Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Krim Ekstrak Daun Kunyit (Curcuma domestica Val) Terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 Nurrahman, Asep; Susanti, Rini; Tajudin, Tatang
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 4 No. 1 (2022): Volume 4, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v4i1.223

Abstract

Daun Kunyit (Curcuma domestica Val.) mengandung senyawa alkaloid, steroid, triterpenoid, tanin, dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi yang baik pada pembuatan Krim Ekstrak Daun Kunyit (Curcuma domestica Val.) dan aktivitas antibakteri. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan variasi konsentrasi Ekstrak Daun Kunyit (Curcuma domestica Val.) yaitu F1 (40 %), F2 (60 %), dan F3 (80 %). Karakteristik fisik yang diamati berupa organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan tipe krim. Hasil uji organoleptis F1, F2 dan F3 krim bau khas kunyit, krim berbentuk semisolid, tekstur halus, krim berwarna hijau (F1), hijau pekat (F2), hijau hijau kehitaman (F3), pada uji homogenitas krim semua formulasi (F1, F2, F3), bersifat homogen, pada uji pH semua formulasi hasil pH 6. Pada uji viskositas semua formulasi sesuai dengan standar viskositas, sedangkan pada uji daya sebar krim formulasi terbaik pada F1, akan tetapi pada F3 tidak memenuhi standar daya sebar yang baik dan pada uji daya lekat krim formulasi terbaik ditunjukan pada F3. Serta pada uji tipe krim hasilnya yaitu minyak dalam air (M/A). Hasil pengujian antibakteri sediaan krim terdapat aktivitas antibakteri hasil diameter zona hambat bakteri pada F1 (15 mm), F2 (18 mm) dan F3 (19 mm).
Analisis Tingkat Keberhasilan Terapi Tuberkulosis Di Puskesmas Petanahan Kabupaten Kebumen Tahun 2020–2021 Erniawati; Tajudin, Tatang; Kurniawati, Marina; Swandari, Mika Tri Kumala
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, Mei 2023
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i1.308

Abstract

Tuberkulosis Merupakan penyakit Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. prevalensi TB di Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen masih cukup tinggi yaitu dengan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebesar 65,93% (di bawah standar minimal Departemen Kesehatan (Depkes) 85%). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien terhadap angka kejadian akibat pengaruh dari tuberkulosis dari tahun 2020 sampai 2021 dan untuk mengetahui tingkat keberhasilan terapi tuberkulosis di Puskesmas Petanahan Kabupaten Kebumen dilihat dari angka kesembuhan, dan angka keberhasilan pengobatan tuberkulosis sudah memenuhi target. Metode yang digunakan adalah penelitian observasional dengan penyajian analisis deskriptif. karakteristik penderita tuberkulosis terbanyak pada kelompok usia produktif yaitu rentang usia 20 – 60 tahun dengan jumlah 43 pasien sebesar 78%. Jenis kelamin laki- laki dengan jumlah 34 pasien sebesar 62%. Tingkat keberhasilan terapi tuberkulosis di Puskesmas Petanahan Kabupaten Kebumen dapat dilihat dari Angka keberhasilan pengobatan pasien tuberkulosis yaitu 100% dan angka kesembuhan pengobatan tuberkulosis yaitu 87,3%.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Kepatuhan Ibu Balita Terhadap Keberhasilan Terapi Diare Pada Balita Di Puskesmas Kebumen Iii Periode Januari – Agustus Tahun 2022 Wahyuningtyas, Adika; Tajudin, Tatang; Rochmah, Nikmah Nur
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, Mei 2023
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i1.310

