Setyorini, Andri
Program Studi Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Surya Global Yogyakarta

Published : 45 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pencegahan penularan HIV/AIDS pada remaja melalui upaya pendidikan kesehatan menggunakan media video: Prevention 0f HIV/AIDS transmission in aldolescents through health education efforts using video media Sri Nur Hartiningsih Hartiningsih; Endar Timiyatun; Andri Setyorini; Yeni Isnaeni
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.118

Abstract

Latar Belakang: Penyakit HIV/AIDS merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalh global yang dihadapi dunia termasuk Indonesia. Remaja merupakan kelompok paling rentan tertular HIV karena kecenderungan mengalami dorongan seksual yang tinggi karena belum stabilnya horman dalam tubuh remaja, sehingga meningkatnya remaja melakukan hubungan seksual di usia dini. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan penularan HIV/AIDS pada remaja di MA Mafaza, Bantul, Yogyakarta.   Metode: Pada kegiatan pengabdian ini menggunakan metode ABCD (Asset Based Community Development)  yang diikuti oleh 27 remaja MA Mafaza. Kegiatan ini dilakukan secara tatap muka di Aula Pondok Pesantren MA Mafaza, selama 100 menit, yang dibagi menjadi 3 tahap. Tahap pertama persiapan, tahap dua adalah edukasi dengan menampilkan video, ceramah dan diskusi. Tahap ke tiga melakukan posttes. Sebelum dilakukan pendidikan kesehatan dilakukan pretes dan diakhir dilakukan postes. Instrumen pada kegiatan pengabdian ini kuesioner pengetahuan pencegahan HIV/AIDS. Hasil: setelah dilakukan penyuluhan tentang pencegahan HIV/AIDS terjadi peningkatan pengetahuan pada remaja di MA Mafaza menggunakan media video, dalam kategori baik 27 remaja (100%).  Simpulan: Kegiatan pengadian pada masyarakat yang dilakukan dengan Pendidikan Kesehatan dengan menggunakan media video dapat meningkatkan pengetahuan pencegahan HIV/AIDS.
Pendidikan kesehatan menggunakan video edukasi sebagai upaya meningkatkan sikap kader dalam pencegahan kanker serviks di Desa Wijimulyo Nanggulan: Health education using educational videos as an effort to improve the attitudes of cadres in preventing cervical cancer in Wijimulyo Nanggulan Village Endar Timiyatun; Eka Oktavianto; Sri Nur Hartiningsih; Andri Setyorini
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.462

Abstract

Latar Belakang: upaya untuk meningkatkan pencegahan kanker serviks dengan memberikan pendidikan kesehatan merupakan bentuk promosi kesehatan yang sederhana dan dapat menjangkau berbagai sasaran. Pendidikan kesehatan memberikan dan meningkatkan pengetahuan yang pada gilirannya dapat meningkatkan sikap untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat seperti upaya pencegahan kanker serviks. Perubahan sikap dipengaruhi oleh pengetahuan dan informasi yang dapat diperoleh dari mana saja, salah satunya dari penyuluhan atau pendidikan kesehatan. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan sikap kader dalam pencegahan kanker serviks. Metode: Pengabdian ini berjenis CBR (Community   Based   Research), yang dilakukan   dengan   melakukan pendidikan   kesehatan mengenai   pencegahan kanker serviks. Kegiatan pengabdian yang dilakukan   adalah   dengan   memberikan edukasi dengan media video animasi kanker serviks (definisi, tanda gejala, pencegahan, pemeriksaan dini kanker serviks). Video diputar sebanyak 2 kali dengan durasi 20 menit. Total kegiatan edukasi selama 90 menit. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah kader di wilayah Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo. Mitra dari kegiatan ini adalah Puskesmas Nanggulan 1. Pesertanya adalah kader kesehatan sebanyak 25 orang. Intrumen yang digunakan anatara lain: LCD, Soundsistem, dan Video Edukasi Kanker Serviks. Metode evaluasi dengan menggunakan pre dan posttest. Instrumen penilaian sikap menggunakan kuesioner sikap. Hasil: hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata sikap dari 70,72 menjadi 91,04. Hasil uji komparasi menggunakan uji Paired T-test didapatkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) adalah 0,000 (nilai p<0,05). Simpulan: Tindakan pengabdian masyarakat berupa edukasi dengan video edukasi sangat efektif meningkatkan sikap kader dalam pencegahan kanker serviks.
Edukasi kesehatan menggunakan media video dan booklet dapat meningkatkan praktik kader dalam penyuluhan pencegahan HIV/AIDS: Health education using video media and booklets can improve cadre practices in HIV/AIDS prevention counseling Sri Nur Hartiningsih; Andri Setyorini; Suryati; Gani Apriningtyas Budiyati
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.464

