasi. Metode pelatihan meliputi pemberian materi teoritis, simulasi, dan praktik langsung. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, peserta tidak mengetahui cara memberikan pertolongan kepada korban. Namun, setelah pelatihan, peserta mampu memahami dan mempraktikkan keterampilan penanggulangan gawat darurat dengan baik, dengan rata-rata nilai keterampilan sebesar 90. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan berhasil meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta dalam penanggulangan gawat darurat, sehingga diharapkan mereka dapat berperan sebagai pertolongan pertama dalam situasi darurat di masyarakat.
Role Model Media Miniatur untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Mahasiswa dalam Fase Mitigasi Manajemen Bencana di Universitas Kusuma Husada Surakarta Singgih Nugroho; Gatot Suparmanto; Sutiyo Dani Saputro
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk119

Abstract

Disaster is an event that threatens and disrupts people's lives caused by natural factors, non-natural factors, as well as human factors, resulting in human casualties, environmental damage, loss of property, and psychological impacts. The purpose of this study was to analyze the effect of the Miniature Media Role Model on student preparedness in the disaster management mitigation phase at Kusuma Husada University, Surakarta. This type of research was an experimental study with a one group pre-test and post-test design. Respondents in the study were 36 KNC students, who were selected by purposive sampling technique. The way of collecting data was filling out a questionnaire about disaster mitigation preparedness. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The results of data analysis showed a p-value of 0.000. Furthermore, it was concluded that there was an influence of the Media Miniature Role Model on student preparedness in the disaster management mitigation phase at Kusuma Husada University, Surakarta.Keywords: mitigation; miniature media role models; disaster preparedness ABSTRAK Bencana merupakan peristiwa yang mengancam dan menganggu kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam, maupun faktor manusia, sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Role Model Media Miniatur terhadap kesiapsiagaan mahasiswa dalam fase mitigasi manajemen bencana di Universitas Kusuma Husada Surakarta. Jenis penelitian ini adalah studi eksperimental dengan rancangan one group pre-test and post-test. Responden pada penelitian adalah 36 mahasiswa KNC, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Cara pengumpulan data adalah pengisian kuesioner tentang kesiapsiagaan mitigasi bencana. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis data menunjukkan nilai p = 0,000. Selanjutnya disimpulkan bahwa ada pengeruh Role Model Media Miniatur terhadap kesiapsiagaan mahasiswa dalam fase mitigasi manajemen bencana di Universitas Kusuma Husada Surakarta.Kata kunci: mitigasi; role model media miniatur; kesiapsiagaan bencana