Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Penyimpangan Kesantunan Berbahasa di Lingkungan Sekolah Karisma, Frischa Azhim; Anggraeni, Astri Widyaruli; Dzarna, Dzarna
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi tipe kesantunan berbahasa yang dihasilkan dalam kegiatan belajar mengajar SD Sukorambi. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Hal ini menyoroti kualitas informasi yang dihasilkan oleh data deskriptif yang didasarkan pada informasi faktual yang relevan dengan lapangan. Metode pencatatan dan pencatatan digunakan dalam proses pencatatan. Guru dan anak di SDN Sukorambi 3 Jember dijadikan sebagai subjek penelitian. Tujuan pertama penelitian ini adalah mengkarakterisasi jenis penyimpangan kesantunan berbahasa; yang kedua adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan berkembangnya penyimpangan pembelajaran di SD Negeri Sukorambi 3 Jember; yang ketiga adalah untuk menentukan dampak penyimpangan ini terhadap ucapan siswa selama pengajaran. Temuan penelitian ini mendukung hipotesis Leech dengan menunjukkan bagaimana menggunakan isyarat kesopanan linguistik dalam pertemuan belajar mengajar. Variasi etika berbahasa dalam pengajaran dan pembelajaran berbicara disebabkan oleh tiga faktor: (1) penutur atau penutur; (2) pendengar atau lawan bicara; dan (3) perubahan konteks. Temuan penelitian yang dilakukan di SD Negeri Sukorambi 3 menunjukkan bahwa sesuai dengan teori Leech, bentuk-bentuk penyimpangan linguistik di lingkungan sekolah adalah sebagai berikut: (1) maksim kebijaksanaan, (2) maksim kemurahan hati, (3) maksim hormat, (4) maksim kesederhanaan, (5) maksim persetujuan, dan (6) maksim simpati.
Kesantunan Berbahasa Dalam Interaksi Sosial di Pondok Pesantren Nurul Islam Antirogo, Sumbersari, Jember Azmy, Eka Jabbar; Anggraeni, Astri Widyaruli; Afrizal, Mohammad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren merupakan salah satu tempat berbahasa, dari mulai bahasa nasional maupun Bahasa daerah, yang akan disampaikan pada penelitian ini adalah bagaimana para santri, ustadz, dan kiai berinteraksi dilingkungan pesantren. Pesantren sendiri identik dengan kesopan dan santunan, mulai dari cara berpakaian, berbahasa, dan tindak tuturnya. penelitian dari aspek tutur Bahasa yang berkaitan dengan pesantren, yakni pesantren Nurul Islam Berdasarkan hasil observasi di pondok pesantren Nurul Islam Jember ditemukan pemakaian kesantunan berbahasa pada santri dan ustadz di pondok pesantren Nurul Islam Jember. Kesantunan berbahasa bukan hanya berkaitan dengan kebahasaan tetapi dengan aspek budaya. Masalah yang diteliti ialah pematuhan kesantunan berbahasa pada Interaksi Sosial di Pondok Pesantren Nurul Islam Antirogo, Sumbersari, Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesantunan berbahasa pada Interaksi Sosial di Pondok Pesantren Nurul Islam Jember menurut teori Leech. menggunakan teknik observasi, teknik catat, dan teknik rekam. menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik analisis data penelitian ini ialah metode padan intralingual dengan hubung banding perbedaan.
Pengembangan Bahan Ajar Menulis Teks Drama Menggunakan Media Audiovisual Untuk Siswa Kelas VIII SMPN 1 Sukowono Faridzya, Syefty Yunda Syan Al; Amilia, Fitri; Anggraeni, Astri Widyaruli
