Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Penerapan Book Planner Self-Management bagi Siswa untuk Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Muslihah, Ucu; Rahmawati, Rahmawati; Wibowo, Bangun Yoga
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1319

Abstract

Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui bagaimana gambaran kedisipilan belajar siswa dan juga untuk mengetahui bagaimana penerapan Book Planner Self-management bagi siswa  dalam meningkatkan kedisipilan belajarnya SMAN satu Mancak. Bentuk dari penelitian ini ialah Quasi Eksperimen menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Populasi pada penelitian ini sebanyak dua ratus sembilan puluh enam siswa yang merupakan siswa kelas XI Tahun Ajaran dua ribu dua puluh empat atau dua ribu dua puluh lima di SMAN satu Mancak. Teknik dalam pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling yang menghasilkan enam siswa menjadi kelompok eksperimen dan tujuh siswa menjadi kelompok kontrol. Teknik pengambilan data menggunakan angket atau kuisioner. Pada instrumen angket ini berbentuk multiple choice atau pilihan ganda untuk pretest dan posttest menjadi alat ukur dari kedisiplinan belajar siswa. Instrumen di uji melalui tiga tahap yaitu uji validitas, uji reabilitas dan kategorisasi. hasil uji analisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis.
Rendahnya Kedisiplinan Belajar dengan diterapkannya Book Planner Self-Managemnet Muslihah, Ucu; Rahmawati, Rahmawati; Nurmala, Meilla Dwi; Wibowo, Bangun Yoga
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1349

Abstract

Rendahnya kedisiplinan belajar siswa dalam mengelola waktu yang mengakibatkan rendahnya kedisiplinan belajar. tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui mengetahui bagaimana gambaran kedisipilan belajar siswa dan juga untuk mengetahui bagaimana penerapan Book Planner Self-management bagi siswa  dalam meningkatkan kedisipilan belajarnya. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitaif  Quasi Eksperimen, Nonequivalent Control Group Design. subjek yang terlibat dalam penelitian siswa kelas 11. Populasi pada penelitian ini sebanyak 296. Teknik dalam pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Teknik pengambilan data menggunakan angket atau kuisioner. Metode analisis data 3 uji yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil dari uji normalitas menggunakan SPSS 23 Kolmogorov-Smirnov dengan hasil lebih dari  taraf signifikansi 0.05 berdistribusi normal. Hasil uji homogenitas lebih dari taraf signifikansi 0.05, H0 diterima homogen. Dan hasil uji hipotesis lebih besar dari taraf signifikansi 5% maka Ho diterima. Kesimpulannya penerapan book planner self management memberikan pengaruh ke arah lebih baik dan nantinya bisa dijadikan pentingnya disini bisa diambil oleh peran guru Bimbingan dan Konseling di sekolah sebagai salah satu cara dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP SIKAP ANTI SOSIAL PADA REMAJA SERTA IMPLIKASI BAGI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING Oktanovia, Risa; Khairun, Deasy Yunika; Wibowo, Bangun Yoga
JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling Vol. 3 No. 2 (2022): JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counseling
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.41 KB) | DOI: 10.51875/jiegc.v3i2.168

Abstract

This study aims to determine the relationship between parenting and antisocial attitudes of students. The approach used in this research is a quantitative approach with the type of correlational research. The population in this study was class VIII students at SMP Negeri 12 Kota Serang with 144 subjects out of 226 students. This research uses random sampling technique in determining the sample. The data collection method in this study used a parenting and antisocial scale that had been validated by expert lecturers and processed the data using SPSS for windows 24.0 series. It is known to have the results of a simple correlation analysis (r) it is found that the correlation between the relationship between parenting and antisocial parenting is -0.228 with a significance of 0.006 <0.05. This shows that there is a relationship between parenting and antisocial parenting. While the direction of the relationship is negative because the r value is negative, which can be seen from the Pearson correlations, which is negative, meaning the higher the influence of parenting, the lower the level of antisocial attitudes experienced by students. The value of determination (R square) of 0.052 can be interpreted that social support provides an effective contribution of 5.2% towards antisocial attitudes, meaning that there are still 94.8% caused by other variables not discussed in this study.
Efektivitas Media Pop Up Book Untuk Meningkatkan Pemahaman Pendidikan Seksual Pada Siswa Kelas Tinggi di Sekolah Dasar : Studi Quasi-Eksperiment Pada Siswa Kelas Tinggi di SD Negeri 4 Anyar Tahun Ajaran 2024/2025 Azahra Jasmin Salsabila; Handoyo, Alfiandy Warih; Wibowo, Bangun Yoga
Diversity Guidance and Counseling Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/diversity.v3i2.94

