Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Hubungan Nursing as Caring dan Teori Self Care dalam Mencegah Komplikasi Akut pada Pasien Diabetes Mellitus Dirhan, Dirhan; Vioneery, Deoni; Fitriyani, Noor; Listiyanawati, Mutiara Dewi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.5693

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi akut jika tidak dikelola dengan baik. Perawatan pasien DM tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga pada pendekatan holistik yang melibatkan kepedulian (caring) dalam keperawatan dan perawatan mandiri (self-care) oleh pasien. Teori Nursing as Caring menekankan pentingnya kepedulian dalam membangun hubungan terapeutik antara perawat dan pasien. Hubungan yang berbasis kepedulian dapat meningkatkan motivasi pasien dalam menjalankan self-care secara optimal. Sementara itu, teori Self-Care yang menyoroti peran pasien dalam menjaga kesehatannya sendiri, yang mencakup pemantauan kadar gula darah, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, dan kepatuhan terhadap terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asuhan keperawatan nursing as caring dan teori self care dalam mencegah komplikasi akut pada pasien diabetes mellitus. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana yang bertugas di ruang rawat Shofa RS Assalam Gemolong Sragen yang berjumlah 18 orang, dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuisioner, dengan teknik observasi secara langsung. Hasil penelitian dari pelaksanaan nursing as caring dan teori self care dalam mencegah komplikasi akut pada pasien diabetes mellitus, sebagian besar dalam kategori baik 19 (36,7%), dan sebagian lagi kategori cukup 11 (63,3%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0,000 di mana nilai p< 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara pelaksaanaan nursing as caring dan teori self care dalam mencegah komplikasi akut pada pasien Diabetes Mellitus.
GANGGUAN PENYAKIT KULIT DAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT TELUK SEPANG KOTA BENGKULU: ANALISIS DERMATOLOGY LIFE QUALITY INDEX Wulan, Susilo; Oktia, Vanika; Dirhan, Dirhan; Puri, Chandrainy; Syavani, Dini
Journal of Psychology Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jp.v2i2.3487

Abstract

angguan penyakit kulit merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sering diremehkan, meskipun berdampak signifikan terhadap kualitas hidup penderitanya. Paparan lingkungan yang tidak sehat, seperti polusi udara, bahan kimia, dan kualitas air yang buruk, diketahui berperan dalam meningkatnya kejadian penyakit kulit, terutama di wilayah urban dengan aktivitas industry dan transportasi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gangguan penyakit kulit dan kualitas hidup masyarakat di kelurahan Teluk Sepang, Kota Bengkulu, menggunakan Dermatology Life Quality Index (DLQI). Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 85 repsonden berusia ≥17 tahun yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner karakteristik responden, paparan lingkungan, dan DLQI. Analisis bivariate dilakukan menggunakan uji chi square dan odds ratio (OR) untuk menilai hubungan antara gangguan penyakit kulit dan kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62,4% responden mengalami gangguan penyakit kulit. Dari kelompok tersebut, 49,1% memiliki kualitas hidup buruk (moderate hingga extreme effect), sedangkan pada kelompok tanpa gangguan kulit hanya 3,1% yang mengalami kualitas hidup buruk. Analisis statistic menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara gangguan penyakit kulit dan penurunan kualtaas hidup (p = 0,000; OR = 29,85). Penurunan kualitas hidup terutama terjadi pada domain gejala dan perasaan, ditandai oleh keluhan gatal kronis, nyeri dan rasa terbakar yang menetap. Dampak lanjutan terlihat pada domain aktivitas sehari-hari dan pekerjaan atau pendidikan berupa keterbatasan aktivitas, gangguan tidur dan penurunan produktivitas. Selain itu, domain hubungan personal dan rekreasi juga terdampak akibat lesi kulit yang telihat, rasa malu, dan pembatasan aktivitas social. Beban pengobatan yang berulang dan berkepanjangan turut berkontribusi terhadap penurunan kualitas hidup pada domain pengobatan. Temuan ini mengindikasikan bahwa responden dengan gangguan kulit memiliki peluang hampir 30 kali lebih besar untuk mengalami penurunan kualitas hidup dibandingkan responden tanpa gangguan kulit. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa gangguan penyakit kulit merupakan masalah kesehatan multidimensial yang dipengaruhi oleh factor lingkungan dan berdampak besar terhadap kualitas hidup masyarakat. Diperlukan upaya promotive dan preventif melalui pengendalian paparan lingungan, peningkatan akses air bersih, serta integrase skrining dan penatalaksanaan gangguan kulit berbasis DLQI di layanan kesehatan primer.
PENERAPAN PROTOKOL PENANGANAN DIABETES MELLITUS PADA PASIEN GERIATRI DI PANTI WREDHA DHARMA BAKTI KASIH SURAKARTA Deoni Vioneery; Noor Fitriyani; Martini Listrikawati; Mutiara Dewi Listiyanawati; Dirhan Dirhan
MEDIKA TRADA Vol 6 No 2 (2025): MEDIKA TRADA: Jurnal Teknik Elektromedik Polbitrada Vol 6 No 2 (2025)
Publisher : LPPM POLBITRADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59485/jtemp.v6i2.129