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat siswa untuk menulis teks drama masih sangat minim sehingga perlu adanya dorongan dan motivasi pembelajaran. Dalam hal menulis siswa menyukai membaca dan mendengarkan yang tersaji tau dibacakan oleh guru, sehingga dengan dikembangkannya Modul Ajar Menulis Teks Drama Menggunakan Media Audiovisual diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar mengajar guru dan peserta didik di kelas.Dapat dilihat dengan banyaknya siswa yang masih mendapat nilai dibawah KKM pada menulis teks drama di SMPN 1 Sukowono. Penelitian ini berjenis penelitian pengembangan. Ciri utama dari penelitian pengembangan adalah menghasilkan suatu produk .Modul ajar yang dikembangakan menggunakan media audiovisual ini menggunakan metode yang Project Based Learning dengan pengembangan produk awal, uji validasi untuk mendapatkan penilaian dari para ahli apakah modul sudah layak untuk diuji cobakan, dan revisi produk yang dilakukan setelah mendapat penilaian dari para ahli, dan uji coba lapangan dilakukan setelah mendapat hasil validasi dengan kategori yang ditentukan.Modul ajar menulis teks drama yang dikembangkan sangat penting karena untuk menciptakan teks drama yang sesuuai dengan struktur pembangun teks drama. Proses penyusunan modul ajar teks drama menggunakan media audiovisual dimulai dengan studi pendahuluan, kemudian tahap perencanaan menganalisis kurikulum untuk melihat capaian pembelajaran pada semester genap. Selanjutnya tahap desain guna mempersiapkan struktur pada modul ajar dengan detail. Dilakukan tahap pengembangan modul ajar yang kemudian di ujicobakan kepada calon pengguna. Setelah melalui tahap pengembangan dan pebaikan modul ajar siap digunakan. Hasil uji validitas dari ahli bahan ajar pada modul ajar teks drama menggunakan media audiovsual diperoleh skor rata-rata 97,9 artinya masuk dalam kategori sangat baik tidak perlu direvisi. Uji validasi dari ahli materi pada modul ajar menggunakan media audiovisual mendapat skor rata-rata 89,2 yang berarti termasuk dalam kategori baik dan sesuai serta tidak perlu direvisi. Hasil pengolahan kuesioner respon siswa terhadap produk modul ajar diperoleh nilai rata-rata 90,5 artinya modul ajar yang dikembangkan termasuk dalam kriteria sangat baik. Bagi guru, modul ajar teks drama menggunakan media audiovisual dapat dijadikan bahan ajar pendamping dari buku paket dari sekolah untuk peserta didik. Dan bagi siswa, modul ajar teks drama berbasis budaya pendalungan dapat dijadikan sumber belajar untuk menambah pengetahuan dan kreatifitas dalam materi menulis teks drama .
The Representation Of Osing Dialetc In Kemiren As A Social Identity: A Sociolinguistic Study Azizah, Andini Fatima; Amilia, Fitri; Anggraeni, Astri Widyaruli
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2025): JURNAL KREDO VOL 9 NO 1 TAHUN 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/kredo.v9i1.16121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi dialek Osing yang digunakan oleh masyarakat Desa Kemiren sebagai representasi identitas sosial. Penelitian ini berfokus pada bagaimana kosakata dan pelafalan khas Osing digunakan dalam interaksi sehari-hari dan makna sosial yang terkandung di dalamnya. Pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pencocokan intralingual digunakan untuk membandingkan tuturan dialek Osing dengan dialek Jawa. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan tiga penutur asli Osing yang aktif dalam kegiatan sosial dan adat di Kemiren, Banyuwangi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dialek Osing memiliki ciri leksikal dan fonologis yang unik yang membedakannya dari bahasa Jawa, seperti penggunaan isun (saya), riko (kamu), madyang (makan), dan turau (tidur). Perbedaan-perbedaan ini tidak hanya menunjukkan variasi linguistik tetapi juga mencerminkan identitas dan solidaritas sosial masyarakat Osing. Penggunaan dialek Osing dalam upacara adat, komunikasi keluarga, dan percakapan sehari-hari menunjukkan perannya dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan memperkuat identitas sosial. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pelestarian dialek lokal seperti Osing berperan krusial dalam menjaga solidaritas masyarakat, keberlangsungan budaya, dan keragaman bahasa di Indonesia. Lebih lanjut, temuan ini dapat menjadi referensi bagi kajian sosiolinguistik dan program pelestarian budaya yang bertujuan memperkuat identitas daerah di era globalisasi.
