Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI MIKROPLASTIK PADA CANGKANG KERANG DARAH (Anadara Granosa Liin ) DENGAN MENGGUNAKAN Fourier Transform Infrared (FTIR) dan Scanning Electron Microscopy (SEM) Pungut Pungut; Sri Widyastuti; Yoso Wiyarno
SNHRP Vol. 3 (2021): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 3 Tahun 2021
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.955 KB)

Abstract

Kerang merupakan hewan filter feeder, sehingga akan menyerap berbagai limbah dari air laut maupun dari sedimen. Tingginya produksi kerang yang di ikuti dengan tingginya pemanfaatan limbah cangkang kerang untuk berbagai bahan pangan, menimbulkan permasalahan apakah cangkang kerang mengandung mikroplastik seperti halnya pada dagingnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan mikroplastik pada 5 daerah penghasil kerang darah yang banyak di konsumsi dan di manfaatkan limbahnya. Daerah tersebut adalah Gisik Cemandi, Kenjeran, Pasuruan , Gresik dan Sidoarjo. Kandungan mikroplastik di analisis dengan menggunakan FTIR dan SEM . Analisis denagn FTIR menunjukkan 4 jenis polimer yang di tengarai sebagai particle suspected as microplastic. Senyawa mikroplastik tersebut adalah : polyglutaroyl : alt4,4’-azobisbenzoyl hydrazide, Ethylidene-norbornene, Chloromethyl-silasane, dan Poly(4,4’-azobisbenzoyl:alt2,4-dimethylpyrorolehidrazide. Analisis struktur menggunakan SEM pada sampel cangkang kerang, tidak menunjukkan adanya mikroplastik. Hasil analisis dengan chi square test disimpulkan Ho terima artinya tidak ada hubungan antara daerah asal dengan jenis senyawa (Asymp.sig tidak ada yang < 0.05)
PEMBUATAN KARBOL ORGANIK SEREH RAMAH LINGKUNGAN DI KELURAHAN DUKUH MENANGGAL KECAMATAN GAYUNGAN KOTA SURABAYA Sri Widyastuti; Rhenny Ratnawati; Indah Nurhayati; Muhammad Al Kholif; Pungut Pungut
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 3, Nomor 2, Juli 2022
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.212 KB) | DOI: 10.25105/juara.v3i2.13886

Abstract

The Residents of Dukuh Menanggal Village have planted family medicinal plants, including lemongrass. But people do not understand the use of lemongrass plants into environmentally friendly organic carbolic acid. The purpose of this Community Service (PkM) activity is to optimally use lemongrass as an organic carbolic acid in order to increase economic value and make people aware of the importance of disinfectants during a pandemic condition like the current one. The method used to achieve the objectives of this activity is community empowerment regarding the use of yard land for family medicine gardens and empowerment of optimal land use to preserve the environment and prevent environmental pollution and climate change. The implementation of the PkM program includes: site surveys, preparation of facilities and infrastructure, coordination with the sub-district government, procurement of tools and materials, counseling and training, monitoring and evaluation. The target group is PKK women. The results obtained before the community service activities were that the residents did not know how to make carbolic acid as much as 57.1 and did not know the function of carbolic acid as a natural disinfectant as many as 71.4. While the results obtained after the service was carried out, residents knew how to make carbolic acid as much as 71.4 and knew the function of carbolic lemongrass as much as 80.9. The response from residents regarding this service is very good. Residents of Dukuh Menanggal Village, Gayungan District, Surabaya have started to feel the results of environmentally friendly organic carbolic products that can be used daily.
Karakteristik Sub Daerah Aliran Sungai Silo di Kecamatan Dompu Moch. Shofwan; Wiwin Angriani; Pungut
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v10i2.44610

