Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Drymariae Cordota Willd: Review Artikel Tanaman Yang Berkhasiat Mengatasi Infeksi Herpes (Dompo) pada Kulit: Drymariae Cordota Willd: Review Article Plants that’s are Effective in Overcoming Herpes Infections on the Skin Ardisya, Pinky Alifanda; Pratama, Rahmad; Oktavia, Regina; Fernando, Solagratia Okta; Viviana, Viviana; Nabila, Yasmin
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12007

Abstract

Drymaria cordata Willd., tumbuhan tradisional dengan potensi farmakologis, menunjukkan aktivitas anti-inflamasi, analgesik, dan antipiretik dalam studi preklinis. Ekstrak metanol dan airnya secara signifikan mengurangi edema pada model tikus yang diinduksi karagenan melalui penghambatan mediator inflamasi (prostaglandin, sitokin) serta menekan respons nyeri dalam uji writhing asam asetat. Efek antipiretiknya, setara aspirin, dimediasi oleh modulasi hipotalamus dan inhibisi prostaglandin E2 pada tikus demam yang diinduksi 2,4-DNP/ragi. Namun, studi toksisitas perkembangan pada embrio ikan zebra mengungkapkan LC₅₀ 448 μg/ml dengan kelainan seperti edema dan hambatan pertumbuhan, mengindikasikan risiko toksisitas pada tahap perkembangan awal. Meski hasil preklinis mendukung penggunaan tradisionalnya, belum ada uji klinis manusia yang dilaporkan (2020–2025). Penelitian lanjutan diperlukan untuk memvalidasi keamanan, dosis terapeutik, dan mekanisme molekuler, khususnya terkait potensi toksisitas pada mamalia dan populasi rentan. Temuan ini menegaskan perlunya integrasi data keamanan sebelum pemanfaatan klinis Drymaria cordata.
Literature Review: Persepsi Pasien dan Tenaga Kesehatan Terhadap Risiko Malpraktik di Rumah Sakit Kabupaten/Kota Sulawesi Tenggara Yuniar, Nani; Damayanti, Wilna; Fadilah, Waode Nesa Nur; Intan, Wa; Qolbi, Zaskia Zabrina; Firdayana, Tessa; Yuliani, Yuliani; Viviana, Viviana
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 8 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i8.729

Abstract

Tindakan malpraktik terjadi ketika tenaga medis tidak memenuhi tanggung jawabnya sesuai dengan standar yang berlaku, yang dapat mengancam keselamatan pasien. Seringkali, terdapat perbedaan pandangan antara pasien dan penyedia layanan kesehatan tentang risiko malpraktik. Pasien cenderung menilai berdasarkan pengalaman pribadi dan hasil dari pengobatan yang mereka terima, sementara profesional kesehatan mengikuti pedoman profesional dan risiko medis yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan merumuskan temuan mengenai bagaimana pasien dan tenaga medis melihat risiko malpraktik di rumah sakit, dengan perhatian khusus pada konteks daerah Kabupaten/Kota di Sulawesi Tenggara. Pendekatan yang digunakan adalah tinjauan literatur dari artikel ilmiah yang diambil dari database Google Scholar dengan menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan malpraktik medis dan sudut pandang pasien. Kriteria inklusi menentukan bahwa artikel yang dipilih harus diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025, ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris, dan tersedia dalam format teks lengkap. Dari pencarian tersebut, ditemukan enam artikel yang relevan, yang sebagian besar merupakan studi kasus di wilayah Kabupaten/Kota Sulawesi Tenggara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa cara pandang mengenai risiko malpraktik sangat dipengaruhi oleh mutu layanan kesehatan, khususnya terkait konsistensi dan empati, yang berhubungan erat dengan tingkat kepuasan pasien. Kesalahan yang signifikan, seperti kesalahan dalam diagnosis dan keterlambatan dalam layanan administratif, dapat meningkatkan risiko kesalahan medis dan keluhan yang berhubungan dengan malpraktik. Sebagai kesimpulan, pandangan tentang risiko malpraktik di rumah sakit di Kabupaten/Kota Sulawesi Tenggara sangat terkait dengan ketidakpuasan atas kualitas layanan. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan mutu layanan dan memperkuat komunikasi antara tenaga medis dan pasien guna mengurangi risiko malpraktik dan membangun kembali kepercayaan masyarakat.