Claim Missing Document
Check
Articles

KEANEKARAGAMAN SERANGGA HAMA DAN SERANGGA PREDATOR PADA BUNGA TANAMAN BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola) VARIETAS BANGKOK MERAH Novita Endah Ariani; Wiwin Windriyanti; Yenny Wuryandari
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 9 No. 2 (2021): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman belimbing manis merupakan salah satu jenis tanaman holtikultura yang memiliki tingkat kerontokan bunga 60% yang diakibatkan adanya serangan hama pada bunga sehingga terjadi penurunan produksi buah belimbing manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis serangga hama dan serangga predator pada bunga belimbing manis serta pengaruh faktor lingkungan (suhu dan kelembapan) terhadap serangan hama dan kunjungan serangga predator pada bunga belimbing manis. Pengamatan dilakukan dalam 3 periode waktu, mulai dari pukul 08.00-17.00 WIB selama 20 hari. Jumlah tanaman yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 40 pohon belimbing, dalam satu hari pengamatan membutuhkan dua pohon belimbing, untuk setiap pohon dilakukan pengamatan selama 30 menit. Pengamatan dilakukan menggunakan sweep net, yellow sticky trap dan secara visual. Parameter fisika lingkungan yang dicatat terdiri dari suhu udara dan kelembapan udara. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 4 jenis serangga hama dan 2 jenis serangga predator hama pada bunga tanaman belimbing manis. Analisis indeks Shannon-Wiener serangga hama menunjukkan kategori indeks keanekaragaman rendah, indeks dominansi rendah dan indeks kemerataan rendah. Serangga predator menunjukkan kategori indeks keanekaragaman rendah, indeks dominansi tinggi dan indeks kemerataan merata.
KEANEKARAGAMAN SERANGGA HAMA PADA TANAMAN PADI DENGAN APLIKASI Streptomyces sp. DAN Trichoderma sp. DI DESA MOJOTENGAH KABUPATEN GRESIK Alifta Wiranthi; Penta Suryaminarsih; Wiwin Windriyanti
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 9 No. 2 (2021): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman padi seringkali mendapat gangguan dari organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang mengakibatkan menurunnya kualitas serta kuantitas produksi padi. upaya meningkatkan produksi bahan, agar mendapatkan hasil produksi dengan kualitas dan kuatitas yang tinggi adalah dengan pengendalian hama terpadu (PHT). Permasalahan hama dan penyakit tanaman merupakan bagian yang tidak dapat lepas dalam budidaya tanaman. Pemanfaatan agensi hayati sangat efektif dari segi biaya dan mengurangi efek negatif yan ditimbulkan oleh penggunaan pestisida kimia. Mikroorganisme merupakan agensi hayati yang mampu mengendalikan serangga hama. Genus Steptomyces sp. dan Trichoderma sp. menghaslkan enzim kitinase. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh aplikasi agensi hayati Streptomyces sp. dan Trichoderma sp. terhadap jenis, komposisi, dan populasi serangga, indeks keanekaragaman hama pada lahan tanaman padi di Desa Mojotengah Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan metode survei menggunakan cara pengamatan langsung, penangkapan serangga dilakukan menggunakan jaring (sweep net), perangkap likat kuning (yellow sticky trap), dan perangkap sumuran (pitfall trap). hasil penelitian dilahan pertanaman padi dengan populasi serangga yang ditemukan pada lahan dengan aplikasi agensi hayati sejumlah 280 individu dan tanpa agensi hayati 775 individu. Aplikasi agensi hayati Streptomyces sp. dan Trichoderma sp. berpengaruh terhadap jumlah populasi hama. Aplikasi agensi hayati Streptomyces sp. dan Trichoderma sp. berpengaruh terhadap nilai indeks keanekaragaman jenis termasuk kategori sedang, indeks kemerataan pada kedua lahan termasuk kategori sedang, indeks kekayaan jenis menunjukkan tingkat kekayaan jenis tinggi pada kedua lahan, indeks dominasi menunjukan nilai termasuk kategori sedang.
KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PADA TANAMAN BAWANG MERAH DI LAHAN YANG DIAPLIKASI FORMULASI BIOPESTISIDA DI KABUPATEN NGANJUK Hendra Wahyudi Ariyono; Sri Wiyatiningsih; Wiwin Windriyanti
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 10 No. 1 (2022): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif.. Persentase kerusakan yang besar pada tanaman dapat mengakibatkan berat umbi berkurang. Studi keanekaragaman serangga adalah langkah awal dalam pengelolaan hama pada tanaman. Tujuan penelitian ini, yaitu mengetahui indeks keanekaragaman hama dan musuh alami yang ada di pertanaman bawang merah setelah penggunaan formulasi biopestisida dan pestisida kimia. Pelaksanaan penelitian dimulai pada Desember 2020 hingga Februari 2021. Penelitian dilakukan di Desa Sukorejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk dengan ketinggian tempat 140 m diatas permukaan laut yang diaplikasikan fobio (formulasi biopestisida) dan insektisida kimia. Luas daerah penelitian sekitar 140 m², dimana terdapat 2400 populasi tanaman bawang merah. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial. Terdapat 4 perlakuan yang diulang sebanyak 6 kali sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 100 tanaman bawang merah dengan jarak tanam 18 x 14 m dan jarak barrier 50 cm. Hasil penelitian menunjukkan umlah keseluruhan arthropoda yang ditemukan pada pertanaman bawang merah pada 5 kali pengamatan yaitu sebanyak 1391 individu yang terdiri dari tujuh ordo serangga dan satu ordo Polipoda. Indeks keanekaragaman tertinggi pada perlakuan B (semi organik) dikarenakan kombinasi pupuk NPK dan penyemprotan fobio pada tanaman dapat meningkatkan keanekaragaman serangga.
POTENSI PENGEMBANGAN PERKEBUNAN MANGGA BERBASIS ORGANIK DI DESA ORO-ORO OMBOKULON SEBAGAI STRATEGI ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM Fadila Suryandika; Maroeto Maroeto; Iis Purnamawati; Wiwin Windriyanti; Penta Suryaminarsih; Pangesti Nugrahani
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 11 No. 1 (2023): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan perkebunan mangga berbasis organik di Desa Oro-Oro Ombokulon Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai jual mangga. Pengembangan perkebunan mangga organik sejalan dengan upaya mengurangi dampak perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk, 1) menganalisis faktor internal dan eksternal pengembangan kebun mangga berbasis organik 2) menyusun alternatif strategi pengembangan kebun mangga organik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, dengan menggunakan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats (SWOT). Hasil identifikasi faktor internal dan eksternal diperoleh beberapa faktor utama seperti: ketersediaan bahan baku pembuatan pupuk dan pestisida organik, kemauan dan keterampilan petani, keunikan varietas mangga, penurunan produktivitas pada masa transisi, produk organik memiliki nilai jual yang lebih tinggi, pupuk dan pestisida organik sebagai produk sampingan, dan ancaman munculnya pesaing. Berdasarkan analisis SWOT diperoleh kombinasi strategi SO, WO, ST, dan WT yang dapat digunakan untuk pengembangan perkebunan mangga berbasis organik. Beberapa strategi tersebut antara lain pengembangan produk pupuk dan pestisida organik berbasis bahan baku lokal, pengembangan agrowisata mangga organik, pengembangan keterampilan dan penguatan kelembagaan, pengembangan budidaya komoditas musiman yang dapat berdampingan dengan tanaman mangga, promosi dengan menonjolkan keunikan produk, mengajukan paten/hak kekayaan intelektual/lisensi organik atas produk, serta menjalin kerjasama dengan mitra.
Efisiensi Beberapa Jenis Warna Lampu terhadap Keanekaragaman Serangga Nokturnal pada Pertanaman Jagung (Zea mays L.) Barna Deta Cristin Naftaly; Wiwin Windriyanti; Noni Rahmadhini
Agroteknika Vol 7 No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v7i1.237

