Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGEMBANGAN KEGIATAN MERONCE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI Irmayanti, Ade; Jamilah, Sri; Kaharuddin, Kaharuddin
Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 7 No 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v7i2.5331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kegiatan meronce sebagai salah satu metode untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada Anak Usia Dini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anak-anak usia 4-5 tahun di sebuah Taman Kanak-Kanak. Kegiatan meronce dipilih karena melibatkan koordinasi mata dan tangan serta keterampilan jari yang kompleks. Kegiatan ini juga menawarkan variasi dalam bentuk, ukuran, dan warna manik-manik, yang dapat meningkatkan daya tarik dan motivasi anak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru, dan dokumentasi hasil karya anak. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan meronce secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan motorik halus Anak Usia Dini. Anak-anak menunjukkan peningkatan dalam ketepatan dan kecepatan saat memasukkan manik-manik ke dalam tali, serta peningkatan dalam konsentrasi dan ketekunan. Guru juga melaporkan bahwa kegiatan ini membantu anak-anak untuk lebih fokus dan sabar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kegiatan meronce efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus Anak Usia Dini. Penelitian ini merekomendasikan agar kegiatan meronce dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran di Taman Kanak-Kanak sebagai salah satu metode untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak. Lebih lanjut, penelitian ini menyarankan pengembangan variasi kegiatan meronce yang lebih kreatif dan menarik untuk menjaga minat dan motivasi anak.
PENGEMBANGAN KEGIATAN MERONCE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI Irmayanti, Ade; Jamilah, Sri; Kaharuddin, Kaharuddin
Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 7 No 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v7i2.5331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kegiatan meronce sebagai salah satu metode untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada Anak Usia Dini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anak-anak usia 4-5 tahun di sebuah Taman Kanak-Kanak. Kegiatan meronce dipilih karena melibatkan koordinasi mata dan tangan serta keterampilan jari yang kompleks. Kegiatan ini juga menawarkan variasi dalam bentuk, ukuran, dan warna manik-manik, yang dapat meningkatkan daya tarik dan motivasi anak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru, dan dokumentasi hasil karya anak. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan meronce secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan motorik halus Anak Usia Dini. Anak-anak menunjukkan peningkatan dalam ketepatan dan kecepatan saat memasukkan manik-manik ke dalam tali, serta peningkatan dalam konsentrasi dan ketekunan. Guru juga melaporkan bahwa kegiatan ini membantu anak-anak untuk lebih fokus dan sabar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kegiatan meronce efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus Anak Usia Dini. Penelitian ini merekomendasikan agar kegiatan meronce dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran di Taman Kanak-Kanak sebagai salah satu metode untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak. Lebih lanjut, penelitian ini menyarankan pengembangan variasi kegiatan meronce yang lebih kreatif dan menarik untuk menjaga minat dan motivasi anak.
Peran Etika Berbahasa dalam Menangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian di Era Digital Jamilah, Sri; Missouri, Randitha
Pendiri: Jurnal Riset Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Ran Edu Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63866/pendiri.v1i2.62

