Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pemberdayaan Green House Enviromental Literacy Desa Kayen Ospa Pea Yuanita Meishanti; Dwi Cahyanto; Ahmad Saiful Arifin; Anton Muhibuddin; Nurul Aini
Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya kesadaran lingkungan sejak dini sangatlah penting agar dapat menumbuhkan kepekaan dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Permasalahan yang dihadapi di Desa Kayen yaitu kurang maksimalnya penggunaan green house di desa Kayen, dan pentingnya Enviromental Literacy bagi para remaja sehingga dalam pengabdian ini ingin Peningkatan keterampilan menggunakan media berupa modul Pemberdayaan Green House Enviromental Literacy Di Desa Kayen. Pengabdian masyarakat ini di laksanakan dengan metode pemaparan rencana pengabdian, sosialisasi, pelaksanaan program pegabdian masyarakat.
Pendampingan Penanaman Kembali Hidroponik Di Taman Balai Desa Banjarsari Tholib Hariono; Nur Faisal Andani; Anggi Indah Yuliana; Anton Muhibuddin
Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Agustus
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this service activity include replanting hydroponic plants in the yard of Banjarsari Village Hall through cleaning weeds around hydroponics, cleaning hydroponic equipment, hydroponic education. The approach method for implementing community service activities includes discussion and practice methods. The results of this service include; Replanting is carried out into hydroponic cultivation in the yard, hydroponic replanting can provide a view of plants at the Banjarsari village hall, Hydroponic cultivation education for teenagers can create positive activities that can be carried out in a sustainable manner.
Pelatihan Pembuatan Bahan Handsanitizer Alami dengan Esktrak Aloe vera Sebagai Upaya Pencegahan Covid-19 di Desa Pulorejo Ana Fitria; Zulfikar Zulfikar; M Risvi; Yenny Lidya Arifah; Anton Muhibuddin
Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasper.v3i1.2342

Abstract

ABSTRACT According to the community's need for limited hand sanitizer, training is needed to make natural hand sanitizer. The materials needed are easy to obtain which can support the success of making a hand sanitizer without compromising some of the important components of a hand sanitizer. The socialization delivered at community service activities in Pulorejo village was the use and use of natural hand sanitizer products with aloe vera extract. This product introduction aims to create a community personality who has expertise and knowledge that can take advantage of the surrounding natural resources, so that independence can be created in society by introducing high-value productivity efforts. The results of the training show that there is an increase in public understanding of the manufacture of natural hand sanitizers by 17.56% so this activity is quite effective for the community to overcome the current Covid condition. Keywords: Natural Hand Sanitizer, Aloe vera Extract, Training ABSTRAK Sesuai kebutuhan masyarakat terhadap terbatasnya hand sanitizer maka perlu pelatihan membuat handsanitizer alami. Bahan yang dibutuhkan mudah diperoleh yang bisa menunjang keberhasilan pembuatan handsinitizer tanpa mengurangi beberapa komponen-komponen penting handsanitizer. Sosialisasi yang disampaikan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat di desa Pulorejo adalah pemanfaatan dan kegunaan produk handsanitizer alami dengan ekstrak lidah buaya. Pengenalan produk ini bertujuan untuk menciptakan kepribadian masyarakat yang memiliki keahlian dan ilmu yang bisa memanfaatkan sumber daya alam sekitar, sehingga kemandirian bisa diciptakan dalam suatu masyarakat dengan upaya pengenalan produktifitas yang mempunyai nilai tinggi. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa ada peningktaan pemahaman masyarakat terhadap pembuatan handsanitizer alami sebesar 17,56% sehingga kegiatan ini cukup efektif bagi masyarakat untuk mengatasi kondisi Covid sekarang ini.
Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer (SANMAN) di Pondok Pesantren An – Nashriyah Bahrul Ulum Ospa Pea Yuanita Meishanti; Binti Robingah; Anton Muhibuddin; Abd Kholid
Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNWAHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 membuat para santri harus melakukan pembelajaran secara daring di pondok, sehingga selain pembelajaran perkuliahan dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain dengan pembuatan handsanitezer santri mandiri. Pondok pesantren AN– Nashriyah Tambaberas Jombang mengalami kendala dalam menerapkan cuci tangan. Kebanyaan santri malas untuk mencuci tangan karena mereka harus pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangan. Hal ini yang menjadi acuan bahwa dengan adanya hand sanitizer ini santri – santri tetap bisa menjaga kesehatan tangannya walaupun dengan tidak pergi ke kamar mandi atau tempat cuci tangan. Metode pendekatan untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini meliputi metode sosialisasi, praktek pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari. Hasil analisis keterlaksanaan yang dilakukan kegiatan pelatihan sangat baik dilaksanakan dengan 84 % dikarenakan kesehatan merupakan aspek penting yang dapat mempengaruhi kualitas hidup (quality of life) setiap individu.
Pendampingan Pendampingan Kegiatan Posyandu di Desa Bandarkedungmulyo dalam Meningkatkan Persentase Kesehatan Serta Memberikan Sarana Pencegahan Penularan Covid-19 Mohammad Saat Ibnu Waqfin; Aimmatul Fitriyah; Kholidatuzzuhriyah Kholidatuzzuhriyah; Anton Muhibuddin
Jumat Pendidikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNWAHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

