Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Penggunaan Diksi dan Gaya Bahasa Perbandingan dalam Novel Sesuk Karya Tere Liye Nurhidayati, Diah Ayu; Saptomo, Sri Wahono; Sukarno, Sukarno
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v7i2.2034

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai penggunaan diksi dan gaya bahasa perbandingan dalam novel Sesuk karya Tere Liye. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan diksi dan gaya bahasa perbandingan yang ada dalam novel Sesuk karya Tere Liye. Jenis penelitian ini adalah deskripsi kualitatif, suatu penelitian yang menghasilkan data dengan kalimat dan kata-kata. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik membaca, menandai, dan mencatat. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa dalam novel Sesuk karya Tere Liye Diksi dan Gaya bahasa perbandingan diantaranya,  menunjukkan bahwa pada diksi terdapat 68 data diksi yang meliputi 20 data diksi kata konotatif, 29 data diksi kata asing, dan 19 data diksi kata konkret. Temuan data menunjukkan bahwa ada 40 gaya bahasa perbandingan, diantaranya terdapat 13 data gaya bahasa personifikasi, 9 data gaya bahasa metafora, 11 gaya bahasa simile dan 9 data gaya bahasa tropen.Kata kunci: Diksi, gaya bahasa, novel. 
Penguatan Karakter Kandidat dalam Debat Capres sesi Ketiga 2024 melalui Implikatur Percakapan di Media YouTube Naufal Adam Kurniawan; Sri Wahono Saptomo; Sri Muryati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana dan mengapa orang menggunakan dan memahami makna tersirat, serta bagaimana konteks, karakter, dan asumsi bersama mempengaruhi interpretasi pesan. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa tuturan implikatur yang menggunakan bahasa sarkasme dalam debat capres sesi ketiga 2024. Sumber data diambilkan dari dialog Debat capres sesi ketiga 2024 pada kanal youtube KOMPASTV. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan teknik simak bebas libat cakap, teknik catat/transliterasi, dan teknik analisis konten. Triangulasi metode digunakan untuk mengkaji beberapa kombinasi metode/teknik dalam penelitian yang berkaitan dengan pengujian kredibilitas dan keabsahan data. Proses analisis data dilakukan dengan cara mendeskripsikan semua penggunaan implikatur percakapan dalam penguatan karakter yang bergaya bahasa sarkasme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para kandidat menggunakan berbagai strategi komunikasi termasuk sarkasme dalam debat capres sesi ketiga 2024 untuk menyampaikan pesan dan menghadapi lawan bicara. Implikatur percakapan dalam debat capres sesi ketiga 2024 yang ditemukan berdasarkan teori Putrayasa mencakup berbagai bentuk seperti melarang, menyetujui, menolak, memerintah, meminta, menegaskan, mengeluh, dan melaporkan
Javanese Traditional Games in BIPA Learning in the VUCA Era: An Effective Strategy to Improve Language Skills Kusumaningsih, Dewi; Saptomo, Sri Wahono; Sukarno; Fortuna, Avika Dara; Naimah, Myatun
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v20i.1312