Abstract

Sub Daerah Aliran Sungai Silo sering terjadi luapan air saat musim hujan, yang menyebabkan terjadinya banjir dibeberapa kelurahan di Kecamatan Dompu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yaitu dengan cara pengukuran secara terrestrial dilapangan dibagi menjadi dua tahapan pengumpulan data, yakni pengumpulan data secara primer terdiri dari kegiatan observasi, dan dokumentasi, sedangkan untuk menganalisis karakteristik Sub DAS membutuhkan data berupa data curah hujan, luas DAS, bentuk Sub DAS, tingkat kecabangan, kerapatan aliran, pola aliran, panjang sungai, jenis tanah, topografi, dan penggunaan lahan. Tujuan penelitian mengidentifikasi karakteristik di Kecamatan Dompu yang terdiri dari Meteorologi, Morfologi dan Morfometri.  Hasil analisis karakteristik Sub DAS Silo adalah curah hujan selama setahun rata-rata 267,4 mm dan rata-rata hari hujan 17 hari. Ketinggian daerah 100 – 500 seluas 107,815 ha memiliki kemiringan landai seluas 73,349 ha Penggunaan lahan di Kecamatan Dompu terbesar yaitu lahan pertanian pertanian seluas 7.462 ha (33%) dan kerapatan aliran 0,62 masuk kelas sedang. Bentuk sub DAS mempengaruhi pola aliran sungai mempengaruhi pola aliran sungai dan ketajaman puncak dapat mengakibatkan terjadinya banjir besar, alur sungai sub DAS Silo terdapat 2 orde yaitu orde 1 (14 alur) dan orde 2 (1 alur). Pola aliran sungai Silo pola dendritik, panjang sungai Silo 9.810 km dari hulu sungai sampai hilir. Maka implikasinya dapat diketahui karakteristik secara fisiologi Sub Daerah Aliran Sungai Silo di Kecamatan Dompu.
A The PENURUNAN KADAR SURFAKTAN, NITROGEN DAN PHOSPAT AIR LIMBAH DOMESTIK DENGAN ECO ENZIM SRI WIDYASTUTI; Rhenny Ratnawati; Sugito; Yoso Wiyarno; Pungut
WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA Vol 21 No 01 (2023): WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v21i01.6567

Abstract

Pemerintah Kota Surabaya, sejak tahun 2005 fokus menggerakkan kampung-kampungnya ke arah pembangunan berkelanjutan sehingga pada akhirnya kampung tersebut menjadi daya tarik wisata. Secara spesifik prinsip pariwisata berkelanjutan bisa dilihat dari sektor sosial dan sektor ekonomi, sektor budaya, dan sektor lingkungan. Tujuan tulisan ini untuk membahas terkait kesesuaian kampung wisata di Kota Surabaya dengan menggunakan prinsip pariwisata. Dalam tulisan ini untuk mengukur tingkat kesesuaian kampung wisata berdasarkan prinsip berkelanjutan menggunakan deskriptif kuantitatif dan deskriptif evaluatif. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis skoring. Kampung DTW Kota Surabaya yang sesuai dengan kriteria pariwisata berkelanjutan terbagi menjadi dua kategori yaitu kategori sedang terletak di Kampung Handycraft, Kampung Gundih, Kampung Bordir, Kampung Kue, Kampung Kerupuk, Kampung Tempe, Kampung Sepatu Osowilangun, dan Kampung Gadukan. Kategori tinggi yaitu terletak di Kampung Herbal, Kampung Ketandan, Kampung Hijau Jambangan.
Kombinasi Teknologi Filtrasi Dan Anaerobik Buffled Reaktor (ABR) Untuk Mengolah Air Limbah Domestik Muhammad Al Kholif; Annisa Rifka Alifia; Pungut Pungut; Sugito Sugito; Joko Sutrisno
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 15. No. 2. Tahun 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.15.2.2020.19-24

Abstract

Latar belakang: Pencegahan pencemaran air limbah domestik di kota-kota besar seperti di Kota Surabaya dapat dilakukan jika masyarakat memiliki komitment yang sama untuk melakukan pengolahan secara mandiri. Masyarakat umumnya langsung membuang limbah ke lingkungan tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Secara umum air limbah domestik mengandung banyak zat pencemar yang dapat membuat lingkungan menjadi berubah peruntukannya. Pengolahan air limbah domestik dengan sistem filtrasi maupun dengan sistem Anaerobic Baffled Reactor (ABR) hanya diterapkan pada satu sistem pengolahan diantara dua pengolahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji kemampuan reaktor kombinasi dengan filtrasi dan ABR dalam mereduksi kadar BOD dan COD pada air limbah domestik. Metode: Teknologi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kombinasi teknologi filtrasi dan ABR dalam mereduksi zat pencemar pada limbah domestik. Keunggulan dari kedua penerapan teknologi ini adalah nilai peningkatan efisiensi yang relatif besar meskipun waktu dalam pengumpulan data yang singkat. Media filtrasi yang digunakan yaitu media bioball dan karbon aktif, sedangkan pada teknologi ABR menggunakan sistem tersuspensi dengan memanfaatkan 4 kompartemen sebagai pemisah antar ruang. Proses pengambilan data dilakukan selama 5 hari setelah masa seeding dan aklimatisasi guna mendapatkan hasil yang maksimal. Data yang terkumpul disajikan dalam bentuk tabel yang memuat data penurunan kadar pencemar dan efisiensi. Hasil: Penggunaan dua teknologi sekaligus memberikan pengaruh terhadap hasil yang diperoleh yakni untuk kadar BOD5 nilai efisiensinya adalah 79% dan efisiensi COD sebesar 68%. Simpulan: Kombinasi teknologi filtrasi dan ABR mampu menurunkan beban pencemar BOD5 dan COD, namun hanya parameter COD yang memenuhi baku mutu yang ditetapkan.
Penerapan Teknologi Constructed Wetland (CW) dalam Menurunkan Kadar Cemaran pada Air Limbah Domestik Muhammad Al Kholif; Pungut Pungut; Septian Indra Nezarudin
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2023.010.01.1

