Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Peningkatan Pelayanan Kesehatan Jiwa Masyarakat Melalui Pemberdayaan Petugas Kesehatan dalam Penerapan Terapi Aktifitas Kelompok Susanti, Amelia; Diana Arianti; Welly
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan (JPIK) Vol. 4 No. 1 (2025): JPIK - Juni 2025 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Alifah Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jpik.v4i1.91

Abstract

Mental health problems cause personality changes and severe social maladjustment so that schizophrenia sufferers experience personal, social, spiritual and physical maladjustment. One effort to help social problems of schizophrenia sufferers is to increase the role of nurses in the community. Efforts made are included in the duties of nurses, including conducting group therapy, such as group activity therapy (TAK). The purpose of this community service activity is to increase the role of nurses to achieve optimal mental health services in the Kuranji Health Center work area. Community service activities include providing materials, demonstrations and roleplays of the application of Group Activity Therapy using video screenings and TAK observation sheets for nurses at the Kuranji Health Center. This activity involved 13 nurses who worked at the Kuranji Health Center from December 2024 to January 2025. The results of this community service activity showed that 90% of participants were able to understand the concept of Group Therapy and TAK, 87% of participants were able to understand the role of nurses in Group Therapy and TAK, and 89% of participants were willing to carry out group activity therapy in the Kuranji Health Center work area according to the work section. It is hoped that the results of this activity will be one of the relevant interventions in improving the level of community mental health and increasing the role of nurses in mental health services in the community.
Peningkatan Kesehatan Mental Remaja Melalui Dukungan Sosial yang Lebih Kuat di Lingkungan Sekolah Arianti, Diana; Susanti, Amelia
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/txn98871

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang paling rentan terhadap gangguan kesehatan mental karenamereka sedang melalui fase transisi perkembangan yang sulit. Kondisi ini sering kali diperburukoleh kurangnya dukungan sosial dari keluarga, teman sebaya, dan lingkungan sekolah. Akibatnya,di SMPN 12 Kota Padang. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukanmeningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa tentang pentingnya dukungan sosial dalammenjaga kesehatan mental. 15 siswa kelas XI berpartisipasi dalam kegiatan ini, yang berlangsungpada 10 Mei 2025. Interaktif pra-tes dan pasca-tes, sesi diskusi kelompok, dan pembelajaraninteraktif digunakan. Metode yang digunakan adalah edukasi interaktif dengan media PowerPoint,pre-test dan post-test, serta sesi diskusi kelompok. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skorrata-rata pengetahuan siswa dari 55,3 menjadi 78,7 setelah edukasi. Kegiatan ini diharapkanmenjadi langkah awal bagi sekolah dalam membangun lingkungan yang mendukung kesehatanmental remaja secara berkelanjutan.
PENINGKATAN KESADARAN DAN PENCEGAHAN CYBERBULLYING MELALUI PROGRAM PSIKOEDUKASI PADA MAHASISWA REMAJA DIWILAYAH PUSKESMAS KURANJI Gusdiansyah, Edo; Arianti, Diana; Susanti, Amelia
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 1 (2025): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i1.3064

