Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Inovasi Metode Pembelajaran Alkitab di Ibadah Sekolah Minggu di Tengah Tantangan Revolusi Industri Pira; Nelson Hasibuan; Mario Alberto Manodohon; Victor Deak
Formosa Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 3 (2022): July 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjmr.v1i3.782

Abstract

Perkembangan zaman yang terjadi pada masa ini mempengaruhi banyak aspek kehidupan. Bahkan di dalam dunia pendidikan  juga khususnya gereja. Gereja diperhadapkan dengan  tantangan yang membuatnya harus mampu menghadapi setiap tantangan tersebut. Salah satunya adalah tantangan dalam menghadapi pembelajaran Alkitab yang harus kreatif dan inovatif. Gereja harus mampu memberikan jawaban dan solusi bagi anak-anak masa kini yang dimana mereka adalah generasi yang lahir di era revolusi industri. Oleh sebab itu, penulis meninjau metode-metode yang bisa diterapkan ketika mengajar anak-anak Sekolah Minggu dan diharapkan melalui metode tersebut mampu menyampaikan informasi atau tujuan yang diharapkan untuk anak-anak dapat memahaminya dengan mudah. Guru Sekolah Minggu harus kreatif dan inovatif dalam mengajar anak-anak dengan menggunakan metode-metode terbaru yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak pada zaman sekarang.  
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Memelihara Interaksi Sosial dalam Masyarakat Multikultural di Indonesia Josep Tatang; Victor Deak
Formosa Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 5 (2022): September 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjmr.v1i5.1055

Abstract

Indonesia adalah negara yang besar dengan beragam suku bangsa dari sabang sampai Merauke. Berdasarkan Badan Pusat Statistik ada 1.331 suku dan 652 bahasa daerah yang berbeda dan memiliki enam agama yang diakui oleh Undang-Undang. Keberagaman tersebut tentu saja adalah sebuah kekayaan yang harus dijaga dan dilestarikan dengan baik. Keberagaman tersebut tentu saja bisa menjadi kekuatan untuk mempertahankan keutuhan negara tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa perbedaan yang tajam tersebut cenderung menimbulkan konflik sosial baik secara lokal maupun nasional. Indonesia memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetap Satu Jua. Semboyan Tersebut menggambarkan meskipun dalam perbedaan yang tajam sebagai warga negara kita memiliki semangat yang sama, satu rasa, satu jiwa yaitu Indonesia. Penelitian ini akan menganalisis peran Pendidikan Agama Kristen Dalam Masyarakat yang multikultur. Sebagai sebuah agama yang diakui di Indonesia kekeristenan harus berperan aktif dalam merawat masyarakat yang multikultural seperti di Indonesia.
Analisis Kritis Doa Bapa Kami Menuru Injil Matius 6:9-13 Nira Olyvia; Victor Deak; Margareth Martina Fau
Formosa Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 5 (2022): September 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjmr.v1i5.1120

Abstract

Doa adalah bagian yang sangat penting dalam kehidupan orang percaya. Tuhan Yesus mengajarkan murid muridnya secara khusus tentang doa. Doa adalah alat komunikasi yang dapat menghubungkan Tuhan dengan manusia. Doa adalah sebuah percakapan dengan Allah. Doa tidak semata mata tentang permohonan atau permintaan yang dilakukan manusia kepada Allah. Doa juga berisi pujian, pengagungan, permohonan pengampunan dosa kepada Allah. Doa memiliki dimensi yang luas dan mencakup kesuluruhan dari hidup manusia. Doa adalah wujud ketidakmampuan manusia dalam menjalani kehidupannya sendiri, oleh sebab itu dia membutuhkan kekuatan supranatural dari Allah melalui doa untuk menjalani kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksposisi terhadap doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Tuhan Yesus kepada murid muridNya dan implikasinya bagi kehidupan orang percaya masa kini.
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Mengatasi Kesepian pada Lanjut Usia Puti Pranatha Sekar Seruni; Duma Fitri Pakpahan; Doni Pranata Tarigan; Victor Deak
Formosa Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 5 (2022): September 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjmr.v1i5.1163

