Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

STUDI KOMPERATIF KOMUNITAS PLANKTON DI MUARA SUNGAI SAMBERA DAN PERAIRAN PANGEMPANG KECAMATAN MUARA BADAK KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Ma’ruf, M. Zainuddin; Jailani, Jailani; Suryana, Irma
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/tas.v1i1.472

Abstract

Plankton memiliki peranan yang sangat penting dalam sistem rantai makanan dan keanekaragaman plankton juga dapat menjadi indikator suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelimpahan, keanekaragaman, dan dominasi plankton di Muara Sungai Sambera dan Perairan Pangempang Muara Badak. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2019. Pengambilan sampel plankton menggunakan jaring plankton dengan menyaring air sebanyak 100 l dan menyaring hingga 5-10 ml. Hasil penelitian ini ditemukan 25 kelas dan 75 spesies plankton. Nilai kelimpahan plankton berkisar antara 1323 sampai 5292. Nilai keanekaragaman plankton berkisar antara 2,841 sampai 3,269. Nilai dominasi plankton berkisar antara 0,51 hingga 0,81. Dari ketiga indeks tersebut diketahui kondisi perairan muara perairan Sambera dan Pangempang dalam kondisi baik.
KONDISI MANGROVE SPESIES Rhizophora mucronata DI KAWASAN MANGROVE PARK BERBAS PANTAI KOTA BONTANG KALIMANTAN TIMUR Ahmad, Rafi Ati; Yasser, Muhammad; Taru, Paulus; Suryana, Irma
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/fpkfqb27

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan ekosistem dominan di wilayah pesisir sepanjang garis khatulistiwa (Adame dan Catherine, 2010). Ekosistem ini memiliki fungsi ekologis dan ekonomi yang krusial. Secara ekologis, ekosistem mangrove berfungsi sebagai tempat pemijahan dan tempat asuhan bagi berbagai biota perairan. Selanjutnya, serasah mangrove (berupa daun dan ranting) menjadi sumber makanan di lingkungan perairan setelah mengalami dekomposisi (Wantasen, 2013). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 25 Januari sampai dengan 7 Februari 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi mangrove jenis Rhizophora mucronata yang masih baik (rapat), sedang dan rusak di taman mangrove pantai Berbas, Kota Bontang. Pengambilan sampel mangrove dilakukan dengan metode survei dan metode kuadran dengan jarak pengukuran 10 m², 5 m² dan 1 m² pada tingkat pohon, tingkat sapring dan tingkat semai pohon. Jenis mangrove yang terdapat pada penelitian yaitu Rhizophora mucronata pada stasiun 1 ditemukan sebanyak 48 ind, stasiun 2 ditemukan sebanyak 35 ind dan pada stasiun 3 ditemukan sebanyak 37 ind. Dari hasil penelitian pada stasiun 1 merupakan kawasan yang cukup baik, dengan kondisi mangrove yang tumbuh baik dan dalam kondisi rapat dengan nilai kerapatan pada tingkat pohon yaitu 98,75%, tingkat anakan yaitu 1,21%, tingkat semai yaitu 0,02%. Pada stasiun 2 merupakan kawasan dengan pertumbuhan mangrove sedang atau jarang dan banyak terdapat tempat pembuangan sampah masyarakat dengan nilai kerapatan yaitu tingkat pohon yaitu 97,76%, tingkat anakan yaitu 2,19%, tingkat semai yaitu 0,03%. Sedangkan pada stasiun 3 banyak ditemukan areal mangrove yang mati, hal ini dikarenakan nilai kerapatannya yang cukup rendah dengan nilai kerapatan pada tingkat pohon yaitu 97,87%, tingkat anakan yaitu 2,09%, tingkat semai yaitu 0,02%.
KARAKTERISTIK SAMPAH MESOPLASTIK DI PANTAI MONPERA KOTA BALIKPAPAN KALIMANTAN TIMUR Lestari, Della; Eryati, Ristiana; Suryana, Irma
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/68g86n83

Abstract

Perairan laut Indonesia kaya akan keanekaragaman lautnya akan tetapi terancam serius akibat sampah laut, sampah mesoplastik merupakan salah satu sampah laut yang berasal dari hasil degradasi sampah makroplastik. Penelitian tentang sampah plastik pada Pantai Monpera dilakukan untuk mengidentifikasi jenis, berat, jumlah dan kepadatan mesoplastik serta menganalisis hubungan antara jumlah dan berat mesoplastik. Penelitian ini menggunakan transek berukuran 100 m x 20 m, yang dibagi menjadi 5 lajur ukuran 5 m x 5 m lalu didalamnya dibuat 25 sub transek berukuran 1 m x 1 m, yang kemudian diambil secara acak dalam proses sampling. Hasil dari identifikasi didapatkan tiga jenis mesoplastik yaitu fragmen, fiber, dan film. Total kepadatan mesoplastik di Pantai Monpera adalah 3 partikel/m2 dengan kategori terbanyak adalah jenis fragmen. Temuan ini merupakan klaim tertinggi untuk wilayah Pantai rendah sampah plastik di wilayah Balikpapan. Hasil analisis terhadap kepadatan dan jumlah sampah mesoplatik menunjukkan pengaruh yang sedang dan korelasi kuat antara kedua parameter.
Macrozoobenthos diversity at Istana Amal Beach, Penajam Paser Utara Regency, East Kalimantan Zabila, Mariana Afna; Adnan; Suryana, Irma
Jurnal Ilmu Perikanan Tropis Nusantara (Nusantara Tropical Fisheries Science Journal) Vol. 4 No. 2 (2025): Nusantara Tropical Fisheries Science
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/9z85tx28