Pemanfaatan Google Clasroom sebagai Media Penunjang Pembelajaran pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Rogojampi Muksa, Virgi Riyan; Citraningrum, Dina Merdeka; Susetyo, Agus Milu; Anggraeni, Astri Widyaruli
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 2 (2023): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i2.3265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 2) langkah-langkah yang dilakukan siswa dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 3) kelebihan dan kekurangan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 4) kriteria kelayakan Google Classroom sebagai media penunjang pebelajaran pada mata pelajaran bahasa indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi meliputi: membuat kelas, membuat lembar kehadiran siswa, menyusun materi, membuat tugas, menyampaikan materi, dan melakukan penelitian. Langkah-langkah yang dilakukan siswa meliputi: bergabung ke dalam kelas, mengikuti pembelajaran, mengakses materi, dan mengerjakan tugas pada google classroom. Kelebihan google classroom: mudah digunakan, mengemat waktu, fleksibel dan hemat biaya. Kekurangan google classroom: membutuhkan panduan pengguna baru, memerlukan jaringan internet yang stabil, dan perangkat yang mendukung dalam pemanfaatanya. Kriteria kelayakan Google Classroom sebagai media pembelajaran meliputi kualitas isi dan tujuan, kualitas instruksional, dan kualitas teknis.
Pemanfaatan Google Clasroom sebagai Media Penunjang Pembelajaran pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Rogojampi Muksa, Virgi Riyan; Citraningrum, Dina Merdeka; Susetyo, Agus Milu; Anggraeni, Astri Widyaruli
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 2 (2023): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i2.3244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 2) langkah-langkah yang dilakukan siswa dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 3) kelebihan dan kekurangan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 4) kriteria kelayakan Google Classroom sebagai media penunjang pebelajaran pada mata pelajaran bahasa indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi meliputi: membuat kelas, membuat lembar kehadiran siswa, menyusun materi, membuat tugas, menyampaikan materi, dan melakukan penelitian. Langkah-langkah yang dilakukan siswa meliputi: bergabung ke dalam kelas, mengikuti pembelajaran, mengakses materi, dan mengerjakan tugas pada google classroom. Kelebihan google classroom: mudah digunakan, mengemat waktu, fleksibel dan hemat biaya. Kekurangan google classroom: membutuhkan panduan pengguna baru, memerlukan jaringan internet yang stabil, dan perangkat yang mendukung dalam pemanfaatanya. Kriteria kelayakan Google Classroom sebagai media pembelajaran meliputi kualitas isi dan tujuan, kualitas instruksional, dan kualitas teknis.
The Effect of Group Discussion Learning on Improving Students' Critical Thinking Skills in Essay Writing Musoffa, Laylatul; Anggraeni, Astri Widyaruli; Citraningrum, Dina Merdeka
Journal of Educational Sciences Vol. 9 No. 6 (2025): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.9.6.p.6009-6020

