Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

ANALISIS FINANSIAL USAHA RUMAH TANGGA KUE TRADISIONAL DI DESA TANJUNG GANTI 1 KABUPATEN KAUR Rita Feni; Edi Efrita; Neti Kesumawati; Ericha Sistia Raney
Jurnal AGRIBIS Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v17i1.6031

Abstract

Usaha rumah tangga kue tradisional merupakan salah satu jenis usaha yang dikembangkan oleh masyarakat desa Tanjung Ganti 1 Kecamatan Kelam Tengah, Kabupaten Kaur Propinsi Bengkulu. Usaha ini dapat membantu perekonomian keluarga sebagai salah satu usaha sampingan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan usaha dan sensitivitas pada usaha industri rumah tangga kue tradisional tersebut. . Metode yang digunakan adalah metode studi kasus yaitu pada usaha industri rumah tangga kue tradisional Karayu. Studi kasus merupakan pengujian yang dilakukan secara mendalam terhadap suatu permasalahan atau objek penelitian yang spesifik atau khusus. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Industri rumah tangga kue tradisional Karayu layak untuk diusakan dari hasil penilaian kriteria investasi NPV, IRR. Net B/C dan POP. Nilai sensitivitas pada saat biaya variabel, harga bahan baku dan harga output diasumsikan naik sebesar 5% usaha rumah tangga kue tradisional masih layak untuk diusahakan Kata Kunci - finansial, kue tradisional, usaha rumah tangga
Pendapatan Usahatani Sistem Integrasi Berbasis Padi dan Sapi di Kelurahan Rimbo Kedui Kabupaten Seluma Propinsi Bengkulu Kurniati, Novitri; Efrita, Edi; Damaiyanti, Denni
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.1.64-69

Abstract

Sistem integrasi merupakan pertanian campuran tanaman dan ternak, dimana limbah produk tanaman digunakan sebagai pakan ternak dan limbah ternak digunakan sebagai pupuk untuk meningkatkan kesuburan tanah. Yang menjadi dasar pada sistem integrasi adalah terdapat sinergi dan saling melengkapi antara tanaman dan ternak, dan limbah keduanya bisa saling dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usahatani sistem integrasi serta menghitung kontribusi usahatani padi sawah dan sapi potong terhadap sistem integrasi di Kelurahan Rimbo Kedui Kabupaten Seluma. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Studi Kasus. Teknik analisa data menggunakan fungsi pendapatan serta persentase untuk menghitung kontribusi pendapatan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usahatani integrasi sebesar Rp 72.209.416,69 / tahun, dengan kontribusi usahatani padi sebesar 28,38 persen, sedangkan kontribusi dari usahaternak sapi potong sebesar 71,62 persen.
TEKNOLOGI PEMBUATAN TEPUNG BIJI ALPUKAT DAN PEMANFAATAN SEBAGAI PENGGANTI TEPUNG TERIGU DALAM PEMBUATAN COOKIES DI DESA ARGA INDAH Hayati, Rita; Kesumawati, Neti; Armadi, Yukiman; Jafrizal, Jafrizal; Definiati, Neli; Efrita, Edi; Mutmainah, Elni; Saputra, Surya Ade
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 3 (2024): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i3.733

