Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGARUH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT PADA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA DI PUSAT PEMERINTAKOTA TANGERANG Diana Sutami; Yusmedi Yusuf; Hilman .
JURNAL ILMIAH ILMU ADMINISTRASI Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH YUSUF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.536 KB) | DOI: 10.33592/jiia.v9i2.268

Abstract

This research is motivated by the importance of the main task and the special role of the communication and informatics center in the field of service and delivery of information for the people of the city of Tangerang. The communication and information technology center of the city government of Tangerang always strives to satisfy its people in creative and innovative ways. The purpose of this study was to determine the effect of management information systems on community satisfaction. The type of research that researchers use is quantitative research using sampling techniques that are accidental sampling techniques. Based on the results obtained in this study between management information systems and community satisfaction has a positive and significant influence on results obtained in the management information systems variable that is equal to 81% of the criteria set and the results obtained on the community satisfaction variable that is equal to 86% of the criteria set.Keywords: Management Information Systems and Community Satisfaction
IMPLEMENTASI PROGRAM KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU) DI KELURAHAN CIBODAS KECAMATAN CIBODAS KOTA TANGERANG Aramita Dinah Idelia; Yusmedi Yusuf; Irvan Arif Kurniawan
JURNAL ILMIAH ILMU ADMINISTRASI Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH YUSUF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/jiia.v11i2.2134

Abstract

Permukiman kumuh termasuk salah satu persoalan yang telah ditemui dan dapat dirasakan pada berbagai kota-kota di Indonesia. Program yang telah dikeluarkan Pemerintah Indonesia adalah program KOTAKU yang pembentukannya sebagai upaya untuk peningkatan kualitas permukiman kumuh secara nasional. Kelurahan Cibodas masuk pada satu dari kelurahan di Indonesia yang menerima program KOTAKU. Penelitian dilakukan dengan analisis metode kualitatif yang hasilnya berupa data deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi program KOTAKU di Kelurahan Cibodas pada dimensi komunikasi (communication) sudah terkomunikasikan dengan baik melalui musyawarah perencanaan pembangunan, rapat pertemuan antar implementor dan sosialisasi. Dalam dimensi sumber daya (resources) kemampuan implementor yang baik dengan peningkatan melalui pelatihan-pelatihan, juga fasilitas pendukung sarana prasarana untuk memudahkan jalannya program dan anggaran melalui Bantuan Pemerintah kepada Masyarakat (BPM) dan swadaya. Pada dimensi sikap pelaksana atau disposisi (disposition) terdapat komitmen yang berpengaruh optimal melalui Surat Perjanjian Kerja (SPK) menghasilkan transparansi dengan adanya kegiatan Launching Bantuan Pemerintah kepada Masyarakat (BPM) dan pertanggungjawaban dengan pembuatan Lembar pertanggungjawaban (LPJ) dan audit kelembagaan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) serta pada dimensi struktur birokrasi (bureaucracy structure) terdapat Standart Operating Procedure (SOP) waktu tiga bulan kerja dan pembagian tugas antar pelaksana program. Kata Kunci: Implementasi, Kebijakan Publik, Kota Tanpa Kumuh
Inovasi Sektor Publik Melalui Kunjungan Rumah Cageur Jasa Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Di Puskemas Gembor Kota Tangerang Octavia Nur Rahmawati; TB. Yudi Muhtadi; Yusmedi Yusuf
Ministrate: Jurnal Birokrasi dan Pemerintahan Daerah Vol 5, No 3 (2023): Birokrasi dan Pemerintahah di Daerah 12
Publisher : Jurusan Administrasi Publik FISIP UIN SGD Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jbpd.v5i3.29049

Abstract

The Tangerang City Health Office launched the Cageur Jasa innovation as a response to health problems in the area. The purpose of this innovation is to analyze the level of community satisfaction, increase public awareness and behavior in creating healthy families at the Gembor Health Center. This research is a type of qualitative descriptive research using data collection methods through observation, in-depth interviews, and documentation. Public Sector Innovation Theory according to Funglsang & Perdesen (2011) which consists of 6 indicators namely, Technology, Service, Organization, Process, Marketing, and Conceptual. As well as the Quality of Public Services according to Kotler in Arni Purwani and Rahma Wahdiniwaty (2017: 65) which consists of 5 indicators namely, Reliability, Responsiveness, Assurances, Empathy, Tangibles, used as a theoretical framework. The results of the research show that the innovation process at the technology, process, and marketing stages is not optimal, and there are still problems in its implementation. Achievement of goals, integration and adaptation of Cageur Jasa's innovations have also not been maximized in increasing people's satisfaction, awareness and behavior in achieving healthy families. Supporting and inhibiting factors play an important role in the implementation of this innovation. In conclusion, the innovation process has not been maximal in increasing people's satisfaction, awareness, and behavior. Supporting and inhibiting factors also influence the implementation of Cageur Jasa innovations.
Revitalisasi Kasus Stunting (Gizi Buruk) di Desa Gunung Kaler Muhammad Rizqi Fadhlillah; Yusmedi Yusuf; Retno Susiolowati; Lily Kalyana; Chika Nur Qomariyah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i2.4684

