Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Formulasi Nanoemulsi Sediaan Face Mist Ekstrak Tomat (Solanum Lycopersicum L.) dan Sari Lidah Buaya (Aloe Vera L.) untuk Melembabkan Wajah: Formulation of Nanoemulsion Face Mist Preparation with Tomato Extract (Solanum Lycopersicum L.) and Juice Aloe Vera (Aloe Vera L.) for Face Moisturizing Nida, Laelatun; Nurhidayati, Lailiana Garna; Cahyanta, Agung Nur
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i5.2557

Abstract

Face mist is a cosmetic preparation used to whiten and moisturize facial skin. This study aimed to formulate and evaluate a nanoemulsion face mist combining tomato extract (Solanum lycopersicum L.) and aloe vera juice (Aloe vera L.) as a natural moisturizer. The nanoemulsion was prepared by mixing oil and water phases using a magnetic stirrer. Evaluations included organoleptic test, pH, homogeneity, viscosity, spray pattern, drying time, stability, skin hydration, particle size, and hedonic test. The best stability was found in Formula 3, containing 0.75% tomato extract and 4.75% aloe vera. This formula showed a particle size of 16.6 nm, a polydispersity index of 0.331, and the highest skin moisture increase was observed in Formula 2 at 51.33% after 21 days. The results suggest that ripe tomato extract and aloe vera can be successfully formulated into a nanoemulsion face mist as a facial moisturizer. Keywords:          nanoemulsion, face mist, tomato, aloe vera, facial moisturizer   Abstrak Face mist adalah sediaan kosmetik yang berfungsi untuk memutihkan dan melembabkan kulit wajah. Penelitian ini bertujuan memformulasikan dan mengevaluasi sediaan nanoemulsi face mist kombinasi ekstrak tomat (Solanum lycopersicum L.) dan sari lidah buaya (Aloe Vera L.) sebagai pelembab alami. Nanoemulsi dilakukan dengan mencampurkan fase minyak dan fase air menggunakan magnetic stirrer. Evaluasi yang dilakukan seperti uji organoleptik, pengukuran pH, pemeriksaan homogenitas, viskositas, serta uji stabilitas, kelembapan kulit dan ukuran partikel. Formulasi terbaik dilihat pada uji stabilitas diperoleh pada Formula 3 dengan komposisi 0,75% ekstrak tomat dan 4,75% sari lidah buaya. Sediaan ini menunjukkan ukuran partikel 16,6nm, indeks polidispersitas 0,331, serta perubahan kelembaban kulit paling tinggi pada formula 2 sebesar 51,33% setelah penggunaan 21 hari. Hasil penelitian memberikan bahwa ekstrak tomat matang dan lidah buaya dapat diformulasikan ke dalam sediaan nanoemulsi face mist sebagai produk pelembap wajah. Kata Kunci:         Nanoemulsi, face mist, tomat, lidah buaya, pelembab wajah
Uji Aktivitas Afrodisiaka Sediaan Tablet Effervescent Ekstrak Kombinasi Buah Pare (Momordica Charantia L.) Dan Bawang Putih (Allium Sativum L.) Pada Mencit Putih Jantan (Mus Musculus L.) Listina, Osie; Nurhidayati, Lailiana Garna; Fia, Nela Selfi Nur Okta
Usadha Vol 2 No 2 (2023): Usadha: Jurnal Integrasi Obat Tradisional
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/usadha.v2i2.7467

Abstract

Aphrodisiacs are substances derived from food or medicine that can enhance sexual desire. This study aimed to evaluate the aphrodisiac activity of effervescent tablet formulations containing extracts of bitter melon (Momordica charantia L.) and garlic (Allium sativum L.), both individually and in combination, in male white mice (Mus musculus L.). The ICC method (Introduction, Climbing, Coitus) was applied to 25 male Wistar mice divided into five groups. Group I served as the negative control and received distilled water orally. Group II was administered an effervescent tablet solution containing bitter melon extract at a single dose of 980 mg/kg BW. Group III received an effervescent tablet solution containing garlic extract at a single dose of 150 mg/kg BW. Group IV was given a combination effervescent tablet solution at a ½:½ ratio (bitter melon extract 490 mg/kg BW and garlic extract 75 mg/kg BW). Group V received a combination effervescent tablet solution at a 1:1 ratio (bitter melon extract 980 mg/kg BW and garlic extract 150 mg/kg BW). Observations were conducted for 2 hours, recording the frequency of ICC behaviors. Data were analyzed using SPSS with ANOVA followed by Post Hoc tests. The results showed that all treatment groups exhibited significant differences in aphrodisiac activity, with the highest frequency observed in the 1:1 combination of bitter melon extract (980 mg/kg BW) and garlic extract (150 mg/kg BW) compared to other effervescent tablet formulations.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Body Scrub Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) dan Sabut Kelapa (Cocos nucifera L.) sebagai Antioksidan Nurhidayati, Lailiana Garna; Rejeki, Desi Sri; Fauziah, Silvia Novi Nur
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.573