Abstract

ABSTRAK Terjadinya pencemaran badan air akibat pembuangan air limbah domestik di wilayah perkotaan seperti di Gresik sudah menjadi hal yang biasa. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas air dan dapat mempengaruhi biota air dan kesehatan manusia. Untuk mengurangi timbulan permasalahan yang ada, maka perlu dilakukan suatu penanganan dengan melakukan pengolahan dengan menggunakan teknologi Contructed Wetland (CW). Penelitian ini memiliki tujuan utama yaitu untuk mengidentifikasi efektifitas teknologi CW dalam menghilangkan pencemar COD, DO dan BOD pada air limbah domestik. Teknologi CW yang diterapkan dalam penelitian ini dirancang dalam skala laboratorium dengan jumlah reaktor yaitu 3 (tiga) reaktor. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu perbedaan jenis tanaman, dimana masing-masing reaktor secara berturut-turut diberi tanaman seperti tanaman melati air, bambu air, dan kombinasi dari kedua jenis tanaman. Semua rekator pengolahan menggunakan media tanam dari kerikil dengan ketinggian 20 cm. Pengambilan sampel olahan dilakukan sebanyak 3 kali dengan waktu tinggal selama 12 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai efisiensi terbaik untuk ke-3 reaktor terjadi pada rekator 3 dengan masing-masing nilai efisiensi untuk kadar COD, DO, dan BOD yaitu 19%, 60%, dan 24%.Kata kunci: air limbah domestik, bambu air, constructed wetland, melati air ABSTRACT The happened of pollutants in water bodies due to domestic wastewater disposal in urban areas such as Gresik has become a common thing. This can cause decreased water quality and affect aquatic and human health. To reduce the emergence of existing problems, it is necessary to do the treatment by processing using CW technology. This study aims to identify CW technology's effectiveness in removing COD, DO, and BOD pollutants in domestic wastewater. CW technology applied in this study was designed on a laboratory scale with 3 (three) reactors. The independent variable in this study is the different types of plants, where all reactors are given plants, such as water jasmine, water bamboo, and a combination of two kinds of plants. All processing reactors use gravel planting media with a height of 20 cm. Processed sampling was carried out thrice with a residence time of 12 hours. The results showed that the best efficiency values for the three reactors occurred in reactor 3 with efficiency values for COD, DO, and BOD levels, namely 19%, 60%, and 24%, respectively.Keywords: domestic wastewater, water bamboo, constructed wetland, water jasmine
IPTEK Bagi Masyarakat (IbM) Pembuatan Produk Kewirausahaan Ecospray Hand Sanitizer Berbahan Dasar Eco-Enzym Di Desa Jatikalang Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo Rhenny Ratnawati; Pungut; Sri Widyastuti; Sugito
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 4, Nomor 2, Juli 2023
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/juara.v4i2.16017

