Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Corrective Feedback in the Students’ Speaking Ability: A Comparative Study Napitupulu, Selviana; Napitupulu, Fenty Debora; Kisno, Kisno
Journal of Language Development and Linguistics Vol. 3 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jldl.v3i2.10379

Abstract

This study investigated whether extensive and comprehensive oral recasting is more effective than explicit correction. The primary focus was on how feedback affects English language learning. Recasts that are intensive are defined as those that receive feedback on a single topic, whereas extensive feedback is defined as errors on multiple subjects and domains. Four groups of ten students each were formed from forty students from a Senior High School. A general English book called Think 4, a storybook, and an English grammar book called Grammar in Use were the study's instruments. In line with the study's aims, they were given feedback that was either explicit or implicit, thorough or in-depth. In accordance with the study's aims, they were given feedback that was either explicit or implicit, long or brief. The findings showed that there wasn't much of a difference between students who got implicit and explicit feedback. Additionally, it was discovered that every technique had the same effect on students' capacity to communicate.
Keefektifan Model Pembelajaran Active Learning dalam Keterampilan Berbicara Anak Usia Dini Fatmawati, Nia; Sofia, Ari; Kisno, Kisno
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v8i1.2169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran active learning dalam keterampilan berbicara anak usia dini. Metode penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan sampel anak usia dini usia 7-8 tahun. Jumlah sampel yaitu 33 anak sebagai kelas eksperimen dan 32 anak sebagai kelas kontrol. Lokasi penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Metro Timur. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik cluster random sampling. Data diperoleh melalui tes keterampilan berbicara dan dianalisis melalui analisis komparasi dengan uji-t dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil analisis menunjukkan harga “t” penghitungan berdasarkan gain score 5.18 dengan taraf signifikansi 1.99 dan harga “t” penghitungan berdasarkan hasil post-test 4.06 dengan taraf signifikansi 1.99. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan keterampilan berbicara antara anak usia dini yang belajar di kelas eksperimen dan anak usia dini yang belajar di kelas kontrol. Penggunaan model pembelajaran active learning efektif diterapkan dalam pembelajaran berbicara anak usia 7-8 tahun.
Pelatihan Softskill Bagi Operator Pabrik CPO PTPN IV Sumatera Utara Kisno, Kisno; Sugara, Heru; Sherly, Sherly; Siregar, Victor Marudut Mulia; Purba, Arifin Tua; Siringo-Ringo , Eko Deswin Miechaels
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam konteks industri modern, karyawan tidak hanya dituntut untuk memiliki kompetensi hardskill yang kuat, tetapi juga harus menguasai softskill yang esensial. PTPN IV, yang bergerak di bidang produksi CPO, mengakui pentingnya keseimbangan antara kedua jenis keterampilan ini. Meskipun pelatihan yang ada sebelumnya lebih berfokus pada peningkatan hardskill, terdapat kebutuhan mendesak untuk mengembangkan program pelatihan yang juga menekankan pada pengembangan softskill, khususnya bagi operator pesawat uap kelas I jenis boiler. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi softskill para operator tersebut dalam menjalankan tugas mereka. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Besar Guru Penggerak, Kota Medan, Sumatera Utara, dan diikuti oleh 14 operator pesawat uap kelas I jenis Boiler. Metodologi yang diterapkan mencakup tiga tahap utama: pra pelatihan, pelaksanaan pelatihan, dan pasca pelatihan. Tahap pra pelatihan melibatkan survei lokasi, sementara pelaksanaan pelatihan mencakup pretes dan pelatihan softskill. Tahap pasca pelatihan melibatkan postes dan sesi refleksi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan softskill operator, terutama dalam aspek komunikasi, kreativitas, kepemimpinan, dan pemecahan masalah, dengan peningkatan skor sebesar 50%. Kesimpulannya, bimbingan teknis ini berhasil menghasilkan operator yang memiliki kompetensi softskill yang baik, yang pada gilirannya memberikan manfaat signifikan bagi perusahaan tempat mereka bekerja.
