Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Program Lansia Dengan Terapi Komplementer Alami (LANGKA) Di Wilayah Desa Pematang Panjang Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Syahlani, Ahmad; Yuliani, Dewi; Susanti, Amelia; Husna, Jum’atul; Rizqi, Maulidha Camelia; Rapika, Nor; Pebriana, Olvia Putri; Putri, Sinta Pratiwi; Bulkis, Siti; Hendriyani, Rida
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v2i2.687

Abstract

Berdasarakan pengkajian secara langsung ke masyarakat desa pematang panjang didapatkan hasil penyakit tertinggi yaitu asam urat. Melalui pendekatan dengan masyarakat melalui Program Kerja Kesehatan (Pokjakes) terkait Lansia Dengan Terapi Komplementer Alami (LANGKA) diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan dengan penerapan terapi komplementer sebagai terapi pendamping untuk pengobatan serta pengendalian penyakit tertinggi yang dialami masyarakat desa pematang yaitu asam urat. Tujuan dari pelaksanaan ini adalah agar Masyarakat dapat menerapkan strategi pelaksanaan setelah dilakukan penyuluhan tentang terapi komplementer alami seperti kompres air hangat jahe merah untuk asam urat. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pemberian edukasi dengan penyuluhan dan demonstrasi terkait terapi komplementer alami. Hasil terapi diukur pada masyarakat yang telah diberi terapi komplementer skala nyeri pada asam urat rata-rata berkurang sekitar 1-2 dari skala awal sebelum diberikan terapi. Hasil akhir dari program LANGKA ini menunjukkan bahwa para lansia, masyarakat dan kader kesehatan di Desa Pematang Panjang dapat memahami serta mempraktikkan secara langsung terapi komplementer alami berupa kompres hangat jahe merah untuk asam urat. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah, sebagai upaya pengelolaan kesehatan secara alami dan berkelanjutan.
EDUKASI KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN LEAFLET BRAILLE PADA SISWA TUNANETRA DI SLB-A PEMBINA TINGKAT NASIONAL JAKARTA Sulistiani, Silvia; Ulliana, Ulliana; Susanti, Amelia
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 30 No. 2 (2024): APRIL-JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v30i2.57033

Abstract

Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu cara untuk mencegah dan menangani permasalahan kesehatan gigi melalui pendidikan kesehatan gigi dan mulut. Berdasarkan data survei Kesehatan dasar (RISKESDAS) tahun 2018, ditemukan 57,6% penduduk Indonesia telah melakukan perawatan gigi dan mulut. Salah satu penyebab terjadinya permasalahan gigi dan mulut di masyarakat adalah faktor perilaku atau sikap yang mengabaikan kebersihan gigi dan mulut. Siswa tunanetra merupakan penyandang disabilitas penglihatan yang menyebabkan keterbatasan dan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk memelihara kesehatan gigi dan muut. Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut harus dilakukan dengan penyesuaian secara adequat agar anak tunanetra dapat memahami kesehatan rongga mulut dengan lebih baik. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penggunaan media braille leaflet terhadap pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut tunanetra. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasi eksperimen dengan  pre- post test design yang bersifat kuantitatif. Populasi adalah siswa unanetra berusia 5-25 tahun. Teknik pengambilan sampel adalah Total Sampling dengan sampel berjumlah 68 responden. Uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon dan Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pre- post test dengan  penggunaan media leaflet Braille. Selain itu didaptkan juga bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia siswa dan pendidikan terakahir ibu dengan pengetahuan siswa, namun tidak ada hubungan yang signifikan dengan jenis kelamin siswa dan status bekerja ibu.
Peningkatan Pelayanan Kesehatan Jiwa Masyarakat Melalui Pemberdayaan Petugas Kesehatan dalam Penerapan Terapi Aktifitas Kelompok Susanti, Amelia; Diana Arianti; Welly
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan (JPIK) Vol. 4 No. 1 (2025): JPIK - Juni 2025 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Alifah Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jpik.v4i1.91

