p-Index From 2021 - 2026
6.967
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Kinesik Telematika : Jurnal Informatika dan Teknologi Informasi Jurnal Kajian Komunikasi Nomosleca Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Akuntabel : Jurnal Ekonomi dan Keuangan JWP (Jurnal Wacana Politik) Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial PRoMEDIA EQIEN - JURNAL EKONOMI DAN BISNIS Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Journal Publicuho Translitera : Jurnal Kajian Komunikasi dan Studi Media Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Journal of Media and Communication Science (JcommSci) The Journal of Society and Media Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Jurnal Komunikasi Nusantara Jurnal Komunikasi Nusantara JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) ANALISIS - SCIENTIFIC JOURNAL OF ECONOMICS, MANAGEMENT, BUSINESS, AND ACCOUNTING Jurnal Ilmu Komunikasi Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Ilmu Komunikasi Nusantara Science and Technology Proceedings Jurnal Dakwah dan Komunikasi Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Jurnal Signal Jurnal Pengabdian Nusantara (JPN) Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu komunikasi (JIPIK) JOSAR (Journal of Students Academic Research) RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Lentera : Journal of Gender and Children Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Signal

STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF: MOTIVASI MELAKUKAN PUBLIC DISPLAY AFFECTION PADA PENGGUNA MEDIA SOSIAL TIKTOK Ainaya Pradina Putri; Syifa Syarifah Alamiyah
JURNAL SIGNAL Vol 10, No 1 (2022): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1591.536 KB) | DOI: 10.33603/signal.v10i01.6242

Abstract

Masyarakat Indonesia khususnya para remaja sudah semakin akrab dengan perilaku pacaran. Bahkan, saat ini mereka tidak ragu untuk menunjukkan kemesraan atau romantisme mereka di media sosial seperti Tiktok. Romantisme yang dilakukan bersama pasangan ditunjukkan dalam konten video yang dibuat dan disebarkan secara publik dimana siapa saja ti tentukan. Hasil penelitian menunjukkan informan melakukan PDA di media sosial Tiktok untuk memenuhi kebutuhan akan hubungan (relatedness’s needs) yaitu mendapat penerimaan positif dari pengguna Tiktok lainnya dan penerimaan positif dari orang-orang disekitar informan seperti keluarga dan teman-teman. Selain itu, informan juga berhasil memenuhi kebutuhan akan keberadaan (existence’s needs) yaitu mendapatkan pengdapat mengakses video tersebut termasuk remaja bahkan anak-anak. Sementara catatan kekerasan di Indonesia memiliki persentase yang tinggi akibat perilaku pacaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan motivasi remaja melakukan public display affection di media sosial Tiktok menggunakan teori kebutuhan dan motivasi dari Clayton Alderfer. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi terhadap empat informan yang telah penelihasilan dari tawaran endorsement produk, menghilangkan rasa takut akan kehadiran orang ketiga dalam hubungan informan serta menghilangkan rasa takut pasangan tidak mau mengakui atau merasa malu memiliki pacar seperti diri informan, dan kebutuhan akan pertumbuhan (growth’s needs) yaitu keinginan informan untuk terus belajar mengembangkan kreativitas dan ide-ide untuk dituangkan dalam konten-konten informan. Kata Kunci: Motivasi, Public Display Affection, Tiktok
KRITIK SOSIAL DALAM KONTEN KOMEDI "INGIN JADI RAKYAT YANG BAIK" DI AKUN INSTAGRAM @BINTANGEMON Isna Meydiawati; Syifa Syarifah Alamiyah
JURNAL SIGNAL Vol 11, No 1 (2023): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/signal.v11i1.7546

Abstract

ABSTRAK “Ingin Jadi Rakyat yang Baik” di akun Instagram @bintangemon adalah salah satu konten komedi yang dibuat oleh komika Bintang Emon. Dalam konten tersebut Bintang Emon menyampaikan materi komedinya dalam bentuk monolog dengan membahas kinerja anggota dewan di tengah pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menguak kritik sosial yang termuat dalam konten komedi dengan materi komedi yang membahas kinerja anggota dewan di tengah pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan metode analisis semiotika model Roland Barthes. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dari video komedi berjudul “Ingin Jadi Rakyat yang Baik” di akun Instagram @bintangemon, serta studi pustaka dari berbagai sumber untuk mendukung penelitian ini. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa konten komedi tersebut mengkritisi kinerja anggota dewan seperti: 1.) proses pengesahan rancangan undang-undang Cipta Kerja yang dilakukan tengah malam yang mengesankan sikap terburu-buru anggota dewan dalam memperjuangkan hak masyarakat ; 2.) tindakan represi, seperti teror yang diperoleh masyarakat yang vokal memberikan kritik serta penangkapan demonstran, menandai perwujudan demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia yang belum sepenuhnya terwujud ; 3.) keberadaan UU ITE yang dalam implementasinya mempersempit kebebasan hingga mengancam keselamatan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di media sosial ; 4.) sikap pejabat publik yang cenderung abai dan menghindar ketika ada aksi demo yang dilakukan masyarakat. Kata-kata Kunci: Kritik sosial, Konten komedi, Kinerja anggota dewan, Kebebasan berpendapat, Demokrasi
STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF: MOTIVASI MELAKUKAN PUBLIC DISPLAY AFFECTION PADA PENGGUNA MEDIA SOSIAL TIKTOK Ainaya Pradina Putri; Syifa Syarifah Alamiyah
JURNAL SIGNAL Vol 10 No 1 (2022): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/signal.v10i01.6242

