Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Inovasi Produk Arang Briket Dan Selulosa Dari Limbah Serbuk Kaya Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Lokal Kelompok Pengrajin Kayu Di Kabupaten Bulukumba perdana, rini; Listanty, Fibri Indira; Jumrah, Elvira; Alam, Muhammad Nur
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.6903

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan pengelolaan limbah serbuk kayu yang dihasilkan oleh pengrajin kayu yang tegabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Adrian di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas pengrajin dalam mengolah limbah serbuk kayu melalui pelatihan teknis, pendampingan produksi, serta penguatan manajemen usaha. Metode pelaksanaan mencakup survei awal, sosialisasi, pelatihan teori dan praktik, pendampingan produksi berulang, serta monitoring dan evaluasi dengan instrumen pre-test, post-test, observasi, dan angket kepuasan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhdapa pengetahuan dan keterampilan teknis peserta, terbukti dari peningkatan hasil pre-test dengan nilai rata-rata 40 menjadi 89 pada hasil post-test. Selain itu, keberhasilan memproduksi arang briket dengan nilai kalor tinggi dan selulosa dengan kualitas lebih baik. Angket kepuasan peserta menunjukkan rata-rata kategori sangat puas. Dengan demikian, program pengabdian ini berhasil memberikan dampak ganda, yaitu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi lokal berbasis inovasi dan keberlanjutan, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 8, 12, dan 13. Kata kunci: briket, arang, serbuk kayu, selulosa, bulukumba
PELATIHAN DAN PEMBUATAN ALAT-ALAT GELAS DARI BATOK KELAPA BAGI PETANI DI KABUPATEN GOWA Wijaya, Mohammad; Puji Cahyani, Vika; Alam, Muhammad Nur; Hardin
ABDI KIMIA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Edisi Juni
Publisher : Jurusan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/abdi.v1i2.2486

Abstract

Kelompok petani kelapa yang berada poros pallangga yang berada di Desa Panciro menghadapi permasalahan terkait limbah kelapa hasil panen, dimana petani belum mengetahui cara membuat alat gelas dari tempurung kelapa dan peralatan belum ada. Pemanfaatan batok kelapa untuk kerajinan tidak hanya menambah nilai estetika tetapi juga memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat kemitraan ini dilakukan secara bertahap dan sistematis dengan cara memberikan pengetahuan dan keterampilan engan ara sosialisasi kepada petani agar lebih terampil dalam mengolah limbah batok kelapa menjadi barang bernilai ekonomi. Petani tidak hanya terampil dalam membuat kerajinan tetapi juga memiliki pandangan atau prospek pemanfaatan kerajinan tersebut. Hasil yang dicapai, para petani telah memahami pentingnya mengelola limbah batok kelapa menjadi produk kerajinan rumah tangga yang memiliki nilai ekonomis, serta sangat antusias untuk membuat produk kerajinan seperti mangkok dan gelas dari batok kelapa. Kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengatasi masalah limbah batok kelapa.
Characterization of Liquid Smoke and Charcoal from Cocoa Pod Husks (Theobroma cacao L.) in North Kolaka Regency Wijaya, Mochammad; Alam, Muhammad Nur; Wiharto, Muhammad
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 12 (2024): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i12.9185

Abstract

This study aims to characterize the pyrolysis products of cocoa pod waste from North Kolaka Regency, Southeast Sulawesi Province. Pyrolysis takes place at various temperatures between 112 - 512 oC and produces liquid smoke and charcoal products. The highest liquid smoke yield was obtained at a temperature of 212 oC of 20.05%. The results of GC-MS analysis showed that liquid smoke contains many potential compounds consisting of acetic acid compounds with the highest concentration of 28.1%, Phenol, 2-methoxy- (CAS) Guaiacol with the highest concentration of 4.18%, 3-Hexine-2,5-diol (CAS) Hexine-3-diol-2,5 of 2.94%, and several aromatic and alcohol compound groups. FTIR analysis shows that the typical functional groups of cocoa pod charcoal consist of OH (hydroxyl) and C = C-H (aromatic) groups. XRD analysis shows that charcoal is dominated by an amorphous phase with a degree of crystallinity of 14%. Liquid smoke and cocoa pod charcoal have the potential to be used as raw materials in the chemical, health and manufacturing industries.
Desa wisata yang berkelanjutan: pengembangan pariwisata melalui metode perencanaan partisipatif di desa Kertawangun Dikky Nur Hidayat; Yati Haryati; Putri Adinda Sari; Triyana, Ega; Ainnurofiq; Gunawan, Muhammad Fajar; Syahidaniyah, Marwa; Alam, Muhammad Nur; Laksono, Adil Nugrah; Shidqiya, Raida Hanifi; Khoerunnisa, Widya; Febrianti, Rita; Hasbianur, Romy Rizki; Suryawijaya, Virdand Hafiz; Nofiansyah, Muhammad Farhan
Jurnal Citra Kuliah Kerja Nyata Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Citra Kuliah Kerja Nyata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jckkn.v2i3.3909

