Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

The Permeation of High Concentration Hydrogen Sulfide (H2S) Gas Using PTFE (Polytetrafluoroethylene) and PVDF (Polyvinylidene Fluoride) membranes Asnawati, Asnawati; Diah Ayu Nur Sholehah; Dwi Indarti; Tri Mulyono; Bambang Piluharto; Muflihah, Yeni Maulidah
Indonesian Chimica Letters Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.574 KB) | DOI: 10.19184/icl.v1i2.202

Abstract

Hydrogen sulfide (H2S) is a toxic, corrosive, and flammable gas. The presence of H2S gas can be reduced by a permeation method using PTFE (Polytetrafluoroethylene) membranes and PVDF (polyvinylidene fluoride) membranes. This H2S gas passed through the membrane and was then captured by the SAOB (Sulfide Anhydride Oxidant Buffer) in S2- species form. A visible spectrophotometer was applied for the analysis of passed H2S gas. Using a PTFE membrane, the optimum flow rate was obtained at 14.71 mL/min, with a mass flux of 0.825 kg/m2.hour, permeability coefficient of 0.696 kg/m2.hour.bar, and percent removal of H2S gas was 88.14%. The optimum flow rate for the SAOB was obtained at a rate of 0.30 mL/min with a mass flux of 0.843 kg/m2.hour and a percent removal of H2S gas of 89.98%. Based on the results obtained on the PVDF membrane, the mass flux produced in the optimization of H2S gas is 0.742 kg/cm2.hour, and the optimization of the SAOB solution is 0.754 kg/cm2.hour. The resulting permeability coefficient value is 0.741 kg/cm2.hour. The results indicate that this study can remove H2S gas at the optimum H2S gas flow rate of 4.76 mL/minute of 94.89% and the optimum SAOB flow rate of 0.3 mL/minute of 95.66%
MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAN KETRAMPILAN GURU MELALUI PELATIHAN PEMELAJARAN BERBASIS MICROLEARNING Tri Mulyono; Kencana Verawati
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Efforts to improve the quality of human resources are the highest priority in the development of a region. Improving the quality of teachers is one of them by understanding Microlearning-Based Learning. Through P2M activities as an effort to improve and improve the quality of teachers, the objectives of this activity are (1) Introducing to SMK Teachers, (2) providing an overview of Microlearning-Based Learning, using the ADDIE method to training participants. The implementation of activities in July 2024 using oral presentation-discussion method was attended by Teachers at SMK Yapinuh, Muaragembong District, Bekasi Regency, West Java. The results of the evaluation of activities that measured participant responses using a Likert scale, namely 1-Not knowledgeable at all ; 2-Slightly; 3-knowledgeable; 4-Moderately; and 5-knowledgeable, showed that before the delivery of teaching materials (pre-test), the responses of participants from 27 respondents, the average knowledge of microlearning learning was at 2.26 - 2.56 or on average slightly, increasing to 2.81 - 3.30 or knowledgeable after training (post-test). This increase is in the range of 13.43 - 34.43%. The increase in knowledge about the concept of microlearning is in the range of 27.69%, and knowledge about the ADDIE method in microlearning learning increased by 34.43%. The increase in knowledge about microlearning teaching materials is on average 26.55% and for knowledge about the learning development model with the ADDIE method increased by 22.80%. The benefits of microlearning learning in the digital era show an increase in participant knowledge of 28.99%. Keywords: Microlearning, ADDIE Abstrak Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas tertinggi dalam pembangunan suatu daerah. Peningkatan kualitas guru salah satunya dengan memahami Pemelajaran Berbasis Mikro. Melalui kegiatan P2M sebagai upaya peningkatan dan perbaikan kualitas guru yang tujuan kegiatan ini adalah (1) Memperkenalkan kepada Guru SMK, (2) memberikan gambaran umum tentang Pemelajaran Berbasis Mikro, menggunakan metode ADDIE kepada peserta pelatihan. Pelaksanaan kegiatan pada bulan Juli 2024 dengan menggunakan metode ceramah-diskusi diikuti oleh Guru di SMK Yapinuh Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekas Jawa Barat. Hasil evaluasi kegiatan yang mengukur respon peserta dengan menggunakan skala likert yaitu 1- Sangat tidak tahu; 2- Sedikit tahu; 3- Tahu; 4- Cukup tahu; dan 5-sangat tahu, menunjukkan bahwa sebelum penyampaian materi ajar (pre-test), respon peserta dari 27 responden, rata-rata pengetahuannya tentang pemelajaran mikro berada pada 2,26 – 2,56 atau rata-rata tahu, meningkat menjadi 2,81 – 3,30 atau tahu setelah pelatihan (post-test). Peningkatan ini berada pada rentang 13,43 – 34,43%. Peningkatan pengetahuan tentang konsep pemelajaran mikro berada pada kisaran 27,69%, dan pengetahuan tentang metode ADDIE dalam pemelajaran mikro meningkat sebesar 34,43%. Peningkatan pengetahuan tentang materi ajar pemelajaran mikro berada pada rata-rata 26,55% dan untuk pengetahuan tentang model pengembangan pemelajaran mikro dengan metode ADDIE meningkat sebesar 22,80%. Manfaat pemelajaran microlearning di era digital menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 28,99%. Kata Kunci: Pemelajaran Mikro, ADDIE
Majas Dalam Antologi Puisi Aksara Rasa Karya Aulia Irmawati Dkk Dan Implikasinya Dalam Pembelajaran Sastra Di SMP Sandi Fitriono; Tri Mulyono; Khusnul Khotimah
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 2 No. 3 (2022): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.542 KB) | DOI: 10.58218/alinea.v2i3.358

