Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Dan Desain Meja Kerja Menggunakan Macroergonomic Analysis And Design Pada PT. Control Systems Para Nusa Rachmad Suhartono; Endang Suhendar; Deny Wibisono
Jurnal Teknologi dan Manajemen Vol. 20 No. 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN
Publisher : Politeknik STMI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52330/jtm.v20i2.39

Abstract

Kenyamanan pekerja dalam melakukan produksi merupakan salah satu kunci kinerja dan kelancaran produksi. Keluhan fisik yang dialami teknisi perakitan pada PT.Control Systems Arena Para Nusa tentu dapat mengganggu kenyamanan pekerja. Untuk itu dalam penelitian ini telah dilalukan analisis dan perancangan meja kerja untuk mendukiung sistem kerja yang baik. Metode macroergonomic anaylsis and design (MEAD) telah digunakan dalam penelitian ini, didukung Standard Nordic Questionnaire (SNQ) dalam memperoleh data keluhan pekerja. Kemudian dilakukan penilaian postur kerja menggunakan metode Rapid Entire Body Assesment (REBA) dan pengukuran antropometri untuk mendapatkan spesifikasi desain meja kerja. Berdasarkan hasil penenelitian menggunakan kerangka metode MEAD maka diperoleh rancangan meja kerja berbentuk persegi. Spesifikasi meja kerja tersebut bersifat adjustable dengan tinggi meja 102.3 cm, panjang meja 116.17 cm, dan lebar meja 82.33 cm. Penelitian ini hanya sampai pada desain gambar, maka terbuka peluang untuk penelitian lanjutan dalam membuat prototype meja kerja dan pengaruhnya terhadap sistem kerja perusahaan.
Pengukuran Beban Kerja Karyawan Dengan Metode Defence Research Agency Workload Scale dan Full Time Equivalent di PT Raja Ampat Indotim Fauzan Ahmad Karim; Endang Suhendar; Puji Suharmanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Vol. 20 No. 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN
Publisher : Politeknik STMI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52330/jtm.v20i2.58

Abstract

Pengaruh beban kerja cukup dominan terhadap kinerja sumber daya manusia yang bersifat mental dan fisik. Salah satu cara untuk mengetahui tingkat performansi kerja yang baik perlu dilakukannya pengukuran kinerja pada setiap perusahaan. Oleh karena itu perlu dilakukan pengukuran beban kerja untuk memperhitungkan kebutuhan karyawan agar dapat memenuhi target produksi dengan mempertimbangkan beban kerja setiap pekerja nya agar kinerja yang di lakukan memenuhi target yang maksimal untuk perusahaan. PT Raja Ampat Indotim merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang manufaktur yang memproduksi alat-alat mesin perontok padi pertanian, Sistem produksi perusahaan PT.Raja Ampat Indotim yaitu make to order. Dalam memproduksi mesin perontok padi tersebut terjadi penumpukan pada sisi permintaan produk. Dari permintaan pesanan dan kemampuan produksi PT Raja Ampat Indotim terlihat bahwa terjadi penumpukan permintaan yang tidak terpenuhi oleh Perusahaan ini. Melalui pengukuran beban kerja pegawai, maka akan diketahui apakah beban kerja seorang pegawai sudah optimal atau sudah berlebihan, dimana akan berpengaruh terhadap hasil kinerja pegawai yang dihasilkan. Berdasarkan hasil perhitungan dengan metode DRAWS diketahui variabel score Input Demand sebesar 24,17%, Output Demand Sebesar 24,86 dan Control Demand Sebesar 53,27% rata rata keseluruhan 4 pekerja bersifat overload (>60%) dan 2 pekerja bagian produksi bersifat optimal load (41%-60%). Untuk posisi kerja yang baik dan aman, peneliti mengusulkan pada bagian produksi agar pada saat bekerja dengan waktu yang sudah ditentukan, sehingga dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan minim menimbulkan keluhan rasa sakit atau cidera yang berlebihan pada seluruh karyawan bagian produksi.
ANALISIS KESELAMATAN KERJA MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESMENT DENGAN PENDEKATAN SPAR-H PADA PT ARGHA PERDANA KENCANA Isdiyati iis; Endang Suhendar; Nana Suyana
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v9i1.8264