Abstract

Status gizi adalah tanda-tanda atau penampilan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran oleh tubuh. Status gizi merupakan ekspresi dari keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu. Masalah status gizi anak meliputi kurus, sangat kurus, gemuk dan obesitas. Stunting menjadi permasalahan kesehatan karena berhubungan dengan risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan otak suboptimal, sehingga perkembangan motorik terlambat dan terhambatnya pertumbuhan mental. Hal ini menjadi ancaman serius terhadap keberadaan anak-anak sebagai generasi penerus suatu bangsa. Salah satunya Desa Gunung Kaler Kabupaten Tangerang sebagian anak-anak mengalami pertumbuhan gizi yang tidak baik/seimbang, meskipun di Desa tersebut dikategorikan cukup luas dan banyak penduduknya, namun di Desa ini perlu diperhatikan sekali pertumbuhan dan perkembangan gizi anak, yaitu dengan sosialisasi pentingnya gizi seimbang kepada anak-anak dan memberikan vitamin penambah nafsu makan pada anak dan penambah darah untuk ibu hamil. Untuk itu perlu diadakannya Pengabdian Kepada Masyarakat dalam kegiatan sosialisasi mengenai pentingnya pengurangan kasus stunting pada anak. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk program kerja berkelanjutan oleh Mahasiswa Kelompok 12 Kuliah Kerja Kemasyarakatan UNIS Tangerang di Desa Gunung Kaler Kabupaten Tangerang .
Sosialisasi Penyuluhan Hukum Bagi Peternak Di Wilayah Desa Gunung Kaler Muhammad Rizqi Fadhlillah; Hendra Sudrajat; Yusmedi Yusuf; Retno Susilowati; Lily Kalyana; Gisye Gestiarini
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6762

Abstract

Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang baru akan segera disahkan untuk menggantikan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang lama. Salah satu aturan dalam Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana baru yang menjadi sorotan yaitu terkait kepemilikan hewan unggas yang masuk pekarangan orang lain akan dikenakan pidana denda. Namun hal ini belum diketahui secara luas oleh Masyarakat khususnya Masyarakat di Desa Gunung Kaler. Banyak warga desa Gunung Kaler memiliki hewan ternak yang dilepas begitu saja tanpa diberi kandang yang layak. Hal itu berpotensi menimbulkan permasalahan di masa yang akan datang terkait banyak hewan ternak yang bebas masuk pekarangan warga bersiko terkena pidana denda dari aturan baru yang akan segera disahkan dalam waktu mendekat. Kegiatan Kuliah Kerja Kemasyarakatan Kelompok 12 Desa Gunung Kaler membuat program penyuluhan hukum Sosialisasi Peluang Dan Tantangan Bisnis Peternakan Serta Perlindungan Hukum Bagi Peternak agar warga memahami ada potensi permasalahan pidana terkait hewan ternak masuk pekarangan warga tidak terjadi pada warga desa Gunung Kaler.
Sosialisasi Pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Wilayah Desa Gunung Kaler Muhammad Rizqi Fadhlillah; Retno Susilowati; Lily Kalyana; Yusmedi Yusuf; Ilham Aji Pangestu; Aulia Rahayu Indah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.8527

