Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Penguatan Karakter Kandidat dalam Debat Capres sesi Ketiga 2024 melalui Implikatur Percakapan di Media YouTube Kurniawan, Naufal Adam; Sri Wahono Saptomo; Sri Muryati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana dan mengapa orang menggunakan dan memahami makna tersirat, serta bagaimana konteks, karakter, dan asumsi bersama mempengaruhi interpretasi pesan. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa tuturan implikatur yang menggunakan bahasa sarkasme dalam debat capres sesi ketiga 2024. Sumber data diambilkan dari dialog Debat capres sesi ketiga 2024 pada kanal youtube KOMPASTV. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan teknik simak bebas libat cakap, teknik catat/transliterasi, dan teknik analisis konten. Triangulasi metode digunakan untuk mengkaji beberapa kombinasi metode/teknik dalam penelitian yang berkaitan dengan pengujian kredibilitas dan keabsahan data. Proses analisis data dilakukan dengan cara mendeskripsikan semua penggunaan implikatur percakapan dalam penguatan karakter yang bergaya bahasa sarkasme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para kandidat menggunakan berbagai strategi komunikasi termasuk sarkasme dalam debat capres sesi ketiga 2024 untuk menyampaikan pesan dan menghadapi lawan bicara. Implikatur percakapan dalam debat capres sesi ketiga 2024 yang ditemukan berdasarkan teori Putrayasa mencakup berbagai bentuk seperti melarang, menyetujui, menolak, memerintah, meminta, menegaskan, mengeluh, dan melaporkan
Pelanggaran Prinsip Kerjasama sebagai Strategi Memperjelas Makna Komunikasi (Studi Kasus oleh Film Mariposa) Saputri, Hidayah Nurul; Saptomo, Sri Wahono; Kusumaningsih, Dewi
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 13 No. 1 (2024): Kode: Edisi Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i1.56854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk bentuk pelanggaran prinsip kerjasama dalam film Mariposa sebagai strategi memperjelas makna komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data berupa kalimat yang dituturkan dalam bentuk dialog para pemain yang melanggar prinsip kerjasama dalam film Mariposa. Sumber data penelitian ini adalah film Mariposa yang diangkat dari novel laris karya Luluk HF resmi dirilis di bioskop pada 12 Maret 2020. Teknik pengumpulan data dengan teknik dokumentasi, teknik SLBC, teknik catat. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, verifikasi, kesimpulan. Keabsahan data diperoleh dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian terdapat empat jenis pelanggaran prinsip kerja sama yang menimbulkan strategi memperjelas makna komunikasi pada tuturan bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pelanggaran prinsip kerjasama menjadi salah satu strategi memperjelas makna komunikasi dalam suatu dialog. Film Mariposa menunjukkan adanya berbagai macam pelanggaran prinsip kerjasama yaitu pelanggaran maksim kuantitas, kualitas, relevansi, pelaksana.
Campur Kode sebagai Cerminan Multikulturalisme dalam Podcast Warung Kopi Putri Febryanti, Keysha Elia; Astuti, Dewi; Ambarwati , Esti; Muryati, Sri; Saptomo, Sri Wahono
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i1.6276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena campur kode sebagai cerminan multikulturalisme dalam podcast Warung Kopi, pada episode yang menghadirkan Bayu Skak. Sumber data penelitian berupa tuturan yang mengandung campur kode dari episode podcast yang diunduh melalui kanal YouTube HAS Creative. Data berbentuk kata, frasa, dan kalimat yang mencerminkan penggunaan bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, serta istilah asing. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan metode simak bebas libat cakap dan catat, di mana peneliti berperan sebagai pengamat tanpa interaksi langsung dengan objek penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi fungsi dan makna campur kode dalam konteks komunikasi multikultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode ke dalam, berupa penggunaan bahasa daerah seperti Bahasa Jawa, mencerminkan kebanggaan budaya lokal, mempererat kedekatan emosional dengan audiens, dan melestarikan identitas budaya di tengah modernisasi. Sementara itu, campur kode ke luar, berupa istilah atau frasa asing, menggambarkan keterhubungan dengan trenglobal, modernitas, dan profesionalitas. Campur kode juga berfungsi sebagai alat untuk menciptakan humor, memperkaya interaksi lintas budaya, dan memperjelas pesan. Sebagai media digital, podcast menciptakan ruang dialog yang inklusif dan santai, memungkinkan pengungkapan identitas budaya yang dinamis dan multikultural. Penelitian ini menegaskan bahwa campur kode merupakan elemen penting dalam komunikasi masyarakat Indonesia, khususnya dalam media digital. Campur kode tidak hanya memperkaya interaksi sosial, tetapi juga merepresentasikan adaptasi terhadap perubahan global tanpa kehilangan nilai-nilai budaya lokal.
SATIRE KEPADA PENGUASA DALAM LIRIK LAGU TIKUS-TIKUS KANTOR KARYA IWAN FALS Eny Widianti; Wisnu Putri Febriani; Sri Wahono Saptomo
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i1.690

