Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERKAWINAN DI BAWAH UMUR DALAM TINJAUAN FIKIH DAN UNDANG-UNDANG SERTA IMPLIKASINYA PADA MASYARAKAT DESA TANJUNG ANOM KEC. PANCUR BATU DELI SERDANG Syam, Syafruddin; Ramadi, Bagus
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v9i1.7165

Abstract

ABSTRAK Pernikahan dalam agama Islam ialah suatu bentuk ibadah, hal tersebut relevan terhadap defenisi perrnikahan dalam Kompilasi Hukum Islam yang bunyinya pernikahan ialah akad yang sangat kuat mitsaqan ghalizhan guna mentaati perintah Allah serta melaksanaknnya yakni ibadah. Agama serta negara turut memberi aturan pernikahan, khususnya aturan negara pada usia calon suami dan istri hingga bisa diakui dewasa dan telah matang, dengan tujuan tercapainya keluarga yang harmonis. Namun didapati berbagai kasus pernikahan di bawah umur terjadi di Indonesia. Dari masalah tersebut, penulis akan meneliti terkait bagaimana aturan agama serta negara dalam mengatur pernikahan pada usia muda. Penelitian ini memakai metode penelitian kualitatif dengan memakai pendekatan penelitian lapangan. Setelah melakukan penelitian dengan menganalisa informasi dan data yang didapatkan, penulis berkesimpulan bahwa tidak ditemukan aturan hukum Islam yang secara rinci mengatur batasan usia dalam pernikahan, hanya diatur oleh negara dalam undang-undang pernikahan. Penulis juga menemukan kesimpulan bahwa ada banyak faktor dan tujuan yang melatarbelakangi setiap dari calon pasangan suami istri melangsungkan pernikahan di bawah umur. Diantara faktor dan tujuannya ialah ingin menjaga agama, kehormatan dan meraih kebahagiaan serta kesejahteraan hidup. Seperti kasus pernikahan pasangan suami istri di bawah umur di daerah Pancur Batu di Desa Tanjung Anom. Mereka memutuskan menikah pada usia muda sebab calon suami yang datang ialah orang yang baik agama dan akhlaknya, sehingga mereka mengharapkan kehidupan pernikahan yang mereka jalani diberkahi sesuai dengan apa yang mereka cita-citakan. Kata Kunci: Pernikahan di bawah Umur, Fikih, Undang-undang
PMT UPAYA PENANGANAN STUNTING DI DESA SEI BEJANGKAR KECAMATAN SEI BALAI KABUPATEN BATUBARA Ramadi, Bagus; Zainina, Aghna; Kari, Arif Rio; Nurazizah, Fitri; Adha, Halimatul; Harahap, Sri Kandi Tirta Wening
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.34798

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan anak, terutama pada anak usia balita. Di Desa Sei Bejangkar, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batubara, stunting menjadi masalah yang memerlukan penanganan segera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen penanganan stunting melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai upaya pencegahan stunting. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan wawancara mendalam dengan informan kunci dan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMT berbahan pangan lokal seperti bubur kacang hijau, bubur pulut ketan, dan bubur jagung memberikan dampak signifikan pada peningkatan berat badan dan tinggi badan anak stunting. Intervensi selama 15 hingga 40 hari menunjukkan peningkatan yang konsisten pada pertumbuhan anak balita. Selain itu, edukasi kepada ibu-ibu mengenai pentingnya gizi serta penggunaan bahan lokal juga turut berperan dalam pencegahan stunting. PMT berbahan lokal adalah salah satu strategi efektif dalam penanganan stunting di desa ini.
Sosialisasi QRIS sebagai Upaya Peningkatan Literasi Keuangan dan Pendapatan UMKM melalui Program KKN di Kawasan Eks Lokalisasi Bandar Baru Simanungkalit, Cici El Dirrah Syafitri; Salsabila, Divia Inge; Ramadhan, Irfan Aqil; Azizah, Nur Wafiq; Sembiring, Rifky Bas Praptama; Ramadi, Bagus
LOYALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/loyalitas.v8i2.4292

Abstract

This community engagement program focuses on the socialization of Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) as a strategy to enhance financial literacy and income among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the ex-localization area of Bandar Baru, Sibolangit. The program was conducted as part of the Community Service (KKN) of Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. The methods applied include observation, structured interviews, and direct mentoring to MSMEs, particularly in introducing QRIS as a digital payment system. The socialization activities emphasized the importance of digital financial literacy, practical training on QRIS usage, and awareness of consumer protection through the PEKA (Peduli, Kenali, Adukan) program. The findings revealed that prior to the program, only 13.3% of MSMEs had used QRIS, while after the intervention, 50% expressed interest and began registering for QRIS. Furthermore, participants demonstrated increased understanding of QRIS functions, technical skills in digital transactions, and more positive attitudes toward cashless payments. Although challenges remained, such as limited access to digital devices and weak internet connectivity, the program successfully promoted behavioral changes and provided new insights into digital finance. The results indicate that socialization through KKN is effective in improving financial literacy and encouraging digital transformation for MSMEs in rural communities.