Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengembangan Buku Pengayaan Menulis Teks Berita Berbasis TIK untuk Peserta Didik Kelas VIII SMP Abdillah, Moh. Rizqi; Susetyo, Agus Milu; Mijianti, Yerry; Anggraeni, Astri Widyaruli
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i1.15412

Abstract

ABSTRAKPenelitian  ini  dilakukan  untuk  mengembangkan  buku  pengayaan  menulis teks  berita  berbasis  TIK.  Dengan  adanya  Buku  Pengayaan  Menulis  Teks Berita  Berbasis  TIK,  peneliti  berasumsi  jika  mampu  membantu  kegiatan belajar mengajar guru dan peserta didik dalam di kelas. Peneliti modifikasi sepuluh tahapan penelitian pengembangan menurut Borg and Gall menjadi lima  tahap  sesuai  dengan  kebutuhan  penelitian  (1)  penelitian  dan pengelompokan  data,  (2) pengembangan  produk  awal,  (3)  pengujian validitas,  (4)  revisi  produk,  dan  (5)  pengujian  di  lapangan. Berdasarkan penilaian  ahli  bahan  ajar  pada  buku  pengayaan  menulis  teks  berita  yang memuat  TIK  didapatkan  skor  rata-rata  81,7  artinya  hasil  tersebut  masuk kedalam  kategori  “Sangat Baik”  dan  Sangat  Layak,  tanpa  perlu  adanya direvisi. Uji validasi dari ahli materi buku pengayaan menulis berita berbasis TIK mendapat kriteria “Baik” setelah mendapat penilaian dengan mendapat skor  72,3  yang  artinya  sesuai  dan  tidak  perlu  dilakukannya  revisi.  Buku pengayaan menulis teks berita berbasis TIK memperoleh nilai rata-rata 95,8 berdasarkan hasil penilaian dari respon siswa, yang artinya buku pengayaan masuk dalam kategori “Sangat Baik” dan hasil respon guru didapatkan skor rata-rata  80,  dengan  yang  artinya  buku  pengayaan  yang  dikembangkan masuk kedalam kriteria “baik”.Kata Kunci: Buku Pengayaan, Berita, TIKABSTRACTThis research was conducted to develop an enrichment news text book based on ICT. With an enrichment news text book based on ICT, researchers assume if it is able to help the teaching and learning activities of teachers and students in the classroom. Researchers modify the ten stages of development research based on Borg and Gall into five stages according to research needs (1) research and data grouping, (2) preliminary product development, (3) validity testing, (4) product revision, and (5) field testing.  field.  Based on the assessment of teaching material expert’s evaluation, the enrichment news text book based on ICT, achieved an average score of 81.7 means that the results fall into the category of "Very Good" and Very Eligible, without the need for revision.  The validation test from the material experts on ICT-based news writing enrichment books received the "Good" criterion after receiving an assessment with a score of 72.3, which means it is appropriate and no revision is needed. The enrichment news text book based on ICT obtained an average score of 95.8 based on the results of the student responses assessment, which means that the enrichment book is in the "Very Good" category and the teacher's response results obtained an average score of 80, which means that the enrichment book developed into the criteria of "good".Keyword: Enrichment Book, News, ICT
Tindak Tutur Ilokusi Ekspresif Guru dalam Pembelajaran Materi Analisis Teks Tanggapan Si Itam Widianata, Fogi Septian; Anggraeni, Astri Widyaruli; Afrizal, Mohamad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif dalam pembelajaran materi analisis teks tanggapan si Itam.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dimana penelitian ini memberikan gambaran serta memberikan penjelasan terkait dengan bentuk serta tindak Tutur dari ekspresif yang diperoleh berdasarkan pembelajaran dari analisis materi berdasarkan teks tanggapan si Itam. Analisis data yang ada pada penelitian ini adalah menggunakan metode padan ekstralinguan dan intralinguan sehingga penelitian ini menggunakan teknik yang digunakan secara istilah unsur tertentu dan di mana penelitian ini juga terdapat tutur ekspresif yang wujudnya berupa tindak tutur langsung secara literal maupun tutur langsung secara tidak riteral yang kemudian kegiatan tersebut disampaikan dalam bentuk kalimat yang sifatnya adalah deklaratif serta imperatif maupun kalimat yang bersifat interogatif serta ekslamatif. Selanjutnya adalah terkait dengan tuturan ekspresif yang ada dalam penelitian ini diperkuat dengan adanya raut wajah dan intonasi beserta gerak tubuh yang dilakukan dalam mengekspresikan diri serta diharapkan penelitian ini mampu memberikan manfaat yang banyak bagi pembaca dalam kegiatan pembelajaran untuk mengkaji pragmatik terutama pada tindak tutur ekspresif.