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia 10-19 tahun yang mengalami perkembangan pesat dalam aspek fisik, psikologis, dan intelektual. Pada usia ini, sebagian besar remaja telah menjadi mahasiswa baru yang mulai menghadapi tantangan akademik dan sosial di lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa tahun pertama sering mengalami berbagai kendala, seperti kesulitan dalam berinteraksi sosial, adaptasi terhadap materi perkuliahan, kecemasan akademik, serta tingginya penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Meskipun teknologi dan media sosial memiliki manfaat dalam kehidupan mahasiswa, penyalahgunaannya dapat menyebabkan dampak negatif, salah satunya adalah cyberbullying. Cyberbullying merupakan bentuk kekerasan berbasis digital yang dapat berdampak serius pada kesehatan mental, seperti kecemasan, depresi, harga diri rendah, hingga isolasi sosial. Fenomena ini semakin meningkat seiring dengan pesatnya penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai bahaya cyberbullying serta strategi untuk menghadapinya. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pencegahan cyberbullying melalui psikoedukasi bagi mahasiswa remaja di wilayah Puskesmas Kuranji. Metode yang digunakan adalah pemberian pendidikan kesehatan serta distribusi leaflet dalam empat sesi intervensi. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian Masyarakat ini diperoleh data 70% mahasiswa mengerti cara mencegah cyberbullying setelah diberikan pendidikan Kesehatan. Diharapkan kegiatan ini dapat membekali mahasiswa dengan strategi koping yang efektif untuk menghadapi tantangan dunia digital serta mencegah dampak negatif dari cyberbullying terhadap kesehatan mental mahasiswa.
PENERAPAN TERAPI HIPNOTIS LIMA JARI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Ningsih, Azhari; Susanti, Amelia; Arianti, Diana
Lasalle Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik De La Salle Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Masalah psikologis yang umum dialami oleh lansia meliputi kesepian, mudah tersinggung, ketakutan, dan kecemasan. Kecemasan yang terus-menerus dapat memicu penurunan status kesehatan, termasuk munculnya gangguan fisik seperti hipertensi. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah terapi hipnotis lima jari. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh terapi hipnotis lima jari terhadap penurunan tingkat kecemasan pada lansia penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas. Metode: menggunakan metode quasi experiment dengan desain two group pre-posttest. Sampel berjumlah 32 orang lansia, yang dibagi secara proporsional ke dalam kelompok intervensi dan kontrol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2024. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan adalah kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), dan data dianalisis menggunakan uji t-test. Hasil: menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi, tingkat kecemasan menurun dari kategori sedang (50,0%) menjadi ringan (93,8%) setelah diberikan terapi hipnotis lima jari, dengan nilai p-value = 0,0001. Sebaliknya, pada kelompok kontrol, kecemasan tidak mengalami penurunan yang signifikan, bahkan meningkat dari 56,3% menjadi 68,8% pada kategori kecemasan sedang (p-value = 0,157). Kesimpulan: terapi hipnotis lima jari efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada lansia penderita hipertensi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi Puskesmas dan tenaga kesehatan dalam menerapkan terapi nonfarmakologis sebagai bagian dari pelayanan kesehatan jiwa lansia.
Bermain Uno Stacko Untuk Meningkatkan Konsentrasi Pasien Dengan Harga Diri Rendah Tasalim, Rian; Hasanah, Noor; Susanti, Amelia; Husna, Jum’atul; Pratiwi Putri, Sinta; iadnyana W, I Putu W
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 3 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i3.794

Abstract

Pendahuluan: Harga diri rendah diartikan sebagai perasaan negatif terhadap dirinya sendiri sehingga menyebabkan hilangnya rasa percaya diri, pesimis, dan tidak berharga di kehidupan. Kondisi ini dapat memperburuk keadaan psikologis individu, terutama bagi pasien dengan gangguan jiwa. Di Rumah Sakit Jiwa Daerah Sambang Lihum, khususnya di Ruang Program Khusus Napza, ditemukan sejumlah pasien yang mengalami harga diri rendah disertai dengan penurunan kemampuan berkonsentrasi. Gangguan ini berdampak pada kurangnya interaksi sehingga memilih menyendiri dan cencerung akan berhalusinasi. Salah satu pendekatan alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan harga diri dan konsentrasi pasien adalah melalui terapi aktivitas kelompok yang bersifat menyenangkan dan interaktif, seperti bermain Uno Stacko Tujuan: Mengatasi permasalahan harga diri rendah dan meningkatkan konsentrasi pada pasien jiwa di Ruang Program khusus Napza Rumah Sakit Jiwa Daerah Sambang Lihum. Metode: Kegiatan dilaksanakan dengan tahap persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Desain dan prosedur melalui pendekatan analisis kondisi wilayah, identifikasi masalah, perencanaan intervensi, implementasi kegiatan, dan evaluasi. Kegiatan dilakukan 6 kali pertemuan dengan durasi 60 menit tiap pertemuan. Pre-test dilakukan pada pertemuan pertama, post-test ke-1 dilakukan pada pertemuan kedua, post-test ke-2 dilakukan pada pertemuan keempat, dan post-test ke-3 dilakukan pada pertemuan keenam. Lembar penilaian menggunakan lembar observasi. Hasil: Adanya peningkatan konsentrasi pada pasien dengan harga diri rendah setelah dilakukan terapi aktivitas kelompok bermain uno stacko. Simpulan: Terapi aktivitas kelompok dengan bermain uno stacko dapat meningkatkan konsentrasi pada pasien dengan harga diri rendah di Ruang Program Khusus Napza Rumah Sakit Jiwa Daerah Sambang Lihum
Ekranisasi Novel Home Sweet Loan Karya Almira Bastari sebagai Sarana Penyampaian Nilai Moral: Tinjauan Aksiologi Susanti, Amelia; Suroso, Suroso
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i2.1501