Abstract

Bunga telang merupakan tanaman yang mengandung senyawa fitokimia flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, terpenoid dan steroid. Sabut kelapa digunakan sebagai scrub karena memiliki tekstur kasar. Antioksidan adalah senyawa yang memiliki kemampuan untuk menangkap atau menetralisasi radikal bebas, sehingga dapat melindungi tubuh dari penyakit yang merusak secara perlahan seperti gangguan jantung, kanker, dan penyakit lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah  ekstrak etanol bunga telang dan sabut kelapa dapat diformulasikan dalam sediaan body scrub dan mengetahui aktivitas antioksidan pada sediaan. Metode penelitian ini adalah eksperimental. Ekstraksi bunga telang dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak bunga telang dibuat sediaan body scrub dengan konsentrasi 0%, 5%, 10% dan 15% sedangkan sabut kelapa dengan konsentrasi 0% pada F0 dan 6% pada F1, F2, F3, dan F4. Hasil penelitian menunjukkan sediaan yang berbentuk semi padat, beraroma vanilla, berwarna putih kekuningan pada F0, cokelat pada F1 & F2, cokelat kehijauan pada F3 dan hijau pada F4. Sediaan memenuhi syarat uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat. Tipe emulsi semua sediaan yaitu minyak dalam air (M/A). Hasil uji hedonik sediaan yang paling banyak disukai yaitu F2 pada parameter warna dan tekstur, F0 pada parameter aroma. Penentuan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH pada panjang gelombang 516,0 nm, dihasilkan ekstrak etanol bunga telang memiliki nilai IC50 34,400 ppm (sangat kuat), F1 132,245 ppm (sedang), F2 77,949 ppm, F3 67,101 ppm dan F4 58,810 ppm (kuat). Sediaan yang paling tinggi memiliki aktivitas antioksidan yaitu F4.
Uji Aktivitas Kombinasi Jus Buah Nanas (Ananas comocus L.) dan Jus Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Pencahar terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculus L.) Sapitri, Anis; Nurhidayati, Lailiana Garna; Pramiastuti, Oktariani
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 2 No 1 (2024): JULI
Publisher : Program Studi Farmasi (S-1), Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v2i1.589

Abstract

Obat pencahar merupakan obat yang dapat merangsang gerakan peristaltik dinding usus pada saat sembelit. Buah nanas dan pepaya mengandung serat dan bromelin yang berkhasiat mengatasi sembelit. Bromelin membantu melunakkan makanan di lambung dan serat buah nanas dapat merangsang gerak peristaltik dengan meningkatkan daya cerna pada dinding usus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas dan konsentrasi terbaik kombinasi jus buah nanas dan jus buah pepaya sebagai pencahar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dengan sampel buah nanas dan buah pepaya yang diinduksi ke mencit dengan bobot 20-30 gram. Mencit dibagi 5 kelompok perlakuan masing-masing terdiri dari 5 ekor mencit. Kelompok I diberi aquadest sebagai kontrol negatif. Kelompok II diberi bisacodyl (dulcolac tab) sebagai kontrol positif. Kelompok III, IV dan V diberi kombinasi jus buah nanas dan jus buah pepaya perbandingan 1:1 dengan dosis masing-masing uji I 60g, uji II 120g, dan uji III 180g. Metode uji yang di gunakan yaitu metode ANOVA (satu arah) dan Duncan. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata – rata feses dari setiap perlakun yaitu kontrol negatif 0,81g, positif 0,97g, kontrol uji 1(60g) 1,081g, kontrol uji ll (120g) 1,15g, kontrol uji lll (180g) 1,62g. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kombinasi jus buah nanas dan jus buah pepaya memiliki efek sebagai pencahar dengan memperbanyak berat feses di bandingkan dengan kontrol negatif (CMC) dan dosis paling pada kelompok V dosis 180g dengan berat feses 1,62g.
Utilization of Herbal Medicines as Alternative Hypertension Therapy: A Review of Effectiveness and Safety Balfas, Rifqi Ferry; Mainassy, Meilisa Carlen; Rejeki, Desi Sri; Nurhidayati, Lailiana Garna
International Journal of Health Sciences Vol. 3 No. 4 (2025): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v3i4.887

Abstract

Hypertension remains a leading cause of global morbidity and mortality, contributing to an increased risk of coronary heart disease, kidney failure, and stroke. Conventional hypertension treatment using synthetic drugs is effective in lowering blood pressure, but often causes side effects such as dizziness, dry cough, hypokalemia, and metabolic disorders that can reduce patient compliance with therapy. Therefore, people are starting to turn to complementary and alternative treatments based on herbal plants. This study aims to review the effectiveness and safety of using herbal medicines as an alternative therapy for hypertension based on the latest scientific evidence. The research method used is systematic review. literature review of 35 scientific articles from the database PubMed, ScienceDirect, and Garuda Dikti during the period 2015–2024. The results of the study showed that plants such as garlic (Allium sativum), celery (Apium graveolens), soursop leaves (Annona muricata), and pegagan (Centella asiatica) has the effect of lowering blood pressure through the mechanism of vasodilation, increasing the production of nitric oxide oxide , diuretic effects, and antioxidant activity. Although most studies show positive results, most of the trials are still preclinical and require confirmation through large-scale clinical trials. In conclusion, herbal medicines have the potential to be used as complementary therapies for hypertension with minimal side effects. However, their use must be monitored by medical personnel to avoid interactions with synthetic antihypertensive drugs.