Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : EKMAN

Kebijakan Jokowi Periode 2 Terkait Pembangunan Atas Infrastruktur Di Kalimantan Utara Terkait Dengan Pembangunan Infrastruktur Dalam Kawasan Industri Hijau Di Kalimantan Utara Yusran; Aspian Nur, Adi
Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Manajemen Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Manajemen
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kebijakan priode 2 jokowi terkait dengan pembangunan infrastruktur dalam Kawasan Industri Hijau di Kalimantan Utara, Jakarta, senin (11/7/2022) gubernur kaltara Drs H Zainal A Paliwang SH, M.Hum mengikuti rapat terbatas percepatan pembangunan kawasan industri KI, provinsi Kalimantan utara di istana merdeka. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo tersebut membahas tentang kemajuan pembangunan kawasan industri yang telah peletakan batu pertama beberapa waktu lalu. Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa sekarang Indonesia akan masuk pada hilirisasi pada industrialisasi bahan-bahan mentah. Ia menegaskan bahwa ke depannya sebagian besar ekspor dari Kaltara akan berbentuk bahan setengah jadi atau produk jadi agar dapat memberi nilai tambah dan edit value yang besar bagi Indonesia. Dan juga yang kita ketahui bahwasannya permasalahan utama di kaltara adalah infrastruktur yang masih belum memadai. Koran kaltara, 31 maret 2022. Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Mahyudin beliau mengungkapkan bahwasannya hal yang perlu diperhatikan di kalimantan utara adalah aksesbilitas.
Peranan Ampas Kopi Sebagai Energi Alternatif Aspian Nur, Adi; al amrie, machmud; Yusran
Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Manajemen Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Manajemen
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan ampas kopi sebagai sumber energi alternatif telah menjadi fokus penelitian dalam beberapa tahun terakhir, mengingat ketersediaannya yang melimpah dan potensi lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi komposisi kimia ampas kopi dan keunggulannya dibandingkan dengan sumber energi alternatif lainnya. Ampas kopi, sebagai produk sampingan dari industri kopi, mengandung senyawa-senyawa seperti karbon, nitrogen, lipid, karbohidrat, dan protein, yang membuatnya cocok untuk berbagai proses konversi energi, termasuk pembakaran, pirolisis, dan gasifikasi. Selain itu, kandungan mineral dan polifenolnya menjadikannya bahan baku yang potensial untuk pupuk organik dan produk industri lainnya. Penggunaan ampas kopi dapat mengurangi jumlah limbah organik yang berakhir di tempat pembuangan akhir, menurunkan emisi gas rumah kaca, dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Keunggulan utama ampas kopi dibandingkan dengan sumber energi alternatif lainnya meliputi ketersediaannya yang melimpah, biaya rendah, nilai kalor yang tinggi, serta fleksibilitas aplikasinya dalam berbagai bentuk energi seperti biogas, biofuel, dan biomassa padat. Selain itu, ampas kopi juga berkontribusi pada pengelolaan limbah yang berkelanjutan dan peningkatan kualitas tanah melalui penggunaan sebagai pupuk organik. Penelitian ini menunjukkan bahwa ampas kopi memiliki potensi besar sebagai sumber energi alternatif yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Untuk mewujudkan potensi ini, diperlukan dukungan dari industri kopi, pemerintah, dan masyarakat melalui pengembangan teknologi konversi yang efisien, kebijakan yang mendukung, serta program edukasi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah. Dengan pendekatan yang holistik, ampas kopi dapat menjadi solusi energi yang inovatif dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan energi global dan masalah lingkungan.