Abstract

PT Argha Perdana Kencana is engaged in manufacturing molding which produces styrofoam molding tools with manual equipment and machines. The problem of PT Argha at the moment is the high level of work accidents in the machining division, so the purpose of this study is to determine the factors that cause work accidents and the application of an appropriate OHS system to minimize work accidents specifically in the machining division. The method used is the Hazard Identification Risk Assessment (HIRA) with the SPAR-H approach. By knowing the level of hazard risk effects from activities with likelihood and severity criteria and determining the level of risk (risk level) of each activity using the HIRA method, then determining the level of performance shaping factors (PSF) associated with HR and its activities. Based on the HIRA method and the SPAR-H approach, researchers can conclude that the highest occupational accidents in refinement activities are due to the high stress levels on HR at work, the high level of complexity, incomplete work procedures and an un ergonomic work environment. To solve this problem, it is advisable to procure adequate PPE according to standards, retraining workers and standardizing the work environment according to company needs.
PENILAIAN SUPPLIER MENGGUNAKAN METODE FUZZY AHP DAN TOPSIS DI PT. HP andre sihite; endang suhendar
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v9i1.8688

Abstract

PT. HP merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur, khususnya pembuatan furniture dan wall art desain. Perkembangan bisnis industri manufaktur setiap waktu berkembang dengan pesat dengan persaingan yang semakin ketat. Untuk dapat bertahan dalam persaingan bisnis, penilaian terhadap supplier sangat penting diakukan pihak perusahaan demi lancarnya proses produksi. Dalam penelitian ini, akan dilakukan penilaian terhadap supplier multiplek menggunakan metode Fuzzy AHP dan TOPSIS. Fuzzy AHP adalah metode yang digunakan untuk menguraikan masalah multikriteria menjadi suatu hirarki, sehingga masalah akan terlihat lebih terstruktur dan hasil keputusan yang didapatkan lebih baik dibandingkan dengan metode AHP. TOPSIS adalah metode yang digunakan untuk pemilihan alternatif terbaik yang mempunyai jarak terdekat dari solusi ideal positif dan jarak terjauh dari solusi ideal negatif. Penilaian Supplier dilakukan dengan mempertimbangkan 5 kriteria dan 3 alternatif. Tujuan penilaian tersebut adalah untuk mendapatkan alternatif terbaik. Hasil perhitungan Fuzzy AHP, kriteria pengiriman menjadi peringkat 1 dengan bobot 0,3049. Hasil perhitungan TOPSIS, supllier a sebagai peringkat 1 dengan bobot 0,7636, Supplier b peringkat 2 dengan bobot 0,5196, dan Supplier c peringkat 3 dengan bobot 0,2337. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Supplier a sebagai alternatif terbaik akan direkomendasikan peneliti kepada pihak perusahaan untuk diprioritaskan dalam pemesanan material dengan pengiriman sebagai kriteria utamanya.
Penerapan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Dan Shitsuke) pada Geesen Digital Printing Endang Suhendar; Asep Endih Nurhidayat; Drajat Indrajaya; Afdiani Fathinatussakinah
Jurnal PkM Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Jurnal PkM: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v5i3.13691

Abstract

Geesen Digital Printing adalah perusahaan digital printing yang berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas dan kelancaran pengiriman dari segi kuantitas, kualitas dan waktu. Namun terdapat kendala yang dihadapi perusahaan yang mengganggu pencapaian komitmen tersebut yaitu: masih ditemukan material yang tidak pada tempatnya, tumpukan sampah di sudut ruangan, dan keterbatasan ruang membuat pembagian mesin dan bahan tidak sesuai, tidak ada batasan yang jelas untuk tempat yang berbeda untuk setiap bahan dan mesin yang digunakan. Untuk itu perlu dilakukan pembenahan dengan menerapkan konsep dan budaya Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Setsuke (5S). Metode dimulai dengan pengamatan langsung ke lokasi, pelatihan dan diskusi untuk menerapkannya di lantai produksi. Dengan menerapkan konsep 5S sebagai budaya kerja terbaik yang dilaksanakan secara rtin dan teratur, lantai produksi menjadi lebih ringkas, lebih rapi, lebih bersih, dan lebih terawat. Sehingga seluruh pekerja merasa nyaman, aman dan lebih rajin bekerja sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kelancaran pengiriman produknya.
Penerapan Lean Management Untuk Meminimasi Waste Pada Lini Produksi CV. Mandiri Jaya Dengan Metode WAM Dan VALSAT Muhamad Maulana; Endang Suhendar; Aliffia Teja Prasasty
Jurnal Optimasi Teknik Industri (JOTI) Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Teknik Industri Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/joti.v5i1.13747