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is one of the chronic diseases that often occurs in the elderly population, especially in nursing homes. The management of DM in geriatric patients requires a special approach that takes into account their physical, psychological, and social conditions. This study aims to analyze the implementation of the DM management protocol for geriatric patients at the Wonogiri Nursing Home and to identify its impact on blood sugar control and patients' quality of life. The study employed a quantitative research method with a pre-experimental design, involving 30 geriatric patients diagnosed with DM. Data were collected through direct observation using the Diabetes Quality of Life (DQOL) questionnaire. The results of the study using the non-parametric Wilcoxon Signed-Rank Test showed that before the protocol was implemented, 23 people (60.52%) had been diagnosed with DM and required monitoring and further management, while 15 participants (39.48%) were in the pre-diabetes category) and after implementation (31 participants (81.58%) showed improvement toward the pre-diabetes category, while 7 participants (18.42%) remained in the controlled DM category). The Z-score result of -4.879 with p = 0.000 (p < 0.05) indicates a statistically significant improvement in diabetes status before and after the implementation of the management protocol, and contributes to the control of diabetes complications among the geriatric population at the Panti Dharma Bakti Kasih Surakarta. Keywords: diabetes mellitus, geriatrics, management protocol
PENINGKATAN KUALITAS AIR KERUH BERPASIR MENGGUNAKAN SAND FILTER Susilo Wulan; Rina Aprianti; Dirhan Dirhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 7 No. 3 (2024): Desember: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kualitas air bersih di Masjid Al-Fattah RT 35 Kelurahan Sidomulyo Kota Bengkulu, menjadi perhatian utama dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Air dari sumur bor masjid mengandung partikel pasir halus dan berwarna putih keruh, sehingga kurang layak digunakan untuk kebutuhan berwudhu dan aktivitas masjid lainnya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas air bersih melalui pemasangan sistem filtrasi SiFIBER serta memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga kualitas air. Sistem filtrasi yang dipasang menggunakan media pasir silika, pasir aktif, zeolit, dan karbon aktif yang diharapkan mampu mengurangi zat padat terlarut dan meningkatkan kualitas air. Pengujian kualitas air dilakukan sebelum dan sesudah pemasangan SiFIBER dengan alat TDS Meter. Hasil menunjukkan penurunan kadar Total Dissolved Solids (TDS) dari 331 ppm menjadi 279 ppm, serta penurunan nilai Electrical Conductivity (EC) dari 546 µS/cm menjadi 524 µS/cm, yang menunjukkan penurunan kontaminan potensial dan peningkatan kualitas air. Berdasarkan standar WHO, hasil ini menunjukkan bahwa air di masjid telah mendekati kualitas aman untuk digunakan. Dampak dari program ini meliputi peningkatan ketersediaan air bersih untuk keperluan ibadah di masjid dan peningkatan pemahaman masyarakat akan pentingnya sanitasi air yang layak. Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam hal ketersediaan air bersih (SDG 6) dan kesehatan yang baik (SDG 3). Pemantauan dan evaluasi secara berkala direkomendasikan untuk menjaga konsistensi kualitas air, serta potensi replikasi program di wilayah lain yang menghadapi masalah serupa.Kata Kunci: Air bersih, TDS, EC, Filtrasi, Kualitas Air, Sanitasi
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Membuang Sampah Masyarakat di Kelurahan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah Suryani Suryani; Apri Seliani; Dirhan Dirhan; Novi Ade Suryani
Jurnal Sains Kesehatan Vol 33, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.33.1.98-109

Abstract

Sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang dapat berdampak buruk terhadap kebersihan dan kesehatan masyarakat. Kebiasaan membuang sampah sembarangan masih banyak ditemukan, termasuk di Kelurahan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, serta ketersediaan sarana dan prasarana dengan perilaku membuang sampah pada masyarakat. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 58 responden yang terdiri dari kepala keluarga di RT 05 dan RT 06 Kelurahan Taba Penanjung yang diambil secara proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31,0% responden memiliki pengetahuan kurang, 48,3% memiliki sikap negatif, 48,3% menilai sarana prasarana kurang memadai, dan 44,8% berperilaku kurang baik dalam membuang sampah. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku membuang sampah, sedangkan sarana dan prasarana berhubungan signifikan dengan perilaku membuang sampah, dengan keeratan hubungan sedang. Disarankan agar pemerintah desa dan pihak terkait meningkatkan penyediaan fasilitas pengelolaan sampah disertai pembinaan masyarakat untuk membentuk kebiasaan membuang sampah yang benar dan menciptakan lingkungan yang sehat.Kata Kunci: pengetahuan, perilaku membuang sampah, sarana prasarana, sikap