Abstract

Residents of Jatilang Village, Krian District, Sidoarjo Regency have waste problems so they do not understand the use of organic waste and do not have the awareness to process this waste into goods that are beneficial to the economy. The purpose of carrying out this community service activity is to increase the knowledge of the Jatikalang Village community to reduce the household organic waste generated and to make Jatilang Village a village that has the superior product Ecotizer (handsanitizer made from ecoenzym) which can support the economy and family income. Implementation this program consists of several stages, namely site survey, preparation of facilities and infrastructure, procurement of tools and materials, counseling on knowledge about eco enzymes, how to make eco enzymes, and making ECOSPRAY. The result of this activity is that the community has an understanding of processing waste and turning it into useful products with a percentage value of up to 90% of the initial conditions. Through this activity the residents of Jatilang Village are able to properly apply waste management and use it to become a product.
Penerapan Lubang Resapan Biopori Guna Menanggulangi Genangan Air Hujan Di Desa Bohar Kecamatan Taman Sidoarjo Indah Nurhayati; Setyo Purwoto; Pungut
Ekobis Abdimas Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/ekobisabdimas.2.1.3904

Abstract

Pada saat intensitas hujan tinggi, Desa Bohar terutama di RW 9 mengalami genanngan air dan masyarakat belum memanfaatkan sampah organik rumah tangga secara optimal. Untuk menanggulangi genangan air hujan dan sampah organik salah satu alternatif dengan menggunakan lubang resapan biopori (LRB). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, ketrampilan, dan kesadaran kepada masyarakat tentang pembuatan dan manfaat LRB. Metode pelaksanaan pengabdian diawali dari survey lokasi, penyuluhan dan praktek pembuatan LRB, dan monitoring serta evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat memperoleh, pengetahuan dan kertampilan serta kesadaran membuat LRB; membangun 20 buah LRB; LRB mengurangi genangan air terutama pada saat hujan dengan intensitas hujan tinggi; sampah organik dari rumah tangga diolah menajdi kompos dengan dimasukan ke dalam LRB
Combination of Gallery Well Reactor And Slow Sand Filtration For Clean Water Reclamation in Flooded Area (Study Case: Morowudi Village, Gresik District) febrianti, aulia nur febrianti; Pungut, Pungut; Tribhuwaneswari, Annisa Budhiyani
Journal of Research and Technology Vol. 10 No. 2 (2024): JRT Volume 10 No 2 Des 2024
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jrt.v10i2.1275

Abstract

In Morowudi Village, Gresik, flooding is a known problem frequently brought on by excessive rainfall and inadequate drainage infrastructure. The ensuing floods make it difficult for the nearby towns to have safe drinking water. Sand Slow filter technology is suggested as a solution to this problem. Establishing parameter levels, lowering parameters, and evaluating the efficiency of different filtration media in lowering turbidity, iron metal, and total coliforms in flooded raw water in the Morowudi, Gresik area are the goals of this study. Using a batch method, the research will be conducted in a laboratory setting after the floodwater has been using the gallery well procedure. The study will concentrate on three different types of filtration media: 70 cm of silica sand media will be used in the first reactor, iron sand filtration media will be used in the second reactor, and beach sand filtration media will be used in the third reactor. Sand media with sizes ranging from 0.25 to 0.5 mm will be used in all reactors, and layers of 5–10 mm and 10–20 mm gravel will be added as supplements in total of 20 cm. The result showed that the efficacy of turbidity reduction can exceed 57.62%. The efficacy of TDS reduction is established at 10.26%, whereas the efficacy of total coliform reduction is established to be over 83%.
Evaluation of Pathogen Reduction and Compost Quality in Takakura Method Composting of Organic Waste and Disposable Diapers Fazrian, Sitti Adiyaksa; Widyastuti, Sri; Al Kholif, Muhammad; Pungut, Pungut
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 11, No 3 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe use of disposable diapers contributes significantly to environmental issues. One approach to address this issue is to compost. The Takakura method offers a potential solution, although feces in diapers raises concerns about pathogen contamination. This study aimed to evaluate the safety and quality of compost produced from organic waste and disposable diapers using the Takakura method, focusing on fecal coli levels. Organic waste is a mixture of vegetable and fish waste in different proportions. The two treatments tested were 75% organic waste (vegetable/fish) + 25% diapers and 25% organic waste + 75% diapers, observed on days 10 and 20. On day 20, the 75% fish waste + 25% diaper mixture produced the lowest fecal colony level (33 MPN/g), meeting the Indonesian National Standard (SNI) No. 19-7030-2004. The decrease in fecal coli levels was due to microbial interactions, including lactic acid bacteria and Bacillus from fish waste, which have antimicrobial properties. This study shows that composting disposable diapers with the Takakura method and organic waste can produce compost that meets the standard, especially with 75% organic waste composition. However, due to potential pathogen risks, it is more suitable for non-food crops. Keywords: composting, disposable diapers, MPN fecal coli, organic waste, Takakura