Abstract

This research examines the effectiveness of the film adaptation of Almira Bastari’s novel, Home Sweet Loan, as a medium for conveying moral values. Considering the decline in reading interest, this research examines the film from the perspective of the axiology of the philosophy of science to identify and describe the moral values it contains. The main goal is to analyze the benefits of film adaptation in delivering moral messages about human relationships with God, oneself, and others. The study uses a descriptive qualitative method with library research. The primary data source is the 112-minute Home Sweet Loan film. Data was collected through the Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) and note-taking, then analyzed using triangulation and the Miles and Huberman stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal various moral values in the film, categorized into three main themes, 1) human relationships with God (sincerity), 2) human relationships with oneself (patience, sadness and disappointm, anger, happiness, guilt, optimism), and 3) human relationships with others (care, affection, helping, attentiveness, forgiveness). In conclusion, the film adaptation of Home Sweet Loan is an effective tool for spreading positive moral messages and has the potential to boost literacy interest.  AbstrakPenelitian ini menganalisis efektivitas ekranisasi novel Home Sweet Loan karya Almira Bastari sebagai media penyampaian nilai moral. Mengingat menurunnya minat baca, penelitian ini meninjau film tersebut dari sudut pandang aksiologi filsafat ilmu untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan nilai moral yang terkandung di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manfaat ekranisasi dalam menyampaikan pesan moral tentang hubungan manusia dengan Tuhan, diri sendiri, dan sesama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Sumber data utama adalah film Home Sweet Loan berdurasi 112 menit. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) dan teknik catat, kemudian dianalisis menggunakan triangulasi serta tahapan Miles dan Huberman yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengidentifikasi film ini mengandung beragam nilai moral yang terbagi menjadi tiga kategori utama yakni, 1) hubungan manusia dengan Tuhan (keikhlasan), 2) hubungan manusia dengan diri sendiri (kesabaran, kesedihan dan kekecewaan, kemarahan, kebahagiaan, rasa bersalah, optimis), dan 3) hubungan manusia dengan sesama (kepedulian, kasih sayang, tolong-menolong, perhatian,  pemaaf). Secara keseluruhan, ekranisasi novel Home Sweet Loan karya Almira Bastari terbukti menjadi sarana yang efektif untuk menyebarkan pesan moral positif dan berpotensi meningkatkan kembali minat literasi masyarakat. 
Depression, Anxiety, Stress, and Their Association with Hypertension Treatment Adherence in the Elderly Susanti, Amelia; Tasalim, Rian; Syahlani, Ahmad
INDOGENIUS Vol 4 No 3 (2025): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v4i3.870

Abstract

Background & Objective: Hypertension is a major health problem in the elderly and is closely linked to increased morbidity and mortality. Poor adherence to antihypertensive medication remains a challenge, particularly in developing countries. Psychological factors such as depression, anxiety, and stress may further reduce adherence. This study aimed to analyze the relationship between psychological conditions and treatment adherence among elderly hypertensive patients at the Geriatric Clinic of Ulin Regional General Hospital, Banjarmasin. Methods: A cross-sectional analytical survey was conducted from March to July 2025 involving 85 elderly patients diagnosed with hypertension. Participants were selected using purposive sampling. Adherence was measured using the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), while depression, anxiety, and stress were assessed using the Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21). Data were analyzed using the Chi-Square test with a significance level of p < 0.05. Results: The findings showed that 50.6% of respondents experienced moderate depression, 54.1% severe anxiety, and 42.4% moderate stress. Most respondents (60%) demonstrated low adherence to antihypertensive treatment. Statistical analysis indicated a significant association between psychological conditions and adherence (p = 0.000). Conclusion: Depression, anxiety, and stress are significantly associated with poor adherence. Integrating psychological support into hypertension management may improve adherence and reduce complications in the elderly.
Factors Influencing Student Parents' Acceptance of the COVID-19 Vaccine Arianti, Diana; Susanti, Amelia
Journal of Health Sciences and Epidemiology Vol. 1 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : RRZ Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62404/jhse.v1i1.6

Abstract

The COVID-19 pandemic has caused widespread destruction, including in Indonesia. Various efforts have been undertaken to combat the pandemic caused by COVID-19. Among them is immunization. However, the general population's acceptance of the COVID-19 vaccination is questionable. Due to the availability of multiple vaccines against COVID-19, there is confusion regarding the efficacy and safety of individual vaccines, particularly among students. The primary objective of this study was to determine the reception of the COVID-19 vaccine among the parents of students. From March to August 2022, a cross-sectional survey was conducted at Padang Elementary School No. 11. Respondents for the technique of purposive sampling are the parents of 68 students. The survey data were analyzed using SPSS version 25.0. Using the Chi-square test, the relationship between socio-demographics and COVID-19 vaccine acceptance was analyzed. According to the findings of the study, approximately 51.5% of parents reject the COVI-19 vaccine for their offspring. There is a significant correlation between education level (p-value = 0.035), knowledge level (p-value = 0.000), and attitude (p-value = 0.000) and acceptance of the COVID-19 vaccine, as determined by a statistical test. The acceptance of the COVID-19 vaccine is significantly affected by parents' knowledge of vaccines. The government or authorized organizations must enhance and target the dissemination of accurate information about vaccines.
The Potential of Positive Affirmations to Addressing Body Image Concerns among Individuals with Diabetes Mellitus Arianti, Diana; Susanti, Amelia; Gusdiansyah, Edo; Welly
Journal of Health Sciences and Epidemiology Vol. 2 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : RRZ Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62404/jhse.v2i2.45