Abstract

Mental health problems cause personality changes and severe social maladjustment so that schizophrenia sufferers experience personal, social, spiritual and physical maladjustment. One effort to help social problems of schizophrenia sufferers is to increase the role of nurses in the community. Efforts made are included in the duties of nurses, including conducting group therapy, such as group activity therapy (TAK). The purpose of this community service activity is to increase the role of nurses to achieve optimal mental health services in the Kuranji Health Center work area. Community service activities include providing materials, demonstrations and roleplays of the application of Group Activity Therapy using video screenings and TAK observation sheets for nurses at the Kuranji Health Center. This activity involved 13 nurses who worked at the Kuranji Health Center from December 2024 to January 2025. The results of this community service activity showed that 90% of participants were able to understand the concept of Group Therapy and TAK, 87% of participants were able to understand the role of nurses in Group Therapy and TAK, and 89% of participants were willing to carry out group activity therapy in the Kuranji Health Center work area according to the work section. It is hoped that the results of this activity will be one of the relevant interventions in improving the level of community mental health and increasing the role of nurses in mental health services in the community.
Peningkatan Kesehatan Mental Remaja Melalui Dukungan Sosial yang Lebih Kuat di Lingkungan Sekolah Arianti, Diana; Susanti, Amelia
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/txn98871

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang paling rentan terhadap gangguan kesehatan mental karenamereka sedang melalui fase transisi perkembangan yang sulit. Kondisi ini sering kali diperburukoleh kurangnya dukungan sosial dari keluarga, teman sebaya, dan lingkungan sekolah. Akibatnya,di SMPN 12 Kota Padang. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukanmeningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa tentang pentingnya dukungan sosial dalammenjaga kesehatan mental. 15 siswa kelas XI berpartisipasi dalam kegiatan ini, yang berlangsungpada 10 Mei 2025. Interaktif pra-tes dan pasca-tes, sesi diskusi kelompok, dan pembelajaraninteraktif digunakan. Metode yang digunakan adalah edukasi interaktif dengan media PowerPoint,pre-test dan post-test, serta sesi diskusi kelompok. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skorrata-rata pengetahuan siswa dari 55,3 menjadi 78,7 setelah edukasi. Kegiatan ini diharapkanmenjadi langkah awal bagi sekolah dalam membangun lingkungan yang mendukung kesehatanmental remaja secara berkelanjutan.
PENINGKATAN KESADARAN DAN PENCEGAHAN CYBERBULLYING MELALUI PROGRAM PSIKOEDUKASI PADA MAHASISWA REMAJA DIWILAYAH PUSKESMAS KURANJI Gusdiansyah, Edo; Arianti, Diana; Susanti, Amelia
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 1 (2025): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i1.3064

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia 10-19 tahun yang mengalami perkembangan pesat dalam aspek fisik, psikologis, dan intelektual. Pada usia ini, sebagian besar remaja telah menjadi mahasiswa baru yang mulai menghadapi tantangan akademik dan sosial di lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa tahun pertama sering mengalami berbagai kendala, seperti kesulitan dalam berinteraksi sosial, adaptasi terhadap materi perkuliahan, kecemasan akademik, serta tingginya penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Meskipun teknologi dan media sosial memiliki manfaat dalam kehidupan mahasiswa, penyalahgunaannya dapat menyebabkan dampak negatif, salah satunya adalah cyberbullying. Cyberbullying merupakan bentuk kekerasan berbasis digital yang dapat berdampak serius pada kesehatan mental, seperti kecemasan, depresi, harga diri rendah, hingga isolasi sosial. Fenomena ini semakin meningkat seiring dengan pesatnya penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai bahaya cyberbullying serta strategi untuk menghadapinya. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pencegahan cyberbullying melalui psikoedukasi bagi mahasiswa remaja di wilayah Puskesmas Kuranji. Metode yang digunakan adalah pemberian pendidikan kesehatan serta distribusi leaflet dalam empat sesi intervensi. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian Masyarakat ini diperoleh data 70% mahasiswa mengerti cara mencegah cyberbullying setelah diberikan pendidikan Kesehatan. Diharapkan kegiatan ini dapat membekali mahasiswa dengan strategi koping yang efektif untuk menghadapi tantangan dunia digital serta mencegah dampak negatif dari cyberbullying terhadap kesehatan mental mahasiswa.
PENERAPAN TERAPI HIPNOTIS LIMA JARI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Ningsih, Azhari; Susanti, Amelia; Arianti, Diana
Lasalle Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik De La Salle Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Masalah psikologis yang umum dialami oleh lansia meliputi kesepian, mudah tersinggung, ketakutan, dan kecemasan. Kecemasan yang terus-menerus dapat memicu penurunan status kesehatan, termasuk munculnya gangguan fisik seperti hipertensi. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah terapi hipnotis lima jari. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh terapi hipnotis lima jari terhadap penurunan tingkat kecemasan pada lansia penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas. Metode: menggunakan metode quasi experiment dengan desain two group pre-posttest. Sampel berjumlah 32 orang lansia, yang dibagi secara proporsional ke dalam kelompok intervensi dan kontrol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2024. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan adalah kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), dan data dianalisis menggunakan uji t-test. Hasil: menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi, tingkat kecemasan menurun dari kategori sedang (50,0%) menjadi ringan (93,8%) setelah diberikan terapi hipnotis lima jari, dengan nilai p-value = 0,0001. Sebaliknya, pada kelompok kontrol, kecemasan tidak mengalami penurunan yang signifikan, bahkan meningkat dari 56,3% menjadi 68,8% pada kategori kecemasan sedang (p-value = 0,157). Kesimpulan: terapi hipnotis lima jari efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada lansia penderita hipertensi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi Puskesmas dan tenaga kesehatan dalam menerapkan terapi nonfarmakologis sebagai bagian dari pelayanan kesehatan jiwa lansia.
Bermain Uno Stacko Untuk Meningkatkan Konsentrasi Pasien Dengan Harga Diri Rendah Tasalim, Rian; Hasanah, Noor; Susanti, Amelia; Husna, Jum’atul; Pratiwi Putri, Sinta; iadnyana W, I Putu W
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 3 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i3.794