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan permasalahan rendahnya pemahaman pendidikan seksual siswa dan kurangnya media dalam memberikan pendidikan seksual pada siswa. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan memberikan materi pendidikan seksual menggunakan media yang interaktif dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas media pop up book untuk meningkatkan pemahaman pendidikan seksual siswa kelas tinggi sekolah dasar. Media pop up book yang digunakan merupakan media yang dikembangkan oleh Yunia Rahayu Ningsih. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan jenis nonequevalent control group design. Populasi yang digunakan adalah siswa kelas V dan VI SDN 4 Anyar berjumlah 215 siswa, teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Pemberian treatment dilakukan pada dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan jumlah 30 siswa di masing-masing kelompok. Dari jumlah 204 siswa yang mengikuti pre-test teradapat 60 siswa pada kategori rendah, 87 siswa pada kategori sedang, dan 57 siswa pada kategori tinggi. Teknik pengumpulan data menggunakan angket pendidikan seksual skala guttman dan wawancara tidak terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis non-parametrik dengan uji hipotesis Mann-Whitney U mendapatkan hasil nilai Asymp.Sig (2-tailed) sebesar 0,000 artinya nilai tersebut kurang dari 0,05. Berdasarkan uji hipotesis menunjukan bahwa Asymp. Sig (2-tailed) < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pop up book efektif dan berpengaruh signifikan pada peningkatan pemahaman pendidikan seksual siswa kelas V dan VI SD Negeri 4 Anyar.
KECENDERUNGAN PERILAKU LGBT PADA REMAJA PENGGEMAR BOYS LOVE Alya Nurul Rahna; Wahyuningsih, Lenny; Wibowo, Bangun Yoga
JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling Vol. 6 No. 02 (2025): JIEGC Journal of Islamic Education Guidance and Counselling
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jiegc.v6i02.975

Abstract

Masa remaja merupakan tahap kritis perkembangan identitas yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan media digital. Salah satu fenomena yang muncul di kalangan remaja adalah konsumsi konten Boys Love, yang menampilkan representasi hubungan emosional sesama jenis dan dapat membentuk perspektif remaja tentang isu LGBT. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana penggemar Boys Love remaja memandang LGBT dan untuk meneliti kecenderungan perilaku yang muncul dalam kehidupan sosial mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi daring, dan dokumentasi yang melibatkan delapan partisipan, terdiri dari empat informan utama dan empat informan pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa penggemar Boys Love remaja cenderung memiliki persepsi yang lebih terbuka dan reflektif tentang LGBT, yang tercermin dalam sikap empati, penggunaan bahasa inklusif, dan penolakan terhadap stigma dan diskriminasi. Namun, kecenderungan ini tidak menunjukkan perubahan langsung dalam orientasi seksual, melainkan mewakili proses eksplorasi identitas dan perkembangan sosial. Studi ini menyoroti bahwa Boys Love berfungsi sebagai media reflektif dan bukan sebagai faktor penyebab, yang menunjukkan pentingnya literasi media dan intervensi bimbingan dan konseling yang peka terhadap konteks bagi remaja.
Gambaran Kepuasan Pernikahan Pada Wanita Yang Menikah Diusia Remaja Akhir Ditinjau Dari Teori Big Five Personality Traits Elawati, Silvia; Conia, Putri Dian Dia; Wibowo, Bangun Yoga
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1965