Abstract

Desa Kertawangun merupakan salah satu desa wisata yang ada di Kabupaten Cirebon. Desa Kertawangun memiliki potensi wisata yang sangat luar biasa, seperti Bukit Pasir Salawe dan Agrowisata Budidaya Taman Lebah. Namun, potensi wisata yang ada belum dapat dimaksimalkan. Oleh karena itu, tujuan diadakannya KKN IAIN Syekh Nurjati Cirebon hadir di Desa Kertawangun untuk membantu dalam rangka pengembangan objek wisata di Desa Kertawangun dengan baik dan berkelanjutan. Pendampingan yang dilakukan oleh KKN IAIN Syekh Nurjati Cirebon berfokus kepada pengembangan wisata dengan menggunakan metode perencanaan partisipatif, antara lain: 1) Peningkatan infrastruktur dan fasilitas pendukung di Desa Kertawangun, 2) promosi dan pemasaran objek wisata Desa Kertawangun, dan 3) Sosialisasi penguatan SDM dalam mengembangkan objek wisata. Hasil dari kegiatan KKN di Desa Kertawangun sangatlah positif. Pertama, dengan dipasangnya rute jalan menuju objek wisata, semakin banyak masyarakat sekitar yang mengetahui keberadaan objek wisata Bukit Pasir Salawe dan Agrowisata Budidaya Taman Lebah. Kedua, pembuatan akun sosial media membuat objek wisata Bukit Pasir Salawe semakin dikenal masyarakat serta menjadi alat promosi yang efektif. Ketiga, melalui diadakannya kegiatan sosialisasi penguatan SDM, menjadikan perangkat desa, karang taruna, dan kelompok sadar wisata semakin baik dalam rangka mengembangkan objek wisata di Desa Kertawangun.
Pemberdayaan Karang Taruna dan Ibu PKK Melalui Inovasi Produk Briket dari Tempurung Kelapa di Desa Pataro Kab. Bulukumba Herawati, Netti; Alam, Muhammad Nur; Syahrir, Muhammad; Rakib, Muhammad; Perdana, Rini
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.7331