Abstract

Diare adalah penyebab utama kematian pada anak-anak, terhitung sekitar 9 % dari seluruh kematian anak-anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia pada tahun 2019. Lebih dari 1.300 anak kecil meninggal setiap hari, atau sekitar 484.000 anak per tahun. Salah satu penyebab utama kematian akibat diare adalah tatalaksana yang tidak tepat baik di rumah, sebanyak 35% anak-anak dengan diare tidak mendapatkan terapi rehidrasi oral yang merupakan pengobatan utama penyakit ini. Beberapa perilaku masyarakat dalam penatalaksanaan diare di rumah tangga belum menunjukkan perbaikan dan belum sesuai harapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan ibu balita terhadap keberhasilan terapi diare pada balita di Puskesmas Kebumen III Periode Januari – Agustus 2022. Metode penelitian ini yaitu deskriptif korelatif. Sampel penelitian berjumlah sebanyak 91 orang ibu balita yang dipilih menggunakan metode total sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan peneliti. Analisis data bivariat menggunakan uji chi square. Hasil menunjukan Pengetahuan ibu tentang terapi diare pada balita mayoritas dengan kategori baik sejumlah (54.9%). Tingkat kepatuhan terapi diare pada balita mayoritas dengan kategori kepatuhan tinggi sejumlah 40 responden (44.0%). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan ada hubungan kepatuhan terhadap keberhasilan terapi diare pada balita dengan Nilai p = 0,000 (p<0,05) dan ada hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap keberhasilan terapi diare pada balita di Puskesmas Kebumen III Periode Januari – Agustus 2022 dengan Nilai p = 0,000 (p<0,05).
Pengaruh Edukasi Metode CBIA Terhadap Pengetahuan Swamedikasi Berdasarkan Konsep DAGUSIBU di Kelompok PKK Desa Sawangan Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen Nuswantari, Ervina Laely; Tajudin, Tatang; Utami, Tri Fitri Yana
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, Mei 2023
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i1.311

Abstract

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2022 sebanyak lebih dari 70% orang sakit di Indonesia melakukan swamedikasi ketika mengalami gejala penyakit ringan tanpa berkonsultasi kepada dokter salah satunya yaitu ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok PKK Desa Sawangan, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen. Ibu merupakan bagian penentu kesehatan dalam rumah tangga termasuk dalam pengambilan keputusan pemilihan obat, sehingga perlu dibarengi oleh pengetahuan yang memadai tentang pelaksanaan swamedikasi yang tepat. Program CBIA (Cara Belajar Insan Aktif) dapat menjadi solusi dari permasalahan yang ada karena dapat mengedukasi masyarakat untuk memilih dan menggunakan obat yang benar pada swamedikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan swamedikasi serta mengetahui pengaruh penerapan metode CBIA untuk meningkatkan pengetahuan tentang swamedikasi obat berdasarkan kerangka konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang). Metode penelitian ini yaitu metode kuantitatif jenis eksperimen, one-grup pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 67 orang yang dipilih menggunakan metode Purposive Sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan peneliti. Analisis data yang digunakan yaitu uji statistik t-test berpasangan dan mendapatkan nilai signifikasi (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan post-test. Program CBIA efektif untuk meningkatkan pengetahuan pada Ibu-Ibu PKK Desa Sawangan, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen.
Evaluasi Pengelolaan Obat di Puskesmas Gombong II Kabupaten Kebumen Tahun 2022 Yuliartanti, Yesi; Swandari, Mika Tri Kumala; Tajudin, Tatang
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, Mei 2023
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i1.312