Abstract

Language plays a very important role in human life because without language, interaction between people will be hampered. Language has a style, the language style in literary works functions, among other things, to obtain maximum meaning, namely clearer and more lively, to create a certain atmosphere and impression in the reader's heart, and to obtain aesthetic effects. The method used in this study is a qualitative descriptive method. Data collection was carried out by playing a song titled Tikus-tikus Kantor, listening to the lyrics carefully, and recording the lyrics of the song. The technique used to analyze the lyrics of the song Tikus-tikus Kantor by Iwan Fals is content analysis. Based on the results of the research, the style of satirical language was found in the first, second, third, fifth, and sixth stanzas of each lyric. The satire is in the form of a satire of officials who like to commit corruption and act as if they did not commit a crime during the examination. In this case, the law enforcement officials do not seem to care and the public considers the performance of the law enforcement officials to be bad because they cannot eradicate corruption committed by corruptors.
PENGARUH GAYA BAHASA DALAM PENULISAN LIRIK LAGU UNTUNGNYA HIDUP HARUS TETAP BERJALAN KARYA BERNADYA Pardyatmoko; Hayuvia Hanida Purista; Anggun Cindy Armabella; Sri Wahono Saptomo; Devi Septiana
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i3.1225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan gaya bahasa dalam lagu Fortunately Life Must Go On. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari lirik lagu Fortunately Life Must Go On karya Bernadya, dengan fokus pada kata dan kalimat yang digunakan dalam lirik lagu tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi untuk mengumpulkan informasi terkait lagu, seperti judul, lirik, durasi, penulis, dan informasi relevan lainnya. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan studi pustaka untuk mencari literatur yang membahas teori atau pendekatan yang berkaitan dengan analisis lagu. Metode simak digunakan untuk mengamati lirik lagu secara cermat, sedangkan teknik pencatatan digunakan untuk merekam temuan dari hasil pengamatan berupa deskripsi kalimat yang mengandung kata dan kalimat bergaya bahasa. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya bahasa yang digunakan dalam lirik lagu tersebut meliputi metafora, repetisi, personifikasi, dan simbolisme. Dengan demikian, penggunaan gaya bahasa yang tepat mampu membangkitkan imajinasi dan kreativitas pendengar.
Penggunaan register pada grub Facebook Jual Beli Vespa Surakarta: Kajian sosiolinguistik Dimas Oky Kurnianto; Sri Wahono Saptomo; Sukarno Sukarno
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.14344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi register dalam interaksi jual beli di grup facebook “Jual Beli Vespa Surakarta”. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif data berupa unsur bahasa yakni kata, frasa, klausa, dan kalimat dengan sumber data berupa postingan grub facebook jual beli vespa surakarta. Teknik pengumpulan data melalui tahap obesrvasi, simak: bebas libat cakap, penelitian ini menggunakan teknik bebas libat cakap sebagaimana dijelaskan oleh Mahsun, yakni peneliti hanya bertindak sebagai pengamat pasif tanpa ikut serta dalam percakapan atau transaksi, melainkan hanya mengamati bahasa yang digunakan secara alamiah, dokumentasi, dan catat. Analisis data menggunakan model mills dan huberman yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk register yang muncul berupa register selingkung terbatas dan register selingkung terbuka. Register selingkung terbatas memiliki makna yang lebih spesifik dan hanya berlaku pada konteks tertentu di kalangan pecinta vespa, sedangkan register selingkung terbuka memiliki makna yang lebih luas, fleksibel, dan dapat dipahami lintas konteks. Masing- masing register memiliki fungsi kebahasaan seperti instrumental, heuristik, representasional, dan interaksional. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial menjadi ruang sosial baru dalam pembentukan dan penggunaan variasi bahasa yang mencerminkan identitas serta tujuan komunikatif penggunanya. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian sosiolinguistik, khususnya dalam memahami dinamika bahasa di ruang digital.
Penguatan Kompetensi Asesmen Pembelajaran Bagi Guru Melalui Pelatihan Berbasis Praktik Kolaboratif Muryati Muryati; Muhlis Fajar Wicaksana; Sukarno Sukarno; Sri Wahono Saptomo
ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masayarakat Vol 6 No 1 (2025): ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/ab.v6i1.30075