Abstract

Universitas Islam Syekh-Yusuf dalam kegiatan Kuliah Kerja Kemasyarakatan bekerjasama dengan pihak Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang membuat Program dalam merentas permasalahan sosial yang ada di berbagai desa yang ada di Kabupaten Tangerang, salah satunya adalah Desa Gunung Kaler Kecamatan Gunung Kaler. Beberapa permasalahan yang terdapat di wilayah Desa Gunung Kaler yaitu Pola Hidup Bersih dan Sehat yang tidak berjalan di Desa Gunung Kaler karena Masyarakat pada desa tersebut tidak memiliki program dalam permasalahan pengolahan sampah dan Mandi Cuci Kakus yang tidak berjalan dengan baik. Masyarakat lebih memilih membakar sampah atau timbun dan buang di kebun kosong yang memiliki potensi masalah banjir ketika musim hujan dan penyakit Demam Berdarah. Berdasarkan hal tersbut Kelompok 12 Kuliah Kerja Kemasyarakatan Universitas Islam Syekh-Yusuf membuat program sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat di Desa Gunung Kaler dengan tujuan mengurangi permasalahan masyarakat desa Gunung kaler Terkait permasalahan Sampah. Metode Penelitian Empiris, hasil dan simpulan dalam penelitian ini Program Pola Hidup Bersih dan Sehat harus terus berjalan dan dilaksanakan agar permasalahan sosial terkait sampah bisa teratasi dengan baik.  
Perspektif Perceraian: Analisis Yuridis dan Ekonomi Terhadap Gugatan Cerai Istri dan Implikasinya Terhadap Dinamika Keluarga Annie Myranika; Dadan Ramdhani; Harun Pandia; Srie Nuning Mulatsih; Yusmedi Yusuf; Devi Febriantika
Ijtihad Vol. 18 No. 1 (2024): Ijtihad: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ijtihad.v18i1.12419

Abstract

**English**Divorce often involves complex factors that vary with individual circumstances. Beyond legal considerations governing the process, the development of the internet has introduced new dynamics, such as illegal online loans and online gambling, affecting marital stability. Legally, divorce impacts not only the husband and wife but also the children. Economically, divorce has significant effects, especially when one or both parties lack stable income. This study aims to analyze the phenomenon of divorce and its impact on children in the Religious Court of Tangerang City. The methods used include data collection and interviews with relevant stakeholders. Divorce data were obtained from the documents of the Religious Court of Tangerang City for the period 2021-2023. This study also employs the theory of legal certainty to assess the legal implications of divorce. The results show a significant increase in the divorce rate in the Religious Court of Tangerang City from 2021 to 2023, with divorce claims by the wife being the most common type. Contributing factors include economic issues, lack of effective communication, prolonged disputes, and domestic violence. The study emphasizes understanding the legal and economic implications of divorce for couples considering it.                     **Indonesia**Perceraian sering kali melibatkan faktor-faktor kompleks yang dapat bervariasi sesuai dengan situasi individu. Selain pertimbangan hukum yang mengatur proses perceraian, perkembangan internet telah membawa dampak baru dalam dinamika perceraian, seperti munculnya pinjaman online ilegal dan perjudian online yang dapat memengaruhi kestabilan hubungan suami istri. Dalam kajian aspek hukum, perceraian berdampak tidak hanya pada suami dan istri tetapi juga pada anak-anak. Secara ekonomi, perceraian juga memiliki dampak signifikan terutama ketika salah satu atau kedua belah pihak tidak memiliki penghasilan yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena perceraian dan dampaknya terhadap anak-anak di Pengadilan Agama Kota Tangerang. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data dan wawancara dengan pemangku kepentingan terkait. Data perceraian diperoleh dari dokumen Pengadilan Agama Kota Tangerang selama periode 2021-2023. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan teori kepastian hukum untuk menilai implikasi hukum dari perceraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perceraian di Pengadilan Agama Kota Tangerang meningkat signifikan dari tahun 2021 hingga 2023, dengan kasus cerai gugat menjadi jenis perceraian yang paling umum. Faktor-faktor yang menyebabkan perceraian meliputi masalah ekonomi, kurangnya komunikasi efektif, perselisihan yang berkepanjangan, dan kekerasan dalam rumah tangga. Penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman dan kesadaran akan implikasi hukum dan ekonomi dari perceraian bagi pasangan yang mempertimbangkan untuk bercerai.
Pengembangan Konsep Smart Government (Pemerintahan yang cerdas) di Kelurahan Sindangsari Kecamatan Pasarkemis Kabupaten Tangerang Aprilianti, Baby Novega; Yusuf, Yusmedi; Suherman, Agus
Jurnal EMT KITA Vol 8 No 4 (2024): OCTOBER 2024
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET) - Lembaga KITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/emt.v8i4.3133

