Erlangga Galih Zulva Nugroho
Poltekkes Kemenkes Aceh

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Hubungan Ansietas terhadap Kualitas Tidur pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik (PGK) yang Menjalani Hemodialisis: Studi Literatur Galih Zulva Nugroho, Erlangga; Damar Aji aLI, Enrico; Abdurrahman, Abdurrahman
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 14 No. 2 (2021): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan proses penurunan fungsi ginjal yang terjadi lebih dari 3 bulan berupa kelainan struktural atau fungsional dengan nilai laju filtrasi glomerulus (LFG) kurang dari 60 ml/menit/1.73 m2. Pasien penyakit ginjal kronik (PGK) membutuhkan program terapi pengganti ginjal untuk menggantikan fungsi ginjalnya yang telah rusak. Terapi pengganti ginjal yang paling banyak digunakan adalah hemodialisa. Terapi ini menyebabkan berbagai jenis permasalahan fisik dan psikologis pada pasien, yaitu ansietas dan pemenuhan kebutuhan tidur yang tidak optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan ansietas terhadap kualitas tidur pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur. Penelusuran jurnal dari rentang tahun 2015-2020 melalui ProMed, Science Direct, PubMed, dan Google Schoolar. Ada 27 jurnal yang diseleksi melalui tahap identification, screening dan eligibility, sehingga tersisa 8 jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi penelitian. Hasil analisa dari 8 jurnal terdapat 6 jurnal yang menunjukkan bahwa sebagian besar pasien PGK yang menjalani HD mengalami ansietas dan 2 jurnal yang menunjukkan bahwa sebagian besar pasien PGK yang menjalani HD memiliki kualitas tidur yang buruk. Studi literatur dari 8 jurnal ini menunjukkan bahwa (56,5%) pasien mengalami ansietas dan (63,1%) pasien memiliki kualitas tidur buruk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien PGK yang menjalani hemodialisis mengalami ansietas dan kualitas tidur yang buruk. Ansietas dipengaruhi oleh usia, prosedur, intensitas dan lama menjalani hemodialisa. Insomnia tidak berhubungan dengan faktor jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pekerjaan, status pernikahan, tingkat hemoglobin, merokok, kebiasaan konsumsi kopi. Faktor yang paling mempengaruhi kualitas tidur adalah ansietas. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara ansietas terhadap kualitas tidur pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis.
Persepsi Caring Behaviour Perawat Pada Pasien Pre Operatif Ahya, Fadiatul; Nugroho, Erlangga Galih Zulva; Marianthi, Dewi; Hayati, Wirda; Rimadeni, Yeni; Sulistiani, Ria Purnawian; Amalia, Diya
Journal Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58774/jourkep.v3i1.52

Abstract

Background: Caring behavior is a form of basic nursing practice that is shown by being patient, honest, confident, present, touched, affectionate and humble in carrying out the actions to be performed so that patients feel comfortable and assisted in a faster healing process for patients. Purpose: This study aims to describe the perceptions of caring behavior of nurses in preoperative patients at Meuraxa Hospital in Banda Aceh Methods: The type of research in this research is quantitative by using the correlation method with the Cross Sectional Study approach with a total sample of 57 respondents. Results: The level of caring given by nurses to preoperative patients was mostly in the good category, namely as many as 40 respondents (70.2%) and found that there was a significant relationship to the perception of caring behavior of nurses in preoperative patients at Meuraxa Hospital, Banda Aceh with a score p.value 0.032 < 0.005 Conclusion: There is a significant relationship in the description of nurses' perceptions of caring behavior in preoperative patients at Meuraxa Hospital, Banda Aceh
Emosi, Gaya Hidup, Dukungan Sosial dan Pengetahuan yang Berkorelasi dengan Pelaksanaan Mobilisasi Dini pada Pasien Post Operasi Abdomen Fadhla, Fadhla; Nugroho, Erlangga Galih Zulva; Sulistiani, Ria Purnawian; Afdhal, Afdhal; Suwardi, Suwardi; Syamsuddin, Asniah; Jamni, Teuku; Pudjiastuti, Duwi
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 4 No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v4i2.1354