Abstract

Keberadaan serangga khususnya serangga hama nokturnal pada tanaman jagung menjadi salah satu faktor penyebab penurunan hasil produksi jagung. Penggunaan light trap menjadi alternatif alat monitoring populasi hama pada tingkatan rendah. Warna cahaya lampu mampu menghasilkan panjang gelombang yang berbeda, yang mana berpengaruh terhadap daya tarik serangga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efisiensi warna lampu terhadap keanekaragaman serangga nokturnal pada pertanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2023 di Desa Bendo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat plot berukuran 10 m x 10 m dan jarak antar plot 10 m. Setiap plot diberi perlakuan satu jenis warna lampu, yaitu merah, kuning, biru, dan putih. Parameter yang diamati mencakup jenis, peran, dan populasi serangga nokturnal pada pertanaman jagung. Analisis data dilakukan menggunakan one-way ANOVA dan uji lanjut Tukey dengan taraf signifikansi 5%, disertai dengan perhitungan efisiensi warna lampu terhadap jumlah tangkapan serangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangga nokturnal yang tertangkap oleh light trap terdiri dari 6 ordo; 13 famili; dan 18 genus. Total individu terbanyak ditemukan pada lampu biru (531 indvidu) dan terendah pada lampu merah (296 individu). Warna lampu berpengaruh secara signifikan terhadap rata-rata jumlah tangkapan serangga nokturnal, dengan lampu biru menunjukkan rata-rata jumlah tangkapan tertinggi (88,50) yang mana memiliki hasil yang berbeda nyata dengan lampu kuning (74,33) dan merah (49,33). Efisiensi tertinggi terdapat pada lampu biru dengan nilai mencapai 100% pada jumlah tangkapan jenis serangga dan total individu.
PENGARUH SAMPING INSEKTISIDA BERBAHAN AKTIF DIMEHIPO DAN FIPRONIL TERHADAP MORTALITAS DAN KEMUNCULAN IMAGO Trichogramma chilonis Muhammad Arif Wahyudin; Wiwin Windriyanti; Noni Rahmadhini; Safira Rizka Lestari
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.7691

Abstract

Pengendalian hayati menggunakan parasitoid seringkali disertai dengan aplikasi insektisida sintetis. Aplikasi pengendalian secara bersamaan tersebut masih mengalami kendala yaitu penggunaan insektisida yang tidak hanya membunuh hama target namun juga mempengaruhi keberadaan parasitoid yang memiliki peran penting dalam menekan perkembangan populasi hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan aktif dimehipo dan fipronil tersebut terhadap mortalitas dan kemunculan T. chilonis. Metode pengujian menggunakan metode uji Fresh Residue Contact. Proses perbanyakan T. chilonis meliputi pembiakan inang C. cephalonica, persiapan pias dan pembiakan T. chilonis. Pengujian residual insektisida dengan bahan aktif dimehipo dan fipronil menggunakan konsentrasi anjuran lapang paling rendah yaitu masing-masing 0.75 ml/l. Parameter pengamatan pada penelitian ini meliputi mortalitas, kemunculan imago, dan morfologi serangga setelah aplikasi insektisida. Data mortalitas dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilakukan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian menunjukan bahwa insektisida berbahan aktif dimehipo dan fipronil berpengaruh berbahaya terhadap mortalitas imago T. chilonis. Persentase kemunculan imago T. chilonis perlakuan insektisida dimehipo dan fipronil yaitu 21.56%, dan 34.89%. Aplikasi insektisida tersebut mengakibatkan imago T. chilonis mengalami abnormalitas pada bagian sayap yang mengerut, berkurangnya rumbai-rumbai pada tepi sayap dan tubuh serangga tampak mengkerut dan mengering. Hasil penelitian menunjukan insektisida berbahan aktif dimehipo dan fipronil berbahaya terhadap T. chilonis sehingga akan menurunkan efektivitas pengendalian hayati yang dilakukan.
Efisiensi Warna Lampu Berbeda pada Light Trap terhadap Ketertarikan Serangga Nokturnal pada Pertanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Ramadhan, Panji Bagus; Widajati, Wiludjeng; Windriyanti, Wiwin
JURNAL AGROTROPIKA Vol 23, No 2 (2024): Jurnal Agrotropika Vol 23 No 2, Oktober 2024
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v23i2.8362