Abstract

This research discusses the development of the Smart Government concept. It can be observed that Smart Government represents the advancement of governance concepts to provide solutions to problems in rural areas. This research uses descriptive qualitative methods. Data collection techniques include interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques in this study are: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The purpose of this research is to examine the development of the smart government concept in Sindangsari Village, identify the obstacles encountered in its development, and explore efforts to overcome them. The results of this study are evaluated using three key indicators of smart government as outlined by Cohen (2014) in Santoso & Rahmadanita (2020): Online Service, Infrastructure, and Open Government. The findings show that the smart government concept in Sindangsari Village has produced favorable results for the Online Service indicator, while the Infrastructure and Open Government indicators are less optimal due to limited budget resources and human capital, which hinders the village's capacity to provide information and communication technology-based services. Therefore, improvements in both indicators are necessary.
INOVASI PELAYANAN PUBLIK PADA APLIKASI MOBILE JKN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KOTA TANGERANG Sulistyawan, Dani Putra; Yusuf, Yusmedi; Machrunnisa, Machrunnisa
Jurnal Ilmu Administrasi Negara (JUAN) Vol 11 No 02 (2023): Jurnal Ilmu Administrasi Negara (JUAN)
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan publik dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan organisasi atau instansi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan hadirnya teknologi informasi akan memudahkan pelayanan sektor kesehatan termasuk pelayanan BPJS kesehatan cabang kota Tangerang, aplikasi mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan, Aplikasi mobile JKN merupakan suatu bentuk transformasi digital model bisnis BPJS Kesehatan yang semula berupa kegiatan administrasi dilakukan di kantor cabang, ditransformasi ke dalam bentuk aplikasi yang dapat digunakan oleh peserta dimana saja dan kapan saja tanpa Batasan waktu (selfservice). Dalam penerapan aplikasi mobile JKN ini, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui serta menggunakan Mobile JKN, masih adanya keluhan penggunaan aplikasi ini. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui, bagaimana pandangan masyarakat terhadap aplikasi mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), bagaimana faktor penghambat dalam penggunaan aplikasi mobile JKN, serta bagaimana upaya yang dilakukan BPJS Kota Tangerang dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik pada aplikasi mobile JKN. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa upaya yang dilakukan BPJS kesehatan melalui aplikasi mobile JKN sudah cukup baik.
Kolaborasi Berbasis Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Popok Bayi oleh Komunitas Sarana Olah Sampah di Kota Tangerang Puspasari, Hilda; Yusuf, Yusmedi; Kurniawan, Irvan Arif
JURNAL ILMIAH ILMU ADMINISTRASI Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH YUSUF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/jiia.v12i2.3218

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang kolaborasi berbasis masyarakat (Society-centered models) yang dilakukan oleh komunitas Sarana Olah Sampah. Komunitas Sarana Olah Sampah adalah komunitas lokal yang berperan dalam mengelola sampah popok bayi sekali pakai sehingga komunitas ini merupakan penggerak dalam pelaksanaan kolaborasi berbasis masyarakat. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya agenda dan visi bersama, kehadiran dan peran dari kelanjutan atau tulang punggung organisasi, strategi koordinasi untuk memperkuat aktivitas satu sama lain dan integrasi struktur pemerintahan multilevel. Penelitian ini menggunakan fenomenologis dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Adapun aktor yang terlibat adalah komunitas Sarana Olah Sampah, Kimberly-Clark Softex, TPST Benua Hijau, Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Dinas Lingkungan Hidup dan masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pemahaman bersama dan stakeholder telah berperan aktif dalam kolaborasi. Stakeholder mempunyai tujuan yang sama dalam kolaborasi, pertemuan dengan para stakeholder hanya dengan pihak swasta dan semua stakeholder tidak ada pertemuan yang sifatnya formal. Kepercayaan sudah baik antara pihak swasta dan pemerintah, namun kepercayaan antara TPST dan masyarakat setempat belum sepenuhnya. Pihak swasta sebagai leader dalam mendukung kolaborasi dan mempercayakan semua kegiatan kepada Sarana Olah Sampah sehingga kedua belah pihak dilibatkan dalam setiap keputusan. Pihak swasta memberikan dukungan finansial dan non-finansial dan kedua belah pihak telah berkomitmen. Mobilisasi pendanaan berjalan dengan baik dan telah dilembagakan dalam bentuk MoU. Koordinasi, berbagi informasi, dan komunikasi sudah berjalan dengan baik walaupun belum sepenuhnya. Integrasi struktur pemerintahan multilevel bersifat lokal.