Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

The The Role of Prayer as Spiritual-Religious Coping in the Healing Process in the Perspective of Christian Psychology Deak, Victor; Mengga, Ruth Caroline
International Journal of Social and Management Studies Vol. 4 No. 4 (2023): International Journal of Social and Management Studies (IJOSMAS)
Publisher : IJOSMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5555/ijosmas.v4i4.338

Abstract

Prayer as a form of relationship that is built between a person and God is not only to express respect and express hatred but also as a medium used to raise supplications to God. Including asking for healing both when suffering from physical and psychological illness. So prayer becomes a spiritual coping mechanism that is spontaneously carried out when experiencing suffering, with the hope of getting relief and the hope of healing. Some psychologists fight spiritual coping mechanisms that are considered to make a person mentally weak because they depend on God and religion. Others recognize spiritual behavior including prayer as a part of the emotional coping mechanism. With reference to literature studies, researchers are looking for evidence of the significant role of prayer in the healing process. Prayer as a coping coupled with a consistent spiritual life is not only more effective but also an absolute thing to be able to feel the benefits. No prayer is effective without a good relationship with God.
Sains Dan Iman: Harmoni Atau Konflik? Sebuah Analisa Apologetika Kristen Mengga, Maria Josephine; Yanti; Deak, Victor
Jurnal Teologi Praktika Vol 6 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51465/cce3m147

Abstract

Sains dan Iman: Harmoni Atau Konflik? Sebuah Analisa Apologetika Kristen. Iman Kristen memberikan pandangan tentang makna hidup dan moralitas sedangkan sains mencoba menjelaskan fenomena alam melalui pendekatan empiris dan metode ilmiah yang mencakup pengamatan, eksperimen dan pengulangan untuk memahami hukum alam.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tujuan melakukan analisis tentang hubungan antara sains dan iman dalam konteks Kristen melalui studi pustaka untuk menggali perspektif apologetika yang relevan. Penulis akan mengumpulkan data dan informasi dari berbagai kepustakaan, selanjutnya data akan dianalisis untuk menemukan apakah terdapat hubungan yang harmonis ataukah terjadi konflik antara sains dan iman. Berdasarkan pendekatan apologetika Kristen terdapat upaya dalam menghubungkan perbedaan antara sains dan iman. Walaupun terdapat tantangan dalam hubungan antara sains dan iman, dalam penelitian ini menemukan bahwa adanya peluang untuk menciptakan harmoni. Pemahaman tentang sains dapat mempengaruhi doktrin teologis seperti penciptaan dan peran Tuhan di dunia. Gereja dapat mempertimbangkan integrasi pengetahuan ilmiah dalam pengajaran dan prakteknya. Sains dan iman tidak harus bertentangan, tetapi dapat berkolaborasi dalam memahami realitas yang mendalam, keduanya dapat saling melengkapi dalam konteks mencari kebenaran. Dialog yang konstruktif antara sains dan iman tidak hanya untuk pemahaman teologis tetapi untuk pembentukan masyarakat yang terbuka dan inklusif.
Pencegahan Perundungan Anak Melalui Dukungan Sistem Sekolah Swasta pada Tingkat Sekolah Dasar Tambunan, Alice Risma; Hermanto, Yanto Paulus; Yanto Paulus; Deak, Victor
Jurnal Teologi Praktika Vol 6 No 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51465/9j351j97

Abstract

Prevention of Bullying Through the Support System of Private Elementary Schools. This study examines the relationship between bullying behavior and school support systems, including the application of Christian values, in private elementary schools. Using a mixed methods approach, data were collected from 334 respondents through questionnaires, interviews, and observations in three schools in Bogor and Jakarta. Quantitative results showed weak or non-significant correlations between bullying, support systems, and Christian values. However, qualitative findings revealed that structured support—such as counseling services, teacher involvement, anonymous reporting, and daily spiritual routines—plays a key role in creating a safe environment. The integration of values such as love, justice, and forgiveness through daily school activities strengthens students’ positive character. The study concludes that while measurable statistical impact may be limited, consistent implementation of character-building and faith-based programs contributes significantly to bullying prevention. Continuous monitoring and evaluation are recommended to sustain effective support systems.
Identitas dalam Kristus sebagai Fondasi Transformasi Sikap Hidup dan Keteladanan Umat John Christ Dwiaprianto A; Yanto Paulus Hermanto; Victor Deak
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 8 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/rqhf2f19

Abstract

True Christian identity is the foundation that determines the direction of life and witness of believers. Since its mention in Antioch (Acts 11:26), the term "Christian" has emphasized Christlikeness. However, in the contemporary context influenced by materialism, moral relativism, and secularization, many believers experience an identity crisis, resulting in faith that stops at verbal confession without being realized in concrete behavior. This research applies qualitative methods through literature analysis, in which data are analyzed descriptively and analytically through biblical sources, classical and contemporary theological literature, and related academic studies. The results show that true Christian identity is rooted in a relationship with Christ and the Imago Dei, which guides believers to live holy, fruitful lives, and serve as examples in the family, church, and society. The restoration of Christian identity has ethical, ecclesiological, and missiological implications and is only possible through the renewing and strengthening work of the Holy Spirit. Thus, awareness of Christian identity becomes the foundation for restoring an authentic attitude to life and witness to faith in the modern world.     Identitas Kristen sejati merupakan dasar yang menentukan arah hidup dan kesaksian umat percaya. Sejak penyebutannya di Antiokhia (Kis. 11:26), istilah “Kristen” menegaskan keserupaan hidup dengan Kristus. Namun, dalam konteks kontemporer yang dipengaruhi materialisme, relativisme moral, dan sekularisasi, banyak orang percaya mengalami krisis identitas sehingga iman hanya berhenti pada pengakuan verbal tanpa diwujudkan dalam perilaku nyata. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif melalui analisis kepustakaan, data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui sumber Alkitab, literatur teologi klasik maupun kontemporer, serta kajian akademik terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas Kristen sejati bersumber pada hubungan dengan Kristus dan Imago Dei, yang menuntun umat untuk hidup kudus, berbuah, serta menjadi teladan di keluarga, gereja, dan masyarakat. Pemulihan identitas Kristen memiliki implikasi etis, eklesiologis, dan misiologi, serta hanya dimungkinkan melalui karya Roh Kudus yang memperbarui dan meneguhkan umat. Dengan demikian, kesadaran identitas Kristen menjadi fondasi pemulihan sikap hidup dan kesaksian iman yang autentik di tengah dunia modern.