Abstract

CV. Mandiri Jaya yang merupakan home industry yang bergerak di bidang industri kecantikan. Untuk meningkatkan kualitas produktivitasnya perusahaan perlu melakukan perbaikan terus menerus atau upgrade di lini produksi nya sehingga perusahaan tersebut dapat mencapai produktivitas yang tinggi. Masalah yang sering terjadi dalam proses produksi yaitu banyak kegiatan yang mengandung waste ataupun kegiatan yang tidak menambah inti proses tersebut seperti kegiatan menunggu operator dalam suatu proses. Pada penelitian ini, dilakukan pengukuran dan hubungan antar waste  serta memberikan rekomendasi perbaikan produksi shampo dengan menggunakan metode WAM yang terdiri dari metode WRM & WAQ serta metode VALSAT. Berdasarkan hasil analisis menggunakan WRM bahwa nilai from process memiliki nilai yang terbesar yaitu 19,42% dan nilai terbesar selanjurnya yaitu from motion yaitu 17,27%. Berdasarkan WAQ Waste merupakan waste terbesar. Dengan presentase waiting 19%, processing 16% dan deffect 15%. Berdasarkan data diatas rekomendasi perbaikan yang di sarankan adalah penambahan opertaror dan mesin serta menerapkan SOP baru.
Analisis Risiko Kegagalan Proses Menggunakan FuzzyAHP, FMEA dan Kaizen Method Pada PT. Central Mega Kencana Arum Waluny; Endang Suhendar
Jurnal Teknologi dan Manajemen Vol. 21 No. 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN
Publisher : Politeknik STMI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52330/jtm.v21i1.72

Abstract

Setiap perusahaan menginginkan proses produksinya mendapatkan produk yang bermutu baik dari segi proses produksi yang efektif dan efisien serta bisa memberikan kepuasan kepada konsumen. Perusahaan harus melakukan peningkatan kualitas dari setiap produk yang dihasilkan dan menekan jumlah kecacatan yang ada. Salah satu cara yang bisa dilakukan ialah menganalisa resiko produksi demi menjamin keberhasilan suatu produksi dan bisnis. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah menganalisa risiko penyebab terhambatnya proses produksi, mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya risiko terhambatnya proses produksi, dan strategi untuk meminimalkan risiko yang terjadi pada produksi perhiasan PT. Central Mega Kencana. Melihat hal tersebutperlu dilakukan suatu sistem manajemen risiko yang mana dalam mengidentifikasi dan menyelesaian masalah manajemen risiko ini ada beberapa metode yang dapat digunakan antara lain yaitu metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Fuzzy AHP, dan juga Kaizen Method. Dalam penelitian ini, hasil dari pengolahan data yang dilakukan yaitu, didapatkan hasil pada proses produksi PT. Central Mega Kencana yang mendapat nilai RPN tertinggi pada Proses Rakit dengan RPN pada dua mode kegagalan sebesar 737,107 dan 613,783. Untuk kemudian dua mode kegagalan tersebut diprioritaskan untuk diberikan tindakan perbaikan. Usulan tindakan perbaikan yang dilakukan yaitu dengan penerapan Kaizen melalui pendekatan PDCA.
Analisis Perawatan Mesin dengan Pendekatan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) dan Maintenance Value Stream Map (MVSM) (Studi Kasus di PT. Nusa Indah Jaya Utama) Syafei, Muhammad Indra; Suhendar, Endang
Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 7, No 2 (2022): Integrasi: Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/js.v7i2.4783

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk menurunkan angka downtime yang terjadi pada mesin Surface Grinding yang berperan dalam produksi pada PT. NIJU. Permasalahan tersebut disebabkan karena tidak dilaksanakannya Standar Operasional Prosedur (SOP) oleh operator pada bagian maintenance untuk mengatasi kerusakan mesin Grinding. Untuk mengatasi masalah tersebut, metode RCM berguna dalam memastikan beberapa komponen dari mesin Surface Grinding yang berfungsi secara terus menerus dengan meminimalkan terjadinya downtime mesin, dan MVSM metode yang di perlukan dalam data awalan waktu kegiatan perawatan dari masing-masing komponen. Berdasarkan hasil RPN dari tabel FMEA, komponen sistem pendingin dan roda gerinda adalah komponen yang diprioritaskan terpilih karena memiliki nilai kerusakan yang paling tinggi. Tindakan pemeliharaan yang tepat pada komponen Roda Gerinda adalah Scheduled Restoration Task interval perawatan selama 120 hari, dan komponen Sistem Pendingin adalah Scheduled Restoration Task interval perawatan selama 180 hari. SOP telah diusulkan untuk aktivitas perawatan. Hasil persentase peningkatan efisiensi perawatan Komponen Roda Gerinda semula 36,7% menjadi 59,14%, Sistem Pendingin semula 42,3% menjadi 56,07%.
Pemilihan Supplier Bahan Baku Creambath Menggunakan Metode DEMATEL (Decison Making Trial And Evaluation Labotary Dan ANP (Analytic Network Process) Rhamadan, Ryan Fadilla; Suhendar, Endang; Prasasty, Aliffia Teja
Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 7, No 2 (2022): Integrasi: Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/js.v7i2.4761

