Claim Missing Document
Check
Articles

Optimisasi Ketebalan Chassis Kendaraan untuk Pengurangan Konsumsi Bahan Bakar Minyak Menggunakan Metode Elemen Hingga Ojo Kurdi
Eksergi Vol 14, No 1 (2018): JANUARI 2018
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.813 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v14i1.1135

Abstract

Bahan bakar minyak jumlahnya terbatas sehingga penggunaannya perlu diminimalkan atau jika memungkinkan digantikan dengan bahan bakar lain yang dapat diperbaharui. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi pemakaian bahan bakar minyak adalah dengan mengurangi berat kendaraan, karena berat kendaraan sangat mempengaruhi konsumsi bahan bakar, semakin berat kendaraan, maka semakin banyak bahan bakar yang harus dipergunakan. Dalam makalah ini akan dikemukakan optimisasi ketebalan chassis mobil pedesaan dengan menggunakan metode elemen hingga. Tujuan dari optimisasi ini adalah untuk mendapatkan berat chassis yang seringan mungkin tetapi masih aman jika dilihat dari segi tegangan dan defleksi yang terjadi akibat beban yang diberikan. Kata kunci: Konsumsi bahan bakar, berat kendaraan, chassis, metode elemen hingga
KAJI NUMERIK PENGARUH CACAT RETAK MELINTANG PADA POROS TERHADAP PERILAKU DINAMIK SISTEM POROS ROTOR Bagus Budiwantoro; Ojo Kurdi; Kurnia Nugraha
Mesin Vol. 16 No. 3 (2001)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The stiffness of a cracked shaft changes due to the position of the crack. The problem is how to make a general equation of motion that can be used for all crack positions, so frequency response resulted represents the real frequency response of the cracked shaft. The cracked shaft modelling uses the moment inertia of cracked shaft at various crack positions is the first step. The second step is determining frequency response of significant crack position. The third step is determining the equivalent moment inertia of a cracked shaft that represents the condition of the crack. Next, by using Rayleight-Ritz Method and equivalent moment inertia of cracked shaft, the equation of motion that represents condition of cracked shaft can be determined. The results of this equation are Campbell Diagram and response to force excitation due to mass unbalance and asynchronous force. Dynamic behaviors of system are presented for three positions of crack, namely 0o, 90o, and average position. 0o position is the significant position, 90o position gives the smallest change to dynamic behavior of cracked shaft and the average position represents the condition of the cracked shaft.
ANALISIS TEGANGAN TARIK MAKSIMUM PADA KEKUATAN WELDING JOINT TERHADAP KONSTRUKSI UJI GULING BUS Maharsi Anung Kesawasidhi; Ojo Kurdi; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji guling bus merupakan salah satu pengujian aspek keselamatan pada sebuah kendaraan. Uji guling dilakukan untuk memastikan bahwa ruang aman penumpang terpenuhi sehingga saat terjadi kecelakaan atau benturan ruang aman penumpang tetap utuh. Uji guling yang dilakukan telah diatur dalam European safety commission yang disebut dengan UN-ECE. R66. Penelitian tentang uji guling sudah banyak dilakukan. Dalam uji guling bus terdapat beberapa aspek pengujian, salah satunya adalah uji tarik. Pengujian yang dilakukan pada rangka bus terletak pada 3 titik stress yaitu rangka lantai, rangka dinding, dan rangka atap bus. Pada percobaannya, benda diberikan suatu gaya terhadap arah sumbu tertentu dengan kurun waktu yang telah ditentukan hingga benda atau objek mengalami deformasi hingga terjadi patahan. Didapatkan nilai tegangan maksimum pada titik stress diperuntukkan sebagai data kelayakan uji guling bus untuk beroperasi. Pengujian dilakukan secara eksperimental dan secara simulasi dengan menggunakan metode elemen hingga. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan , didapatkan bahwa tegangan tertinggi dari pengujian pada ketiga titik yang telah ditentukan terjadi pada rangka lantai bus dengan nilai 533,3 MPa lalu tegangan terendah terletak pada rangka atap bus dengan nilai 447,3 MPa. Sedangkan untuk besaran gaya yang diberikan pada ketiga titik pengujian memiliki nilai yang beragam, gaya terbesar yang dikeluarkan untuk memperoleh deformasi terdapat pada rangka lantai bus dengan nilai 3.682,92 N dan gaya terkecil dikeluarkan terdapat pada rangka atap bus dengan nilai 911,18 N.