Abstract

Masyarakat di Desa Arga Indah Kecamatan Marigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah pada umumnya memiliki mata pencaharian bertani dan berdagang. Masyarakatnya mengharapkan ada penyuluhan bagaiman menambah pemasukkan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Salah satu melalui upaya memanfaatkan limbah hasil pertanian yang dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan menambah pemasukkan keuangan keluarga. Pada umumnya petani hanya membuang biji alpukat yang dihasilkan di Desa Arga Indah. Buah alpukat merupakan salah satu buah yang diminati banyak orang, namun disisi lain bijinya hanya dijadikan limbah yang belum termanfaatkan karena pada umumnya, bagian yang dimanfaatkan dari buah alpukat hanyalah daging buahnya saja sedangkan bagian lainnya dibuang dan menjadi limbah. Bagian terbuang yang masih dapat dimanfaatkan misalnya biji. Biji alpukat yang dianggap sebagai limbah memiliki kandungan pati yang cukup tinggi yaitu sekitar 80,1% yang dapat dimanfaatkan menjadi berbagai cemilan makanan ringan antara lain Cookies. Untuk itu diperlukan pendidikan kepada masyarakat tani bagaimana teknologi pengolahan biji Alpukat menjadi Tepung yang kemudian dapat dimanfaatkan menjadi beberapa olahan makanan ringan seperti Cookies. Pengabdian pada masyarakat yang dilakukan ini berupa penyuluhan. Pelatihan Teknologi pembuatan Tepung Biji Durian dan praktek menggunaanya dalam pembuatan Cookies Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini, yaitu berupa penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi untuk pendalaman. Kemudian dilanjutkan dengan pembimbingan praktek lapangan dan monotoring. Hasil yang dicapai dalam pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya ketrampilan petani dalam teknologi pembuatan tepung biji alpukat dan pembuatan Cookies dan menambah wawasan petani dalam memanfaatkan biji Alpukat menjadi sesuatu yang dapat menambah pendapatan keluarga petani dan juga dapat memelihara lingkungan dengan menfaatkan biji alpukat yang berupa Limbah.
Membangun Motivasi Menabung Anak LKSA Aisyiyah Kota Bengkulu Melalui Kreasi Barang Bekas Dienti, Arlita; Feni, Rita; Marwan, Edy; Yawahar, Jon; Mulyadi, Maheran; Efrita, Edi
MESTAKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v3i5.466

Abstract

Saving is one of the way to take control of financial, fulfill daily needs, train to live frugally, train to live independently and smartly control financial from early age and hopefully will be carried away until adult. This service aims to expand the knowledge on the importance of saving and to teach how to make piggy bank to save money. Target for this service are the kids from LKSA ‘Aisyiyah Kasih Ibu. LKSA is a children social welfare program from ‘Asyiyah Kasih Ibu orphanage in Bengkulu city. This service method include 1). Socialization about the function and method of saving and how to make piggy bank from used materials 2). A demonstration on how to make a piggy bank from used card box and bottle. The result of this service shows enthusiasm of participants. This service is also expand the knowledge and skill of the participants. This activity not only gives motivation, but also a new skill to apply saving habit in daily life.
Analisis Pendapatan dan Rentabilitas UMKM Keripik Singkong di Desa Bukit Peninjauan I Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma (Studi Kasus PT. Rizky Jaya Sampurna) Sari, Nur Phita; Feni, Rita; Efrita, Edi; Marwan, Edy; Mulyadi, Maheran
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 9, No 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/mea.v9i2.248

Abstract

Casava crackers are commonly produced snack by SMEs, one of which is PT. Rizky Jaya Sampurna. This study aims to analyze revenue and rentability of casa crackers at PT. Rizky Jaya Sampurna. The data used in this study is primary and secondary data. Primary data obtained by using interview through questionnaire to the owners of PT. Rizky Jaya Sampurna while secondary data obtained from relevant bodies. The data collected in this study comprised investment cost, fixed cost, variable cost, production, and price. Data analysis consisted of cost analysis, revenue, R/C ratio, B/C ratio, profile rate, pay back period and rentability. The result shows that total cost is Rp31.535.019,44, revenue is Rp12.984.980,56 per month, R/C ratio is 1,41, B/C ratio is 0,41, profile rate is 41,2%, payback period is 6 years 6 month and 27 days and rentability is 14,6%. The study concluded that casava crackers SMEs by PT. Rizky Jaya Sampurna is not feasible for long term production based on below one B/C ratio, but the business is already profitable and efficient.
Analisis Usahatani Pakcoy (Brassica rapa L.) Pada Sistem Urban Farming Chintia, Aksho Citra; Efrita, Edi; Kurniati, Novitri; Marwan, Edy
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 10, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/mea.v10i1.269

