Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Inovasi Mal Pelayanan Publik sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik di Kabupaten Sidoarjo Belgis Syahrani; Tukiman
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 22 No. 2 (2025): Desember: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v22i2.357

Abstract

Pelayanan publik merupakan tanggung jawab penting pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun dalam praktiknya masih ditemukan kendala, seperti prosedur yang berbelit, waktu pelayanan yang lama, dan koordinasi antarinstansi yang kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis bagaimana inovasi Mal Pelayanan Publik (MPP) di Kabupaten Sidoarjo dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MPP memberikan kemudahan bagi masyarakat dengan mengintegrasikan berbagai layanan dari 28 instansi dalam satu lokasi, sehingga proses administrasi menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien. Inovasi ini juga meningkatkan kenyamanan dan kepuasan masyarakat, yang terlihat dari hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat dengan kategori sangat baik. Meskipun masih terdapat kendala, seperti koordinasi antarinstansi dan keterbatasan jaringan internet, keberadaan MPP terbukti mampu memberikan dampak positif terhadap pelayanan publik melalui kemudahan akses, transparansi, dan peningkatan kepercayaan masyarakat. Kesimpulannya, inovasi Mal Pelayanan Publik menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam menciptakan pelayanan publik yang lebih efektif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kata Kunci: Inovasi Pelayanan Publik, Mal Pelayanan Publik, Kualitas Pelayanan Publik, Pemerintah Daerah, Kabupaten Sidoarjo.
Edukasi Dan Pelatihan Pencegahan Serta Pengelolaan Diabetes Mellitus Dan Hipertensi Pada Perwiritan Muslimat Al-Jamiatul Amaliyah Desa Lalang Sunggal Deli Serdang Tahun 2025 Siti Khadijah Nasution; Taufik Ashar; Juanita; Tukiman; Devi Nuraini Santi
Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2025): November : Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/sevaka.v3i4.621

Abstract

Diabetes mellitus and hypertension can be prevented through the consistent adoption of a healthy lifestyle. Women participating in religious study groups are an important segment of the community, as they play a significant role in shaping family lifestyles. A total of 30 Muslim women from the Perwiritan Muslimat Al-Jamiatul Amaliyah in Kampung Lalang, Sunggal, Deli Serdang, participated in the community service activities consisting of education and training on the prevention and management of diabetes mellitus and hypertension. The activities began with socialization of the community service program, followed by preparation by the team, including the development of educational materials and the design of pre- and post-test instruments. Based on the Wilcoxon test, the educational intervention was found to have a significant effect. This was reflected in an increase in participants’ knowledge regarding diabetes mellitus and hypertension after the intervention. Among the 30 participants, 43.3% were classified as pre-hypertensive, 40% had stage 1 hypertension, 10% experienced a hypertensive crisis, 3.3% had stage 2 hypertension, and only one participant had normal blood pressure. Of the 30 women whose fasting blood glucose levels were measured, 43.3% were classified as pre-diabetic, 23.3% had diabetes mellitus, and 33.3% had normal glucose levels. The participants expressed their hope that future activities would include cholesterol level examinations.
Implementasi Program Angkutan Sekolah Gratis Kota Madiun sebagai Bentuk Pelayanan Publik Non-komersial Sektor Transportasi Daerah Karlista, Asahrin Nur; Tukiman
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.718