Abstract

This research aims to identify and introduce Javanese traditional games as a tool for BIPA learning in the VUCA (Volatility, Unpredictability, Complexity, and Ambiguity) era to improve the language skills of BIPA learners. The research method used a qualitative research method with a phenomenological approach. Primary data sources include observation of BIPA classes, interviews with BIPA teachers and learners, and documentation of traditional games. Secondary data sources include literature on traditional games, language learning theory, and cultural context analysis in the VUCA era. Data collection was conducted through classroom observation, and interviews with BIPA teaching lecturers and BIPA learners. Data analysis was conducted through thematic techniques to identify themes in the data. The results of the analysis show that traditional Javanese games can improve language skills, creativity, and engagement in BIPA learning. As well as helping to understand culture and social values related to language. Research that introduces Javanese traditional games in BIPA learning is an effective strategy to improve the quality of language learning in the VUCA era. The results of this study are used as a reference for BIPA teachers or BIPA researchers to integrate Javanese traditional games into the BIPA learning process.
Campur Kode sebagai Cerminan Multikulturalisme dalam Podcast Warung Kopi Putri Febryanti, Keysha Elia; Astuti, Dewi; Ambarwati , Esti; Muryati, Sri; Saptomo, Sri Wahono
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i1.6276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena campur kode sebagai cerminan multikulturalisme dalam podcast Warung Kopi, pada episode yang menghadirkan Bayu Skak. Sumber data penelitian berupa tuturan yang mengandung campur kode dari episode podcast yang diunduh melalui kanal YouTube HAS Creative. Data berbentuk kata, frasa, dan kalimat yang mencerminkan penggunaan bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, serta istilah asing. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan metode simak bebas libat cakap dan catat, di mana peneliti berperan sebagai pengamat tanpa interaksi langsung dengan objek penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi fungsi dan makna campur kode dalam konteks komunikasi multikultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode ke dalam, berupa penggunaan bahasa daerah seperti Bahasa Jawa, mencerminkan kebanggaan budaya lokal, mempererat kedekatan emosional dengan audiens, dan melestarikan identitas budaya di tengah modernisasi. Sementara itu, campur kode ke luar, berupa istilah atau frasa asing, menggambarkan keterhubungan dengan trenglobal, modernitas, dan profesionalitas. Campur kode juga berfungsi sebagai alat untuk menciptakan humor, memperkaya interaksi lintas budaya, dan memperjelas pesan. Sebagai media digital, podcast menciptakan ruang dialog yang inklusif dan santai, memungkinkan pengungkapan identitas budaya yang dinamis dan multikultural. Penelitian ini menegaskan bahwa campur kode merupakan elemen penting dalam komunikasi masyarakat Indonesia, khususnya dalam media digital. Campur kode tidak hanya memperkaya interaksi sosial, tetapi juga merepresentasikan adaptasi terhadap perubahan global tanpa kehilangan nilai-nilai budaya lokal.
Ketidaksesuaian Maksim Kuantitas pada Kolom Komentar Berita Online CNN di Instagram Nur Khasanah, Dwi Faradylla; Sri Wahono Saptomo; Pardyatmoko; Sukarno
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The effectiveness of communication in digital discussions still faces various challenges. One of them isin the comment column on social media platforms such as Instagram which is often a space forinconsistencies in the maxim of quantity in communication. This study aims to provide a description ofthe forms of non-compliance with the maxim of quantity in online news commentary as well as thefactors that influence it. The method used in this study is qualitative descriptive. The source of the datacomes from the comment column on the post uploaded on October 20, 2024, the Instagram accountsof @cnnidpolitik and @cnnindonesia. Data collection is carried out purposively through documentationtechniques including the collection of screenshots of the comment column. The data collection stagewith the free reading technique is proficient, and continued with the data recording technique of a sentence that contains a maxim of quantity inconsistency. The results of the study show that non-compliance with the maxim of quantity occurs in the form of information that is too brief, excessive, and irrelevant. The main factors that cause this discrepancy include a lack of awareness of the principles ofeffective communication, emotional influence, and a lack of moderation in online discussions. This research contributes to the study of pragmatics and digital communication, as well as offers insights for media managers in improving the quality of interaction in the digital space.
ROMANTISME SEBAGAI BENTUK ESTETIKA DALAM NOVEL HILMY MILAN KARYA NADIA RISTIVANI Cindi Syaharani; Sri Wahono Saptomo; Sukarno
(JIBS) JURNAL ILMIAH BAHASA DAN SASTRA Vol. 11 No. 1 (2024): JIBS : JURNAL ILMIAH BAHASA DAN SASTRA
Publisher : Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jibs.v11i1.10125

Abstract

This research aims to describe romanticism as a form of aesthetics in the novel Hilmy Milan by Nadia Ristivani. The problem discussed in this research is how the novel Hilmy Milan by Nadia Ristivani actualizes romanticism as a form of aesthetics. This research method uses a descriptive qualitative method with a literature study technique. The data is in the form of quotations that contain meaning about romanticism. The data source in this research is a novel entitled "Hilmy Milan" by Nadia Ristivani, the data collection technique is done by reading and recording techniques. Source triangulation, which involves examining various relevant sources to measure the reliability of research data, was used to verify the validity of the data. Qualitative descriptive technique was used to conduct data analysis, the data was analyzed to find the form of romanticism and presented along with its interpretation descriptively. The results of this study show that the novel "Hilmy Milan" by Nadia Ristivani has two different aspects of romance: the romance aspect and the expressive aspect. The romance aspect involves Hilmy and Milan, while the expressive aspect includes joy and sorrow, true love, loyalty, and achieving dreams.
ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA GAUL DALAM MEDIA SOSIAL TIKTOK Sokawati, Feby Rani; Wardani, Afrida Kusuma; Ningsih, Duwi Rahayu; Saptomo, Sri Wahono
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.13825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bentuk dan makna bahasa gaul dalam media sosial TikTok. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah konten TikTok dan kolom komentarnya selama periode Oktober 2024. Data yang dikumpulkan berupa data tertulis yang terdapat dalam konten maupun komentar TikTok, yang kemudian akan disajikan dalam bentuk hasil tangkapan layar (screenshot). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik non-interaktif. Teknik analisis data yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa banyak akronim dan singkatan baru muncul dari interaksi pengguna di platform ini, mencerminkan kreativitas dan kecepatan komunikasi di kalangan remaja. Dengan adanya media sosial seperti TikTok, penyebaran bahasa gaul menjadi lebih mudah dan cepat. Aplikasi ini tidak hanya menyediakan platform untuk berbagi konten kreatif tetapi juga berfungsi sebagai sarana bagi remaja untuk mengekspresikan diri menggunakan istilah-istilah baru.Kata Kunci: Bahasa Gaul, Media Sosial, TikTok
Strategi Persuasif dalam Penggunaan Campur Kode pada Iklan Outfit oleh Brand Ambassador @9bintaa di Media Sosial X Afifah Luqman Sadida; Sri Wahono Saptomo; Sukarno, Sukarno; Muhlis Fajar Wicaksana
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.5885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi persuasif dalam penggunaan campur kode pada iklan outfit oleh brand ambassador @9bintaa di media sosial X. Fenomena campur kode dalam iklan digital semakin berkembang seiring dengan tren komunikasi kasual di media sosial. Penelitian ini mengkaji strategi pe rsuasif dalam penggunaan campur kode pada iklan outfit yang dipromosikan oleh brand ambassador @9bintaa di media sosial X. Urgensi penelitian ini terletak pada meningkatnya penggunaan campur kode sebagai strategi komunikasi pemasaran yang belum banyak dikaji secara mendalam dalam konteks periklanan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk campur kode yang digunakan serta menganalisis fungsinya dalam membangun daya tarik iklan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui metode simak yang melibatkan Teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) terhadap cuitan yang mengandung campur kode dalam iklan outfit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk campur kode yang dominan berupa kata dan frasa dari bahasa Inggris, seperti versatile, flowy, must have, dan worth it. Secara retoris, campur kode digunakan untuk membangun kredibilitas brand ambassador (ethos), menarik emosi audiens (pathos), serta menyampaikan informasi produk secara lebih efektif (logos). Strategi ini berhasil menciptakan kesan modern, meningkatkan keterlibatan audiens, serta memperkuat citra produk sebagai bagian dari gaya hidup yang kekinian dan eksklusif. Dengan demikian, penggunaan campur kode terbukti menjadi strategi komunikasi yang efektif dalam membangun kedekatan emosional dan sosial dengan audiens muda di ranah periklanan digital.
Fungsi-Fungsi Komunikatif dalam Struktur Teks Artikel Ilmiah Bidang Kebahasaan Savitri, Hani Eria; Sudiyana, Benedictus; Saptomo, Sri Wahono
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 01 (2022): Artikel Riset Periode Mei 2022
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v2i01.1663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi komunikatif dalam struktur teks artikel ilmiah pada bidang kebahasaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah fungsi komunikatif struktur teks artikel dalam bidang kebahasaan. sumber 10 artikel jurnal yang terindeks sinta 2 jurnal gramatika tahun 2019, jurnal ILEaL tahun 2021, jurnal metalingua tahun 2021, jurnal litera tahun 2021, jurnal kembara tahun 2022, jurnal ranah tahun 2022, jurnal aksara tahun 2022, jurnal kandai tahun 2021, jurnal widyaparwa tahun 2020, dan jurnal adabiyyat tahun 2021. Teknik pengumpulan data melalui membaca artikel ilmiah, mencatat fungsi bahasa dalam struktur teks artikel ilmiah, pengumpulan data menggunakan alat bantu berupa tabel. Proses analisis data reduksi data, pengelompokkan data, dan menyimpulkan data hasil penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan fungsi-fungsi bahasa dalam struktur teks artikel ilmiah bidang kebahasaan mencakup abstrak, pendahuluan, metode, hasil, dan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian, fungsi komunikatif yang terdapat dalam struktur teks artikel ilmiah adalah fungsi asertif, fungsi eskpresif, dan fungsi direktif. Struktur adalah tuturan yang mempunyai fungsi komunikasi kebahasaan tertentu. Tuturan yang membawa fungsi komunikasi asertif, ekspresif, dan direktif
Penguatan Kompetensi Asesmen Pembelajaran Bagi Guru Melalui Pelatihan Berbasis Praktik Kolaboratif Muryati, Sri; Wicaksana, Muhlis Fajar; Sukarno, Sukarno; Saptomo, Sri Wahono
ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masayarakat Vol 6 No 1 (2025): ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/ab.v6i1.30075

Abstract

Strengthening teachers' competence in learning assessment is a crucial aspect of improving education quality, particularly for teachers as the implementers of learning in educational institutions. This community service activity aimed to enhance teachers' skills in designing, implementing, and evaluating learning assessments through collaborative, practice-based training. The activity was conducted in March 2025 in Surakarta, involving 30 junior high school teachers from Sekolah Penggerak. The implementation methods included workshops, focused group discussions (FGDs), and hands-on group practice in developing assessment instruments. Evaluation results showed that 83% of participants clearly understood the objectives of the training, 70% reported a strong understanding of formative, summative, and diagnostic assessments, and 80% stated that the hands-on practice significantly helped in designing differentiated assessments. Furthermore, 80% of participants felt a notable improvement in their competence, particularly in managing student diversity through appropriate assessment methods. Collaborative, practice-based training proved effective in fostering active participation, joint problem-solving, and the development of teacher learning communities. The activity recommends ensuring the sustainability of training programs with ongoing mentoring to strengthen the implementation of quality assessments in classrooms.