National development in the health sector through posyandu is the development of human resources for the purpose of optimizing the degree of public health as measured by the Maternal Mortality Rate (MMR) per 100,000 live births and the Infant Mortality Rate (IMR) per 1000 live births which are also components of the Human Development Index (HDI). . The goal of posyandu is to reduce the Maternal Mortality Rate (MMR) and the Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia through community empowerment efforts. The targets of the posyandu are all babies, toddlers, pregnant women, breastfeeding mothers, post-partum mothers as well as women at fertile age (WUS) and fertile age couples (PUS). Posyandu activities consist of maternal and child health (KIA), family planning (KB), immunization, improved nutrition, prevention and overcoming diarrhea. Posyandu has a human development linkage, this linkage can be seen from the efforts to reduce MMR and IMR in Indonesia, while in Indonesia MMR and IMR are still very high, this is due to the failure to achieve the 2015 MDG'S target to overcome this problem, it is necessary to revitalize posyandu and implement good management at posyandu so that provide a solution to the AKI and AKB problems. The goal of posyandu to reduce MMR and IMR is to increase life expectancy in Indonesia. If the life expectancy of humans in Indonesia increases it means that the quality of human life will be better so that it can improve the quality of human development from sharing sides nationally in Indonesia.
Pelatihan Al-Banjari Untuk Meningkatkan Semangat Kegiatan Rutinan Malam Lailatus Sholawat Santriwati Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum, Ribath Sabilul Huda Jombang Rika Anggraini; Ashlihah Ashlihah; Anton Muhibuddin
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dipondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang, al-banjari sudah menjadi ekstrakurikuler yang mendominasi dan memiliki peminat yang cukup banyak. Khususnya di ribath Sabilul Huda Jombang, Biasanya santriwati menggunakan al-banjari sebagai alat pengiring pada kegiatan rutinan malam lailatus sholawat. Namun, kurangnya pemahaman dan keterampilan dalam menginovasi ritme dan nada menjadikan kegiatan al-banjari dirasakan kurang efektif. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya pelatihan khusus yang didampingi oleh pihak terkait yang lebih menguasai kesenian banjari tersebut. Maka dalam hal ini perlu adanya pelatihan al-banjari untuk meningkatkan pemahaman dan kreativitas santriwati dalam mengunakan al-banjari. Berdasarkan pelatihan al-banjari yang dilakukan di Ribath Saillul Huda pada kegiatan pengabdian masyarakat Tahun 2020, didapatkan hasi sebagai berikut : a) Meningkatnya Pemahaman dan keterampilan para santriwati Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum, Ribath Sabilul Huda Jombang dalam mengunakan al-banjari. b) Meningkatnya semangat para santriwati Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum, Ribath Sabilul Huda Jombang dalam kegiatan rutinan malam lailatus sholawat.
APLIKASI METODE CAWAN NUTRISI MENGGUNAKAN KOMBINASI JARAK PAGAR DAN LAMTORO GUNG UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN KEDELAI DALAM KONDISI ENDEMIS Sclerotium rolfsii Sacc. DAN STRESS MANGAN (Mn) Nisa Kartika Sari; Anton Muhibuddin; Muhammad Akhid Syib’li
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan di Laboratorium Penyakit dan Screen House Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang. Pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi: 1) Jumlah mikoriza per 100 gram tanah; 2) Persentase serangan patogen Sclerotium rolfsii; 3) Persentase gejala keracunan Mangan (Mn); dan 6) Pertumbuhan tanaman kedelai. Jenis mikoriza yang ditemukan yaitu Glomus sp. Perlakuan tumpangsari jarak pagar dan lamtoro gung menunjukkan hasil  penambahan jumlah mikoriza yang signifikan dibandingkan dengan tanpa tanaman jarak pagar dan lamtoro gung. Aplikasi mikoriza mampu menekan serangan patogen S. rolfsii dengan persentase kematian yang sangat rendah. Kombinasi jarak pagar, lamtoro gung,dan mikoriza mampu menurunkan gejala keracunan akibat pencemaran unsur logam Mangan (Mn). Gejala keracunan terendah terdapat pada perlakuan P6 (J3L2) yaitu 3 tanaman jarak pagar dan 2 tanaman lamtoro gung, dan perlakuan P9 (J3L3) yaitu 3 tanaman jarak pagar dan 3 tanaman lamtoro gung dengan persentase gejala keracunan sebesar 4,76%. Perlakuan P0 (J0L0) yaitu tanpa tanaman jarak pagar dan lamtoro gung menunjukkan hasil gejala keracunan paling tinggi dengan persentase keracunan Mn sebesar 89,68%. Pertumbuhan tanaman kedelai paling rendah ditunjukkan pada perlakuan P0 (J0L0) yaitu tanpa tanaman jarak pagar dan lamtoro gung dibandingkan dengan perlakuan lainnya yang ditanam bersama dengan jarakpagar dan lamtoro gung.
PENGARUH ANGIN TERHADAP PENYEBARAN SPORA Phakopsora pachyrhizi SYDOW SECARA HORIZONTAL Satrio Dirgantara Prakoso; Ika Rochdjatun Sastrahidayat; Anton Muhibuddin
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Phakopsora pachyrhizi menyebar dari sumber inokulum karena angin yang memungkinkan tersebarnya penyakit dan menyebabkan penurunan produksi kedelai. Percobaan dilaksanakan di Landungsari, Dau, Kabupaten Malang dan Laboratorium Mikologi Jurusan Hama Penyakit Tumbuhan Universitas Brawijaya pada bulan Oktober 2014 sampai Januari 2015. Percobaan dilaksanakan dengan dua macam percobaan. Percobaan pertama untuk mengetahui jumlah spora yang tertangkap pada jarak 20, 40, 60, 80, dan 100 cm dari sumber inokulum. Percobaan kedua untuk mengetahui intensitas penyakit karat daun dari beberapa jarak dari sumber inokulum. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan acak lengkap membandingkan lima macam jarak dari sumber inokulum dan diulang sebanyak tiga kali. Data dianalisis dengan uji F pada taraf 5 % apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Pengamatan terdiri dari identifikasi jamur karat daun, menghitung spora yang tertangkap, dan intensitas serangan. Hasil Identifikasi menunjukkan urediospora berukuran 18,45-28 μm  x 16,9-20,5 μm. Jumlah spora yang tertangkap tertinggi pada jarak 20 cm dari sumber inokulum sebanyak 43 spora. Presentase intensitas serangan karat daun pada jarak 20 cm dari sumber inokulum memliki nilai tertinggi dibanding dengan perlakuan jarak lainnya.
Pelatihan Bertani Hidroponik dengan Memanfaatkan Lahan Pekarangan untuk Meningkatkan Kreativitas dan Ekonomi M Farid Nasrulloh; Muhammad Rozak; Afrina Hidayatul Arifah; Rohmatul Fitriani; Fitri Umardiyah; Anton Muhibuddin
Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasper.v3i2.2159