Abstract

Angkutan Sekolah Gratis Kota Madiun adalah inovasi pelayanan publik non-komersial untuk meningkatkan aksesibilitas, keselamatan, serta pemerataan transportasi bagi pelajar. ASG dioperasikan oleh Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Perhubungan, bekerja sama dengan Koperasi Angkutan Darat Kodya Dati II Madiun sebagai penyedia layanan Angkutan Kota. Penelitian ini mendeskripsikan implementasi ASG sebagai bentuk pelayanan publik daerah melalui enam prinsip pelayanan menurut Sinambela, yaitu transparansi, akuntabilitas, partisipatif, kesamaan hak, kondisional, serta keseimbangan hak dan kewajiban. Menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian deskriptif, dalam proses pengumpulan data, digunakan beberapa teknik, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasilnya penelitian menunjukkan bahwa ASG mampu memberikan manfaat signifikan bagi mobilitas pelajar, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, serta menekan risiko kecelakaan lalu lintas. Penerapan transparansi tercermin dari keterbukaan informasi kepada masyarakat, akuntabilitas terlihat dari adanya evaluasi rutin, standar keselamatan, dan pengelolaan operasional yang terstruktur. Adanya upaya untuk mendapatkan komunikasi dua arah sebagai bentuk partisispatif, ASG hadir sebagai upaya pemenuhan kebutuhan transportasi bagi pelajar telah menjadi cerminan prinsip kondisional. Persamaan hak terlihat dari penyediaan layanan inklusif, yaitu armada khusus bagi pelajar difabel. Serta upaya dari kedua belah pihak yaitu masyarakat dan penyedia layanan dalam memenuhi tanggung jawab masing-masing sebagai bentuk prinsip Keseimbangan hak dan kewajiban. Implementasi ASG masih menghadapi hambatan yaitu keterbatasan jumlah armada, kurangnya sumber daya manusia operasional, serta rendahnya kedisiplinan sebagian pengguna. Keseluruhannya, ASG berjalan cukup efektif dan mendapatkan dukungan dari masyarakat, namun tetap memerlukan optimalisasi armada, penguatan pengawasan, serta peningkatan edukasi kedisiplinan agar dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Analisis Pelayanan Angkutan Kota dalam Mendukung Program Angkutan Sekolah Gratis oleh Dinas Perhubungan Kota Madiun Adibhakti, Aqsya; Tukiman
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.722

Abstract

Program Angkutan Sekolah Gratis (ASG) Kota Madiun merupakan inovasi pelayanan publik non-komersial yang bertujuan meningkatkan aksesibilitas pendidikan, keselamatan pelajar, serta meringankan beban biaya transportasi keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas pelayanan angkutan kota sebagai moda pendukung ASG dengan menggunakan enam prinsip pelayanan publik menurut Sinambela (2014), yaitu transparansi, akuntabilitas, partisipatif, kondisional, kesamaan hak, serta keseimbangan hak dan kewajiban. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di Dinas Perhubungan Kota Madiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan angkutan kota dalam mendukung program ASG telah berjalan cukup baik dan memberikan kemanfaatan yang signifikan bagi pelajar, terutama dalam hal pemerataan akses transportasi dan peningkatan keselamatan berlalu lintas. Prinsip transparansi terlihat dari penyediaan informasi layanan, namun publikasi rute angkutan kota masih terbatas. Akuntabilitas dilaksanakan melalui uji kelayakan armada dan pengawasan pengemudi, tetapi kepatuhan terhadap kapasitas angkut masih rendah. Prinsip partisipatif terwujud melalui pendataan digital dan koordinasi sekolah, sedangkan prinsip kesamaan hak tercermin dari layanan inklusif bagi seluruh pelajar, termasuk siswa disabilitas. Secara keseluruhan, layanan angkutan kota dalam mendukung program ASG telah mendukung mobilitas pelajar secara efektif, namun masih perlu peningkatan pada aspek kedisiplinan operasional, peremajaan armada, dan optimalisasi informasi publik agar dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
ASSESSMENT OF THE PERFORMANCE OF THE APPARATUS OF THE PAMONG PRAJA POLICE UNIT (SATPOL PP) IN CONTROLLING UNLICENSED STREET VENDORS (PKL) IN MOJOKERTO CITY ananda nurhaliza; Tukiman
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i4.6705

Abstract

After the COVID-19 pandemic, the number of street vendors selling along Jalan Benteng Pancasila, Mojokerto City, has increased significantly. This condition has prompted the need for enforcement by local government officials. This study aims to assess the performance of Pamong Praja Police Unit (Satpol PP) officers in regulating the presence of street vendors at this location. The research method used is descriptive qualitative with seven informants. It uses T.R Mitchell's (1978) theory of employee performance assessment, which includes quality of work, promptness, initiative, capability, and communication. Data collection was conducted through observation, in-depth interviews, and documentation, while data analysis used the interactive model of Miles and Huberman. The results of the study show that the performance quality, competence, and communication of Satpol PP employees in carrying out street vendor control tasks on Jalan Benteng Pancasila in Mojokerto City are at a good level. However, the indicators of timeliness and initiative are still at a fairly optimal level.