Abstract

Di era digital, penyebaran hoaks dan ujaran kebencian semakin meningkat akibat rendahnya literasi digital dan etika berbahasa dalam komunikasi daring. Hoaks sering kali menggunakan bahasa provokatif dan manipulatif untuk memengaruhi opini publik, sementara ujaran kebencian memperkeruh ruang diskusi dengan memperkuat polarisasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran etika berbahasa dalam menangkal hoaks dan ujaran kebencian di media digital melalui pendekatan analisis wacana kritis. Data dikumpulkan dari berbagai unggahan media sosial yang mengandung unsur hoaks dan ujaran kebencian, kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi pola kebahasaan yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hoaks umumnya menggunakan kalimat emosional, istilah ilmiah yang disalahgunakan, serta struktur naratif yang meyakinkan, sedangkan ujaran kebencian cenderung bersifat menggeneralisasi, menyudutkan kelompok tertentu, dan berisi pemaknaan negatif yang berulang. Selain itu, strategi komunikasi berbasis etika—seperti penggunaan bahasa santun, berbasis fakta, dan tidak provokatif—terbukti efektif dalam mengurangi penyebaran hoaks serta menciptakan lingkungan diskusi yang lebih sehat. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literasi digital dengan menekankan pentingnya kesadaran berbahasa dalam komunikasi daring. Implikasi praktisnya mencakup penerapan kebijakan dan program edukasi literasi digital yang lebih menitikberatkan pada aspek etika komunikasi. Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi peran algoritma media sosial dalam memperkuat atau menekan penyebaran hoaks dan ujaran kebencian.
Tinjauan Sistematis terhadap Inovasi, Kolaborasi, dan Teknologi dalam Manajemen Pendidikan Abad 21 Randitha Missouri; Jamilah, Sri; Masita; Sahid, Abdus; Safira, Di’ya Putri
Pendiri: Jurnal Riset Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Ran Edu Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63866/pendiri.v2i2.88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika manajemen pendidikan abad ke-21 dengan fokus pada tiga aspek utama, yaitu inovasi, kolaborasi, dan teknologi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian literatur dengan penelaahan sistematis terhadap berbagai sumber pustaka relevan dan kredibel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi dalam manajemen pendidikan harus diterapkan secara menyeluruh dan berkelanjutan agar mampu meningkatkan efektivitas proses pembelajaran dan budaya organisasi. Kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi pilar penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap perubahan zaman. Selain itu, transformasi digital dan pemanfaatan teknologi informasi berperan strategis dalam mempercepat pengambilan keputusan serta mendukung pembelajaran yang fleksibel dan terintegrasi. Kepemimpinan transformatif dan budaya manajerial baru yang inklusif dan inovatif juga menjadi kunci keberhasilan transformasi manajemen pendidikan. Kesimpulannya, manajemen pendidikan abad ke-21 harus mengalami perubahan paradigma dari sistem birokratis menjadi sistem yang lebih inovatif, kolaboratif, dan berbasis teknologi, sehingga dapat menyiapkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengambil kebijakan dan praktisi pendidikan dalam mengembangkan manajemen pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan.
Implementation of Inquiry Learning Model in Improving Students' Understanding of Islamic Values Febrianto, Febrianto; Syafruddin, Syafruddin; Jamilah, Sri
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 5 No. 2 (2025): April
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v5i2.510

Abstract

This research aims to evaluate the effectiveness of the inquiry learning model in increasing students' understanding of Islamic values ​​in Madrasah Aliyah class XI Darul Hikmah Islamic Boarding School, Bima City. The research results show that the application of the inquiry learning model significantly increases students' understanding of Islamic values, such as honesty, loyalty and compassion. Through this approach, students are actively involved in the learning process, from formulating questions to finding solutions through group discussions. Inquiry learning encourages students to think critically, connect Islamic teachings with the social issues students face, and deepen students' understanding of Islamic teachings holistically. Although this model is effective, research also identifies several obstacles, such as limited teacher skills, limited learning time, and limited facilities and resources. This research suggests the need for collaborative efforts between teachers, students and madrasas to overcome these obstacles and increase the application of inquiry learning. These findings provide an important contribution to the development of inquiry-based learning models in Islamic religious education.
Intervensi Mobilisasi Dini Dalam Meningkatkan Kenyamanan Pada Ibu Post Operasi Sectio Caesarea Di Ruang Nifas Rumah Sakit Dr R Soeharsono Banjarmasin Jamilah, Sri; Sri Purwanti Ariani; Putri Lestari
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 1 No 4 (2024): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early postpartum mobilization is the movement, positioning, or activities performed by a mother within a few hours after giving birth. Patients who have undergone a cesarean section do not engage in early mobilization due to fear and concern about pain in the surgical incision area, as well as feeling weak, fatigued, and shivering. Non-pharmacological therapy that can be applied to reduce post-cesarean section pain includes early mobilization. The objective of understanding the effect of early mobilization on reducing pain intensity in post-cesarean section patients.
Pemberdayaan Perajin Tenun Oi Fo'o Kota Bima Melalui Edukasi Digital dan Konten TikTok Missouri, Randitha; Jamilah, Sri; Puspitasari, Ratih; Annisa, Siti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (PEMAS) Vol. 2 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Yayasan Ran Edu Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63866/pemas.v2i2.81