Abstract

Strengthening teachers' competence in learning assessment is a crucial aspect of improving education quality, particularly for teachers as the implementers of learning in educational institutions. This community service activity aimed to enhance teachers' skills in designing, implementing, and evaluating learning assessments through collaborative, practice-based training. The activity was conducted in March 2025 in Surakarta, involving 30 junior high school teachers from Sekolah Penggerak. The implementation methods included workshops, focused group discussions (FGDs), and hands-on group practice in developing assessment instruments. Evaluation results showed that 83% of participants clearly understood the objectives of the training, 70% reported a strong understanding of formative, summative, and diagnostic assessments, and 80% stated that the hands-on practice significantly helped in designing differentiated assessments. Furthermore, 80% of participants felt a notable improvement in their competence, particularly in managing student diversity through appropriate assessment methods. Collaborative, practice-based training proved effective in fostering active participation, joint problem-solving, and the development of teacher learning communities. The activity recommends ensuring the sustainability of training programs with ongoing mentoring to strengthen the implementation of quality assessments in classrooms.
ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA GAUL DALAM MEDIA SOSIAL TIKTOK Feby Rani Sokawati; Afrida Kusuma Wardani; Duwi Rahayu Ningsih; Sri Wahono Saptomo
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.13825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bentuk dan makna bahasa gaul dalam media sosial TikTok. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah konten TikTok dan kolom komentarnya selama periode Oktober 2024. Data yang dikumpulkan berupa data tertulis yang terdapat dalam konten maupun komentar TikTok, yang kemudian akan disajikan dalam bentuk hasil tangkapan layar (screenshot). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik non-interaktif. Teknik analisis data yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa banyak akronim dan singkatan baru muncul dari interaksi pengguna di platform ini, mencerminkan kreativitas dan kecepatan komunikasi di kalangan remaja. Dengan adanya media sosial seperti TikTok, penyebaran bahasa gaul menjadi lebih mudah dan cepat. Aplikasi ini tidak hanya menyediakan platform untuk berbagi konten kreatif tetapi juga berfungsi sebagai sarana bagi remaja untuk mengekspresikan diri menggunakan istilah-istilah baru.Kata Kunci: Bahasa Gaul, Media Sosial, TikTok
VARIASI BAHASA SLOGAN PADA IKLAN GOJEK DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Wilsa Fentani; Anisa Puspita Sari; Rifky Sandi Kurniawan; Sri Wahono Saptomo; Suparmin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.1204

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji dan mengungkap pola variasi bahasa yang digunakan dalam slogan iklan Gojek pada media sosial Instagram serta makna komunikatif yang dibangun melalui penggunaan variasi tersebut. Fenomena bahasa dalam iklan digital menunjukkan kecenderungan adaptasi terhadap dinamika bahasa populer yang berkembang di masyarakat, terutama di kalangan generasi muda sebagai pengguna utama media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif sosiolinguistik untuk menelaah bentuk, kecenderungan, dan fungsi penggunaan variasi bahasa dalam slogan iklan. Sumber data diperoleh dari slogan iklan yang dipublikasikan pada akun Instagram resmi Gojek, yaitu @gojekindonesia, yang berupa kata dan frasa dalam konten promosi. Pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dengan teknik sadap dan teknik catat, serta diperkuat melalui dokumentasi berupa tangkapan layar. Analisis data menggunakan metode padan ekstralingual untuk menghubungkan unsur kebahasaan dengan konteks sosial, budaya, dan tujuan komunikasi dalam praktik periklanan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi bahasa yang muncul dalam slogan iklan Gojek mencakup tiga bentuk utama, yaitu variasi bahasa gaul (slang), variasi bahasa Indoglish, dan variasi bahasa plesetan. Ketiga bentuk variasi tersebut berfungsi sebagai strategi linguistik untuk membangun kedekatan dengan audiens, memperkuat daya tarik persuasif pesan iklan, serta menciptakan identitas komunikasi yang selaras dengan kultur bahasa digital masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan variasi bahasa dalam slogan iklan tidak hanya berperan sebagai bentuk kreativitas linguistik, tetapi juga sebagai strategi komunikasi yang efektif dalam memperkuat citra merek dan meningkatkan keterlibatan pengguna di ruang media sosial.