Abstract

Pengelolaan obat yang baik sangat diperlukan untuk peningkatan mutu pelayanan Kesehatan. Pengelolaan obat di Puskesmas Gombong II sudah dilakukan namun belum maksimal dan belum sesuai standar, hal ini sesuai dengan rekomendasi tim surveyor akreditasi tahun 2019 yaitu untuk meningkatkan pengelolaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi perencanaan pengadaaan, penerimaan, penyimpanan dan pendistribusian obat di Puskesmas Gombong II Kabupaten Kebumen tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kombinasi kuantitatif dan kualitatif dengan cara membandingkan nilai setiap indikator dengan standar yang ditetapkan oleh Permenkes RI Nomor 74 tahun 2016 dengan penilaian mutu pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Pengambilan data retrospektif dari Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) dan Laporan Penggunaan Obat Rasional (POR) bulan Januari sampai Oktober tahun 2022 serta observasi penyimpanan obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan obat di Puskesmas Gombong II Kabupaten Kebumen Tahun 2022 dengan menggunakan indikator pada tahap perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan dan pendistribusian tahapan pengelolaan obat belum semua indikator sesuai dengan standar. Beberapa indikator pengelolaan obat menunjukkan hasil yang mendekati nilai standar seperti kesesuaian item jumlah penerimaan, kesesuaian jumlah, jenis, dan bentuk sediaan obat, kesesuaian penyimpanan obat, kesesuaian jumlah fisik obat, kesesuaian jumlah item obat perlembar resep dengan nama generik.
Pelatihan Digital Marketing dan Pendampingan Legalitas Untuk Mengembangkan Usaha UMKM Entrepreneur Expo UNAIC Yuwono, Tri; Tajudin, Tatang; Nur Triwibowo, Rony; Natasya Sefiani, Herlin; Anggaraksa, Wiman
Madani : Indonesian Journal of Civil Society Vol. 6 No. 1 (2024): Madani : Februari 2024
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/madani.v6i1.2065

Abstract

UMKM is an economic sector that has an important role in national development. However, MSMEs still face various challenges, such as low mastery of digital marketing and business legality. Therefore, the purpose of this community service activity is to provide digital marketing training and legal assistance for MSME Entrepreneur Expo UNAIC. This community service uses a participatory method, where the service team works with participants in planning, implementing, and evaluating activities. The results of the community service show that the participants experienced an increase in knowledge, skills, and motivation in developing their business through digital marketing and business legality. Participants also received assistance and consultation from the service team in overcoming problems encountered in digital marketing and making legal business identification numbers and halal certificates. This community service activity provides benefits for participants, the service team, and the wider community. This activity also contributes to the development of science and technology in the field of digital marketing and business legality, especially halal certificates. This activity is expected to be an inspiration and model for other similar community service activities.
Optimasi Formula Nanohydrogel Icariin Sebagai Afrodisiak.: Optimization of Icariin Nanohydrogel Formula as an Aphrodisiac Tajudin, Tatang; Indratmoko , Septiana; Prawatya, Adecya Nur
Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia Vol. 16 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jtoi.v16i2.998

Abstract

Decreased sexual desire is a type of sexual dysfunction that is common in men. Sexual dysfunction can be controlled by using herbs that have activity as aphrodisiacs. Many herbs are efficacious as aphrodisiacs, one of which is the icariin compound from the epimedium plant. However, the use of oral drugs must go through absorption and distribution processes to cause pharmacological effects, besides that the first pass effect that occurs in the liver reduces the bioavailability of the drug. This study aims to optimize the icariin nanohydrogel formula for use as a topical aphrodisiac, preparation characteristics, and the effect of nanohydrogel on the diffusion of icariin compounds. Formula optimization was carried out using the Simplex Latice Design (SLD) method with variations of carbopol, HPMC and TEA. Quantitative data analysis of aphrodisiac activity was analyzed by One Sample T-Test. The optimal formulation is obtained at a ratio of 1.415 (carbopol) : 2.168 (HPMC) : 1.208 (TEA), resulting in a clear, cucumber fish oil-scented preparation that is stable, with a viscosity of 19753.3 cps and an adhesive force of 0.387 seconds, pH 6.1, as well as a spreading power with a diameter of 5.56 cm. The hedonic test conducted on 4 formulas with the addition of fragrance shows that formula 3 is preferred by the respondents, followed by formula 4, formula 2, and formula 1. The cumulative amount of the penetrated preparation is 0,174 µg/cm2 at 10 minutes, 0,283 µg/cm2 at 15 minutes, 0,398 µg/cm2 at 30 minutes, 0,498 µg/cm2 at 60 minutes, and 0,603 µg/cm2 at 120 minutes.
MEKANISME MOLEKULER DAN BIOAKTIVITAS TERIPANG DALAM PROSES PENYEMBUHAN LUKA: A PRISMA-BASED SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Ananta, Sella Dwi; Indratmoko, Septiana; Tajudin, Tatang
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 3 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i3.381