Abstract

Pendahuluan: Harga diri rendah diartikan sebagai perasaan negatif terhadap dirinya sendiri sehingga menyebabkan hilangnya rasa percaya diri, pesimis, dan tidak berharga di kehidupan. Kondisi ini dapat memperburuk keadaan psikologis individu, terutama bagi pasien dengan gangguan jiwa. Di Rumah Sakit Jiwa Daerah Sambang Lihum, khususnya di Ruang Program Khusus Napza, ditemukan sejumlah pasien yang mengalami harga diri rendah disertai dengan penurunan kemampuan berkonsentrasi. Gangguan ini berdampak pada kurangnya interaksi sehingga memilih menyendiri dan cencerung akan berhalusinasi. Salah satu pendekatan alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan harga diri dan konsentrasi pasien adalah melalui terapi aktivitas kelompok yang bersifat menyenangkan dan interaktif, seperti bermain Uno Stacko Tujuan: Mengatasi permasalahan harga diri rendah dan meningkatkan konsentrasi pada pasien jiwa di Ruang Program khusus Napza Rumah Sakit Jiwa Daerah Sambang Lihum. Metode: Kegiatan dilaksanakan dengan tahap persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Desain dan prosedur melalui pendekatan analisis kondisi wilayah, identifikasi masalah, perencanaan intervensi, implementasi kegiatan, dan evaluasi. Kegiatan dilakukan 6 kali pertemuan dengan durasi 60 menit tiap pertemuan. Pre-test dilakukan pada pertemuan pertama, post-test ke-1 dilakukan pada pertemuan kedua, post-test ke-2 dilakukan pada pertemuan keempat, dan post-test ke-3 dilakukan pada pertemuan keenam. Lembar penilaian menggunakan lembar observasi. Hasil: Adanya peningkatan konsentrasi pada pasien dengan harga diri rendah setelah dilakukan terapi aktivitas kelompok bermain uno stacko. Simpulan: Terapi aktivitas kelompok dengan bermain uno stacko dapat meningkatkan konsentrasi pada pasien dengan harga diri rendah di Ruang Program Khusus Napza Rumah Sakit Jiwa Daerah Sambang Lihum
Ekranisasi Novel Home Sweet Loan Karya Almira Bastari sebagai Sarana Penyampaian Nilai Moral: Tinjauan Aksiologi Susanti, Amelia; Suroso, Suroso
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i2.1501

