Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

The Representation Of Osing Dialetc In Kemiren As A Social Identity: A Sociolinguistic Study Azizah, Andini Fatima; Amilia, Fitri; Anggraeni, Astri Widyaruli
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2025): JURNAL KREDO VOL 9 NO 1 TAHUN 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/kredo.v9i1.16121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi dialek Osing yang digunakan oleh masyarakat Desa Kemiren sebagai representasi identitas sosial. Penelitian ini berfokus pada bagaimana kosakata dan pelafalan khas Osing digunakan dalam interaksi sehari-hari dan makna sosial yang terkandung di dalamnya. Pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pencocokan intralingual digunakan untuk membandingkan tuturan dialek Osing dengan dialek Jawa. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan tiga penutur asli Osing yang aktif dalam kegiatan sosial dan adat di Kemiren, Banyuwangi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dialek Osing memiliki ciri leksikal dan fonologis yang unik yang membedakannya dari bahasa Jawa, seperti penggunaan isun (saya), riko (kamu), madyang (makan), dan turau (tidur). Perbedaan-perbedaan ini tidak hanya menunjukkan variasi linguistik tetapi juga mencerminkan identitas dan solidaritas sosial masyarakat Osing. Penggunaan dialek Osing dalam upacara adat, komunikasi keluarga, dan percakapan sehari-hari menunjukkan perannya dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan memperkuat identitas sosial. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pelestarian dialek lokal seperti Osing berperan krusial dalam menjaga solidaritas masyarakat, keberlangsungan budaya, dan keragaman bahasa di Indonesia. Lebih lanjut, temuan ini dapat menjadi referensi bagi kajian sosiolinguistik dan program pelestarian budaya yang bertujuan memperkuat identitas daerah di era globalisasi.
Exploring istighfar as an emotive and religious interjection in Indonesian Afrizal, Mohamad; Mijianti, Yerry; Anggraeni, Astri Widyaruli
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v8i4.1362

Abstract

Istighfar is an interjection in the Indonesian, borrowed from Arabic and widely used in various social situations, both in personal and public spheres. As a religious interjection that holds a significant position in the linguistic practices of Muslim communities, istighfar reflects both emotional responses and moral awareness toward events perceived as negative or sinful. This study aims identified the characteristics of istighfar as an interjection and to analyze its meaning using the Natural Semantic Metalanguage (NSM) approach. Employing a qualitative-descriptive method, the primary data were drawn from fifteen Indonesian novels by prominent authors, while supplementary data were taken from online news headlines and everyday communicative experiences, including spontaneous conversations and selected social media comments within the researcher’s observation. The analysis proceeded in two stages: categorizing istighfar within interjection typology and constructing semantic explications using NSM. The results show that istighfar fulfills nearly all prototypical features of interjections and carries complex spiritual content. Its use not only reflects emotional expression but also constructs and represents the speaker’s religious identity. This research affirms that language can reflect levels of religiosity, as demonstrated by the frequent use of religious interjections in Indonesian society, which is known for its high level of religious devotion.