Abstract

Latar belakang: Operasi abdomen merupakan tindakan penyayatan pada lapisan dinding abdomen untuk mendapatkan bagian organ yang bermasalah seperti perforasi, kanker, perdarahan, dan adanya  obstruksi.  Komplikasi dapat terjadi pada paska pembedahan dengan angka prevalensi 70% dari seluruh tindakan operasi, maka proses pemulihan kesehatan post operasi abdomen menjadi hal yang penting terutama melalui Pelaksanaan Mobilisasi Dini. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan faktor emosi, gaya hidup, dukungan sosial, pengetahuan dengan pelaksanaan mobilisasi dini pada pasien post operasi abdomen. Metode: Desain Penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling dengan sampel yaitu pasien post operasi abdomen yang telah menjalani perawatan di ruang rawat yaitu sebanyak 43 orang. Instrumen penelitian adalah kuesioner dan lembar observasi yang menggambarkan faktor-faktor pada pasien post operasi abdomen dan pelaksanaan mobilisasi dini. Hasil: Penelitian ini menunjukkan nilai p-value 0.000 < 0.05 yang berarti terdapat hubungan faktor emosi, gaya hidup, dukungan sosial dan pengetahuan dengan pelaksanaan mobilisasi dini pada pasien post operasi abdomen. Kesimpulan: Faktor emosi, gaya hidup, dukungan sosial dan pengetahuan berhubungan dengan pelaksanaan mobilisasi dini pada pasien post operasi abdomen.
Pembinaan Model Poskesdes Tangguh Bencana (Postana) di Wilayah Kerja Kota Langsa Mutiah, Cut; Hayati, Keumala; Nugroho, Erlangga Galih Zulva; Oktabina, Rizky Wan; Putri, Isnaini; Rimadeni, Yeni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17104

Abstract

ABSTRAK Bencana tahunan yang masih sering terjadi di Kota Langsa adalah banjir yang banyak menyebabkan kerugian materil dan immateril. Beberapa Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Kota Langsa berada di daerah rawan bencana banjir sehingga berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan. Prinsip pelayanan kesehatan saat bencana harus aman, mudah diakses serta berfungsi dengan kapasitas maksimal untuk menyelamatkan korban dan melakukan pelayanan kesehatan dasar. Fasyankes yang paling dasar di masyarakat adalah Poskesdes. Perlu adanya upaya pembinaan Poskesdes agar tangguh dalam menghadapi bencana. Salah satu kegiatan pelayanan kesehatan di Poskesdes dalam situasi bencana meliputi Upaya pengurangan resiko pra, saat dan pasca. Pembagian tugas yang jelas membuat masing-masing petugas dapat berperan aktif sesuai dengan tugas pokok. Poskesdes perlu dipersiapkan dan dilengkapi dengan fasilitas dan juga peningkatan kapasitas bidan agar tetap dapat menyediakan layanan esensial. Pembinaan model Poskesdes Tangguh Bencana (Postana) sebagai percontohan di Kota Langsa. Metode atau bentuk kegiatan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode pembinaan Poskesdes Tangguh Bencana melalui observasi langsung dan peningkatan kapasitas SDM dengan pelatihan. Poskesdes di wilayah Langsa Lama mayoritas telah memenuhi keamanan struktural. Terdapat 2 (dua) poskesdes yang berada pada daerah rawan bencana banjir, yaitu Poskesdes sidodadi dan pondok pabrik serta belum memiliki sistem pencegahan bencana terutama pembuatan tanggul. Peserta pelatihan telah terampil dalam melakukan simulasi penanggulangan bencana. Kata Kunci: Pengabmas, Poskesdes, Postana, Tangguh Bencana  ABSTRACT An annual disaster that still frequently occurs in Langsa City is floods which cause a lot of material and immaterial losses. Several health service facilities in Langsa City are located in areas prone to flood disasters, so they have the potential to disrupt health services. The principle of health services during a disaster must be safe, easy to access and function at maximum capacity to save victims and provide basic health services. The most basic health facility in society is the Poskesdes. There needs to be efforts to develop Poskesdes so that they are resilient in facing disasters. One of the health service activities at Poskesdes in disaster situations includes efforts to reduce pre, during and post risks. A clear division of duties allows each officer to play an active role in accordance with their main duties. Poskesdes need to be prepared and equipped with facilities and also increase the capacity of midwives so that they can continue to provide essential services. Development of the Poskesdes Tangguh Bencana (Postana) model as a model in Langsa City. The method or form of activity used in this community service is the method of developing Postana through direct observation and increasing human resource capacity through training. The majority of Poskesdes in the Langsa Lama area have met structural security. There are 2 (two) Poskesdes in areas prone to flood disasters, Sidodadi and Pondok Pabrik do not yet have a disaster prevention system, especially the construction of embankments. The partisipation have been skilled in carrying out disaster management simulations. Keywords: Community Service, Disaster Resilient, Poskesdes, Postana.
Dampak Edukasi Kesehatan Berbasis Permainan Kartu Terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan PHBS Pada Santri di Pesantren Wirda Hayati; Erlangga Galih Zulva Nugroho; Cut Mutiah
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 7 No 1 (2026): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v7i1.2450