Abstract

 Agricultural land in Indonesia is decreasing due to land conversion into housing and other public facilities.. The scarcity of agricultural land is especially felt in urban areas, so the remaining land must be utilized optimally and efficiently. Urban farming is an agricultural or plantation concept that is carried out using limited land. The principle of urban farming is any effort to utilize space or land that still exists in urban areas, such as yards, roofs or walls of houses. Urban agricultural cultivation methods can be carried out using verticulture, hydroponics, aquaponics, aeroponics, fruit plants in pots (tabulampot) or polybags, and others. The aim of this research is to study the concept of urban farming using several methods, namely: (1) polybags (2) vertical cultivation (3) wall plant bags (4) hydroponic Deep Flow Technique (DFT) in urban farming areas. The data used is data from the results of an Independent Certified Internship at the Center for Implementation of Standard Agricultural Instruments in Bengkulu which was carried out from September to January 2024. Analysis of the data used includes (1) profit (2) R/C Ratio (3) B/C Ratio (4) Break Event Point (BEP). Based on the conclusions of the analysis of pakcoy farming with an urban farming system using polybag, wall planter bag, verticulture, Hydroponic Deep Flow Tenchnique (DFT) techniques, it was stated that of the four pakcoy cultivation techniques there was one technique that was declared inefficient to carry out or not feasible because it has value. profit 20,688.89, R/C Ratio 1.35, B/C Ratio 0.35 and Break even point Product BEP 2.97 kg and Revenue BEP IDR 59,311.11 which is a smaller value. 
INOVASI BIOPESTISIDA RAMAH LINGKUNGAN DARI DAUN TALAS (COLOCASIA ESCULENTA) DAN PUNTUNG ROKOK Neti Kesumawati; Rita Hayati; Rita Feni; Suryadi , Suryadi; Edi Efrita; Risvan Anuar; Farida Aryani
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 5 (2025): Oktober
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i5.3179

Abstract

Masyarakat di Desa Perbo Kecamatan Curup Utara Raya Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu pada umumnya memiliki mata pencaharian bertani. Masyarakat petani selalu berusaha untuk meningkatkan hasil usahatani mereka. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil pertanian adalah dengan menggunakan pestisida. Pada umumnya petani menggunakan pestisida sintetik untuk memberantas hama dan penyakit tanaman mereka. Penggunaan pestisida sintetik memang sangat efektif dalam memberantas hama dan penyakit tanaman, namun disisi lain ada kekurangan dari pestisida sintetik ini. Adapun kekurangan dari pestisida sintetik ini, antara lain dapat meningkatkan imun dari hama dan penyakit itu sendiri sehingga lama kelamaan pestisida tersebut tidak lagi menimbulkan efek pada pemberantasan hama dan penyakit tanaman tersebut, selain itu pestisida sintetik juga menimbulkan pencemaran pada bagian tanaman maupun terhadap lingkungan sehingga dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi manusia. Untuk mengatasi efek negatif dari penggunaan pestisida sintetik ini maka harus diupayakan mencari alternatif penggunaan pestisida yang aman. Pestisida yang aman digunakan untuk tanaman maupun terhadap lingkungan adalah pestisida alami atau biopestisida. Untuk itu diperlukan pendidikan kepada masyarakat tani, khususnya anggota kelompok wanita tani Mawar supaya mengalihkan pemakaian pestisida sintetik ke biopestisida, seperti biopestisida daun talas dan limbah puntung rokok. Pengabdian pada masyarakat yang dilakukan ini berupa penyuluhan dan praktek lapangan tentang pembuatan biopestisida yang berbahan baku daun talas dan daun tembakau. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu berupa penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi untuk pendalaman. Kemudian dilanjutkan dengan pembimbingan praktek lapangan dan monotoring selama 5 hari. Hasil yang dicapai dalam pengabdian masyarakat ini adalah terimplementasikannya hasil-hasil penelitian dan kajian Perguruan Tinggi pada petani, khususnya tentang pembuatan biopestisida daun talas dan limbah puntung rokok sehingga petani terbiasa menggunakan biopestisida sebagai pengganti dari pestisida sintetik.
Pemanfaatan Limbah Tanaman dan Ternak untuk Mendukung Pertanian Bioindustri Berbasis Integrasi Novitri Kurniati; Jafrizal; Heri Dwi Putranto; Elni Muthmainah; Edi Efrita; Maheran Mulyadi; Dwi Fitriani
JURNAL ABDIMAS SERAWAI Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Abdimas Serawai (JAMS)
Publisher : Program Studi Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jams.v5i3.9053