Abstract

Masyarakat Indonesia khususnya para remaja sudah semakin akrab dengan perilaku pacaran. Bahkan, saat ini mereka tidak ragu untuk menunjukkan kemesraan atau romantisme mereka di media sosial seperti Tiktok. Romantisme yang dilakukan bersama pasangan ditunjukkan dalam konten video yang dibuat dan disebarkan secara publik dimana siapa saja ti tentukan. Hasil penelitian menunjukkan informan melakukan PDA di media sosial Tiktok untuk memenuhi kebutuhan akan hubungan (relatedness’s needs) yaitu mendapat penerimaan positif dari pengguna Tiktok lainnya dan penerimaan positif dari orang-orang disekitar informan seperti keluarga dan teman-teman. Selain itu, informan juga berhasil memenuhi kebutuhan akan keberadaan (existence’s needs) yaitu mendapatkan pengdapat mengakses video tersebut termasuk remaja bahkan anak-anak. Sementara catatan kekerasan di Indonesia memiliki persentase yang tinggi akibat perilaku pacaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan motivasi remaja melakukan public display affection di media sosial Tiktok menggunakan teori kebutuhan dan motivasi dari Clayton Alderfer. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi terhadap empat informan yang telah penelihasilan dari tawaran endorsement produk, menghilangkan rasa takut akan kehadiran orang ketiga dalam hubungan informan serta menghilangkan rasa takut pasangan tidak mau mengakui atau merasa malu memiliki pacar seperti diri informan, dan kebutuhan akan pertumbuhan (growth’s needs) yaitu keinginan informan untuk terus belajar mengembangkan kreativitas dan ide-ide untuk dituangkan dalam konten-konten informan. Kata Kunci: Motivasi, Public Display Affection, Tiktok
KRITIK SOSIAL DALAM KONTEN KOMEDI "INGIN JADI RAKYAT YANG BAIK" DI AKUN INSTAGRAM @BINTANGEMON Isna Meydiawati; Syifa Syarifah Alamiyah
JURNAL SIGNAL Vol 11 No 1 (2023): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/signal.v11i1.7546

Abstract

ABSTRAK “Ingin Jadi Rakyat yang Baik” di akun Instagram @bintangemon adalah salah satu konten komedi yang dibuat oleh komika Bintang Emon. Dalam konten tersebut Bintang Emon menyampaikan materi komedinya dalam bentuk monolog dengan membahas kinerja anggota dewan di tengah pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menguak kritik sosial yang termuat dalam konten komedi dengan materi komedi yang membahas kinerja anggota dewan di tengah pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan metode analisis semiotika model Roland Barthes. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dari video komedi berjudul “Ingin Jadi Rakyat yang Baik” di akun Instagram @bintangemon, serta studi pustaka dari berbagai sumber untuk mendukung penelitian ini. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa konten komedi tersebut mengkritisi kinerja anggota dewan seperti: 1.) proses pengesahan rancangan undang-undang Cipta Kerja yang dilakukan tengah malam yang mengesankan sikap terburu-buru anggota dewan dalam memperjuangkan hak masyarakat ; 2.) tindakan represi, seperti teror yang diperoleh masyarakat yang vokal memberikan kritik serta penangkapan demonstran, menandai perwujudan demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia yang belum sepenuhnya terwujud ; 3.) keberadaan UU ITE yang dalam implementasinya mempersempit kebebasan hingga mengancam keselamatan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di media sosial ; 4.) sikap pejabat publik yang cenderung abai dan menghindar ketika ada aksi demo yang dilakukan masyarakat. Kata-kata Kunci: Kritik sosial, Konten komedi, Kinerja anggota dewan, Kebebasan berpendapat, Demokrasi