Dalam pemetaan dan analisis data geospasial. Pemetaan area tanpa menggunakan Ground Control Points (GCP), akurasi pemetaan dapat terpengaruh secara signifikan, yang dapat menyebabkan kesalahan dalam representasi area yangdipetakan,Ketidakakuratandalamdatageospasialdapatmenyebabkankesalahansignifikandalamperhitungan volumematerial,estimasiluasarea.Dalambanyakkasus,metodepemotretanudaramenggunakanUnmannedAerial Vehicles (UAV) dapat menghasilkan data yang cepat dan luas. Di PT. Sumber Cahaya Mineral, Provinsi Jambi, tantanganinimenjadisemakinrelevan.Areastockroomyangluasdankompleksmemerlukanpemetaanyangakurat untuk menghitung volume batubara dan menentukan luas area secara tepat, khususnya melalui penggunaan GCP dalam pemotretan udara. Penelitian terapan merupakan suatu pendekatan ilmiah yang bertujuan untuk memberikan solusi nyata terhadap permasalahan praktis melalui penerapan teori dan pengetahuan yang telah ada. Dalam pelaksanaannya,penelitimenitikberatkanpadaaplikasilangsungdarikonsep-konsepteoretiskedalamkonteksnyata guna menyelesaikan permasalahan yang spesifik. Guna mengevaluasi ketelitian hasil citra orthofoto, dilakukan pengujianakurasiyangmengkajisejauhmanakesesuaianposisititikujipadapetaataugambardenganposisiaktual titik tersebut di permukaan tanah, berdasarkan perbedaan koordinat (x, y). Proses pengukuran akurasi ini mengacu pada penggunaan metode root mean square error (RMSE), circular error (CE), serta linear error (LE), dengan berbagaipercobaansebarangcp,akurasisebarangcpterbaikdicapaidarisebaran3gcpdengannilaiakurasi0,00965m.Daripercobaanpenerapan3gcptersebutmemperolehhasilvolumetumpukanbatubarasebesar716,67m³.