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan para perajin tenun tradisional di Kelurahan Oi Fo’o, Kota Bima, melalui edukasi digital dan pemanfaatan platform media sosial TikTok, sebagai sarana promosi produk. Perajin tenun di wilayah ini memiliki potensi budaya dan ekonomi yang tinggi, namun masih menghadapi berbagai tantangan seperti kurangnya pengetahuan pemasaran digital, keterbatasan akses terhadap teknologi informasi, dan kemampuan membuat konten kreatif yang masih rendah. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup sosialisasi, pelatihan, pendampingan intensif, dan praktik langsung pembuatan konten TikTok. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan perajin dalam menggunakan media sosial untuk promosi produk, tumbuhnya kesadaran akan pentingnya inovasi pemasaran, serta mulai terbukanya akses pasar baru secara daring. Dengan pendekatan ini, diharapkan produk tenun Oi Fo’o dapat semakin dikenal luas, meningkatkan daya saing, sekaligus memperkuat ekonomi lokal dan melestarikan warisan budaya daerah.
PENANAMAN KARAKTER POSITIF PADA ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERCERITA Jamilah, Sri
Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 5 No 2 (2023): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v5i2.1907

Abstract

Pendidikan karakter menjadi salah satu upaya perwujudan pembentukan karakter pada anak ataupun generasi bangsa yang berakhlak mulia, Mengingat fenomena saat ini, banyak anak yang tumbuh dewasa dengan nilai moral yang sangat rendah. Penanaman karakter positif sangat perlu diterapkan pada anak sejak dini, melalui ucapan ataupun tindakan yang dapat dicontohkan oleh orang tua, guru maupun orang yang ada dilingkungan sekitar. Salah satu metode yang dapat diterapkan untuk menanamkan karakter positif pada anak adalah melalui metode bercerita. Metode bercerita adalah metode yang sangat bagus dan sangat disukai oleh anak-anak karena mempunyai pengaruh yang luar biasa untuk menarik perhatian para pendengar serta membuat seseorang mampu mengingat semua kejadian yang terjadi pada sebuah cerita denagn cepat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode teknik pengumpulan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bercerita dapat digunakan sebagai media penanaman karakter positif pada anak melalui penyampaian yang tepat serta pemilihan cerita yang tepat sehingga dapat memberikan anak-anak contoh teladan yang baik.
PERSEPSI GURU DAN ORANG TUA TENTANG PENDIDIKAN KARAKTER DI PAUD Rahmawati, Sri; Jamilah, Sri
Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 6 No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v6i1.2919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru dan orang tua terhadap pendidikan karakter di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pendidikan karakter dianggap sebagai salah satu komponen penting dalam pembentukan kepribadian anak sejak usia dini. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif di beberapa Paud di kota Bima. Partisipan penelitian terdiri dari guru Paud dan orang tua yang memiliki anak berusia 4-6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik guru maupun orang tua memiliki pandangan yang positif terhadap pentingnya pendidikan karakter di Paud. Guru memandang pendidikan karakter sebagai landasan utama yang harus ditanamkan sejak dini untuk membentuk anak yang berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab. Guru juga mengidentifikasi beberapa metode efektif dalam mengajarkan karakter, seperti pembelajaran berbasis cerita, permainan edukatif, dan kegiatan kelompok yang menekankan nilai-nilai kerjasama dan empati.
HUBUNGAN ANTARA KETERLIBATAN ORANG TUA DENGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAM MEMBENTUK PRESTASI BELAJAR ANAK DI TK NEGERI 26 LELAMASE KOTA BIMA Jamilah, Sri; Nuriati, Nuriati; Masita, Masita
Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 6 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v6i2.3916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keterlibatan orang tua dengan prestasi belajar anak di Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri 26 Lelamase, Kota Bima. Keterlibatan orang tua dianggap sebagai faktor penting dalam mendukung perkembangan pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada orang tua dari 50 siswa TK Negeri 26 Lelamase, sert a melalui observasi dan dokumentasi prestasi belajar anak. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara keterlibatan orang tua dengan prestasi belajar anak. Keterlibatan yang dimaksud meliputi berbagai aspek, seperti partisipasi dalam kegiatan sekolah, bantuan dalam pekerjaan rumah, serta komunikasi yang efektif antara orang tua dan guru. Anak-anak yang orang tuanya terlibat secara aktif dalam pendidikan mereka cenderung memiliki prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan dengan anak-anak yang orang tuanya kurang terlibat.