Meningkatkan Keterserapan Lulusan SMK dalam DUDIKA: Suatu Risalah Kebijakan Rajagukguk, Frans Hanaekan; Kisno, Kisno; Weisdiyanti, Nurhikmah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEGURUAN DAN PENDIDIKAN (SNKP) Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Keguruan dan Pendidikan (SNKP) 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan kontributor terbesar Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia dalam lima tahun terakhir. Kondisi ini tidak sesuai dengan PP No. 17 tahun 2010 yang menyatakan bahwa tujuan pendidikan kejuruan adalah untuk menciptakan lulusan yang siap bekerja. Penelitian ini mengkaji daya serap lulusan SMK di dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA) yang bertujuan untuk menggambarkan jumlah angkatan kerja lulusan SMK tahun 2019 dan 2020 serta menganalisis bidang keahlian lulusan SMK yang paling diminati. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi kepustakaan (library research). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kepustakaan, di mana peneliti mengumpulkan data berupa buku, manuskrip, atau jurnal yang relevan dengan obyek penelitian atau mengumpulkan data dalam bentuk kepustakaan. Jenis penelitian kepustakaan dapat diartikan sebagai kegiatan mengumpulkan data kepustakaan melalui pembacaan, pencatatan, dan pengolahan bahan penelitian. Dengan kata lain, penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilakukan untuk memecahkan suatu masalah yang ada. Data dikumpulkan berdasarkan kajian kritis dan mendalam terhadap materi iteratur yang relevan.dengan memanfaatkan data sekunder, di antaranya data Sakernas, data lulusan SMK dari Direktorat Pembinaan SMK, data dari Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbud, dan hasil-hasil penelitian terkait daya serap lulusan SMK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah lulusan SMK Terus Meningkat di Indonesia. Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia tercatat sekitar 1,63 juta orang pada tahun ajaran 2020/2021. Selain itu, SMK Semakin Diminati Masyarakat. Hal ini dibuktikan dari hasil survei Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Markplus, Inc menunjukkan, 82% masyarakat tertarik dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Namun demikian, pengangguran di Indonesia didominasi oleh lulusan SMK dengan persentase 11,13% pada Agustus 2021. Ssebaran pekerja lulusan SMK masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Selanjutnya, DUDIKA membutuhkan lulusan SMK yang memiliki soft skill. Sebagai kesimpulan dan rekomendasi, pemerintah perlu mengontrol pemerataan sebaran jumlah bidang keahlian di SMK negeri dan swasta di setiap provinsi. Selain itu, pemerintah dapat mendorong pertumbuhan industri ke luar Pulau Jawa dengan menyiapkan ketersediaan infrastruktur yang dibutuhkan industri. Seklolah Menengah Kejuruan diharapkan dapat menyiapkan lulusan agar tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu berwirausaha dan mampu menyiapkan lulusan yang siap bekerja dengan soft skill yang relevan dengan DUDIKA
Pengembangan Manajemen Unit Penjaminan Mutu Pendidikan Untuk Calon Guru Berprestasi Kisno, Kisno; Zebua, Sitepanus; Azhari, Azhari; Iqnasus Panjaitan, Iwan Sunarnya; Rusdiman, Rusdiman; Mursalin, Mursalin; Hasan, Nur Shabrina