Abstract

Lanjut usia memiliki banyak tantangan dalam segala aspek perkembangannya baik secara fisik, psikis, sosial, ekonomi dan kerohanian yang memicu rasa kesepian seperti: tawar hati, bosan, jenuh, bahkan cemas menghadapi kematian dan setelah kematian. Untuk itu, keluarga dan gereja tidak seharusnya menutup mata akan permasalahan yang dialami oleh umat Tuhan ini. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif studi pustaka untuk memperoleh informasi yang sesuai dengan pembahasan. Penulis terlebih dahulu menguraikan perkembangan kebutuhan bagi dewasa lanjut, dan peran gereja sebagai pelaksana PAK bagi  dewasa lanjut. Kesimpulan dari tulisan ini adalah keluarga dan Gereja sebagai pelaksana Pendidikan Agama Kristen memiliki tugas pelayanan yang harus dirancang secara serius yang dapat dilaksanakan secara sederhana seperti: ibadah, konseling, melengkapi fasilitas, bahkan membuka pelayanan khusus bagi lanjut usia.
Konsep Pendidikan Agama Kristen dalam Pembinaan Andragogi di Gereja Joko Prihanto; Nira Olivya; Victor Deak; Angel Aulia Heavenny
Formosa Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 5 (2022): September 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjmr.v1i5.1188

Abstract

Pendidikan Agama Kristen tak hanya bereksistensi dalam lingkup sekolah, namun jauh lebih luas diberdayakan di ranah gereja sebagai wadah yang menaungi kumpulan orang percaya dari berbagai latar belakang, usia, status, suku, agama, ras, dan budaya, dengan kompleksnya kebutuhan dan tuntutan yang berbeda dari tiap jemaat menjadikan tantangan tersendiri yang harus dijawab oleh gereja, khususnya dalam melaksanakan Pendidikan Agama Kristen sesuai dengan tujuan gereja, tanpa mengabaikan tiap kondisi dan kebutuhannya. Maka, penulis akan membahas konsep pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang berfokus pembinaan pada andragogi jemaat gereja yang diharapkan menolong gereja saat ini dalam mengajarkan kebenaran firman Tuhan secara tepat guna menurut konteks kebutuhan yang mampu menjawab setiap permasalahan, serta menjadi teladan bagi generasi dibawahnya dalam mengimplementasikan karakter Kristus yang dewasa rohani.
Membangun Keluarga Kristen yang Bahagia dan Sehat Victor Deak; Jantje Haans; Olsin Olsin; Ribka Siwalete
Formosa Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 5 (2022): September 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjmr.v1i5.1232

Abstract

Dimana pun akan di jumpai bahwa sekitar kehidupan pasti ada tekanan dan permasalahan yang akan menyebabkan kehancuran dan ketidakbahagiaan dalam keluarga. Inilah yang penting untuk dibicarakan tentang profil keluarga yang bahagia, karena keluarga adalah suatu dasar dari suatu pondasi yang kuat, dan disebut gereja yang bahagia. Membangun keluarga yang harmonis memerlukan sikap saling mencintai antara semua anggota keluarga. Sikap yang  saling mencintai adalah dasar dalam hidup bersama anggota keluarga. Dengan sikap yang saling mencintai, setiap anggota keluarga akan saling menghargai satu sama lain. selain itu, sikap saling mencintai juga akan terjalin komunikasi dan kerja sama yang baik dalam keluarga. Jika keluarga hidup saling mencintai satu sama lain maka keharmonisan atau kebahagiaan kehidupan keluarga Kristen akan terjalin dengan baik.
Konsep Learner-Centered Design Kurikulum Dalam Pembinaan Dewasa Awal di Gereja Duma Fitri Pakpahan; Junihot Simanjuntak; Victor Deak
Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/jupak.v3i1.99

