Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Implementasi Program Angkutan Sekolah Gratis Kota Madiun sebagai Bentuk Pelayanan Publik Non-komersial Sektor Transportasi Daerah Karlista, Asahrin Nur; Tukiman
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.718

Abstract

Angkutan Sekolah Gratis Kota Madiun adalah inovasi pelayanan publik non-komersial untuk meningkatkan aksesibilitas, keselamatan, serta pemerataan transportasi bagi pelajar. ASG dioperasikan oleh Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Perhubungan, bekerja sama dengan Koperasi Angkutan Darat Kodya Dati II Madiun sebagai penyedia layanan Angkutan Kota. Penelitian ini mendeskripsikan implementasi ASG sebagai bentuk pelayanan publik daerah melalui enam prinsip pelayanan menurut Sinambela, yaitu transparansi, akuntabilitas, partisipatif, kesamaan hak, kondisional, serta keseimbangan hak dan kewajiban. Menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian deskriptif, dalam proses pengumpulan data, digunakan beberapa teknik, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasilnya penelitian menunjukkan bahwa ASG mampu memberikan manfaat signifikan bagi mobilitas pelajar, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, serta menekan risiko kecelakaan lalu lintas. Penerapan transparansi tercermin dari keterbukaan informasi kepada masyarakat, akuntabilitas terlihat dari adanya evaluasi rutin, standar keselamatan, dan pengelolaan operasional yang terstruktur. Adanya upaya untuk mendapatkan komunikasi dua arah sebagai bentuk partisispatif, ASG hadir sebagai upaya pemenuhan kebutuhan transportasi bagi pelajar telah menjadi cerminan prinsip kondisional. Persamaan hak terlihat dari penyediaan layanan inklusif, yaitu armada khusus bagi pelajar difabel. Serta upaya dari kedua belah pihak yaitu masyarakat dan penyedia layanan dalam memenuhi tanggung jawab masing-masing sebagai bentuk prinsip Keseimbangan hak dan kewajiban. Implementasi ASG masih menghadapi hambatan yaitu keterbatasan jumlah armada, kurangnya sumber daya manusia operasional, serta rendahnya kedisiplinan sebagian pengguna. Keseluruhannya, ASG berjalan cukup efektif dan mendapatkan dukungan dari masyarakat, namun tetap memerlukan optimalisasi armada, penguatan pengawasan, serta peningkatan edukasi kedisiplinan agar dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Analisis Pelayanan Angkutan Kota dalam Mendukung Program Angkutan Sekolah Gratis oleh Dinas Perhubungan Kota Madiun Adibhakti, Aqsya; Tukiman
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.722

Abstract

Program Angkutan Sekolah Gratis (ASG) Kota Madiun merupakan inovasi pelayanan publik non-komersial yang bertujuan meningkatkan aksesibilitas pendidikan, keselamatan pelajar, serta meringankan beban biaya transportasi keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas pelayanan angkutan kota sebagai moda pendukung ASG dengan menggunakan enam prinsip pelayanan publik menurut Sinambela (2014), yaitu transparansi, akuntabilitas, partisipatif, kondisional, kesamaan hak, serta keseimbangan hak dan kewajiban. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di Dinas Perhubungan Kota Madiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan angkutan kota dalam mendukung program ASG telah berjalan cukup baik dan memberikan kemanfaatan yang signifikan bagi pelajar, terutama dalam hal pemerataan akses transportasi dan peningkatan keselamatan berlalu lintas. Prinsip transparansi terlihat dari penyediaan informasi layanan, namun publikasi rute angkutan kota masih terbatas. Akuntabilitas dilaksanakan melalui uji kelayakan armada dan pengawasan pengemudi, tetapi kepatuhan terhadap kapasitas angkut masih rendah. Prinsip partisipatif terwujud melalui pendataan digital dan koordinasi sekolah, sedangkan prinsip kesamaan hak tercermin dari layanan inklusif bagi seluruh pelajar, termasuk siswa disabilitas. Secara keseluruhan, layanan angkutan kota dalam mendukung program ASG telah mendukung mobilitas pelajar secara efektif, namun masih perlu peningkatan pada aspek kedisiplinan operasional, peremajaan armada, dan optimalisasi informasi publik agar dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Analisis Pelayanan Konsultasi Perpajakan Pada Mall Pelayanan Publik Kabupaten Sidoarjo (Studi Kasus: Badan Pelayanan Pajak Daerah Kabupaten Sidoarjo) Maylani, Sintya Rahmi; Tukiman
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 1 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i1.735