Dialek Bahasa Madura di Jawa Timur Bagian Timur: Kajian Dialektologi Uqraniyyah, Siti Murtifatul; Anggraeni, Astri Widyaruli; Suaedi, Hasan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyelidiki variasi Bahasa Madura di daerah Pantura (Pantai Utara). Penelitian ini juga membahas ciri morfofonemis dari ketiga wilayah penelitian Bahasa Madura. Penelitian ini mengamati tiga kabupaten: Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Situbondo, dan Kabupaten Banyuwangi. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui teknik simak dan cakap. Kosa kata yang terdiri dari sepuluh kata kerja Madura dengan 200 gloss Morris Swadesh adalah subjek penelitian ini. Data primer dan sekunder adalah sumber data penelitian. Hasil menunjukkan bahwa di ketiga kabupaten yang dipelajari—Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Situbondo, dan Kabupaten Banyuwangi—terdapat perbedaan dan persamaan dialek. Adanya perbedaan dan persamaan dialek dipengaruhi dari letak wilayah geografis ketiga wilayah penelitian. Perbedaan maupun persamaan tersebut kemudian dikelompokkan dalam bentuk tabel kemudian dipetakan sesuai simbol dari peta wilayah yang telah ditentukan peneliti. Selain itu, ditentukan juga ciri dialek dari perbedaan dan persamaannya di ketiga wilayah penelitian tersebut dengan menggunakan proses morfofonemis. Namun, ciri-ciri dialek Bahasa Madura berdasarkan morfofonemis pada penelitian ini ternyata tidak semua gloss bisa mendapatkan imbuhan atau afiksasi untuk melakukan proses morfofonemis dikarenakan ada dialek yang berdasarkan wilayahnya sudah mendapatkan imbuhan di awal kata nya.
Penyimpangan Kesantunan Berbahasa di Lingkungan Sekolah Karisma, Frischa Azhim; Anggraeni, Astri Widyaruli; Dzarna, Dzarna
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi tipe kesantunan berbahasa yang dihasilkan dalam kegiatan belajar mengajar SD Sukorambi. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Hal ini menyoroti kualitas informasi yang dihasilkan oleh data deskriptif yang didasarkan pada informasi faktual yang relevan dengan lapangan. Metode pencatatan dan pencatatan digunakan dalam proses pencatatan. Guru dan anak di SDN Sukorambi 3 Jember dijadikan sebagai subjek penelitian. Tujuan pertama penelitian ini adalah mengkarakterisasi jenis penyimpangan kesantunan berbahasa; yang kedua adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan berkembangnya penyimpangan pembelajaran di SD Negeri Sukorambi 3 Jember; yang ketiga adalah untuk menentukan dampak penyimpangan ini terhadap ucapan siswa selama pengajaran. Temuan penelitian ini mendukung hipotesis Leech dengan menunjukkan bagaimana menggunakan isyarat kesopanan linguistik dalam pertemuan belajar mengajar. Variasi etika berbahasa dalam pengajaran dan pembelajaran berbicara disebabkan oleh tiga faktor: (1) penutur atau penutur; (2) pendengar atau lawan bicara; dan (3) perubahan konteks. Temuan penelitian yang dilakukan di SD Negeri Sukorambi 3 menunjukkan bahwa sesuai dengan teori Leech, bentuk-bentuk penyimpangan linguistik di lingkungan sekolah adalah sebagai berikut: (1) maksim kebijaksanaan, (2) maksim kemurahan hati, (3) maksim hormat, (4) maksim kesederhanaan, (5) maksim persetujuan, dan (6) maksim simpati.
Kesantunan Berbahasa Dalam Interaksi Sosial di Pondok Pesantren Nurul Islam Antirogo, Sumbersari, Jember Azmy, Eka Jabbar; Anggraeni, Astri Widyaruli; Afrizal, Mohammad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren merupakan salah satu tempat berbahasa, dari mulai bahasa nasional maupun Bahasa daerah, yang akan disampaikan pada penelitian ini adalah bagaimana para santri, ustadz, dan kiai berinteraksi dilingkungan pesantren. Pesantren sendiri identik dengan kesopan dan santunan, mulai dari cara berpakaian, berbahasa, dan tindak tuturnya. penelitian dari aspek tutur Bahasa yang berkaitan dengan pesantren, yakni pesantren Nurul Islam Berdasarkan hasil observasi di pondok pesantren Nurul Islam Jember ditemukan pemakaian kesantunan berbahasa pada santri dan ustadz di pondok pesantren Nurul Islam Jember. Kesantunan berbahasa bukan hanya berkaitan dengan kebahasaan tetapi dengan aspek budaya. Masalah yang diteliti ialah pematuhan kesantunan berbahasa pada Interaksi Sosial di Pondok Pesantren Nurul Islam Antirogo, Sumbersari, Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesantunan berbahasa pada Interaksi Sosial di Pondok Pesantren Nurul Islam Jember menurut teori Leech. menggunakan teknik observasi, teknik catat, dan teknik rekam. menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik analisis data penelitian ini ialah metode padan intralingual dengan hubung banding perbedaan.