Abstract

Desa Pataro, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba, merupakan wilayah yang memiliki potensi besar dalam produksi kelapa. Namun, limbah tempurung kelapa belum dimanfaatkan secara optimal dan seringkali hanya menjadi bahan buangan. Tempurung kelapa sesungguhnya memiliki nilai ekonomis tinggi apabila diolah menjadi produk inovatif, salah satunya briket arang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan Karang Taruna dan Ibu PKK Desa Pataro melalui transfer pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah tempurung kelapa menjadi produk briket arang yang bernilai jual dan ramah lingkungan. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan, sosialisasi, pelatihan teknis pembuatan briket, pendampingan produksi, penguatan manajemen usaha, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memahami teknik pembuatan briket secara utuh. Produk briket yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, ditandai oleh bentuk yang homogen, kekerasan yang memadai, serta daya bakar tinggi dengan asap minimal. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan kapasitas Karang Taruna dan Ibu PKK Desa Pataro dalam menghasilkan produk briket arang berbasis limbah tempurung kelapa. Program ini tidak hanya berkontribusi dalam pengurangan limbah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Keberlanjutan program sangat memungkinkan dengan dukungan kolaborasi masyarakat, sehingga briket arang berpotensi menjadi salah satu produk unggulan desa di masa mendatang.
Membran Berbasis Biopolimer untuk Aplikasi DMFC (Direct Methanol Fuel Cell): Kajian Mekanisme, Modifikasi, dan Prospek Masa Depan Alam, Muhammad Nur
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Vol.1, No.3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kebutuhan akan sistem konversi energi yang berkelanjutan telah mendorong penelitian intensif terhadap membran penukar proton berbasis biopolimer sebagai alternatif potensial membran perfluorosulfonic acid (PFSA) komersial untuk aplikasi Direct Methanol Fuel Cell (DMFC). Studi ini mensintesis temuan dari lima belas publikasi terbaru yang mengkaji membran berbasis chitosan, selulosa, dan nanocellulose yang dimodifikasi melalui proses sulfonasi, crosslinking, penambahan nanofiller, serta pembentukan hibrida polielektrolit. Secara umum, membran biopolimer termodifikasi menunjukkan peningkatan konduktivitas proton dalam kisaran 10⁻³–10⁻² S/cm serta penurunan permeabilitas metanol hingga satu hingga dua orde lebih rendah dibandingkan Nafion, yang terutama disebabkan oleh terbentuknya jalur difusi berliku dan domain ionik yang lebih terorganisasi. Sejumlah studi juga melaporkan nilai open circuit voltage (OCV) yang lebih tinggi daripada membran PFSA akibat berkurangnya penetrasi metanol, meskipun densitas daya maksimum masih lebih rendah karena hambatan transport proton dan keterbatasan stabilitas jangka panjang. Evaluasi durabilitas menunjukkan bahwa membran yang diperkuat nanofiller atau difungsionalisasi secara kimia memiliki ketahanan oksidatif dan termal yang lebih baik, tetapi tetap mengalami degradasi performa setelah siklus hidrasi–dehidrasi berulang. Secara keseluruhan, bukti kolektif ini menegaskan bahwa meskipun tantangan masih ada, membran berbasis biopolimer menunjukkan prospek kuat sebagai kandidat generasi baru yang lebih ekonomis, ramah lingkungan, dan kompetitif untuk aplikasi DMFC
Antifouling Membrane Modification for Water Desalination: Study of Synthesis and Modification Alam, Muhammad Nur
Hayyan Journal Vol. 2 No. 3 (2025): October
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/hayyan.v2i3.4370

Abstract

One of the most important ingredients on earth that everyone needs is water. Consumption of large amounts of water is needed in various human activities such as agriculture, power generation, sanitation, drinking water needs and others. Membrane technology has developed into an indispensable platform technology for water purification, including seawater and brackish water desalination, due to its energy-saving and cost-effective qualities. However, membrane fouling, which results from the non-specific interaction between the membrane surface and foulants, severely impedes the effective deployment of membrane technology. Therefore, this review aims to provide a complete overview of the fabrication and modification of polymer or biopolymer based membranes as an antifouling membrane that focused on the method and performance of antifouling membrane, including water flux, salt rejection, and fouling properties. This review will first outline the main foulants and the primary mechanisms of membrane fouling, followed by a discussion of the development of antifouling membranes, including antifouling tactics and preparation methods. In the final site, the author will be show about the application, challenges and potential future of the antifouling membrane for water desalination.
A Systematic Literature Review: Chitosan-Based Membrane for Pollutant Removal from Wastewater Alam, Muhammad Nur
Hayyan Journal Vol. 2 No. 3 (2025): October
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/hayyan.v2i3.4371

Abstract

This review synthesizes research on development of synthesis techniques and modification methods for chitosan- based membranes, all application areas for pollutant separation to address inconsistencies in membrane performance and limited comparative analyses across pollutant classes. The review aimed to evaluate synthesis and chemical modification strategies, benchmark fabrication methods for mechanical strength and selectivity, identify nanomaterial integration approaches, compare pollutant removal efficiencies, and analyze challenges in membrane applications. A systematic analysis of studies from diverse synthesis methods—including phase inversion, electrospinning, and 3D printing—and modification approaches such as chemical crosslinking and nanomaterial incorporation was conducted. Findings reveal that nanocomposite and crosslinked membranes exhibit enhanced mechanical stability, permeability, and selective removal of heavy metals, dyes, and organic pollutants, with adsorption capacities reaching up to 1500 mg/g and oil-water separation efficiencies exceeding 98%. However, variability in synthesis protocols, limited regeneration data, and insufficient real wastewater evaluations constrain practical scalability. Integration of photocatalytic and antifouling modifications improves fouling resistance and operational longevity, though long-term durability remains underexplored. These results underscore the potential of tailored chitosan-based membranes for multifunctional pollutant separation while highlighting the need for standardized methodologies and comprehensive regeneration studies. The synthesis informs future research directions to optimize membrane design and facilitate broader implementation in sustainable water treatment technologies.