Abstract

The purpose of this research; describes the figure of speech used in the poetry anthology of Aksara Rasa by Aulia Irmawati et al and describes the implementation of the results of the figure of speech research in teaching literature in junior high schools. This study used a descriptive analytical research method with the data source in this study being the poetry anthology of Aksara Rasa by Aulia Irmawati et al. The form of data is in the form of words, phrases and sentences that contain figures of speech in poetry quotes. The data analysis technique uses observing and note-taking techniques. Data analysis technique uses semantic analysis. The results of the study proved that the figurative language contained in the poetry anthology of Aksara Rasa by Aulia Irmawati et al. analyzed as many as 131 data. The data is divided into 4 classifications, namely 50 data for comparison, 30 for conflict, 27 for linking, and 24 for repetition. This maja research is implemented into teaching literature in junior high school on basic competencies 3.7 and 3.8 in the grade 8 Indonesian syllabus which identify elements of poetry and present ideas by paying attention to elements of poetry
NILAI-NILAI CINTA TANAH AIR DALAM KUMPULAN CERPEN SOETJI MENULIS DI BALIK PAPAN TULIS KARYA SN RATMANA Labib, Khanif; Tri Mulyono; Aulia Nirmala, Afsun
Sasando Vol 5 No 2 (2022): SASANDO VOL 5 NO 2 OKTOBER 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v5i2.20

Abstract

Cerpen atau cerita pendek merupakan salah satu bagian dari karya sastra yang bergenre fiksi. Cerpen merupakan genre fiksi yang mudah kita temui, mudah kita baca. Karena untuk membaca cerpen tidak membutuhkan waktu yang lama. Meskipun fiksi, cerpen adalah cerminan dari kenyataan kehidupan yang ada yang kita rasakan sehari-hari. Kumpulan cerpen Soetji Menulis di Balik Papan Tulis karya SN. Ratmana menggambarkan adanya nilai-nilai cina tanah air. Nilai-nilai cinta tanah air dalam kumpulan cerpen Soeji Menulis di Balik Papan Tulis karya SN. Ratmana meliputi nilai-nilai, kedisiplinan, tanggung jawab, adil, peduli, kepercayaan diri, menghormai, mementingkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi. dan berakhlak mulia.
ABREVIASI DALAM NOVEL HUJAN BULAN JUNI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Intan Puspita Sari; Tri Mulyono; Wahyu Asriyani
Sasando Vol 5 No 2 (2022): SASANDO VOL 5 NO 2 OKTOBER 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v5i2.188

Abstract

Kata kunci: abreviasi, novel Hujan Bulan Juni, implikasi pembelajaran di SMA Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis dan proses pembentukan abreviasi dalam novel Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono dan mendeskripsikan implikasi hasil penelitian dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari novel Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono. Wujud data dalam penelitian ini berupa kalimat yang di dalamnya terindikasi mengandung kata yang merupakan jenis dari abreviasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode agih dan metode padan. Teknik hasil analisis data yang digunakan yaitu metode informal. Data yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 41 data. Jenis abreviasi yang banyak digunakan dalam novel Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono yaitu jenis singkatan dengan 21 data, jenis penggalan 11 data, jenis akronim 8 data, dan jenis lambang huruf hanya ditemukan 1 data, sedangkan jenis kontraksi tidak ditemukan dalam penelitian ini. Hasil peneltian ini dapat diimplikasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA kelas XII semester ganjil dengan materi yang diajarkan yaitu KD 3.2 mengidentifikasi unsur kebahasaan surat lamaran pekerjaan dan KD 4.2 menyusun surat lamaran pekerjaan dengan memerhatikan isi, sistematika, dan kebahasaan.
ASPEK FEMINISME DALAM NOVEL KEKASIH MUSIM GUGUR KARYA LAKSMI PAMUNTJAK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Aminatuz Zahro; Tri Mulyono; Wahyu Asriyani
Sasando Vol 5 No 2 (2022): SASANDO VOL 5 NO 2 OKTOBER 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v5i2.189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas aspek feminisme dalam novel Kekasih Musim Gugur karya Laksmi Pamuntjak, serta membahas Implikasi hasil penelitian dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang sumber datanya diperoleh dari novel Kekasih Musim Gugur karya Laksmi Pamuntjak. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif, teknik penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, terdapat 40 data aspek feminisme dalam novel Kekasih Musim Gugur karya Laksmi Pamuntjak, yaitu feminisme aspek sosial 10 data, feminisme aspek ekonomi 16 data, feminisme aspek politik 6 data, dan feminisme aspek pendidikan 8 data. Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan pada materi ajar di SMA kelas XI yaitu pada KD 3.11 Menganalisis pesan dari satu buku fiksi yang dibaca dan 4.11 Menyusun ulasan terhadap pesan dari satu buku fiksi yang dibaca.
KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA CERPEN BERLINDUNG DI BAWAH PAYUNG YANG ROBEK KARYA AHMADUN YOSI HERFANDA DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Sukini; Tri Mulyono; Siti Faridah
Sasando Vol 6 No 1 (2023): SASANDO VOL 6 NO 1 APRIL 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v6i1.217