Pengembangan Bahan Ajar Menulis Teks Drama Menggunakan Media Audiovisual Untuk Siswa Kelas VIII SMPN 1 Sukowono Faridzya, Syefty Yunda Syan Al; Amilia, Fitri; Anggraeni, Astri Widyaruli
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat siswa untuk menulis teks drama masih sangat minim sehingga perlu adanya dorongan dan motivasi pembelajaran. Dalam hal menulis siswa menyukai membaca dan mendengarkan yang tersaji tau dibacakan oleh guru, sehingga dengan dikembangkannya Modul Ajar Menulis Teks Drama Menggunakan Media Audiovisual diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar mengajar guru dan peserta didik di kelas.Dapat dilihat dengan banyaknya siswa yang masih mendapat nilai dibawah KKM pada menulis teks drama di SMPN 1 Sukowono. Penelitian ini berjenis penelitian pengembangan. Ciri utama dari penelitian pengembangan adalah menghasilkan suatu produk .Modul ajar yang dikembangakan menggunakan media audiovisual ini menggunakan metode yang Project Based Learning dengan pengembangan produk awal, uji validasi untuk mendapatkan penilaian dari para ahli apakah modul sudah layak untuk diuji cobakan, dan revisi produk yang dilakukan setelah mendapat penilaian dari para ahli, dan uji coba lapangan dilakukan setelah mendapat hasil validasi dengan kategori yang ditentukan.Modul ajar menulis teks drama yang dikembangkan sangat penting karena untuk menciptakan teks drama yang sesuuai dengan struktur pembangun teks drama. Proses penyusunan modul ajar teks drama menggunakan media audiovisual dimulai dengan studi pendahuluan, kemudian tahap perencanaan menganalisis kurikulum untuk melihat capaian pembelajaran pada semester genap. Selanjutnya tahap desain guna mempersiapkan struktur pada modul ajar dengan detail. Dilakukan tahap pengembangan modul ajar yang kemudian di ujicobakan kepada calon pengguna. Setelah melalui tahap pengembangan dan pebaikan modul ajar siap digunakan. Hasil uji validitas dari ahli bahan ajar pada modul ajar teks drama menggunakan media audiovsual diperoleh skor rata-rata 97,9 artinya masuk dalam kategori sangat baik tidak perlu direvisi. Uji validasi dari ahli materi pada modul ajar menggunakan media audiovisual mendapat skor rata-rata 89,2 yang berarti termasuk dalam kategori baik dan sesuai serta tidak perlu direvisi. Hasil pengolahan kuesioner respon siswa terhadap produk modul ajar diperoleh nilai rata-rata 90,5 artinya modul ajar yang dikembangkan termasuk dalam kriteria sangat baik. Bagi guru, modul ajar teks drama menggunakan media audiovisual dapat dijadikan bahan ajar pendamping dari buku paket dari sekolah untuk peserta didik. Dan bagi siswa, modul ajar teks drama berbasis budaya pendalungan dapat dijadikan sumber belajar untuk menambah pengetahuan dan kreatifitas dalam materi menulis teks drama .
The Representation Of Osing Dialetc In Kemiren As A Social Identity: A Sociolinguistic Study Azizah, Andini Fatima; Amilia, Fitri; Anggraeni, Astri Widyaruli
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2025): JURNAL KREDO VOL 9 NO 1 TAHUN 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/kredo.v9i1.16121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi dialek Osing yang digunakan oleh masyarakat Desa Kemiren sebagai representasi identitas sosial. Penelitian ini berfokus pada bagaimana kosakata dan pelafalan khas Osing digunakan dalam interaksi sehari-hari dan makna sosial yang terkandung di dalamnya. Pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pencocokan intralingual digunakan untuk membandingkan tuturan dialek Osing dengan dialek Jawa. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan tiga penutur asli Osing yang aktif dalam kegiatan sosial dan adat di Kemiren, Banyuwangi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dialek Osing memiliki ciri leksikal dan fonologis yang unik yang membedakannya dari bahasa Jawa, seperti penggunaan isun (saya), riko (kamu), madyang (makan), dan turau (tidur). Perbedaan-perbedaan ini tidak hanya menunjukkan variasi linguistik tetapi juga mencerminkan identitas dan solidaritas sosial masyarakat Osing. Penggunaan dialek Osing dalam upacara adat, komunikasi keluarga, dan percakapan sehari-hari menunjukkan perannya dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan memperkuat identitas sosial. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pelestarian dialek lokal seperti Osing berperan krusial dalam menjaga solidaritas masyarakat, keberlangsungan budaya, dan keragaman bahasa di Indonesia. Lebih lanjut, temuan ini dapat menjadi referensi bagi kajian sosiolinguistik dan program pelestarian budaya yang bertujuan memperkuat identitas daerah di era globalisasi.