ANALISIS SUSPENSI DOUBLE WISBONE TERHADAP PERILAKU KENDARAAN MENGGUNAKAN METODE MULTI BODY DYNAMICS ANALYSIS Ibnu Agistia Dzaky; Toni Prahasto; Ojo Kurdi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkotaan, kendaraan sangat dibutuhkan untuk moda transportasi pulang dan pergi. Kendaraan yang umum digunakan adalah mobil perkotaan (city car), kebutuhan mobil perkotaan tidak jauh dari kenyaman dan handling. Handling kendaraan adalah bagian penting dalam kendaaran untuk mengacu pada reaksi kendaraan terhadap respon pengendara. Handling juga berperan dalam menjaga kestablilan kendaraan saat melewati kontur jalan yang tidak rata. Kendaraan yang mempunyai handling yang bagus pada saat kendaraan berakselerasi pada kecepatan tinggi akan tetap stabil dan mengurangi gangguan seperti body roll (limbung). Dalam mendapatkan performa handling kendaraan yang optimal ada beberapa faktor yang diperhatikan, seperti suspensi. Pada penelitian ini dilaksanankan untuk menghasilkan kinerja suspensi yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan beban yang di inginkan oleh kebutuhan pengendara. Performa handling kendaraan yang optimal menjadi hal yang ingin dicapai dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini dilakukan guna untuk meneliti sistem suspensi double wishbone terhadap perilaku kendaraan. Untuk acuan kendaraan dalam penelitian ini menggunakan Toyota Vios 2008. Penelitian ini dimulai dengan melakukan studi literatur dan referensi geometri mobil, kemudian dilanjutkan dengan membuat model 1 sampai dengan model 5 di Motion View dengan geometri dari Toyota Vios 2008. Dengan menganalisis suspensi double wishone menggunakan metode multi body dynamic analysis dengan software Altair 2019. Dalam penelitian ini menggunakan pengujian step steer dan single lane change untuk mendapatkan beberapa hasil parameter yang menggunakan 5 model kendaraan yang berbeda berdasarkan kekakuan suspensinya, dengan model 1 menggunakan spesifikasi suspensi depan coil spring k=120, strut damper c= 12 dan suspensi belakang coil spring k=90, strut damper c=1, sedangkan model 5 menggunakan tambahan stabilize bar OD=25 dengan spesifikasi suspensi depan coil spring k=160, strut damper c= 16 dan suspensi belakang coil spring k=100, strut damper c=2. Untuk lintasan pengujian menggunakan jalanan dalam kota dengan kecepatan 30km/jam dan jalan bebas hambatan menggunkan kecepatan 80km/jam. Parameter yang ingin didapat seperti roll angle, yaw angle, pitch angle, lateral acceleration understeer dan perilaku kendaraan lainnya. selanjutnya melakukan simulasi dan analisis. Hasil yang didapatkan model 5 lebih stabil dalam performa handling, untuk mengendalikan kendaraan pada steering wheel harus membutuhan momen, hasil pada model 5 dengan rentang momen diantara 5,18797 Nm dan -4,55829 Nm. Sedangkan pada model 1 ada diantara 5,83085 Nm dan -5,00501Nm.
Penggunaan metode Reliability-Centered Maintenance untuk menjaga keandalan material belt conveyor Djoeli Satrijo; Agus Suprihanto; Ojo Kurdi; Dwi Basuki Wibowo; Gunawan Dwi Haryadi; Yusuf Umardani; Khoiri Rozi; Muhammad Fakhri Aji Pratomo
Jurnal Material Teknologi Proses: Warta Kemajuan Bidang Material Teknik Teknologi Proses Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Material Teknologi Proses Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.054 KB) | DOI: 10.22146/jmtp.66163