Abstract

Body image disturbances are a common psychological challenge among patients with Diabetes Mellitus (DM), influenced by the physical and emotional toll of the disease. Body dissatisfaction can negatively impact self-esteem, adherence to diabetes management, and overall quality of life. Positive affirmations, rooted in self-affirmation theory, have improved body image in various populations. However, there is limited research on the application of positive affirmations as an intervention for body image in DM patients. This study evaluated the effectiveness of a structured, positive affirmation intervention in improving body image among patients with Diabetes Mellitus using a quasi-experimental one-group pretest-posttest design. The study involved 40 adult DM patients participating in a 4-week positive affirmation program. Body image outcomes were measured pre-and post-intervention using the Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire – Appearance Scale (MBSRQ-AS). The primary outcomes were changes in appearance evaluation, appearance orientation, body area satisfaction, and self-classified weight. Paired sample t-tests were used to analyze pre- and post-intervention differences, with effect sizes calculated using Cohen's d. Significant improvements were observed in appearance evaluation (p < 0.001, d = 0.91), body area satisfaction (p < 0.001, d = 0.80), and self-classified weight (p < 0.01, d = 0.76). Appearance orientation decreased significantly (p < 0.01, d = 0.66), indicating a reduced focus on external appearance. The intervention showed firm effect sizes across all body image dimensions. Positive affirmations effectively improved body image among DM patients, with significant improvements across multiple dimensions. This intervention offers a practical, low-cost strategy for addressing body image disturbances, potentially enhancing the psychological and physical wellbeing of DM patients. Future studies should explore long-term effects and compare the intervention with other psychosocial approaches in diverse populations.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL SISWA DI SMK N 5 PADANG Susanti, Amelia; Herlinda, Nita
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 2, No 2 (2018): JIK-Oktober Volume 2 No 2 Tahun 2018
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.898 KB) | DOI: 10.33757/jik.v2i2.130

Abstract

ABSTRAK Upaya mengembangkan emosi remaja agar berkembang ke arah kecerdasan emosional dapat dilakukan dengan memberikan pemahaman tentang kecerdasan emosional yang baik pada remaja melalui pendidikan kesehatan, layanan konseling serta pelatihan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kecerdasan emosional siswa di SMK N 5 Padang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasy experiement one group pretest-posttest dengan kelompok kontrol yang dilaksanakan di SMK N 5 Padang. Pengambilan data dari tanggal 1-10 Maret 2018 dengan jumlah sampel 42 siswa menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menyatakan rerata kecerdasan emosional pada kelompok kontrol pretest 144,48 dan post test 142,95. Hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara pre test dan post test pada kelompok kontrol.  Pada kelompok intervensi pretest 145,38 dan posttest 151,38. Hal ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara pre test dan post test pada kelompok intervensi.Hasil uji statistik didapatkan ada perbedaan yang signifikan rerata kecerdasan emosional setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan Diharapkan sekolah khususnya bagian kesiswaan SMK N 5 Padang agar dapat menjadikan kegiatan pendidikan kesehatan tentang kecerdasan emosional siswa ini ke dalam bagian kegiatan UKS SMK N 5 Padang. Kata kunci: Pendidikan Kesehatan, Kecerdasan Emosional, Remaja ABSTRACTEfforts to develop teenage emotions to develop in the direction of emotional intelligence can be done by providing an understanding of good emotional intelligence in adolescents through health education, counseling services and emotional training. This study aims to determine the effect of health education on the emotional intelligence of students in SMK N 5 Padang. This research type is quantitative with ques experiement one group pretest-posttest design with control group conducted in SMK N 5 Padang. Retrieval of data from March 1-10, 2018 with a sample size of 42 students using questionnaires. It is expected that the school especially part of Student SMK N 5 Padang in order to make health education activities about students' emotional intelligence into the student activities. Keywords : Health Education, Emotional Intelligence, Adolescence