Pemanfaatan Google Clasroom sebagai Media Penunjang Pembelajaran pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Rogojampi Muksa, Virgi Riyan; Citraningrum, Dina Merdeka; Susetyo, Agus Milu; Anggraeni, Astri Widyaruli
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 2 (2023): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i2.3265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 2) langkah-langkah yang dilakukan siswa dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 3) kelebihan dan kekurangan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 4) kriteria kelayakan Google Classroom sebagai media penunjang pebelajaran pada mata pelajaran bahasa indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi meliputi: membuat kelas, membuat lembar kehadiran siswa, menyusun materi, membuat tugas, menyampaikan materi, dan melakukan penelitian. Langkah-langkah yang dilakukan siswa meliputi: bergabung ke dalam kelas, mengikuti pembelajaran, mengakses materi, dan mengerjakan tugas pada google classroom. Kelebihan google classroom: mudah digunakan, mengemat waktu, fleksibel dan hemat biaya. Kekurangan google classroom: membutuhkan panduan pengguna baru, memerlukan jaringan internet yang stabil, dan perangkat yang mendukung dalam pemanfaatanya. Kriteria kelayakan Google Classroom sebagai media pembelajaran meliputi kualitas isi dan tujuan, kualitas instruksional, dan kualitas teknis.
Pemanfaatan Google Clasroom sebagai Media Penunjang Pembelajaran pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Rogojampi Muksa, Virgi Riyan; Citraningrum, Dina Merdeka; Susetyo, Agus Milu; Anggraeni, Astri Widyaruli
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 2 (2023): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i2.3244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 2) langkah-langkah yang dilakukan siswa dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 3) kelebihan dan kekurangan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 4) kriteria kelayakan Google Classroom sebagai media penunjang pebelajaran pada mata pelajaran bahasa indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi meliputi: membuat kelas, membuat lembar kehadiran siswa, menyusun materi, membuat tugas, menyampaikan materi, dan melakukan penelitian. Langkah-langkah yang dilakukan siswa meliputi: bergabung ke dalam kelas, mengikuti pembelajaran, mengakses materi, dan mengerjakan tugas pada google classroom. Kelebihan google classroom: mudah digunakan, mengemat waktu, fleksibel dan hemat biaya. Kekurangan google classroom: membutuhkan panduan pengguna baru, memerlukan jaringan internet yang stabil, dan perangkat yang mendukung dalam pemanfaatanya. Kriteria kelayakan Google Classroom sebagai media pembelajaran meliputi kualitas isi dan tujuan, kualitas instruksional, dan kualitas teknis.
The Effect of Group Discussion Learning on Improving Students' Critical Thinking Skills in Essay Writing Musoffa, Laylatul; Anggraeni, Astri Widyaruli; Citraningrum, Dina Merdeka
Journal of Educational Sciences Vol. 9 No. 6 (2025): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.9.6.p.6009-6020

Abstract

This study aims to evaluate the impact of the group discussion learning approach on improving students' critical thinking skills in writing essays for Indonesian language subjects at SMP Negeri 1 Tempurejo. This study uses a quantitative approach with a pretest-posttest design with a non-equivalent control group. The participants consisted of two classes: IX B as the control group and IX D as the experimental group, each containing 20 students. Data were collected using essay writing assessments and direct observation to evaluate student engagement during classroom learning, after which they were evaluated using a paired sample t-test. The results showed an increase in the average score of the experimental class from 77.5 to 91.3 (an increase of 13.8 points), while the control class increased from 56.8 to 66.9 (an increase of 10.1 points), indicating a significant difference between the two classes. The experimental class experienced a percentage increase of 17.81%, indicating a relative effectiveness that was 36.63% superior to the standard learning method. As a result, the group discussion method significantly improved students' critical thinking skills in essay writing.