Abstract

This research examines the effectiveness of the film adaptation of Almira Bastari’s novel, Home Sweet Loan, as a medium for conveying moral values. Considering the decline in reading interest, this research examines the film from the perspective of the axiology of the philosophy of science to identify and describe the moral values it contains. The main goal is to analyze the benefits of film adaptation in delivering moral messages about human relationships with God, oneself, and others. The study uses a descriptive qualitative method with library research. The primary data source is the 112-minute Home Sweet Loan film. Data was collected through the Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) and note-taking, then analyzed using triangulation and the Miles and Huberman stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal various moral values in the film, categorized into three main themes, 1) human relationships with God (sincerity), 2) human relationships with oneself (patience, sadness and disappointm, anger, happiness, guilt, optimism), and 3) human relationships with others (care, affection, helping, attentiveness, forgiveness). In conclusion, the film adaptation of Home Sweet Loan is an effective tool for spreading positive moral messages and has the potential to boost literacy interest.  AbstrakPenelitian ini menganalisis efektivitas ekranisasi novel Home Sweet Loan karya Almira Bastari sebagai media penyampaian nilai moral. Mengingat menurunnya minat baca, penelitian ini meninjau film tersebut dari sudut pandang aksiologi filsafat ilmu untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan nilai moral yang terkandung di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manfaat ekranisasi dalam menyampaikan pesan moral tentang hubungan manusia dengan Tuhan, diri sendiri, dan sesama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Sumber data utama adalah film Home Sweet Loan berdurasi 112 menit. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) dan teknik catat, kemudian dianalisis menggunakan triangulasi serta tahapan Miles dan Huberman yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengidentifikasi film ini mengandung beragam nilai moral yang terbagi menjadi tiga kategori utama yakni, 1) hubungan manusia dengan Tuhan (keikhlasan), 2) hubungan manusia dengan diri sendiri (kesabaran, kesedihan dan kekecewaan, kemarahan, kebahagiaan, rasa bersalah, optimis), dan 3) hubungan manusia dengan sesama (kepedulian, kasih sayang, tolong-menolong, perhatian,  pemaaf). Secara keseluruhan, ekranisasi novel Home Sweet Loan karya Almira Bastari terbukti menjadi sarana yang efektif untuk menyebarkan pesan moral positif dan berpotensi meningkatkan kembali minat literasi masyarakat. 
Depression, Anxiety, Stress, and Their Association with Hypertension Treatment Adherence in the Elderly Susanti, Amelia; Tasalim, Rian; Syahlani, Ahmad
INDOGENIUS Vol 4 No 3 (2025): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v4i3.870

Abstract

Background & Objective: Hypertension is a major health problem in the elderly and is closely linked to increased morbidity and mortality. Poor adherence to antihypertensive medication remains a challenge, particularly in developing countries. Psychological factors such as depression, anxiety, and stress may further reduce adherence. This study aimed to analyze the relationship between psychological conditions and treatment adherence among elderly hypertensive patients at the Geriatric Clinic of Ulin Regional General Hospital, Banjarmasin. Methods: A cross-sectional analytical survey was conducted from March to July 2025 involving 85 elderly patients diagnosed with hypertension. Participants were selected using purposive sampling. Adherence was measured using the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), while depression, anxiety, and stress were assessed using the Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21). Data were analyzed using the Chi-Square test with a significance level of p < 0.05. Results: The findings showed that 50.6% of respondents experienced moderate depression, 54.1% severe anxiety, and 42.4% moderate stress. Most respondents (60%) demonstrated low adherence to antihypertensive treatment. Statistical analysis indicated a significant association between psychological conditions and adherence (p = 0.000). Conclusion: Depression, anxiety, and stress are significantly associated with poor adherence. Integrating psychological support into hypertension management may improve adherence and reduce complications in the elderly.
Factors Influencing Student Parents' Acceptance of the COVID-19 Vaccine Arianti, Diana; Susanti, Amelia
Journal of Health Sciences and Epidemiology Vol. 1 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : RRZ Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62404/jhse.v1i1.6

Abstract

The COVID-19 pandemic has caused widespread destruction, including in Indonesia. Various efforts have been undertaken to combat the pandemic caused by COVID-19. Among them is immunization. However, the general population's acceptance of the COVID-19 vaccination is questionable. Due to the availability of multiple vaccines against COVID-19, there is confusion regarding the efficacy and safety of individual vaccines, particularly among students. The primary objective of this study was to determine the reception of the COVID-19 vaccine among the parents of students. From March to August 2022, a cross-sectional survey was conducted at Padang Elementary School No. 11. Respondents for the technique of purposive sampling are the parents of 68 students. The survey data were analyzed using SPSS version 25.0. Using the Chi-square test, the relationship between socio-demographics and COVID-19 vaccine acceptance was analyzed. According to the findings of the study, approximately 51.5% of parents reject the COVI-19 vaccine for their offspring. There is a significant correlation between education level (p-value = 0.035), knowledge level (p-value = 0.000), and attitude (p-value = 0.000) and acceptance of the COVID-19 vaccine, as determined by a statistical test. The acceptance of the COVID-19 vaccine is significantly affected by parents' knowledge of vaccines. The government or authorized organizations must enhance and target the dissemination of accurate information about vaccines.