Abstract

Teripang (Holothuroidea) merupakan biota laut yang dikenal memiliki kemampuan regenerasi jaringan yang sangat tinggi, menjadikannya sumber alami potensial bagi pengembangan senyawa bioaktif untuk terapi penyembuhan luka. Proses penyembuhan luka sendiri merupakan mekanisme biologis kompleks yang melibatkan interaksi dinamis antara fase inflamasi, proliferasi, dan remodeling jaringan. Gangguan pada salah satu fase tersebut dapat menghambat proses regenerasi, memperpanjang waktu penyembuhan, serta meningkatkan risiko infeksi dan pembentukan jaringan parut. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengompilasi, dan menganalisis secara sistematis berbagai bukti ilmiah terbaru mengenai mekanisme molekuler dan aktivitas biologis senyawa aktif teripang yang berperan dalam mempercepat penyembuhan luka. Metode penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA melalui basis data Scopus. Pencarian dilakukan menggunakan kata kunci “sea cucumber” AND (“wound healing” OR “skin repair” OR “skin regeneration”) pada rentang waktu publikasi 2021–2025. Dari total 100 artikel yang ditemukan, sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa teripang mengandung berbagai senyawa bioaktif utama seperti saponin triterpenoid, polisakarida sulfat, glikosaminoglikan fukosilasi, peptida bioaktif, asam lemak esensial, serta senyawa fenolik dan flavonoid. Senyawa-senyawa tersebut berperan dalam aktivasi berbagai jalur pensinyalan penting seperti PI3K/Akt, MAPK–ERK, NF-?B, dan Wnt/?-catenin yang mendukung proliferasi fibroblas, diferensiasi keratinosit, sintesis kolagen, serta angiogenesis. Selain itu, aktivitas antiinflamasi dan imunomodulator ekstrak teripang terbukti menekan mediator proinflamasi sekaligus meningkatkan ekspresi sitokin antiinflamasi, sehingga mempercepat transisi jaringan menuju fase regeneratif. Kesimpulan dari kajian literatur ini yaitu kombinasi dari aktivitas antioksidan, imunomodulator, dan proangiogenik menunjukkan bahwa teripang memiliki potensi besar sebagai agen bioaktif multifungsi yang aman dan efektif untuk dikembangkan sebagai bahan aktif alami dalam formulasi farmasi dan biomedis untuk terapi penyembuhan luka.
Potensi Squalen dalam Anti-aging: Tinjauan Literatur Review Arumsari, Putri; Tajudin, Tatang; Indratmoko, Septiana; Issusilaningtyas, Elisa
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/skqxqk05