Abstract

Istana Amal Beach, located in Penajam Paser Utara, East Kalimantan, is one of the region's ecotourism destinations. One of the key indicators of environmental quality in this area is the presence of macrozoobenthos. This study, conducted in December 2023, aimed to identify the types of macrozoobenthos present, calculate the diversity, evenness, and dominance indices, and assess the physical and chemical parameters of the water at Istana Amal Beach. A purposive sampling method was applied at two stations, selected based on different activity types in the area. The results revealed the presence of macrozoobenthos from two classes: Gastropoda and Bivalvia, comprising a total of 16 species. The ecological index values indicated a moderate diversity (H' = 2.2), high evenness (E = 0.8), and low dominance (D = 0.1), suggesting a relatively balanced ecosystem. Water quality measurements at both sampling points showed a salinity of 30 ppt, pH averaging 7.65, temperature of 30°C, and dissolved oxygen levels averaging 5.2 mg/L. The substrate at the site was identified as having a sandy texture.
PENANAMAN BIBIT BAKAU DI KAWASAN WISATA MANGROVE TELOK BANGKO, KOTA BONTANG Ritonga, Irwan Ramadhan; Eryati, Ristiana; Paputungan, Mohammad Sumiran; Suyatna, Iwan; Kusumaningrum, Widya; Adnan, Adnan; Nurfadilah, Nurfadilah; Suryana, Irma; Budiarsa, Anugrah Aditya; Bulan, Dewi Embong
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.61250

Abstract

Mangrove (bakau) is one of the coastal plants that might function socially, ecologically and economically. One of the coastal areas of East Kalimantan that has experienced damage due to human activities is in Bontang City, specifically Telok Bangko. Therefore, planting bakau seedlings is one of the efforts to maintain the bakau ecosystem in the coastal areas of Bontang City. The purpose of this community service activity is to increase knowledge and understanding of the importance of mangrove in coastal areas by planting mangrove seedlings. This community service activity was carried out on September 29, 2024 in the Telok Bangko mangrove tourism area, Bontang City. The method used in this activity was lecture and followed by direct practice in the field. The results of this activity were 500 mangrove seedlings (Rizophora mucronata) were planted at the location of the activity by students and academics of Mulawarman University. The results of this activity could increase knowledge and understanding for each participant in determining the right planting location, type, how to plant mangroves and evaluate activities. This activity is also expected to benefit the community both economically and ecologically in the Telok Bangko mangrove area. The process of evaluating activities must be carried out to support the success of this activity, such as maintenance, periodic data collection (monitoring) of mangrove seedlings (% survival rate) that have been planted by participants.Mangrove (bakau) merupakan salah satu tumbuhan pesisir yang dapat berfungsi secara sosial, ekologi dan ekonomi. Salah satu kawasan pesisir Kalimantan Timur yang  telah mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia terdapat di Kota Bontang, khususnya Telok Bangko. Karenanya, menanam bibit bakau merupakan salah satu usaha untuk mempertahankan ekosistem bakau di wilayah pesisir kota Bontang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya bakau di wilayah pesisir dengan cara menanam bibit bakau. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 29 September 2024 di kawasan wisata mangrove Telok Bangko, Kota Bontang. Metode ceramah dan praktek langsung merupakan metode yang dilakukan di kegiatan pengabdian masyarakat ini. Hasil kegiatan yang didapatkan dari kegiatan ini adalah bibit bakau (Rizophora mucronata) telah ditanam sebanyak 500 bibit di lokasi kegiatan oleh para siswa dan akademisi Universitas Mulawarman. Hasil kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepada setiap  peserta dalam penentuan lokasi penanaman, jenis, cara menanam bakau dan evaluasi kegiatan secara tepat. Kegiatan ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat baik secara ekonomi dan ekologi di kawasan mangrove Telok Bangko. Proses evaluasi kegiatan harus dilakukan untuk mendukung keberhasilan dari kegiatan ini, seperti pemeliharaan, pendataan berkala (monitoring) bibit bakau yang hidup (% survival rate) yang telah ditanam oleh peserta kegiatan.