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui masalah sosial pada cerpen Berlindung di Bawah Payung yang Robek Karya Karya Ahmadun Yosi Herfanda dan implementasinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder dari cerpen yang berjudul Berlindung di Bawah Payung yang Robek Karya Karya Ahmadun Yosi Herfanda. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak catat dari isi cerpen Berlindung di Bawah Payung yang Robek. Data dianalisis menggunakan teori sosiologi sastra dengan pendekatan mimetik yaitu suatu pendekatan dalam kritik sastra mengenai tiruan atau rekaan atas kehidupan yang sebenarnya. Berdasarkan hasil analisis diperoleh simpulan bahwa terdapat dua masalah sosial dalam cerpen tersebut, yaitu 1) masalah kriminal yang dilakukan oleh ormas bergolok, dan 2) penindasan (fisik dan emosional) aktivis ormas bergolok kepada Bu Lurah.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL BERBASIS APLIKASI CANVA TERINTEGRASI FLIPBOOK UNTUK PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN Cinta Asih; Burhan Eko Purwanto; Tri Mulyono
Sasando Vol 7 No 1 (2024): SASANDO APRIL 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v7i1.239

Abstract

. Tujuan dalam penelitian ini, Tujuan secara umum adala pengembangan media pembelajaran ini adalah untuk menghasilkan media pembelajaran bahasa Indonesia materi menulis cerpen pada tingkat SMP sederajat yang dapat diakses pada perangkat mobile atau PC. Sedangkan tujuan khusus pengembangan ini adalah sebagai mengembangkan media pembelajaran digital berbasis aplikasi canva terintegrasi flipbooks untuk pembelajaran menulis cerpen. menngetahui efektivitas pengembangan media pembelajaran digital berbasis aplikasi Canva terintegrasi flipbook untuk pembelajaran menulis cerpen. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian dan pengembangan (Research and Development). Penelitian dan pengembangan adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada dan dapat dipertanggung jawabkan. Penelitian dan pengembangan di bidang pendidikan diawali adanya kebutuhan permasalahan yang membutuhkan pemecahan dengan menggunakan suatu produk tertentu (Sugiyono, 2017:26) Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah media pembelajaran yang didesain melalui aplikasi Canva pada materi menulis cerpen.Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian pengembangan ADDIE yang dikembangkan oleh Dick and Carry (1996) untuk merancang sistem pembelajaran, yang terdiri atas lima tahapan yaitu Analysis (analisis), Design (perancangan), Development or production (pengembangan), Implementation (implementasi) dan Evaluation (Evaluasi) (Sugiyono, 2016: 38 ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media pembelajaran digital berbasis aplikasi Canva terintegrasi flipbook untuk pembelajaran menulis cerpen didesain dengan menggunakan aplikasi Canva dan dukungan aplikasi fliphtml15. Media terdiri atas tiga bagian yaitu bagian awal yang mencakup ucapan selamat datang dan judul media. Bagian isi yang memuat kompetensi pembelajaran, konsep materi, pemodelan, latihan bersama, dan latihan mandiri. Serta bagian penutup yang berisi ucapan terima kasih dan motivasi. Media pembelajaran dapat diakses melalui smartphone dan dapat digunakan baik untuk pembelajaran secara tatap muka di dalam kelas maupun pembelajaran mandiri. Berdasarkan uji kelayakan media yang dilakukan oleh ahli materi dan ahli media, diperoleh hasil rata-rata skor skor 64 dari ahli materi dan 80,5 dari ahli media. Hasil uji kelayakan oleh ahli materi dan ahli media menunjukkan bahwa media pembelajaran sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran menulis cerpen. Berdasarkan hasil uji coba produk skala kecil diperoleh rata-rata skor 36 dan skala besar dengan rata-rata skor 37. Kedua hasil uji coba produk menyatakan bahwa media sangat layak digunakan. Media pembelajaran digital berbasis aplikasi Canva terintegrasi flipbook terbukti efektif untuk pembelajaran menulis cerpen. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji efektivitas melalui pretes dan postes siswa dalam menulis cerpen berdasarkan pengalaman. Hasil uji efektifitas menunjukkan bahwa rerata nilai postes menulis cerpen siswa lebih tinggi dibandingkan nilai pretes. Ada perbedaan yang signifikan terhadap penggunaan media pembelajaran. Hasil pembelajaran menulis cerpen siswa lebih tinggi setelah penggunaan media pembelajaran. Hasil ini dipertegas dengan hasil uji hipotesis yang menolak Ho karena t hitung > t tabel. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, peneliti menyampaikan saran yaitu penelitian ini menghasilkan media pembelajaran digital yang sangat layak dan mudah digunakan dalam pembelajaran menulis cerpen. Media dapat digunakan baik secara mandiri ataupun dalam proses pembelajaran tatap muka di dalam kelas. Namun demikian, peneliti yang berminat melanjutkan penelitian ini dapat melakukan penyempurnaan dengan memanfaatkan aplikasi-aplikasi pendukung yang lebih menarik dan lebih canggih serta mudah dalam mengaksesnya sertaUntuk meningkatkan efektivitas media pembelajaran, perlu penelitian lanjutan dengan subjek penelitian yang lebih banyak sehingga hasil yang didapatkan menjadi lebih valid.
PENGEMBANGAN MOBILE LEARNING (M-LEARNING) BERBASIS MOODLE SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA PEMBELAJARAN DI TINGKAT SMK Ulfah, Ni'mah Naafi'atul; Beni Habibi; Tri Mulyono
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): Volume10 Nomor 2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i2.24824