Abstract

Penerapan integrasi tanaman dan ternak telah dilaksanakan petani padi yang juga memelihara sapi di Desa Rimbo Recap Kecamatan Curup Selatan Kabupaten Rejang lebong Bengkulu. Permasalahan yang dihadapi petani padi adalah banyak jerami sisa panen padi belum dimanfaatkan dan hanya ditumpuk saja di lahan sawah bekas panen. Begitu juga dengan limbah sapi berupa feces dan urine hanya dibiarkan saja untuk pupuk kandang tanpa pengolahan yang baik. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan tentang pertanian integrasi tanaman dan ternak, pelatihan pengolahan jerami padi menjadi pakan ternak, pembuatan pupuk kompos dari feces sapi dan pembuatan biourine dari urine sapi. Peserta kegiatan adalah petani padi sekaligus juga sebagai peternak sapi sebanyak 30 orang. Petani belum mengolah jerami sebagai pakan sapi dan belum mengolah limbah sapi sebagai pupuk kompos dan biourine. Hasil pelatihan menunjukkan 90% peserta menyatakan kegiatan tersebut memberikan manfaat dan 10% menyatakan tidak tahu serta 80% peserta menyatakan memahami materi pelatihan. Disimpulkan bahwa kegiatan yang dilakukan mampu meningkatkan kualitas pakan, memperbaiki kualitas pupuk dan meningkatkan produksi padi.
Financial Feasibility Study of Nursery Business at CV Kebun Sari, Bengkulu City Aprilia, Dea; Edi Efrita; Novitri Kurniati; Edi Marwan
International Journal of Economics, Business and Innovation Research Vol. 5 No. 02 (2026): February - March, International Journal of Economics, Business and Innovation
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijebir.v5i02.2923

Abstract

This study aims to analyze the feasibility of CV Kebun Sari's nursery business. The advantage of this business lies in the diversification of six cultivated commodities, so the risk of loss is smaller compared to other nurseries that only rely on one commodity. The feasibility analysis was carried out using the Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (B/C), Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PP) methods. The NPV value remains positive at Rp4,857,854,973 at a bank interest rate of 10% to a discount of 51%, so the project is quite strong against the risk of increasing capital costs. In addition, the B/C Ratio value is greater than 1, namely 1.440, indicating that every Rp1 of capital produces Rp1,440 of net profit, the IRR of 51.558% is higher than the Discount Factor level of 10%, indicating very good investment returns and the Payback Period of only 4 years 6 months 7 days is much faster than the initial estimate of 5 years, reducing capital risk and accelerating investment returns. The results of the study show that CV Kebun Sari's nursery business is considered very feasible and has minimal financial risk, so this business has good prospects to be maintained and developed in the future.
ANALISIS TITIK IMPAS DAN KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI BAWANG MERAH SKALA ULTRA KECIL DI DATARAN TINGGI BENGKULU Deka Saskia Ananta; Novitri Kurniati; Edi Efrita; Elni Mutmainnah
BUANA SAINS Vol 25, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/bs.v25i3.7528

Abstract

 Shallot farming on marginal land with an ultra-small scale (0.1 ha) faces different efficiency and profitability challenges compared to larger-scale farming. This study aims to analyze the cost structure, income, financial feasibility, and break-even point of ultra-small-scale shallot farming in Air Duku Village, Rejang Lebong Regency. Using a quantitative descriptive method with a case study approach, this research involved 12 farmers selected through purposive sampling based on the criteria of actively cultivating shallots for at least two growing seasons on 0.02-0.08 ha of land. Data were collected through structured interviews and analyzed using income analysis, R/C ratio, and Break-Even Point (BEP) analysis. The results showed that the average production cost was IDR 4,479,187.48 per growing season, with a net income of IDR 5,920,812.52. An R/C ratio of 1.32 indicates that this farming practice is financially feasible and profitable. The production break-even point was achieved at 172.28 kg, far below the actual production (400 kg). Similarly, the sales break-even point (IDR 4,479,187.48) was below the actual revenue (IDR 10,400,000). These findings confirm that ultra-small-scale shallot farming still has promising economic prospects and a low risk of loss, although there is room for improvement in input use efficiency, particularly in terms of seed and labor utilization. The policy implication of this research is the need for technical assistance to optimize the productivity of smallholdings and improve farmer access to more efficient production inputs