Abstract

Alat transportasi berperan penting dalam mengangkut material konsentrat untuk diolah dalam pabrik smelter secara kontinyu. Peralatan tersebut dijaga agar selalu beroperasi tanpa ada kerusakan. Kerusakan alat dapat mengakibatkan terhentinya proses produksi. Oleh karena itu manajemen peralatan pabrik sangat penting, dengan melakukan maintenance secara berkala untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Permasalahan yang sering terjadi pada salah satu alat yaitu belt conveyor adalah adanya tumpahan material ketika beroperasi. Penelitian ini menerapkan metode Reliability Centered Maintenance untuk mengetahui solusi yang tepat atas permasalahan sehingga material belt conveyor memiliki kehandalan yang tinggi dan umur pakainya meningkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa failure mode yang terjadi pada belt conveyor merupakan kategori C dan memiliki persentase terbesar sehingga dampak kerugian ekonominya relatif kecil. Namun tetap demikian kemungkinan terjadinya outage pada plant tetap harus diperhatikan.
ANALISIS PENGARUH KEKAKUAN PEGAS SUSPENSI DAN RADIUS TIKUNGAN TERHADAP BODY ROLL PADA MOBIL Mush’ab Mush’ab; Ojo Kurdi; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem suspensi kendaraan dibuat untuk meningkatkan kenyamanan penumpang dan keamanan berkendara, karena dapat mengurangi efek getaran, atau gaya akibat kondisi permukaan jalan yang dilalui dan dinamika kendaraan tersebut. Ketika kendaraan menikung, akan terjadi body roll karena pengaruh gaya sentrifugal yang menyebabkan perpindahan beban dari roda dalam tikungan menuju roda luar tikungan. Body roll berpengaruh terhadap stabilitas dan handling kendaraan. Penelitian ini berisi analisis pengaruh kekakuan pegas suspensi  dan radius tikungan terhadap body roll menggunakan software simulasi kendaraan Altair MotionView. Penelitian ini menggunakan parameter spring stiffness untuk menunjukkan kekakuan suspensi dengan variasi yang diterapkan adalah 59, 70, dam 78 N/mm. Sedangkan, variasi radius tikungan yang diterapkan adalah 15, 30, 45, 60, 75, dan 90 m dengan kecepatan yang diterapkan 20-40 km/jam. Referensi kendaraan yang digunakan adalah mobil Toyota 86 dengan menggunakan pemodelan full vehicle model atau pemodelan kendaraan utuh. Jenis analisis yang digunakan adalah Constant Radius Analysis dimana kendaraan disimulasikan melaju pada jalan yang melingkar dengan radius jalan konstan dengan adanya kenaikan kecepatan. Parameter hasil yang dianalisis adalah roll angle. Hasil yang didapatkan adalah semakin kaku pegas suspensi maka body roll semakin sedikit terjadi, serta semakin kecil radius tikungan, semakin besar body roll yang terjadi ditinjau dari seberapa besar roll angle yang terbentuk.
ANALISIS KEKUATAN FATIGUE SENSOR FIBER OPTIK DIPENGARUHI OLEH GETARAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Nurgalih Prasetiya; Ojo Kurdi; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fiber Optik memiliki peran yang sangat penting terutama dalam bidang telekomunikasi dikarenakan fiber optik dapat mentransmisikan informasi volume besar dengan kecepatan cahaya serta memiliki ketelitian yang tinggi dibandingkan dengan teknologi lain. Namun dalam pengaplikasiannya, sensor fiber optic juga akan menerima impact dari pembebanan yang dibaca atau diukur dikarenakan fiber optik yang dijadikan sensor akan berkontak secara dekat dengan objek yang diamati atau diukur, sehingga akibatnya sensor fiber optic berpotensi mengalami fatigue. objek yang terus menerus terkena stress atau mengalami deformasi atau menerima beban repetitive (berulang) dalam periode waktu yang cukup panjang pada prosesnya akan  memunculkan suatu crack retakan. Salah satu penyebab terjadi fatigue pada fiber optik adalah adanya getaran. Dalam penelitian kali ini, fiber optik yang diteliti yaitu fiber optik yang digunakan pada rel kereta api untuk memantau getaran yang terjadi. Getaran yang terjadi pada rel kereta sangat berpengaruh pada kenyamanan kereta itu sendiri. Dengan melakukan analisis faitgue pada fiber optik di rel kereta, diharapkan dapat diketahui masa hidup dari fiber optik tersebut. Untuk menganalisis hal tersebut, maka digunakan meteode elemen hingga. Metode elemen hingga merupakan metode numerik yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan getaran mekanis dan struktural yang komplek.
RANCANG BANGUN MAINAN MEKANIKAL LUNCURAN KELERENG MENGGUNAKAN SISTEM PENGANGKAT TANGGA BERJALAN DAN KINCIR SILANG Andrean Rizky Agung Maulana; Dwi Basuki Wibowo; Ojo Kurdi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mainan adalah salah satu sarana pembelajaran yang sangat efektif, salah satunya adalah mainan mekanikal yang memiliki nilai edukatif dan terdapat unsur science dan teknologi. Tujuan dari mainan mekanikal ini adalah untuk memperkenalkan fisika mekanika kepada masyarakat melalui media mainan. Produk mainan ini mensimulasikan gerak kelereng berupa siklus yang secara umum terdiri dari 2 komponen yaitu: (1) pengangkat kelereng berbentuk kombinasi kincir dan tangga berjalan, dan (2) panel lintasan turun berupa down rail dan screw drop. Setiap komponen dirancang dari beberapa modul dan setiap modul disimulasikan dan di lakukan analisa posisi dan kecepatan agar pergerakan kelereng bisa terus meluncur ke modul      berikutnya tanpa hambatan. Dari hasil simulasi dan analisa pada mainan mekanikal kelereng luncur, kelereng membutuhkan waktu tempuh 25,33 detik serta kecepatan kelereng tertinggi pada mainan mekanikal luncuran kelereng berada di panel lintasan screw drop, dengan kecepatan kelereng 0,526 m/s dengan waktu tempuh 1,77 s, saat posisi kelereng terdapat pada sumbu x = 0,088 y = 0,199 z = 0,238 pada saat kelereng bergerak menuruni panel screw drop.
Analisis Kegagalan Baut Exhausted Lokomotif Mesin Diesel Elektrik Ditinjau dari Struktur Mikro Material dan Distribusi Tegangan oleh Momen Puntir Adriathma, Abduh Bayu; Kurdi, Ojo; Satrijo, Djoeli; Suprihanto, Agus
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 3 (2021): Volume 16, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i3.2854