Abstract

Istilah adolescence atau remaja berasal dari bahasa Latin, yaitu adolescere (kata bendanya, adolescentia yang berarti masa remaja) yang mengandung arti berkembang atau beranjak dewasa. Menurut Hurlock awal masa remaja berlangsung mulai dari usia 13 tahun sampai 16 atau 17 tahun, dan masa remaja akhir bermula dari usia 16 atau 17 sampai 18 tahun. Kepuasan pernikahan adalah sebuah perasaan subjektif terkait rasa puas, bahagia, dan pengalaman menyenangkan yang dilakukan oleh pasangan suami istri terkait keseluruhan aspek dalam pernikahannya. Big five personality merupakan lima kategori sifat besar yang ada dalam diri seseorang, yang menunjukkan ciri khas individu itu sendiri. Lima kategori sifat ini terdiri dari neuroticism, extraversion, openness to experience, agreeableness dan conscientiousness. Jenis penelitian yang digunakan yang digunakan yaitu jenis penelitian kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aspek kepribadian memiliki pengaruh yang signifikan dalam menentukan kualitas hubungan pasangan suami istri. Terdapat dua responden yang mengarah pada tipe kepribadian agreeableness dengan tingkat kepuasan pernikahan yang tinggi dan satu responden lainnya mengarah pada tipe kepribadian neuroticism dengan tingkat kepuasan pernikahan yang sedang.
PROSES KONSELING INDIVIDUAL DALAM MEMBANTU ANAK BINAAN DI LPKA KELAS I TANGERANG MEMAHAMI DIRI DAN MERENCANAKAN MASA DEPAN Syaifullah, Sita; Handoyo, Alfiandy Warih; Wibowo, Bangun Yoga
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40383

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine the process and outcomes of individual counseling in supporting the psychological development of adolescents at the Juvenile Correctional Institution (LPKA) Class I Tangerang. A qualitative approach with a case study design was employed, involving one adolescent inmate identified as RA who experienced difficulties related to self-understanding, emotional regulation, assertiveness, and future orientation. Data were collected through in-depth interviews, observations conducted during individual counseling sessions, and documentation in the form of counseling records. Data analysis was carried out using thematic analysis, encompassing data familiarization, initial coding, theme development, and meaning interpretation. Data credibility was ensured through technique triangulation. The findings indicate that individual counseling contributed to meaningful psychological changes in the counselee, reflected in improved self-understanding, greater emotional openness, more adaptive emotional regulation, enhanced assertive behavior, increased resilience, and clearer future orientation. These changes emerged gradually through an empathetic and supportive counseling relationship that facilitated self-reflection and constructive meaning-making of past experiences. The study highlights the relevance and effectiveness of individual counseling as a psychosocial intervention within juvenile correctional settings, particularly in fostering adolescents’ personal development and readiness for post-institutional life. Keywords: individual counseling; juvenile inmate; self-understanding; adolescents; future orientation ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses dan dampak pelaksanaan konseling individual dalam mendukung perkembangan psikologis anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap satu orang anak binaan berinisial RA yang menghadapi permasalahan pemahaman diri, regulasi emosi, sikap asertif, serta ketidakjelasan orientasi masa depan. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi selama sesi konseling individual, dan studi dokumentasi berupa catatan proses konseling. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik melalui tahapan pengenalan data, pengodean, pengelompokan tema, serta penafsiran makna. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling individual berkontribusi terhadap perubahan psikologis positif pada konseli, yang ditandai dengan meningkatnya kemampuan memahami diri, keterbukaan dalam mengekspresikan emosi, regulasi emosi yang lebih adaptif, berkembangnya sikap asertif, serta meningkatnya resiliensi dan kejelasan orientasi masa depan. Perubahan tersebut berlangsung secara bertahap dan sangat dipengaruhi oleh kualitas hubungan konseling yang empatik dan suportif. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa konseling individual merupakan layanan yang relevan dan efektif dalam konteks pembinaan anak binaan, khususnya dalam mendukung perkembangan psikososial remaja dan kesiapan menghadapi kehidupan pasca pembinaan. Kata Kunci: konseling individual; anak binaan; pemahaman diri; remaja; orientasi masa depan