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana layanan konsultasi perpajakan yang diberikan oleh Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo dilaksanakan di Mall Pelayanan Publik, sebagai langkah untuk meningkatkan pemahaman dan ketaatan masyarakat terkait pajak daerah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang terdiri dari wawancara dan dokumentasi sebagai sumber data utama. Analisis dilaksanakan dengan memanfaatkan lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konsultasi pajak telah berfungsi dengan baik. Fasilitas pelayanan sudah memadai, pegawai memberikan layanan dengan akurat dan sesuai dengan prosedur, serta cepat tanggap terhadap pertanyaan dan keluhan dari masyarakat. Di samping itu, jaminan layanan yang jelas dan sikap pegawai yang bersahabat semakin menambah rasa aman serta kepercayaan para wajib pajak. Secara umum, adanya layanan konsultasi ini terbukti bermanfaat bagi masyarakat dalam memahami kewajiban pajak mereka. Penelitian ini merekomendasikan agar cakupan layanan konsultasi diperluas dan pemanfaatan media digital dioptimalkan, sehingga informasi perpajakan dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.
Prinsip Transparansi dan Akuntabilitas dalam Penyelenggaraan Layanan di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Sidoarjo Nariswari, Josi Puteri; Tukiman
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 1 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i1.742

Abstract

Meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan mendorong pemerintah melakukan reformasi birokrasi melalui penguatan prinsip good governance, khususnya akuntabilitas dan transparansi. Salah satu bentuk kebijakan yang diambil adalah pembentukan Mal Pelayanan Publik (MPP) sebagai pusat layanan terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam penyelenggaraan layanan diterapkan di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Sidoarjo beserta hambatan dan faktor pendukungnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan transparansi di MPP Sidoarjo telah berjalan cukup baik melalui penyediaan informasi layanan, dan pemanfaatan media digital. Sementara itu, akuntabilitas diwujudkan melalui pelaporan kinerja, pengawasan internal, serta mekanisme penanganan pengaduan masyarakat. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan kewenangan petugas MPP dan ketidaksamaan kesiapan sistem informasi antar dinas teknis. Oleh karena itu, penguatan koordinasi lintas instansi dan penyempurnaan sistem informasi menjadi penting untuk meningkatkan efektivitas penerapan akuntabilitas dan transparansi dalam pelayanan publik.
Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tangga Melalui Edukasi Komposter dan Eco Enzyme di Kelurahan Rungkut Menanggal Surabaya Dilan Serviako Sinaga; Salsabilla Septyant Putri; Yessy Arye Yustraini; Shalsabila Titanie Harianto; Audya Dwi Tira Widodo; Tukiman
ABIDUMASY Vol 7 No 1 (2026): ABIDUMASY : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The community service deducation about composter and eco enzyme education was held at RT 03 RW 01, Rungkut Menanggal, Surabaya, to respond the problem of household organic waste management that still not effective. This activity aims to give the residents knowledge and skills for change organic waste into eco-friendly product by training them how to make composter and eco enzyme. The method used including problem identification through observation, coordination with local community leaders, making educational materials, deliver it by demonstration, and evaluation. The result show positive response and active participation from the residents in understanding and doing sustainable waste management practices. The residents start to understand that organic waste like fruit peels and food leftovers can be turn into natural cleaner or fertilizer for plants. This activity becomes the first step to build ecological awareness and social responsibility for the environment around them.
Implementasi Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) Sebagai Inovasi Layanan Pencetakan Dokumen Kependudukan Di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sidoarjo Mubarak, Yusya Hammam; Tukiman
Publiciana Vol. 18 No. 02 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/fbct3406

Abstract

Kabupaten Sidoarjo sebagai salah satu daerah dengan penduduk terbanyak di Indonesia, tentu memiliki tanggung jawab yang besar pula untuk meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan bagi seluruh warganya. Hal ini kemudian didukung dengan adanya peluncuran Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) sebagai inovasi layanan pencetakan dokumen kependudukan, yang mana adanya mesin ADM ini diharapkan dapat mencegah terjadinya pungli serta mengatasi kesulitan warga dalam mengunduh dokumen kependudukan melalui email sehingga mereka dapat mencetak dokumen menggunakan mesin ADM secara mandiri tanpa biaya. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk menganalisis terkait bagaimana implementasi mesin ADM dalam proses operasional yang berjalan hingga saat ini. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan analisis dengan menggunakan teori implementasi George Edward III berdasarkan realita yang terjadi dengan berbasis pada data yang dihimpun melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi serta data pendukung seperti buku, jurnal, atau artikel website. Mengacu pada hasil penelitian dan pembahasan, peneliti menyimpulkan bahwasannya indikator analisis yang mencakup empat aspek dalam konteks teori implementasi Edward III telah terpenuhi dan dapat mengatasi keresahan yang terjadi walaupun terdapat beberapa kendala yang masih perlu dievaluasi.
Effectiveness of SIMPEL Application (Reporting Information System) in Realized Acceleration of Village Administration Reporting in DPMD of Sidoarjo District: Efektivitas Aplikasi SIMPEL (Sistem Informasi Pelaporan) Dalam Mewujudkan Percepatan Laporan Administrasi Desa di DPMD Kabupaten Sidoarjo Sucining Tyas, Bernika; Tukiman
JKMP (Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik) Vol 14 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/jkmp.v14i1.2076