Abstract

Lokomotif merupakan bagian dari kereta api dimana terdapat mesin untuk menggerakkan kereta api. Salah satu jenis dari kereta api di Indonesia yaitu menggunakan mesin diesel. Pada mesin diesel terdapat exhaust yang berfungsi sebagai saluran pembuangan gas emisi. Perawatan lokomotif memungkinkan terjadinya patah pada baut exhaust. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kegagalan dari baut yang dipakai pada exhaust lokomotif diesel dengan meninjau perubahan struktur mikroskopik yang terjadi pada baut dengan kondisi temperature tinggi dan mengetahui distribusi tegangan yang terjadi pada baut pada saat pelepasan. Kondisi pada daerah exhaust lokomotif kereta api dapat mencapai diatas 750°C menyebabkan perubahan struktur kristal dari material pada baut. Modulus kegagalan punter lebih rawan terjadi pada material ulet. Material baut SAE grade 5 ukuran 1 inch memiliki nilai torsi maksimum material 885,8 N.m dengan nilai standardnya yaitu 664 N.m. Dengan demikian menunjukkan bahwa pada saat temperature ruang torsi yang diberikan pada saat pelepasan baut memiliki nilai yang aman, namun dengan meningkatnya temperature menurunkan nilai tegangan maksimum material baut untuk terdeformasi puntir.
STUDI UJI UNJUK KERJA ALAT PENGUJIAN VIBRATION TRAINING SYSTEMTM 150: EKSPERIMEN BANDUL DAN TWO MASS ABSORBER SYSTEM Rayhan, Muhammad Arif; Kurdi, Ojo; Satrijo, Djoeli
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Getaran disebabkan oleh berbagai macam hal yang berada di sekitar kita. Penguikuran serta analisis getaran dinilai sangat penting karena hal tersebut merupakan salah satu faktor utama dalam perancangan dan pengoptimalan kinerja sistem mekanik. Unit TM 150 digunakan untuk melakukan berbagai macam eksperimen fenomena getaran. Pada makalah ini dilakukan eksperimen bandul yang meliputi bandul sederhana, bandul fisik, bandul gabungan, bandul reversible dan bandul bifilar, serta eksperimen two mass absorber system. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas setiap jenis eksperimen yang dilakukan pada alat uji terhadap perhitungan teoritisnya. Dari hasil perbandingan data eksperimen dengan perhitungan teoritis pada seluruh eksperimen bandul, ditemukan bahwa terdapat error pada jarak 0% hingga 8%, sehingga performa alat sangat baik dalam segi keakuratan data dan juga fenomena yang terjadi. Sedangkan pada eksperimen two mass absorber system tidak dapat membandingkan data hasil eksperimen dan teoritis karena keterbatasan alat, sehingga hanya dapat dibandingkan grafik fenomena resonansinya saja.