Abstract

Latar Belakang: Penyebab utama kurangnya kebersihan dan kesehatan pada anak usia sekolah, dikarenakan keterbatasan pengetahuan tentang kebersihan dan minimnya informasi atau kurang terpaparnya para santri dengan informasi-informasi Kesehatan. Hal lain yang menjadi sebab kurangnya supervisi dan pemantauan serta dorongan dari orang tua atau orang dewasa dikarenakan sudah tinggal di pesantren Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui permainan kartu pada santri di pesantren. Metode: Desain penelitian berupa quasi-experiment dengan one-group pre–posttest untuk menilai perbedaan pengetahuan, sikap dan ketrampilan santri mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Teknik sampling menggunakan purposive-sampling dengan jumlah responden yaitu 125 santri pada 2 pesantren di Kota Banda Aceh. Intervensi dalam penelitian ini berupa pendidikan kesehatan tentang PHBS sebanyak 4 sesi dengan menggunakan kartu permainan. Hasil:  Terdapat perbedaan nilai pengetahuan (p=0,01), sikap (p= 0,01) dan keterampilan (p=0,00) tentang PHBS pada santri sebelum dan setelah dilakukan edukasi dengan metode Permainan Kartu. Kesimpulan: Edukasi dengan metode permainan kartu efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan PHBS di pesantren.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Green Exercise dan Urban Farming dalam Pencegahan Diabetes Melitus Roma Sitio; Putro Simeulu; Asniah Syamsuddin; Muliya Sari; Erlangga Galih Zulva Nugroho
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 3 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i3.632

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat akibat perubahan gaya hidup masyarakat, seperti kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, dan rendahnya kesadaran dalam pencegahan penyakit. Upaya promotif dan preventif berbasis masyarakat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku hidup sehat dalam pencegahan DM. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat melalui edukasi kesehatan dan urban farming dalam pencegahan Diabetes Melitus di wilayah kerja Puskesmas Banda Raya Kota Banda Aceh. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui edukasi kesehatan, demonstrasi senam diabetes, senam kaki, pelatihan urban farming, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 28–29 April 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 52 orang. Pengetahuan peserta diukur menggunakan Diabetes Knowledge Test (DKT), sedangkan perilaku self-management dinilai menggunakan Diabetes Self-Management Assessment (DSMA). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kategori baik dari 19,23% menjadi 57,69%, sedangkan perilaku self-management kategori baik meningkat dari 15,38% menjadi 51,92%. Selain itu, masyarakat mulai menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik rutin, pengaturan pola makan, dan pemanfaatan pekarangan rumah untuk urban farming. Program ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan DM sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga. Green exercise dan urban farming dapat menjadi strategi promotif dan preventif berbasis komunitas dalam pencegahan Diabetes Melitus secara berkelanjutan.