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEGURUAN DAN PENDIDIKAN (SNKP) Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Keguruan dan Pendidikan (SNKP) 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era globalisasi menuntut SDM khususnya dalam dunia pendidikan yang tidak terlepas dari penjaminan mutu itu sendiri. Salah satu indikator SDM bermutu tinggi adalah adanya guru berprestasi. Sejumlah, satuan pendidikan telah memiliki Tim Manajemen Mutu Pendidikan, namun pada kenyataannya proses penjaminan mutu internal ini masih belum terlaksana dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui jumlah guru yang sudah memenuhi persyaratan akademik, persyaratan administratif, dan persyaratan untuk diajukan sebagai calon guru berprestasi dan (2) Untuk menginvestigasi persiapan yang sudah dilakukan oleh Tim Manajemen Mutu Pendidikan dalam menyiapkan dan menyeleksi calon guru berprestasi Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan survei dengan menggunakan kuesioner dilaksanakan di dua sekolah menengah pertama di Kabupaten Deli Serdang yakni SMP Negeri 1 Tanjung Morawa dan SMP Negeri 2 Tanjung Morawa. Survei dilakukan pada bulan November 2022. Subjek survei adalah seluruh guru yang berada di SMP Negeri 1 Tanjung Morawa dan SMP Negeri 2 Tanjung Morawa. Selain itu survei juga ditujukan kepada Tim Manajemen Mutu Sekolah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner untuk guru dan Tim Manajemen Mutu Pendidikan. Data yang telah dikumpulkan melalui kuesioner kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif sederhana. Dari hasil survei terhadap guru, terdapat 34 orang guru yang masa kerjanya sudah delapan tahun dan memiliki kualifikasi minmum strata satu. Hal ini merupakan salah satu syarat untuk mengikuti lomba guru berprestasi. Selain itu terdapat 14 guru yang masa kerjanya antara empat sampai dengan delapan tahun. Hal ini mengindikasikan terdapat potensi yang besar bagi kedua sekolah ini untuk mengikutsertakan guru dalam ajang lomba guru berprestasi. Dengan kata lain, salah satu syarat administratif khusus sudah dimiliki oleh kedua satuan pendidikan. Sedangkan dari hasil survei terhadap TMMP di kedua satuan pendidikan, tim manajemen mutu didominasi oleh personil yang masa kerjanya lebih dari delapan tahun. Hal ini menunjukkan adanya personil yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup panjang mengenai situasi kontekstual sekolah masing-masing. Selain itu, sebagian besar anggota TMMP sudah memiliki sertifikat pendidik. Dari ruang lingkup kerja, TMMP berfokus pada tiga hal yakni penjaminan mutu, penguatan pendidikan karakter, dan pengembangan serta penerapan kurikulum. Sedangkan dari pembinaan, supervisi, dan pengawasan dilakukan tiap semester. Kedua satuan pendidikan sama-sama memiliki kekuatan yang dapat dijadikan sebagai peningkatan mutu sekolah melalui guru berprestasi. Namun demikian, kedua sekolah sama-sama memiliki kekurangan terkait minimnya pengembangan diri guru, dan perangkat pembelajaran yang belum standar, yakni dalam hal perangkat pembelajaran yang belum memiliki standar yang sama, minim partisipasi dalam lomba. Untuk mengatasi minimnya partisipasi guru dalam pengembangan diri, sekolah dapat memfasilitasi dengan mengadakan lomba, pelatihan dan lokakarya dalam materi penulisan best practice. Selain itu, manajemen unit penjaminan mutu pendidikan di kedua sekolah perlu dikembangkan dengan menambah evaluator eksternal dari luar sekolah yang memantau dan mengontrol berjalannya kegiatan penjaminan mutu melalui penyelenggaraan pelatihan atau lokakarya yang berhubungan dengan karya tulis guru sehingga potensi yang sudah ada di kedua sekolah dapat dikembangkan dan diikutsertakan dalam ajang lomba guru berprestasi di tahun yang akan datang.
Pembinaan Teknis Softskill Bagi Operator Pesawat Uap Kelas I Jenis Boiler PT. KPBN Sumatera Utara Kisno, Kisno; Mulia Siregar, Victor Marudut; Purba, Arifin Tua; Sugara, Heru; Sherly, Sherly; Siringo-Ringo, Eko Deswin Miechaels
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi Mei- Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i3.3887