Abstract

The Sidoarjo Regency Government, as one of the innovative regions, has developed various public service applications, one of which is the SIMPEL Application (Reporting Information System) used to accelerate village administrative reporting. However, in its implementation, several issues remain, including low reporting compliance and disparities in application utilization among districts and villages. This study aims to describe and analyze the effectiveness of the SIMPEL Application in accelerating village administrative reporting at the Department of Community and Village Empowerment of Sidoarjo Regency. This research uses a qualitative descriptive approach. Data collection techniques include interviews, observations, and documentation. The analysis applies Duncan’s (1973) effectiveness theory, which consists of three indicators: goal attainment, integration, and adaptation. The results show that in terms of goal attainment, the SIMPEL Application has not been fully optimal, as indicated by the low level of village reporting that has not met the established deadlines. In terms of integration, socialization and technical guidance have been conducted by the department, but they have not been fully understood by all village officials, resulting in implementation challenges. Meanwhile, in terms of adaptation, there are still limitations in human resource capacity and readiness of village officials in transitioning from manual to digital reporting systems. In conclusion, the effectiveness of the SIMPEL Application in accelerating village administrative reporting in Sidoarjo Regency is not yet optimal. Improvements in human resource capacity, strengthening of socialization efforts, and increased commitment and discipline among village officials are necessary to enhance the effectiveness of the application.
Implementasi Layanan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital Di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Sidoarjo Eka Maharani; Tukiman
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 22 No. 2 (2025): Desember: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v22i2.346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi layanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Sidoarjo sebagai bagian dari transformasi digital dalam pelayanan administrasi kependudukan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan aktivasi IKD di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Sidoarjo telah berjalan cukup baik, didukung oleh komunikasi efektif antara pusat dan pelaksana, serta kompetensi petugas yang memadai. Meskipun demikian, terdapat kendala berupa keterbatasan pada aspek sumber daya sarana prasarana seperti jaringan internet (Wi-Fi), perangkat seluler masyarakat yang tidak selalu kompatibel dengan aplikasi, keterbatasan sistem Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM), dan kurang sederhananya alur aktivasi. Implementasi kebijakan berdasarkan model George C. Edward III 1980 menunjukkan bahwa faktor komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi telah berjalan cukup optimal pada layanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Layanan ini juga memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai layanan kependudukan secara digital.
Inovasi Mal Pelayanan Publik sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik di Kabupaten Sidoarjo Belgis Syahrani; Tukiman
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 22 No. 2 (2025): Desember: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v22i2.357

Abstract

Pelayanan publik merupakan tanggung jawab penting pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun dalam praktiknya masih ditemukan kendala, seperti prosedur yang berbelit, waktu pelayanan yang lama, dan koordinasi antarinstansi yang kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis bagaimana inovasi Mal Pelayanan Publik (MPP) di Kabupaten Sidoarjo dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MPP memberikan kemudahan bagi masyarakat dengan mengintegrasikan berbagai layanan dari 28 instansi dalam satu lokasi, sehingga proses administrasi menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien. Inovasi ini juga meningkatkan kenyamanan dan kepuasan masyarakat, yang terlihat dari hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat dengan kategori sangat baik. Meskipun masih terdapat kendala, seperti koordinasi antarinstansi dan keterbatasan jaringan internet, keberadaan MPP terbukti mampu memberikan dampak positif terhadap pelayanan publik melalui kemudahan akses, transparansi, dan peningkatan kepercayaan masyarakat. Kesimpulannya, inovasi Mal Pelayanan Publik menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam menciptakan pelayanan publik yang lebih efektif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kata Kunci: Inovasi Pelayanan Publik, Mal Pelayanan Publik, Kualitas Pelayanan Publik, Pemerintah Daerah, Kabupaten Sidoarjo.