Abstract

Dalam persaingan home industri yang semakin meningkat, perusahaan harus menyadari pentingnya pemilihan supplier yang dapat memenuhi kebutuhan perusahaan sesuai dengan kualitas yang dibutuhkan dan waktu yang ditentukan. Kondisi ini mengakibatkan perusahaan untuk melakukan pemangkasan biaya, fokus pada kompetensi utama dan memperbaiki rantai pasok. Perbaikan pada rantai pasok menjadi hal yang kritikal dalam peningkatan daya saing perusahaan. Peningkatan daya saing perusahaan dapat dilakukan melalui proses pemilihan supplier. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui kriteria-kriteria yang dibutuhkan perusahaan untuk memilih supplier bahan baku creambath, mengetahui keterkaitan kriteria-kriteria supplier dengan menggunakan metode DEMATEL, Untuk melakukan perangkingan supplier bahan baku creambath berdasarkan integrasi metode ANP dan usulannya. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan 11 kriteria yaitu perizinan, performance history, kesesuaian material dengan spesifikasi, kemampuan memberikan kualitas produk, konsistensi kualitas, harga produk, biaya kirim, jumlah ketepatan pemesanan, ketepatan waktu pengiriman, penggantian barang cacat, bahan yang ramah lingkungan yang akan menjadi landasan dalam memilih supplier, Berdasarkan hasil pengolahan data DEMATEL kriteria yang termasuk dalam kelompok dispatcher (cause/penyebab) adalah Kesesuaian material dengan spesifikasi, Kemampuan memberikan kualitas produk, Harga produk, Biaya kirim, dan Jumlah Ketepatan pemesanan. Sedangkan untuk kelompok receiver adalah Perizinan, Performance history, Ketepatan waktu pengiriman, Penggantian barang cacat, dan Bahan yang ramah lingkungan. Berdasarakan hasil pengolahan data untuk ktiteria yang memliliki bobot paling tinggi adalah biaya kirim dengan nilai sebesar (0,18249), diikuti harga produk (0,15686) dan Jumlah Bahan yang ramah lingkungan (0,15159). Untuk itu biaya kirim menjadi kriteria utama dalam pemilihan supplier di CV Mandiri Jaya. Hasil dari perankingan supplier adalah Supplier dengan bobot tertinggi yaitu supplier Y dengan nilai sebesar (0,56951), diikuti oleh supplier Z (0,29012), dan supplier X (0,14037). Untuk itu dari hasil pengolahan data tersebut maka supplier yang diusulkan adalah Supplier Y. Untuk usulan yang saya berikan kepada CV Mandiri Jaya yaitu menjadikan supplier Y menjadi supplier tetap karena memiliki kelebihan yaitu pada biaya kirim, harga produk, dan bahan yang ramah lingkungan.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI GAYA BERPIKIR Anggi Dwi Setiawati; Lasia Agustina; Endang Suhendar
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.23012

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa ditinjau dari gaya berpikir. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif. Teknik penelitian yang digunakan adalah Non-Probability Sampling, di mana peneliti menggunakan jenis sampel jenuh. Dari hasil penelitian ini diperoleh persamaan regresi Y = 8,309 + 0,745X dengan koefisien determinasi 9,89% menunjukan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa dipengaruhi oleh gaya berpikir dengan kontribusi variabel gaya berpikir sebesar 9,89% dan sisanya 90,11% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Hal itu juga diperkuat dengan hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa F_hitung>F_tabel untuk ? = 0,05 yaitu 6,38 > 4,09. Maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa dapat dipengaruhi oleh gaya berpikirnya.