Abstract

Di era sekarang ini, setiap karyawan dalam perusahaan tidak hanya dituntut untuk menguasai kompetensi hardskill tetapi juga dituntut untuk menguasai kompetensi softskill. PT KBPN bergerak dalam bidang Imbal Jasa Perkebunan Nusantara, trading komoditas (CPO, Beras, Gula), FMCG, Sertifikasi, dan Logistik. dan semua karyawan di PT KBPN dituntut untuk menguasai kompetensi hardskill dan softskill. PT KBPN telah menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) bagi karyawannya. Namun bimbingan teknis yang diselenggarakan selama ini lebih menekankan pada peningkatan hard skill dibandingkan softskill. Oleh karena itu, perlu diselenggarakan bimbingan teknis yang menyeimbangkan antara hard skill dan softskill operator. Pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi softskill operator pesawat uap kelas I jenis boiler dalam menjalankan tugasnya. Kegiatan pengabdian masyarakat diselenggarakan di PT KBPN, Medan Kota Belawan, Sumatera Utara. Kegiatan ini diikuti oleh 6 orang operator pesawat uap kelas I jenis Boiler. Kegiatan ini menerapkan metode pra bimtek, pelaksanaan bimtek, hingga pasca bimtek. Aktivitas pra bimtek mencakup survei lokasi, pelaksanaan bimtek mencakup pretes, bimtek softskill dan pasca bimtek mencakup postes hingga refleksi. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatkan keterampilan softskill operator terutama dalam hal komunikasi, kreativitas, kepemimpinan dan pemecahan masalah dengan peningkatan skor sebesar 45%. Sebagai kesimpulan, kegiatan bimtek ini menghasilkan operator yang memiliki komptensi softskill yang baik dan bermanfaat bagi perusahaan tempat mereka bekerja.
The ESP Scenario in EFL Economics Courses Napitupulu, Selviana; Kisno, Kisno; Napitupulu, Fenty Debora
International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Vol. 3 No. 1 (2024): January-June
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijere.v3i1.728

Abstract

The term "ESP" refers to a method of teaching English for any possible goal. It addresses with determining the curriculum for a scenario where students are grouped as homogeneous and have a common set of requirements. Thus, the goal of this study is to investigate the state of ESP teaching and learning in a third-year graduate student class at the University of Murni Teguh, Department of Economics. The researcher makes an effort to determine whether the ESP method of teaching EFL is used in this particular class. In order to do this, a representative sample of 50 students was selected at random and joined by their ESP instructor, a specialist in the same department. Two study tools have been used to gather data: a structured interview with the teacher and a questionnaire for the students. Consequently, a quantitative and qualitative analysis has been conducted. The findings showed that students are taught in general English with little consideration for their academic and professional demands (once they are employed). Instead, there is a strong emphasis on learning economic concepts and translating brief texts into Arabic, the students' native tongue. The ESP teacher also mentioned how he sensed a need for particular "teacher training." The findings may help ESP teachers understand what is actually required in this particular situation. Therefore, depending on the needs of each specific subject, ESP approaches should be used to teach English.
Analysis of Vision and Mission Dimensions Benchmark Standards Management of Catholic Education Against Improving School Quality Sihombing, Dionisius; Kisno, Kisno
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 11 No 1 (2024): January 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v11i1.3680

Abstract

The results will be used as a basis for reflection when creating the most recent education management policies, which will support efforts to preserve education through high-quality management of education. In accordance with the guidelines set forth by the Education Commission of the Indonesian Bishops' Conference, four benchmark standards from 13 Catholic education standards and benchmarks and four assessment dimensions are taken into consideration when determining the vision and mission dimensions. This kind of study is known as explanatory study. With a research population of 77 school units, data was gathered using a qualitative and quantitative approach. Five respondents from each of the school representatives made up the total of 385 respondents, which included principals, teachers, and staff members as well as eight supporting respondents who were parish priests, student parents, alumni, and alumni parents, as well as education observers. The study's findings showed that the benchmark standards' influence on raising school quality in the vision and mission domains of education management was 2.29, or in the good category (B). This indicates that the people who designed and implemented school instruction paid close attention to the original idea of using Catholic schools to spread Christian principles across the church. The school has done a good job of preserving its identity as a Christian school. To achieve the goal of becoming a top-notch institution, however, changes must be made to maximize this initial orientation.