Abstract

This study aims to evaluate the impact of the group discussion learning approach on improving students' critical thinking skills in writing essays for Indonesian language subjects at SMP Negeri 1 Tempurejo. This study uses a quantitative approach with a pretest-posttest design with a non-equivalent control group. The participants consisted of two classes: IX B as the control group and IX D as the experimental group, each containing 20 students. Data were collected using essay writing assessments and direct observation to evaluate student engagement during classroom learning, after which they were evaluated using a paired sample t-test. The results showed an increase in the average score of the experimental class from 77.5 to 91.3 (an increase of 13.8 points), while the control class increased from 56.8 to 66.9 (an increase of 10.1 points), indicating a significant difference between the two classes. The experimental class experienced a percentage increase of 17.81%, indicating a relative effectiveness that was 36.63% superior to the standard learning method. As a result, the group discussion method significantly improved students' critical thinking skills in essay writing.
Exploring istighfar as an emotive and religious interjection in Indonesian Afrizal, Mohamad; Mijianti, Yerry; Anggraeni, Astri Widyaruli
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v8i4.1362

Abstract

Istighfar is an interjection in the Indonesian, borrowed from Arabic and widely used in various social situations, both in personal and public spheres. As a religious interjection that holds a significant position in the linguistic practices of Muslim communities, istighfar reflects both emotional responses and moral awareness toward events perceived as negative or sinful. This study aims identified the characteristics of istighfar as an interjection and to analyze its meaning using the Natural Semantic Metalanguage (NSM) approach. Employing a qualitative-descriptive method, the primary data were drawn from fifteen Indonesian novels by prominent authors, while supplementary data were taken from online news headlines and everyday communicative experiences, including spontaneous conversations and selected social media comments within the researcher’s observation. The analysis proceeded in two stages: categorizing istighfar within interjection typology and constructing semantic explications using NSM. The results show that istighfar fulfills nearly all prototypical features of interjections and carries complex spiritual content. Its use not only reflects emotional expression but also constructs and represents the speaker’s religious identity. This research affirms that language can reflect levels of religiosity, as demonstrated by the frequent use of religious interjections in Indonesian society, which is known for its high level of religious devotion.
Writing Poetry with the Development of Associative Meaning in Chairil Anwar's Poetry Collection: A Lesson of Poetry Writing Instruction Firmansyah, Bagas Eko; Amilia, Fitri; Anggraeni, Astri Widyaruli
Journal of Language and Literature Studies Vol. 5 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/azhyzf09

Abstract

This research is motivated by the importance of associative meaning in poetry as a formative element of imaginative power, emotion, and linguistic creativity. However, there has been limited research systematizing associative meaning techniques as a model for poetry writing instruction. This study aims to analyze associative meaning techniques in Chairil Anwar's poems and formulate their implications for poetry writing instruction. This research employs a qualitative descriptive design with semantic analysis of eight selected poems from the collection Aku Ini Binatang Jalang (I Am a Wild Animal). Data were collected through repeated reading and note-taking techniques, while data analysis was conducted through componential analysis, referential analysis, and meaning verification using KBBI (the Indonesian Dictionary). The research findings indicate that there are three dominant techniques in the development of associative meaning in Chairil Anwar's poetry: meaning components, rewriting, and synonymy. The synonymy technique is the most frequently used, followed by rewriting and meaning components. These findings demonstrate that associative meaning plays a crucial role in strengthening the expressive power and semantic depth of poetry. These findings have implications for poetry writing instruction, namely the need for explicit teaching of associative techniques to help students enrich their diction choices and expand semantic creativity in their poetic works.
Kajian Unsur Kebudayaan Indonesia dalam Novel Bumi Karya Tere Liye Rohma, Marisa Nur; Dzarna, Dzarna; Anggraeni, Astri Widyaruli
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i3.1600

Abstract

This study aims to examine elements of Indonesian culture in Tere Liye's novel Bumi using a literary anthropology approach. The analysis is based on Koentjaraningrat's seven dimensions of culture theory, which includes social organization systems, religious systems and ceremonies, livelihood systems, knowledge systems, technology and equipment systems, language systems, and arts. The research method used is descriptive qualitative with documentation techniques and data analysis through reduction, presentation, and conclusion drawing. The results show that the novel Bumi represents six of the seven dimensions of culture, namely social organization, religion, livelihood, science, technology and equipment, and language. The element of art is not explicitly found in the text. These findings prove that the novel Bumi not only has aesthetic value as a work of literature, but also serves as a medium for the preservation, internalization, and reflection of the culture of the archipelago. This study is expected to enrich culture-based literary studies while contributing to the learning of Indonesian language and literature. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji unsur-unsur kebudayaan Indonesia dalam novel Bumi karya Tere Liye dengan menggunakan pendekatan antropologi sastra. Analisis didasarkan pada teori tujuh dimensi kebudayaan Koentjaraningrat, yang meliputi sistem organisasi sosial, sistem religi dan upacara keagamaan, sistem mata pencaharian, sistem ilmu pengetahuan, sistem teknologi dan peralatan, sistem bahasa, serta kesenian. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik dokumentasi dan analisis data melalui reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Bumi merepresentasikan enam dari tujuh dimensi kebudayaan, yakni sistem organisasi sosial, religi, mata pencaharian, ilmu pengetahuan, teknologi dan peralatan, serta bahasa. Adapun unsur kesenian tidak ditemukan secara eksplisit dalam teks. Temuan ini membuktikan bahwa novel Bumi tidak hanya memiliki nilai estetika sebagai karya sastra, tetapi juga berperan sebagai media pelestarian, internalisasi, dan refleksi budaya Nusantara. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian sastra berbasis budaya sekaligus memberikan kontribusi dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia.