Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGARUH GAYA BAHASA DALAM PENULISAN LIRIK LAGU UNTUNGNYA HIDUP HARUS TETAP BERJALAN KARYA BERNADYA Pardyatmoko; Hayuvia Hanida Purista; Anggun Cindy Armabella; Sri Wahono Saptomo; Devi Septiana
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i3.1225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan gaya bahasa dalam lagu Fortunately Life Must Go On. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari lirik lagu Fortunately Life Must Go On karya Bernadya, dengan fokus pada kata dan kalimat yang digunakan dalam lirik lagu tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi untuk mengumpulkan informasi terkait lagu, seperti judul, lirik, durasi, penulis, dan informasi relevan lainnya. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan studi pustaka untuk mencari literatur yang membahas teori atau pendekatan yang berkaitan dengan analisis lagu. Metode simak digunakan untuk mengamati lirik lagu secara cermat, sedangkan teknik pencatatan digunakan untuk merekam temuan dari hasil pengamatan berupa deskripsi kalimat yang mengandung kata dan kalimat bergaya bahasa. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya bahasa yang digunakan dalam lirik lagu tersebut meliputi metafora, repetisi, personifikasi, dan simbolisme. Dengan demikian, penggunaan gaya bahasa yang tepat mampu membangkitkan imajinasi dan kreativitas pendengar.
Menguatkan Pemahaman Stilistika Melalui Gaya Bahasa Slogan Iklan Kopi di Media Elektronik Ratri Aulia Sari Nurjanah; Sri Wahono Saptomo; Pardyatmoko, Pardyatmoko
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3607

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa pada slogan iklan kopi di media elektronik yang dapat menguatkan pemahaman stilistika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian merupakan kalimat slogan iklan kopi di media elektronik. Sumber data utama yang digunakan sebagai sasaran dari penelitian ini berupa kalimat slogan iklan kopi di media elektronik seperti di televisi, radio, internet, dan media sosial. Data penelitian berupa kalimat slogan iklan kopi yang diperoleh melalui teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan catat. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 30 data yang terdiri dari 8 slogan dengan gaya bahasa perbandingan, 9 slogan dengan gaya bahasa pertentangan, 2 slogan dengan gaya bahasa pertautan, dan 11 slogan dengan gaya bahasa perulangan. Gaya bahasa dalam slogan iklan kopi berperan penting dalam memperkuat pemahaman stilistika melalui pemanfaatan elemen-elemen linguistik yang khas dan efektif.
Penguatan Karakter Kandidat dalam Debat Capres sesi Ketiga 2024 melalui Implikatur Percakapan di Media YouTube Kurniawan, Naufal Adam; Sri Wahono Saptomo; Sri Muryati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana dan mengapa orang menggunakan dan memahami makna tersirat, serta bagaimana konteks, karakter, dan asumsi bersama mempengaruhi interpretasi pesan. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa tuturan implikatur yang menggunakan bahasa sarkasme dalam debat capres sesi ketiga 2024. Sumber data diambilkan dari dialog Debat capres sesi ketiga 2024 pada kanal youtube KOMPASTV. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan teknik simak bebas libat cakap, teknik catat/transliterasi, dan teknik analisis konten. Triangulasi metode digunakan untuk mengkaji beberapa kombinasi metode/teknik dalam penelitian yang berkaitan dengan pengujian kredibilitas dan keabsahan data. Proses analisis data dilakukan dengan cara mendeskripsikan semua penggunaan implikatur percakapan dalam penguatan karakter yang bergaya bahasa sarkasme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para kandidat menggunakan berbagai strategi komunikasi termasuk sarkasme dalam debat capres sesi ketiga 2024 untuk menyampaikan pesan dan menghadapi lawan bicara. Implikatur percakapan dalam debat capres sesi ketiga 2024 yang ditemukan berdasarkan teori Putrayasa mencakup berbagai bentuk seperti melarang, menyetujui, menolak, memerintah, meminta, menegaskan, mengeluh, dan melaporkan
Pelanggaran Prinsip Kerjasama sebagai Strategi Memperjelas Makna Komunikasi (Studi Kasus oleh Film Mariposa) Saputri, Hidayah Nurul; Saptomo, Sri Wahono; Kusumaningsih, Dewi
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 13 No. 1 (2024): Kode: Edisi Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i1.56854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk bentuk pelanggaran prinsip kerjasama dalam film Mariposa sebagai strategi memperjelas makna komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data berupa kalimat yang dituturkan dalam bentuk dialog para pemain yang melanggar prinsip kerjasama dalam film Mariposa. Sumber data penelitian ini adalah film Mariposa yang diangkat dari novel laris karya Luluk HF resmi dirilis di bioskop pada 12 Maret 2020. Teknik pengumpulan data dengan teknik dokumentasi, teknik SLBC, teknik catat. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, verifikasi, kesimpulan. Keabsahan data diperoleh dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian terdapat empat jenis pelanggaran prinsip kerja sama yang menimbulkan strategi memperjelas makna komunikasi pada tuturan bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pelanggaran prinsip kerjasama menjadi salah satu strategi memperjelas makna komunikasi dalam suatu dialog. Film Mariposa menunjukkan adanya berbagai macam pelanggaran prinsip kerjasama yaitu pelanggaran maksim kuantitas, kualitas, relevansi, pelaksana.
SATIRE KEPADA PENGUASA DALAM LIRIK LAGU TIKUS-TIKUS KANTOR KARYA IWAN FALS Widianti, Eny; Wisnu Putri Febriani; Sri Wahono Saptomo
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i1.690

Abstract

Language plays a very important role in human life because without language, interaction between people will be hampered. Language has a style, the language style in literary works functions, among other things, to obtain maximum meaning, namely clearer and more lively, to create a certain atmosphere and impression in the reader's heart, and to obtain aesthetic effects. The method used in this study is a qualitative descriptive method. Data collection was carried out by playing a song titled Tikus-tikus Kantor, listening to the lyrics carefully, and recording the lyrics of the song. The technique used to analyze the lyrics of the song Tikus-tikus Kantor by Iwan Fals is content analysis. Based on the results of the research, the style of satirical language was found in the first, second, third, fifth, and sixth stanzas of each lyric. The satire is in the form of a satire of officials who like to commit corruption and act as if they did not commit a crime during the examination. In this case, the law enforcement officials do not seem to care and the public considers the performance of the law enforcement officials to be bad because they cannot eradicate corruption committed by corruptors.
Campur Kode sebagai Cerminan Multikulturalisme dalam Podcast Warung Kopi Putri Febryanti, Keysha Elia; Astuti, Dewi; Ambarwati , Esti; Muryati, Sri; Saptomo, Sri Wahono
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i1.6276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena campur kode sebagai cerminan multikulturalisme dalam podcast Warung Kopi, pada episode yang menghadirkan Bayu Skak. Sumber data penelitian berupa tuturan yang mengandung campur kode dari episode podcast yang diunduh melalui kanal YouTube HAS Creative. Data berbentuk kata, frasa, dan kalimat yang mencerminkan penggunaan bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, serta istilah asing. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan metode simak bebas libat cakap dan catat, di mana peneliti berperan sebagai pengamat tanpa interaksi langsung dengan objek penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi fungsi dan makna campur kode dalam konteks komunikasi multikultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode ke dalam, berupa penggunaan bahasa daerah seperti Bahasa Jawa, mencerminkan kebanggaan budaya lokal, mempererat kedekatan emosional dengan audiens, dan melestarikan identitas budaya di tengah modernisasi. Sementara itu, campur kode ke luar, berupa istilah atau frasa asing, menggambarkan keterhubungan dengan trenglobal, modernitas, dan profesionalitas. Campur kode juga berfungsi sebagai alat untuk menciptakan humor, memperkaya interaksi lintas budaya, dan memperjelas pesan. Sebagai media digital, podcast menciptakan ruang dialog yang inklusif dan santai, memungkinkan pengungkapan identitas budaya yang dinamis dan multikultural. Penelitian ini menegaskan bahwa campur kode merupakan elemen penting dalam komunikasi masyarakat Indonesia, khususnya dalam media digital. Campur kode tidak hanya memperkaya interaksi sosial, tetapi juga merepresentasikan adaptasi terhadap perubahan global tanpa kehilangan nilai-nilai budaya lokal.