Abstract

At first, farmers in Gabusbanaran Village who worked as farmers worked on rice, corn, and seasonal crops. Along with the times, and the condition of the soil that is getting less and less fertile, and the pests that continue to attack the farmers' rice fields, although efforts have been made to eradicate the pests, the pests that are continuously given pesticides become resistant. Facing such a thing, the service implementer wishes to increase human resources and use the existing land in order to realize the socio-economic independence of the Gabusbanaran Village community. Community service activities are carried out using participatory methods for the target group, in this case the PKK group, IPNU & IPPNU youth in Gabusbanaran Village and the surrounding community. Here, the service implementer acts as a facilitator and guide for the target group to jointly carry out the planned activities. The method used is through training, demonstrations of making plant cultivation through hydroponics. The conclusion of community service activities, with this hydroponic plant cultivation training, the people of Gabusbanaran Village are increasingly skilled and creative in making hydroponics.
Optimalisasi Lahan melalui Pengenalan Pupuk Hayati untuk Komoditi Pertanian di Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang Ambar Susanti; Anton Muhibuddin; Anggi Indah Yuliana; Mazidatul Faizah
Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasper.v4i2.3886

Abstract

Tujuan pemberdayaan masyarakat (PKM) tentang Optimalisasi Lahan Melalui Pengenalan Pupuk Hayati Untuk Komoditi Pertanian di Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang adalah; 1) mengenalkan tentang pupuk hayati, 2) meningkatkan budidaya pertanian dalam kondisi lingkungan yang kurang mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sehingga mampu tetap produktif. Pelaksanaan PKM pada 31 Mei dan 2 Juni 2023 dipusatkan di UNWAHA, dalam dua kegiatan; pemberian materi dan praktek pengenalan pupuk hayati. Khalayak sasaran adalah perwakilan PPL dan anggota kelompok tani serta pelaku usaha tani Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang. Tim PKM pihak UNWAHA terdiri dari dosen Fakultas Pertanian dari UNWAHA dan  Universitas Brawijaya sebagai fasilitator, dan mahasiswa UNWAHA sebagai instruktur. Hasil persentase evaluasi pencapaian kegiatan PKM rata – rata baik (kategori 3 = 80 – 90%) pada kriteria program PKM sesuai dengan keinginan masyarakat terutama khalayak sasaran, dan baik untuk peningkatan pengetahuan masyarakat untuk optimalkan lahan pada kondisi air terbatas. Adanya sinergisme antara tim PKM dan mitra dapat dibuktikan dengan antusias khalayak sasaran dalam mengikuti kegiatan tersebut (kategori 4 = 100%). Diharapkan PKM tersebut mampu mendorong pelaku usaha tani dan pemerintah menggiatkan pembuatan dan penggunaan pupuk hayati sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir penurunan produksi komoditi pertanian akibat dampak perubahan iklim yang merugikan budidaya pertanian.