Abstract

Latar Belakang: Pengidap HIV/AIDS dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan. pemerintah telah menggalakkan program edukasi ke masyarakat untuk menekan penularan HIV/AIDS di masyarakat, hanya saja hasilnya belum optimal, sehingga peran kader kesehatan di masyarakat perlu ditingkatkan untuk menurunkan angka penularan HIV/AIDS. Media edukasi perlu didikembangkan untuk mempermudah dalam memberikan edukasi ke masyarakat.   Tujuan: Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatan praktik kader dalam memberikan penyuluhan di masyarakat tentang pencegahan HIV/AIDS. Metode: Pada kegiatan pengabdian ini menggunakan metode PAR (Participatory Action Research),  peserta kegiatan ini adalah kader kesehatan Padukuhan Panjatan, Kulon Progo,  Yogyakarta, yang berjumlah 25 kader. Edukasi ini dilakukan  secara tatap muka yang bertempat di Aula Balai Desa Panjatan, dengan total kegiatan selama 3 jam, dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama, dilakukan edukasi dengan menggunakan media video, dan booklet serta metode ceramah, sesi ke 2 dilakukan praktik kader. Instrumen yang digunakan adalah ceklish praktik kader. Mitra pada kegiatan ini adalah Kader di Padukuhan Panjatan, Kulon Progo, Yogyakarta. Hasil: Setelah dilakukan edukasi pencegahan HIV/AIDS dapat meningkatkan praktik kader dalam melakukan penyuluhan pencegahan HIV/AIDS dengan peningkatan skor praktik kader 47,03 dengan p value 0,000. Kesimpulan : Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan dengan menggunakan media video dan booklet dapat meningkatkan praktik kader dalam memberikan edukasi tentang pencegahan HIV/AIDS.  
Pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media booklet terhadap sikap remaja tentang pencegahan HIV/AIDS di MAN 1 Bantul: The effect of health education using booklet media on teenagers' attitudes in HIV/AIDS prevention at MAN 1 Bantul Rahma Fithriah; Sri Nur Hartiningsih; Andri Setyorini; Pipin Nurhayati
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 3 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.443

Abstract

Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap penularan HIV/AIDS akibat kurangnya pengetahuan dan sikap yang belum tepat dalam pencegahan. Sikap remaja yang masih dipengaruhi stigma dan rendahnya persepsi risiko menunjukkan perlunya pendidikan kesehatan yang efektif. Media booklet dapat digunakan karena mampu menyampaikan informasi secara menarik dan mudah dipahami sehingga diharapkan dapat meningkatkan sikap remaja tentang pencegahan HIV/AIDS. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media booklet terhadap sikap remaja tentang pencegahan HIV/AIDS di MAN 1 Bantul. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment pretest-posttest with control group design. Sampel terdiri dari 60 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa pendidikan kesehatan tentang pencegahan HIV/AIDS menggunakan media booklet selama 90 menit. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sikap yang valid dan reliabel (cronbach's alpha = 0,852) serta dianalisis menggunakan uji paired t-test dan uji independent t-test. Hasil penelitian: Pada kelompok intervensi terjadi peningkatan nilai rata-rata sikap dari 74,93 menjadi 86,40, sedangkan kelompok kontrol dari nilai rata-rata 72,36 menjadi 73,03. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai t sebesar 9,369 dengan signifikansi 0,000 (nilai p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media booklet terhadap sikap remaja tentang pencegahan HIV/AIDS di MAN 1 Bantul.
Pengaruh pendidikan kesehatan dengan media booklet terhadap pengetahuan remaja dalam pencegahan HIV/AIDS di MAN 1 Bantul: The influence of health education using booklets on adolescents' knowledge of HIV/AIDS prevention at MAN Bantul Vita Lusianti; Sri Nur Hartiningsih; Supriyadi; Andri Setyorini
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 3 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.444

Abstract

Latar belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penularan HIV/AIDS karena masih terbatasnya pengetahuan tentang edukasi seksual. Kurangnya informasi yang benar dari keluarga, sekolah, maupun media pendidikan kesehatan dapat menyebabkan remaja kurang memahami cara penularan dan pencegahan HIV/AIDS. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan yang tepat dan mudah dipahami sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja agar mampu melakukan pencegahan sejak dini.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media booklet terhadap pengetahuan remaja  dalam pencegahan HIV/AIDS di MAN 1 Bantul. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan penelitian Quasy-eksperimental dengan rancangan One Group Pretest-Posttes with control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 60 responden yang terdiri dari 30 kelompok intervensi dan 30 kelompok kontrol. Analisis data menggunakan Uji Paired T Test dan Uji Independent T test. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan remaja yang signifikan pada kelompok intervensi setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media booklet, dari mean 12,77 menjadi 22,10 (nilai p = 0,001). Pada kelompok kontrol tidak terdapat peningkatan yang signifikan, dari mean 12,57 menjadi 15,60 (nilai p = 0,662). Hasil uji Independent T-Test menunjukkan adanya perbedaan peningkatan pengetahuan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan selisih rata-rata sebesar 9,5 (p = 0,001). Simpulan: Terdapat pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan media booklet terhadap pengetahuan remaja di MAN 1 Bantul.