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu tanaman hortikultura yang sering terserang hama. Light trap merupakan alternatif yang dapat digunakan dalam pengendalian serangga (hama) nokturnal yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui warna lampu yang efisien dalam menarik serangga pada pertanaman bawang merah. Pengamatan dilakukan di lahan bawang merah Dusun Maner, Desa Sumurcinde, Soko, Tuban dengan memanfaatkan light trap panel surya. Pengumpula data dilakukan dengan menggunakan light trap 5 warna (biru, hijau, kuning, merah, dan putih). Identifikasi serangga yang terperangkap dilakukan di Laboratorium Kesehatan Tanaman UPN “Veteran” Jawa Timur. Hasil penelitian ini didapatkan 878 ekor. Serangga yang ditemukan terdiri dari 4 ordo (Coleoptera, Dermaptera, Hemiptera, dan Lepidoptera), 9 famili (Carabidae, Coccinellidae, Scarabidae, Labiduridae, Pentatomidae, Reduviidae, Erebidae, Noctuidae, dan Geometridae), dan 12 genus. Uji BNJ Tukey Pairwaise didapatkan hasil warna biru memiliki nilai rerata tertinggi sebesar 59.8 dibandingkan warna lain. Sebaliknya, warna merah memiliki nilai retara terendah sebesar 13.0. Hasil ini dapat disimpulkan bahwa warna biru lebih menarik serangga dibandingkan warna lainnya. Selain itu, uji efisiensi yang dilakukan didapatkan hasil yaitu warna biru lebih efisien dibandingkan warna lainnya.  
Potential of Streptomyces spp. From Peanut Plant Soil as an Entomopathogen of Pests Spodoptera Litura Ferdianto Eko Wicaksono; Wiwin Windriyanti; Penta Suryaminarsih
Demeter: Journal of Farming and Agriculture Vol. 2 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : CV. Media Digital Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58905/demeter.v2i1.290

Abstract

Peanuts are agricultural commodities that have high economic value and play an important role in meeting human needs, namely as a source of vegetable protein, oil and other nutrients, but domestic peanut production has not been able to meet the needs of the Indonesian people. The national demand for peanuts reaches 856.1 thousand tons per year, and the average consumption of peeled peanuts is 0.32 kg per capita every year. [1] In 2013 peanut production was 701,680 tons, then there was a decrease in production in 2014 to 638,896 tons, and continued until 2015 to 605,449 tons, thus showing a 13.7% decrease that occurred from 2013 to 2015. Low productivity is caused by various factors, one of which is the attack of pests and plant diseases. This study aims to determine the type of Streptomyces spp. Microbes with high chitinolytic content that can control armyworm pests (S.litura) on peanut plants. and influence of biological control agency Streptomyces spp as an entomopathogen of insect pests S. litura. This study was able to improve understanding of the influence of the biological control agency Streptomyces spp as an entomopathogen of S. litura insect pests to protect plants in the future. The results of the exploration of Streptomyces sp. acquired Colonies are irregular and branched coccus-shaped. The colony is tightly attached to the GNA medium, wavy white with a notched surface and a starchy texture. In addition, it has the largest chitinase enzyme content with a chitin zone diameter of 3 cm. PCR test Based on BLAST® result tabulation data that isolates belong to the genus Streptomyces sp. with an identity percentage of 99.86% with Streptomyces sp. VEL gene 17 to 16 rRNA, partial sequence with access code AB914463.2 The highest mortality was in the treatment (S0 RP K3) and (S1 RP K3) there was 60% this showed that with the administration of Streptomyces sp. With a concentration of 75% can cause very high mortality with abdominal contact poison in S. Litura pests
Keragaman Nematoda Parasit Tumbuhan Pada Pertanaman Jambu Biji Kristal (Psidium guajava L.) di Pasuruan dan Lampung Fitriyani, Novi Nur; Windriyanti, Wiwin; Widayati, Wiludjeng; Swibawa, I Gede; Aeny, Titik Nur
Jurnal Agroekoteknologi Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jur.agroekotetek.v15i2.20394

Abstract

The purpose of this study was to determine the plant parasitic nematodes associated with crystal guava plantations in Pasuruan and Lampung. Soil samples was taken from crystal guava plantations in Pasuruan and Lampung. Extraction and observation of nematodes was carried out at the Laboratory of Plant Pest Science, Department of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Lampung University in November 2022-January 2023. The extraction method used filtering and centrifugation with a sugar solution. Identification based on morphological characteristics to genus level. The study identified 15 genera of parasitic nematodes, namenly Radopholus, Meloidogyne, Heterodera, Criconemoides, Xiphinema, Aphelenchus, Aphelenchoides, Tylenchulus, Tylenchus, Tylenchorynchus, Rotylenchus, Rotylenchulus, Ditylenchus, Pratylenchus, and Scutellonema. The nematodes with the highest populations were Criconemoides in Pasuruan and Radopholus in Lampung.
Aplikasi Ekstrak Mimba dan Tembakau untuk Pengendalian Serangan Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) pada Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Ali, Haidar; Mujoko, Tri; Windriyanti, Wiwin
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 11 No. 2 (2023): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v11i2.205