Abstract

This research aims to determine the development of M-Learning based on Moodle as an alternative learning media to improve independence and critical thinking skills in the Computer and Network Engineering Concentration subject at SMK Negeri 1 Dukuhturi. M-Learning (Mobile Learning) refers to the use of digital technology, especially the internet, to support the learning process. In the world of education, M-Learning has become one of the most effective approaches in facilitating flexible, efficient, and interactive access to education. Teachers and students will gain flexibility in learning. M-Learning allows learning to be done anytime and anywhere as long as there is an internet connection, so it is expected to trigger critical thinking skills and student independence. The approach used in this study is Research and Development or R&D, which functions to validate and develop products. The findings of this study indicate that the development of Moodle-based M-Learning as an alternative learning media can improve students' independence and critical thinking skills. The attractive features of M-learning make students more active during the learning process, and the existence of discussion forums and collaborations allows students to discuss, share ideas or work together on projects online. Although the results obtained are quite positive, this study also noted several challenges, such as limited internet access, lack of direct interaction between students and teachers and friends, as well as potential distractions and lack of motivation from the environment. Therefore, this research recommends the need for increased training and access to technology, teacher skills development, increased motivation and self-discipline of students, and the provision of quality materials.
IMPLEMENTASI BUDAYA POSITIF DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SD NEGERI DI KECAMATAN PAGERBARANG KABUPATEN TEGAL Nur Fauzi, Ali; Eko Burhan Purwanto; Tri Mulyono
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 3 (2025): Volume 10 No3 September, 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i3.29348

Abstract

This study aims to describe and analyze the implementation of positive school culture in shaping students’ character at public elementary schools in Pagerbarang District, as well as to identify the supporting and inhibiting factors involved in the process. The research employed a descriptive qualitative method with data collected through interviews, observations, and documentation. The subjects of the study included principals, Islamic Education and Counseling teachers (PAI and BP), classroom teachers, students, and parents from three public elementary schools: SDN Srengseng 01, SDN Kertaharja 01, and SDN Randusari 06. The findings indicate that positive school culture has been comprehensively implemented through various activities such as morning greetings, collective prayers, Qur'an recitation (tadarus), the 3S habit (Smile, Greet, and Say Hello), and a character points system. These initiatives have had a positive impact on shaping students' religious values, courtesy, and discipline. Key supporting factors include teacher role models, active parental involvement, a conducive school environment, and structured school programs. Meanwhile, challenges encountered include student inconsistency in behavior, limited parental support, time and facility constraints, and underdeveloped evaluation systems. The study concludes that consistently and collaboratively implemented positive school culture effectively fosters student character development. Therefore, synergy between teachers, parents, and school management must be continuously strengthened. The findings reinforce the importance of a character education approach based on habituation, role modeling, and multi-stakeholder collaboration in elementary schools.