Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Parahyangan Economic Development Review (PEDR)

Pengaruh Ekspektasi Kebijakan Fiskal terhadap Peningkatan Efektivitas Ekspektasi Kebijakan Moneter dalam Pengendalian Inflasi di Indonesia Putri, Amalia Eka
PARAHYANGAN ECONOMIC DEVELOPMENT REVIEW Vol 3 No 2 (2024): Parahyangan Economic Development Review
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/yfvprm97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kebijakan fiskal dalam meningkatkan efektivitas kebijakan moneter dalam pengendalian inflasi. Analisis penelitian ini dilakukan menggunakan metode ordinary least square (OLS) pada data kuartalan periode 2004Q1-2022Q4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independent yang digunakan berpengaruh terhadap inflasi sebesar 86,8307% (ditunjukkan oleh nilai R-squared). Secara spesifik, ditemukan bahwa ekspektasi inflasi dan output gap berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi, berbeda dengan tingkat suku bunga riil yang menunjukkan pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pengendalian inflasi. Lalu ekspektasi inflasi dari kebijakan fiskal menunjukkan pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap inflasi. Sementara itu, interaksi antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal menegaskan pentingkan kedua kebijakan tersebut berkoordinasi dalam mengelola stabilitas harga. Namun, hasil penelitian ini masih memiliki keterbatasan dimana belum sepenuhnya interaksi kebijakan moneter dan kebijakan fiskal terhadap pengendalian inflasi dibahas dan dianalisis secara mendalam menggunakan teknik analisis yang sesuai.
Pengaruh Ekspektasi Kebijakan Fiskal terhadap Peningkatan Efektivitas Ekspektasi Kebijakan Moneter dalam Pengendalian Inflasi di Indonesia Putri, Amalia Eka
PARAHYANGAN ECONOMIC DEVELOPMENT REVIEW Vol 3 No 2 (2024): Parahyangan Economic Development Review
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/yfvprm97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kebijakan fiskal dalam meningkatkan efektivitas kebijakan moneter dalam pengendalian inflasi. Analisis penelitian ini dilakukan menggunakan metode ordinary least square (OLS) pada data kuartalan periode 2004Q1-2022Q4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independent yang digunakan berpengaruh terhadap inflasi sebesar 86,8307% (ditunjukkan oleh nilai R-squared). Secara spesifik, ditemukan bahwa ekspektasi inflasi dan output gap berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi, berbeda dengan tingkat suku bunga riil yang menunjukkan pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pengendalian inflasi. Lalu ekspektasi inflasi dari kebijakan fiskal menunjukkan pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap inflasi. Sementara itu, interaksi antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal menegaskan pentingkan kedua kebijakan tersebut berkoordinasi dalam mengelola stabilitas harga. Namun, hasil penelitian ini masih memiliki keterbatasan dimana belum sepenuhnya interaksi kebijakan moneter dan kebijakan fiskal terhadap pengendalian inflasi dibahas dan dianalisis secara mendalam menggunakan teknik analisis yang sesuai.
Permintaan Uang dengan Mempertimbangkan Endogenous Money di Indonesia Jonathan, Brian; Butarbutar, Glen Oloan; Putri, Amalia Eka; Sukma, Davit Dirgantara
PARAHYANGAN ECONOMIC DEVELOPMENT REVIEW Vol 4 No 1 (2025): Parahyangan Economic Development Review
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/trj1cg14

Abstract

Dalam penelitian ini penulis bertujuan untuk melihat sisi endogenous money pada money demand di Indonesia. Terdapat perbedaan dari ekonomi yang memiliki endogenous money dengan yang tidak berdasarkan dari pemenuhan permintaan uang dari kredit. Kami memakai OLS dan menemukan bahwa di Indonesia tidak terdapat endogenous money dikarenakan peraturan perbankan. Penelitian ini juga menunjukkan model money demand yang sudah disederhanakan agar dapat diregresikan. Penelitian ini memiliki implikasi dari periode waktu hingga kurangnya tinjauan literatur.