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) termasuk dalam famili Asteraceae yang merupakan salah satu komoditi yang memiliki nilai komersial dan prospek yang baik. Produktivitas tanaman selada di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya, namun adanya hama selada masih menjadi masalah tersendiri bagi petani selada. Ulat yang dikenal menyerang tanaman selada adalah ulat grayak (Spodoptera litura F) kehilangan hasil akibat serangan hama S. litura dapat mencapai 80% bahkan puso jika tidak dikendalikan. Salah satu tanaman pestisida nabati adalah tanaman tembakau (Nicotianae tabacum L.) Bagian yang sering digunakan adalah bagian daun dan batang. Daun tembakau kering mengandung 2–8% nikotin. Tanaman lain sebagai penghasil pestisida alami adalah tanaman mimba. Pestisida asal mimba mempunyai tingkat efektivitas yang tinggi dan berdampak spesifik terhadap organisme pengganggu. Beberapa penelitian membuktikan bahwa tingkat mortalitas pada pestisida nabati yang mengandung kombinasi daun mimba adalah mencapai 53%. Ini membuktikan bahwa daun mimba dapat dicampur dengan bahan lain agar efektifitasnya semakin meningkat. Penelitian menggunakan komposisi pestisida nabati tembakau dan mimba dengan konsentrasi 400 g/liter, 500 g/liter, dan 600 g/liter, dan juga dosis aplikasi 10 ml, 20 ml, dan 30 ml. Kombinasi dari masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali ulangan. Penelitian dilakukan didalam ruangan laboratorium, dan larva ulat grayak diletakkan pada kotak pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi tembakau dan daun mimba pada konsentrasi 600 g/liter dandengan dosis 20 ml efektif dalam menyebabkan mortalitas total larva S. litura F, selama 4 hari.
Co-Authors Aldi Kurniansyah Ali, Haidar Alifta Wiranthi Alifta Wiranthi Anestesia Hayyu Palupi, Mandayu Ardiansyah, Yoyong Ari Wijayanti Arika Purnawati Barna Deta Cristin Naftaly Damayanti, Annisa Dewi Anggraini Dita Megasari Dwi Afrian Dwi Afrian Dwi Afrian Dwi Afrian Dwi Elvira, Nolla Dwi Suci Rahayu Fadila Suryandika Ferdianto Eko Wicaksono Fitri Wijayanti Fitria Yuliasmara Fitriyani, Novi Nur Haidar Fari Aditya Harsiyanti, Harsiyanti Hendra Wahyudi Ariyono Hendra Wahyudi Ariyono Hendra Wahyudi Ariyono Herry Nirwanto I GEDE SWIBAWA, I GEDE Iis Purnamawati Indah Anita Sari Indah Nathasya, Rachmawaty Indrawan, Arga Dwi Iwan Kresna Setiadi Josua, Wahyu Ramadhani Putra Khafi, Achmad Muhaimin Nur Khasanah, Nurdiah Kurniawati Kurniawati Mahendra Kusuma, Ramadhani Maroeto Maroeto Mira Eka Nursandi Mochamad Arifin Muhammad Arif Wahyudin Muhammad Fatir Ma'ruf Musarofa, Musarofa Ningrum, Linda Wige Nisa, Isnaini Lailatun Noni Rahmadhini Novi Nafisah Najmi Novita Endah Ariani Novita Endah Ariani Nugroho, Tito Ridho Nur Supriyadi, Yudi Pangesti Nugrahani Penta Suryaminarsih Penta SURYAMINARSIH Pratista, Ariq Dies Puji Lestari Tarigan Purnomo Edi Sasongko Putri, Fanny Etrisya Putri, Vadila Mulia Qurrotu Aini, Anisah Ramadhan, Panji Bagus Ramadhani Mahendra Kusuma Ratri, Tesha Lutfika Reksiana, Catur Putri Enggit Safira Rizka Lestari Salfi Mauludhiea Firli Seftiarini, Amelia Shavira Dwi Livita Reza Sholikha, Annida Nur Rifatus Sisko Budianto Sri Wiyatiningsih Sri Wiyatiningsih Sri Wiyatiningsih Sri Wiyatiningsih Sulistyawati, Hanik Syaiful Khoiri Titik Nur Aeny Tri MUJOKO Ukhrowi, Syerlina Titis Muawanah Wahyu Santoso Wanti Mindari Widajati, Wiludjeng Widayati, Wiludjeng Widayati, Wilujeng Wijayanto, Mohamad Adi Wiludjeng Widajati Wiludjeng Widayati Yenny WURYANDARI Yenny Wuryandari YUDI NUR SUPRIADI