Abstract

This study aims to explain one of the curriculum designs commonly used in the field of education, namely the learner-centered design that can be adopted by the church in order to design early adult development in the church according to the stage of development of church members. This study uses a descriptive qualitative method to describe the stages of implementing the Learner Centered design in designing the curriculum in the church. Based on the results of the study, it was found that: 1) the learner-centered design is very relevant to be used for coaching adults in the church in short and medium-term programs because it is practical, arranged based on needs and makes it easier for the congregation to understand the teaching of God's will in daily life and meet their development needs. 2) the stages that the church needs to prepare when implementing this curriculum design consist of an initial stage to analyze the needs of the congregation, a design stage that pays attention to the material, a relevant learning time strategy for students, and an evaluation stage to determine the success of the designed curriculum.
Implementation of the Code of Ethics in Improving the Professionalism of Christian Religious Education Teachers Joko Prihanto; Victor Deak; Yohanan Linugroho
Formosa Journal of Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 5 (2023): May, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjmr.v2i5.3952

Abstract

This scientific work discusses the importance of implementing a teacher's code of ethics in increasing the professionalism of Christian religious education teachers in schools. The teacher's code of ethics is a rule or guideline that regulates the behavior of teachers in carrying out their duties as educators. In this scientific work, the authors found that implementing a teacher's code of ethics can help increase awareness of teacher responsibilities as educators, increase public trust in the teaching profession, and help build good relationships between teachers, students, and parents. Support is needed from all parties, such as schools, government, and society to ensure the implementation of the teacher's code of ethics is carried out properly and sustainably. This scientific work confirms that the implementation of the teacher's code of ethics is very important in increasing the professionalism of Christian religious education teachers in schools.
Peran Gereja Dalam Upaya Menghindari Sikap Apatis Teologis Terhadap Kaum Muda: Peran Gereja Dalam Upaya Menghindari Sikap Apatis Teologis Terhadap Kaum Muda Guntur Hari Mukti; Victor Deak; Meriko Zonnedy Simangunsong
INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIAL, POLICY AND LAW Vol. 4 No. 3 (2023): August 2023
Publisher : INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIAL, POLICY AND LAW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8888/ijospl.v4i3.148

Abstract

Abstract - Many places of worship (church buildings) changed their function because of the lack of visitors and eventually became empty. This phenomenon occurs in many European countries that used to be the center of Christianity. Some have turned into hotels, discotheques, museums, and even places of worship for other religions. This phenomenon does not just happen, one of the contributing factors is the theological apathy of young people, namely an attitude that does not care or does not want to know about matters related to their beliefs. In Indonesia, young people prefer going to places of entertainment rather than attending youth fellowships at church. So that the church cannot remain silent in view of this situation, the church must take action. How can the church overcome the problem of theological apathy among young people? What role can be played so that young people return to having an enthusiastic attitude towards matters related to their beliefs? Seeing this situation, the authors will conduct research with the theme "The Role of the Church in Overcoming Theological Apathy towards Young People." This research was conducted using a qualitative research method, namely through literature studies. In conclusion, the role that the church can play in overcoming theological apathy towards young people is by re-evangelizing and through an exemplary approach in the church; the shepherd as a role model, the parents as an example and the youth themselves as an example for other young people.
Peran Kode Etik Guru dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Berdasarkan Yohanes 13:12-15 Reysti Ayu Lestari; Victor Deak
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 3 No 2 (2023): HaratiJPK: Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v3i2.178

Abstract

This study aims to determine the role of the teacher's code of ethics in improving the quality of Christian education learning based on John 13:12-15 in schools. This study uses a qualitative method. The results of the study show that the role of the teacher's code of ethics in schools. Christian Religious Education has been well implemented, but there are still some obstacles in the role of a code of ethics in improving the quality of Christian religious education. These obstacles include the lack of socialization of the teacher's code of ethics to teachers, the teacher's lack of understanding of the teacher's code of ethics, and the lack of sanctions given to teachers who violate the code of ethics. To improve the quality of education, PAK educational institutions must apply John 13:12-15 as a guideline, namely to increase teacher competency through training and seminars, apply innovative learning methods, and develop a quality evaluation system. From the results of this study it is suggested for schools to further increase socialization regarding the role of the teacher's code of ethics, increase teachers' understanding of the code of ethics, and provide strict sanctions to teachers who violate the code of ethics.