Abstract

Penuaan kulit semakin mendapat perhatian, namun pemahaman tentang peran senyawa alami sebagai agen anti-aging masih perlu diperdalam. Squalene, senyawa triterpen hidrokarbon alami (C30H50) yang ditemukan dalam minyak hati ikan hiu, minyak zaitun, amaranth, dedak padi, serta mikroba rekayasa genetik, menarik perhatian sebagai bahan aktif anti-aging alami. Kajian ini bertujuan menganalisis kandungan aktif, mekanisme kerja, bentuk konsumsi, dan bukti ilmiah squalene dalam potensi anti-aging melalui pendekatan systematic literature review. Penelitian ini menganalisis 14 artikel dari bidang kosmetologi, dermatologi, dan bioteknologi farmasi (2016-2025), yang sebagian besar merupakan penelitian eksperimental (in vitro, ex vivo, dan in vivo) serta beberapa studi klinis awal. Hasil menunjukkan bahwa squalene bekerja melalui empat mekanisme utama: aktivitas antioksidan (menetralkan ROS, menekan MMP-1, mengaktifkan jalur Nrf2/ARE), antiinflamasi (menghambat NF-KB dan sitokin proinflamasi), fotoprotektif (mencegah peroksidasi lipid akibat UV), dan regeneratif (menstimulasi TGF-B untuk pembentukan kolagen). Formulasi nanoemulsi dan oleogel berbasis squalene efektif meningkatkan kondisi kulit. Squalene nabati, seperti dari minyak zaitun dan amaranth, menunjukkan efektivitas setara dengan sumber hewani, mendukung keberlanjutan dan etika produksi kosmetik. Squalene berpotensi sebagai bahan aktif anti-aging generasi baru yang aman, efektif, dan ramah lingkungan, namun kajian lebih lanjut diperlukan untuk menilai efektivitas jangka panjang dan dosis optimalnya. The Potential of Squalene in Anti-aging: A Literature Review Abstract Skin aging is becoming an increasingly recognized issue, but understanding the role of natural compounds as anti-aging agents still requires further exploration. Squalene, a natural triterpene hydrocarbon (C30H50) found in shark liver oil, olive oil, amaranth, rice bran, and genetically engineered microbes, has gained attention as a natural anti-aging active ingredient. This review aims to analyze the active content, mechanisms of action, consumption forms, and scientific evidence supporting the anti-aging potential of squalene through a systematic literature review approach. The study analyzes 14 articles from the fields of cosmetology, dermatology, and pharmaceutical biotechnology (2016-2025), mostly experimental research (in vitro, ex vivo, and in vivo) supported by some early clinical studies. The results show that squalene works through four main mechanisms: antioxidant activity (neutralizing ROS, inhibiting MMP-1, activating Nrf2/ARE pathway), anti-inflammatory (inhibiting NF-KB and pro-inflammatory cytokines), photoprotective (preventing lipid peroxidation due to UV), and regenerative (stimulating TGF-B for collagen formation). Squalene-based nanoemulsion and oleogel formulations effectively improve skin conditions. Plant-based squalene, such as from olive oil and amaranth, shows comparable effectiveness to animal sources, supporting sustainability and ethical considerations in modern cosmetic production. Overall, squalene has great potential as a new generation of safe, effective, and environmentally friendly anti-aging active ingredients, though further studies are needed to assess long-term effectiveness and optimal dosages.
Sub-Chronic Toxicity Test of Solid Self Nanoemulsifying Drug Delivery System (S-Snedds) Hydrochlorothiazide in Male Rats Yulianto, Asep Nurrahman; Widyaningsih, Wahyu; Wahyuningsih, Iis; Fadilah, Ilham; Tajudin, Tatang
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 8 No. 02 (2025): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v8i02.4434

Abstract

Hydrochlorothiazide (HCT) is a diuretic thiazide that is commonly used in the treatment of hypertension, although it exhibits has low bioavailability. The development of the Solid Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (S-SNEDDS) is expected to be able to increase the solubility and bioavailability orally administered of HCT. This study aims to evaluate the sub-chronic toxicity of S-SNEDDS HCT formulations by examining biochemical parameters (SGOT, SGPT, BUN, and creatinine), and histopathological analysis of liver, kidney, and heart in male Wistar strain rats. An experimental design with five distinct treatment groups was utilized: negative control (CMC-Na 0,5%), S-SNEDDS base (aerosil), positive control (pure HCT 25 mg/kg BW), S-SNEDDS HCT (25 mg/kg BW), and satellite group (S-SNEDDS HCT 50 mg/kg BW). The treatment spanned for 28-days, followed by a 14-days observation period with no treatment for the satellite group.  The results showed that SGPT, BUN, and creatinine remained normal across all groups, suggesting the absence of liver or kidney damage. Histopathology analysis shows structural changes in the form of degeneration, necrosis, and infiltration of inflammatory cells mainly in the pure HCT and S-SNEDDS HCT groups, however in the satellite group the damage may return to normal when administration is stopped.